Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 218


__ADS_3

Alena ikut terduduk dilantai sambil mengatur nafasnya


"Tapi aku takut Kiran, mereka itu biar masih kecil gitu, kadang cara berpikirnya sok dewasa gitu lo, apa lagi Ethan sama Evan yang tubuhnya bongsor banget"


"Hihihi, iya juga sih kak, penampilannya dah mirip suami kakak banget tuh bocah, sok Cool, sempat orang ngira dia sudah usia 9 tahunan gitu"


"Nah kan, jadi tambah khawatir aku kan, apa lagi si Ailin, mata birunya yang bikin semua orang klepek-klepek, turunan dari ibunya Edward banget itu" ucap Alena


"Hahaha, kak, tau nggak, kecantikan mu sepertinya akan dikalahkan sama Ailin deh"


"Udah pasti tuh, Edward aja suka melototi orang kalau pas ngajak jalan Ailin yang jadi pusat perhatian banyak cowok"


"Hahaha, sama kak kayak kedua kakaknya itu, pernah lo waktu aku ajak jalan ke mall, ada anak cowok bau kencur gitu goda Ailin, di tabok beneran tu anak sama Evan"


"Hah, oh ya, tuh kan, jadi takut aku kalau mau ngajari mereka" ucap Alena


"Ada lagi yang seru kak, tau nggak apa yang di lakukan Ethan?"


"Apa emang?"


"Saat orang tua tu anak ngomeli Evan, Ethan langsung membela adiknya dengan tuntutan pelanggaran HAM dan pelecehan"


"Apa!"


"Hahaha, aku ketawa ngakak waktu itu kak, lihat mereka semua takut dan terbungkam lalu meminta maaf"


"Kok Ethan bisa tau hukum dan segala macamnya itu?"


"Tanya sendiri sama anak kamu itu kak, aku juga heran, usia segitu sudah bikin ciut nyali orang dewasa"


"Ya Alloh Kiran, jadi mau copot ini jantungku, untung aku masih punya Ailin yang kalem sesuai dengan usianya"


"Kalau si Ailin sih wanita banget kak, tapi kadang bisa jadi preman juga kalau terpaksa"


"Iya aku tau, tapi setidaknya gak separah kakak-kakaknya"


"Tapi aku suka lo kak, sama mereka, soal kecerdasan kompak banget, semuanya diatas rata-rata, seumuran gitu udah banyak lomba yang dimenangkan di sekolah TK"


"Iya, aku juga bangga sama mereka, Alhamdulillah" ucap Alena bahagia


"Bisa menghasilkan uang sendiri pula" ucap Kirana


"Maksudnya?" Tanya Alena bingung


"Kak Alena gak tau kan, mereka itu pinjam rekening kak Kaisar noh, buat ngumpulin uangnya dari main game online"


"Astagfirullah!, Aku akan menghajar kalian!!" Teriak Alena marah ketika tau anak-anaknya bermain Game online tanpa sepengetahuan nya


"Eh kak, tunggu penjelasan ku dulu!!" Teriak Kirana mengejar Alena yang sudah lari mencari ketiga anaknya yang tenyata sudah berhasil lolos dari kediamannya dan sekarang berada di tempat latihan Daddy nya


Edward yang mendebarkan istrinya berteriak kenceng memanggil anak-anaknya langsung menghentikan latihannya


"Apa lagi ulah mereka sampai membuat mommy nya marah lagi, heh" ucap Edward lirih


"Kita istirahat saja dulu dan biar aku cari ketiga jagoan ku" ucap Kaisar


"Kalau mereka salah, jangan kau bela Kai, itu akan menjerumuskannya" kata Edward

__ADS_1


"Aku tau, ketiga jagoan ku itu tidak akan bertingkah tanpa alasan yang jelas, Alena saja yang kadang salah paham" ucap Kaisar sambil berlalu pergi


Raka tertawa melihat raut wajah Edward


"Rupanya Kaisar tidak rela membiarkan seorangpun mengganggu ketiga anak anda pak Edward"


"Heh, itulah Kaisar, terlalu memanjakan mereka, kadang aku tidak mengerti, bahkan sepertinya dia lebih menyukai anak-anak ku dari pada anaknya sendiri, Dasar!"


"Beda pak Edward, anak kaisar masih sangat kecil, jadi belum waktunya mendapat perhatian seperti yang di berikan ke Ethan,Evan dan Ailin" ucap Raka


"Iya juga, aku juga senang melihat pertumbuhan Ambar yang kini sudah berusia 8 Tahun, terimakasih kalian sudah merawatnya dengan baik Raka"


"Tentu saja pak Edward, saya juga berterimakasih sudah mempercayakan Ambar ke saya dan Anggel, hidup kami terasa lengkap dengan kehadiran Ambar"


"Oh iya, bagaimana keadaan Istrimu, apa sudah sehat, terakhir kau mengabari ku, dia dalam keadaan sakit bukan?" Tanya Edward


"Iya pak Edward, rencana kemaren mau periksa ke Delia, Rekom dari dokter disuruh periksa ke spesialis kandungan, tapi belum jadi karena Anggel sudah merasa baikan" ucap Raka


"Jangan-jangan ada kemungkinan hamil, apa dokternya tidak mengatakan sesuatu?" tanya Edward


"Kami tidak terlalu berharap banyak pak Edward"


"Sebaiknya segera di periksakan, takutnya ada sesuatu, biar bisa di atasi segera" saran Edward


Raka mengangguk dan berkata akan melakukan pemeriksaan ke Delia besok pagi sesuai jadwal prakteknya


*


Ketiga bocah kembar itu kini sudah bersembunyi di belakang tubuh Kaisar, Alena yang mengetahui hal itu langsung mendatangi dan berniat menghukum ketiganya


"Kalian bertiga, kesini!" Ucap Alena


"Memangnya ada apa Al?"


"Mereka sudah keterlaluan Kai, jangan di bela lagi, ayo ngaku, kalian main game online kan, Jawab!"


"Ayolah mom, itu hanya game yang mudah, kita hanya perlu refreshing saja kok" ucap Evan


"Gak usah bohongi Mommy, kalian cari uang juga di game itu kan?"


"Kok mommy tau?" Sahut Ailina


"Ailin !!" Teriak kedua kakak kembarnya


"Sorry kak, kelepasan" ucap Ailina


"Ketahuan kan sekarang, ayo bilang ke mommy buat apa kalian cari uang segala, memang kurang mommy sama Dady ngasih segalanya buat kalian?"


"Al, aku bisa menjelaskan" ucap Kaisar


"Apalagi Kai, kamu mau bela mereka lagi?" Sahut Alena


"Mom, apa kau meragukan kasih sayang kami ke mommy?" Ucap Ethan seperti orang dewasa


"Jangan mulai Ethan, kali ni mommy gak akan luluh" ucap Alena


"Benarkah?, apa mommy tidak senang kami bisa membantu teman-teman sebaya kami yang kesusahan?" Ucap Ethan

__ADS_1


"Maksudnya?, Jangan memonopoli pikiran mommy Ethan" ucap Alena


Ketiga anak kembarnya langsung mendekat ke arah Alena dan kemudian memeluknya, mereka sangat tau hal seperti inilah yang pasti membuat seorang Alena akan luluh juga


Kaisar tersenyum melihat raut wajah Alena yang kini berubah penuh sayang dan kesabaran membalas pelukan anak-anaknya


"Bisa kita bicara tanpa emosi kan mom" ucap Ethan


"Kau ini masih bocah Ethan, bersikaplah seperti bocah, jangan seperti itu, mommy jadi khawatir"


"Ailin sudah bersikap kayak bocah kan Mom?"


"Iya sayang, Ailin memang anak Mommy paling cantik"


"Kalau Evan paling tampan kan Mom?"


"Jaga sikapmu Evan, Mommy tau kamu sering menggoda wanita jauh diatas usiamu"


Kaisar tertawa melihat Evan memanyunkan bibirnya, anak laki-laki Alena yang satu ini memang berbeda, sikapnya kadang Arogan, namun juga pandai menarik perhatian para wanita


Sementara itu, Kirana kini sudah berada di dekat Alena sambil mengatur nafasnya, dirinya merasa lega saat melihat ketiga ponakannya baik-baik saja


"Kau kenapa Kiran?" Tanya Kaisar


"Ngejar Kak Al, tadi mau ngamuk sama ni bocah-bocah, aku jadi khawatir kak" ucap Kirana


"Tenang Aunty, Mommy sayang kita kok" ucap Ethan sambil tersenyum


Sesaat kemudian mereka semua duduk di teras belakang sambil menikmati cemilan dan minuman segar yang disediakan oleh mbok Amah dan mbok Asih, Kaisar dan Kirana menjelaskan ke Alena alasan mereka bertiga bermain game online dan menghasilkan banyak uang


Sejenak Alena terkejut saat Kaisar menjelaskan bahwa uang yang mereka dapatkan, sebagian besar sudah di sumbangkan untuk anak-anak seusianya yang hidup susah dan membutuhkan bantuan, Kirana sengaja tidak pernah cerita karena mereka ingin menjaga hati Alena agar tidak khawatir dengan mereka


"Harusnya kalian bilang ke Mommy, biar semuanya jelas, dan mommy tidak akan memarahi kalian, terimakasih ya, kalian sudah jadi anak kebanggan mommy"


Ailin dan kedua kakaknya mengangguk dan kemudian memeluk Mommy nya, Alena merasa sangat beruntung mempunyai anak-anak istimewa seperti mereka, dengan penuh kelembutan Alena menjelaskan kepada mereka bahwa dirinya tidak melarang mereka bermain game online, tapi harus lebih mengutamakan belajar dan bermain sesuai usia mereka


Edward dan Raka berjalan mendekat ke arah Kaisar dan juga yang lainya, seperti biasa ketiga anak kembar itupun berlarian berebut memeluk Dady nya


"Dady, kapan Ethan akan diajari bela diri lagi?"


"Iya Dad, kenapa gak nambah lagi, kemaren cuma dasar nya doang, gak seru Dad" ucap Evan


"Ailin juga, pengen yang bisa nendang, kunci dan banting Dad"


Edward tersenyum melihat ketiga anaknya paling semangat kalau membahas ilmu bela diri, Edward memeluk mereka satu persatu kemudian duduk di samping Alena dan menjelaskan kalau untuk sementara mereka akan diajari ilmu dasar cara membela diri saja, ketiga anak itupun langsung terlihat sangat kecewa


BERSAMBUNG


Author UPDATE LEBIH DARI SATU KALI


Jangan lupa, beri dukungan:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2