Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 147


__ADS_3

Kirana bersenandung saat sedang menyiapkan makan malam, Kaisar menatapnya aneh, sementara adiknya hanya melirik sebentar ke Kaisar lalu melanjutkan lagi kegiatannya


"Sepertinya kau senang sekali kiran, ada apa?" Tanya Kaisar penasaran


"Tara..!"


Teriak Kirana yang tiba-tiba saja memperlihatkan kue buatannya dan membuat Kaisar kaget


"Kau ini, jangan berteriak!" Ucap Kaisar


"Hehehe, aku bisa buat kue ulang tahun untuk kita, kata kak Alena setiap hari lahir adalah hari yang sangat berharga, kita harus merayakannya dan mengucap syukur"


"Jadi, ini kue ulang tahun untuk siapa?"


"Ya untuk kita kak, walaupun kita tidak tau kapan sebenarnya kita di lahirkan" ucap Kirana tertunduk dan meneteskan air mata


"Aish, sudah, jangan bersedih, kakak tidak suka melihat air matamu itu"


"Iya kak"


Kirana langsung membersihkan air matanya kemudian tersenyum kembali saat Kaisar mencicipi kue buatannya


"Hehe, enak kak?"


"Sip, lezat, kakak suka, Alena yang mengajarimu?"


"Iya kak"


"Kemana dia?"


"Melakukan ibadah apa ya namanya, sholat kalau gak salah, aku kemaren membelikan beberapa baju lengkap dengan penutup kepala untuk ganti kak Alena dan kain yang namanya mukenah gitu kak, buat kak Alena ibadah"


"Kamu keluar pulau?"


"Tidak, aku nitip ke penjaga yang di tugaskan untuk memasok barang dari luar pulau"


"Oh, ya sudah"


"Kak, kenapa kita tidak punya agama seperti kak Alena?"


DEG


Kaisar bingung saat harus menjawab apa, karena sejak mereka kecil tidak pernah di ajarkan tentang apa itu Agama


Sesaat kemudian ada suara yang segera menyahut kebingungan Kaisar


"Karena kalian tidak pernah dikenalkan, jadi tidak mengerti, bagaimana kalian akan memilikinya kalau tidak tau" ucap Alena sambil duduk di depan keduanya sambil tersenyum


Kaisar dan Kirana yang melihat dengan jelas Wajah Alena dan senyumannya dari dekat langsung terpana dengan kecantikannya, hingga Alena menghentikan senyumannya


"Ehem, ini kue mau di makan apa di lihatin aja?" Ucap Alena


"Oh, iya, kita makan saja" ucap Kaisar gugup


"Maaf, maaf, aku benar-benar baru tau kenapa banyak yang memperebutkan kak Alena, hehe" ucap Kirana


Sementara Alena hanya memandang Kirana sambil membantunya memotong kue untuk di makan bersama, sesaat semuanya terdiam menikmati kue yang sangat lezat hingga muncul ide seru dari Alena, dengan jahil Alena mengoleskan cream kue di pipi Kirana

__ADS_1


"Kak Alena, apa yang kau lakukan!"


Teriak Kirana yang kemudian membalas perbuatan Alena, keadaan langsung berubah menjadi gaduh, keduanya berkejaran hingga kemudian Alena melempar sisa kue ke arah Kirana tapi justru mengenai baju Kaisar


"Hei, apa yang kalian lakukan, dasar!" ucap Kenan


Alena dan Kirana langsung terdiam, namun tiba-tiba saja Kaisar melanjutkan dengan melempar balik kue ke arah Alena, tidak terima Alena di serang, Kirana langsung membalas Kakaknya, kini ketiganya saing melempar sisa kue hingga rumah menjadi kotor dan berantakan


Kirana tersenyum melihat kakaknya mengejar Alena sambil tertawa dan melempari Kue, pemandangan indah yang tidak pernah Kirana lihat seumur hidupnya, hingga kemudian terdengar suara pintu rumah di ketuk


"Siapa kak?" Tanya Kirana


"Aku tidak tau, bukalah Kiran!, Dan kau tetap di belakangku Al" Ucap Kaisar mulai khawatir


Saat Kirana membuka pintu, terlihat ada Kenan dan beberapa pengawal di belakangnya


"Maaf pangeran kenan, ada apa anda datang kesini malam-malam?"


"Tidak ada, aku hanya mendengar kegaduhan dari rumahmu, apa semua baik-baik saja?"


"Iya, kami baik-baik saja"


"Aku ingin masuk, minggir!"


Kenan masuk dan sangat terkejut melihat ruangan yang penuh dengan sisa kue di sana sini, kemudian Kenan menatap tajam Kaisar yang sudah belepotan Kue di badannya


"Malam pangeran Kenan"


"Oh, rupanya kalian sedang berpesta dengan calon pengantin ku hem?" Ucap Kenan dan mendekat ke arah Kaisar untuk melihat Alena yang ada di belakangnya


"Maaf apa maksud pangeran?" Tanya Kirana


"Jangan berani menyentuhnya Kenan, dia belum menjadi milikmu!" Ucap Kaisar sambil menghadang langkah Kenan


"Apa!, Tidak mungkin, Kak Alena sedang hamil, bagaimana mungkin kalian menikahkannya!"


"Diam, jangan berani membantah keputusan tetua Klan, atau kalian akan mendapat hukuman mati!" Ucap Kenan mundur dan kemudian meninggalkan rumah Kaisar sambil tertawa mengerikan


Sementara itu Kirana langsung menatap tajam ke arah Kakaknya


"Katakan padaku kakak tidak mendukung hal ini, katakan kak, mereka sudah gila!" Teriak Kirana


"Diamlah, jangan berteriak, hati-hati dengan ucapanmu Kiran" jawab Kaisar


"Ini tidak mungkin, aku sedang mengandung, apa kalian sudah tidak waras?!" Ucap Alena


Tiba-tiba saja Alena merasakan perutnya terasa nyeri kontraksi, hingga dia langsung duduk dan meringis memegangi perutnya, Kaisar dan Kirana langsung panik dan membantunya kembali ke kamar


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kaisar


"Iya, sudah mendingan, mungkin karena aku terlalu cemas"


"Kak Alena tenang lah, jangan banyak bergerak dulu" ucap Kirana


"Aku akan membantumu keluar dari pulau ini dan bawa Kirana bersamamu Al" ucap Kaisar dan membuat kedua wanita di depannya terkejut


"Apa?, Lalu bagaimana denganmu?" Ucap Alena

__ADS_1


"Aku akan menghadapi hukumannya, yang penting kamu selamat"


"Jangan gila kak, mereka akan memotong-motong tubuhmu hidup-hidup"


"Aku tidak mau, kita harus cari jalan lain Kaisar" ucap Alena


"Tidak ada waktu lagi Al, aku hanya minta tolong jaga dan lindungi Kirana, bawa dia bersamamu" ucap Kaisar


"Aku gak mau kak, aku tidak akan meninggalkan kakak sendirian"


"Diamlah, tempat terkutuk ini harus kamu tinggalkan Kiran, masa depanmu masih panjang" ucap lirih Kaisar


"Sudah, aku tidak mau kalau salah satu dari kita harus menanggung beban penderitaan, kita akan keluar bersama dan kalian akan ikut denganku" ucap Alena


DUG


Kaisar dan Kirana tersentak saat tangan mereka tidak sengaja menempel di perut Alena yang sedikit buncit dan merasakan tendangan dari anaknya


"Dia bergerak?" Ucap Kaisar


"Dia menendang ku kak" sahut Kirana


"Iya, mereka setuju dengan ideku, dan ingin menyapa kalian, mereka juga menginginkan tumbuh dan besar bersama kalian di sampingnya, jadi jangan berpikir untuk berkorban dan meninggalkan kami lagi, Ok?"


Hati kaisar langsung menghangat dan dia pun tersenyum


"Tenanglah kalian, pamanmu ini akan menjaga kalian dengan nyawanya, kalian akan baik-baik saja"


DEG


Alena terharu, rupanya Kaisar sudah bertekad untuk melindungi anak-anak nya dan juga dirinya


"Tante mu juga, akan membantu melindungi kalian ya" ucap Kirana


Alena langsung memeluk Kirana dan mengucapkan terimakasih


"Kamu adikku, selamanya kamu akan menjadi adikku Kirana"


Mereka berdua pun menangis dan masih saling berpelukan, Kaisar tersenyum lega saat Alena menerima Kirana sebagai adiknya


"Kalau terjadi sesuatu denganku, aku sudah tidak khawatir lagi, Kirana akan aman bersamamu Alena, terimakasih akhirnya adikku menemukan orang yang tepat" batin Kaisar


"Sudah, sebaiknya kita bersihkan rumah dulu Kiran, biarkan Alena membersihkan diri dan beristirahat, besok malam persiapkan diri kalian untuk pergi dari pulau ini" ucap Kaisar


Alena mengangguk dan segera membersihkan diri, sementara Kirana memeluk kakaknya sebentar dan kemudian membantu Kaisar membersihkan rumahnya


PERHATIAN


Author minta tolong dong..yang belum mampir di karyaku "SAHABATKU KEKASIHKU" Segera mampir ya, Author sangat berharap nih, terimakasih para pembacaku yang sangat aku CINTAI..muach muach muach


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2