Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 235


__ADS_3

Tidak ada kegiatan apapun yang dilakukan Alena saat di Mansion hari itu, hanya berbincang dan bersantai dengan keluarganya, begitu juga dengan Raka dan para pengawal lainya, hingga kemudian datanglah Daniel dan Delia menjelang siang


"Bagaimana kak Del, hasil konsultasi nya?" Tanya Alena saat Delia dan Daniel ikut bergabung duduk bersantai di teras belakang


"Alhamdulillah baik, kita di suruh menunggu hasilnya sampai 3 bulan, kalau belum Ada hasilnya, kita akan kembali kontrol ke sini" Jawab Delia


"Jadi kita bisa pulang besok kan?" Tanya Kaisar memastikan


"Tentu saja, nanti malam kita bersiap, besok pagi jam 7 kita sudah harus ada di bandara" ucap Edward


"Apa perusahaan Eagle Company masih bekerjasama dengan Hodmer Company cabang yang ada di Jakarta?" Tanya Kaisar


"Tentu saja, kontrak kerjasama kita 5 tahun dan ini masih berjalan beberapa bulan, memangnya kenapa Kai?" Tanya Daniel


"Tidak ada, aku tadi bertemu pemiliknya di Rumah sakit" ucap Kaisar


"Maksudmu Natasya Hodmer?" Tanya Daniel


"Iya, dan aku sempat menolong Sekretaris nya Janeta yang hampir saja terjatuh karena sakit"


"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Edward


"Tidak ada, mereka hanya berobat saja, aku hanya berpikir, tidakkah berbahaya kalian masih bekerjasama dengan mereka, ingat, mereka berdua orang-orang dibawah kekuasaan Nickel Hodmer" ucap Kaisar


"Benar apa yang dikatakan Kaisar Honey" sahut Alena


"Tenanglah, aku masih mencari jalan untuk memutuskan kontrak kerjasama, tapi itu bukan hal yang mudah, ada perjanjian kuat dan bisa merugikan perusahaan kalau kita tidak berhati-hati" ucap Edward


"Aku setuju Ed, nasip banyak pegawai juga ada di tangan perusahaan kita, jangan sampai kita ceroboh dan terjadi hal buruk di Eagle Company" kata Daniel


"Sebaiknya kita semua tetap waspada dengan perusahaan dan orang-orang keluarga Hodmer, intinya tetap menjaga jarak dan hati-hati" sahut Raka


"Dengar tu honey, apalagi Natasya sudah menyatakan perasaannya kalau dia menyukaimu" ucap Delia


"Apa!, Natasya Hodmer menyatakan perasaannya ke Daniel?" Tanya Alena terkejut


"Hei, sudahlah, aku sudah menjaga jarak dengannya, dia hanya berusaha jujur saja, bukankah itu bagus, aku bisa lebih berhati-hati" ucap Daniel


"Wah, ini semakin seru ya, sang kakak menginginkan Alena dan sang adik menyatakan perasaannya ke pak Daniel, sepertinya akan ada kubu yang saling menyerang ini"


PLAK


"Aduh Kai, sakit sekali pukulan mu!" Teriak Raka


"Mangkanya hati-hati kalau ngomong, ini hal serius, kalau ada apa-apa, kamu juga ikut direpotkan, jangan lupa itu"


"Siap, aku bisa bersiap-siap mulai sekarang, menjaga kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi"


"Baguslah kalau begitu" ucap Kaisar


*

__ADS_1


Sementara itu sang ketua Mafia juga sedang menyusun strategi liciknya kembali bersama dengan orang kepercayaannya


"Aku ingin kau mengawasi setiap gerak gerik Janeta dan juga adikku, pastikan semua kegiatannya selama ada di Indonesia kamu ketahui, jangan sampai satu pun terlewat" ucap Nickel


"Jadi tuan masih bertekad untuk mendapatkan wanita itu?"


"Tentu saja, dia hanya akan menjadi milikku" ucap Nickel


"Baiklah tuan, saya akan melaksanakan perintah anda"


"Hem, hati-hatilah dengan Janeta, dia salah satu pasukan terlatih terbaikku dulu, jangan sampai keberadaan mu di ketahui olehnya" kata Nickel


"Baik tuan, dan saya akan membawa beberapa pasukan terlatih untuk membantu saya"


"Lakukan saja apa yang menurut mu di perlukan, jangan sampai misi ini gagal, ingat itu"


"Siap tuan Nickel, saya permisi dan segera bersiap"


"Bagus, keluarlah!"


Tak lama dari kepergian orang kepercayaannya, Nickel ikut keluar dari ruang kerjanya dan kini menuju ke Apartemen Natasya


Nickel sudah berada di dalam mobil dan segera menghubungi Natasya


"Aku sebentar lagi sampai di Apartemen mu Nat, apa Janeta masih ada di sana?"


"Iya kak, dia sedang beristirahat, ada apa kakak ke sini?"


"Ada hal penting yang ingin aku beritahukan ke Janeta, sekalian aku ingin tau keadaannya"


Perbincangan di saluran handphone segera terputus


Natasya yang kini sedang membuat minuman hangat untuk Janeta, segera mengantarkan minumannya ke kamar yang di tempati oleh Janeta yang ternyata baru saja terbangun


"Janet, kau sudah bangun?" Tanya Natasya


"Apa aku tidur terlalu lama Nat, sepertinya ini sudah sore" ucap Janeta


"Lumayan, gak apa-apa, kamu memang perlu istirahat lebih banyak Janet, ini aku buatkan minuman hangat" ucap Natasya


"Makasih Nat" sahut Janeta yang kini sudah duduk dan bersandar di kasur, Natasya mengambilkan minumannya dan kemudian Janeta meminum perlahan


"Bagaimana, sakit kepalamu sudah hilang?" Tanya Natasya


"Belum, tapi sudah berkurang banyak Nat, mungkin sebentar lagi juga sudah sembuh" ucap Janeta


"Mudah-mudahan, aku tidak ingin memaksamu ikut ke Indonesia sebelum benar-benar sembuh" kata Natasya


"Iya Nat, jangan khawatir, bentar lagi aku bakalan sehat kok"


Perbincangan mereka terhenti saat terdengar suara bel Apartemen, Natasya segera beranjak dari tempat duduknya kemudian melangkah keluar kamar untuk membuka pintu, dan seperti yang sudah di duga, kakaknya Nickel sudah berada di depan pintu Apartemen

__ADS_1


"Masuklah kak"


Ucap Natasya dan kemudian Nickel segera masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tengah Apartemen


"Aku buatkan minuman dulu kak, mau yang hangat atau dingin?"


"Yang hangat saja"


Natasya segera pergi ke dapur untuk membuatkan Nickel minuman, lalu membawanya ke meja tengah


"Bagaimana Janeta?" Tanya Nickel


"Masih istirahat di kamar kak, sakitnya sudah berkurang banyak, sebentar lagi pasti sudah sehat kok"


Nickel segera beranjak dari tempat duduknya, menuju ke kamar Janeta di ikuti oleh Natasya, sampai di dalam, terlihat Janeta masih terduduk di atas kasur


"Tuan Nickel?" Ucap Janeta terkejut


"Hem, bagaimana keadaanmu Janet?"


"Aku sudah baikan, ada apa kesini?"


"Kebetulan kalian berdua ada disini, aku melihat perkembangan perusahaan kalian di Jakarta sangat bagus, investasi ku akan aku tambah lagi"


"Benarkah kak?, Terimakasih ya, aku sangat senang sekali kak" ucap Natasya


"Sayang sekali berkas perjanjian investasi ku ketinggalan di kantor, aku menyadarinya saat hampir sampai kesini, bagaimana kalau kau mengambilkannya Nat, aku letakkan di atas meja kerjaku"


"Baiklah kak, tenang saja, aku minta antar sopir pribadimu ya,"


"Iya, itu lebih baik, aku akan menjaga Janeta di sini"


"Okey kak, aku berangkat, Janet, aku tinggal dulu ya, ada kak Nickel yang akan menjagamu"


"Iya Nat, pergilah, aku gak apa-apa"


Natasya segera pergi meninggalkan mereka berdua, Janeta sudah menatap tajam kearah Nickel, dirinya tau bahwa Nickel sengaja menyuruh Natasya untuk keluar dari Apartemen hingga dirinya bebas berbicara


"Katakan, apa yang ingin kamu sampaikan tuan Nickel, aku tau kamu tidak mungkin kesini hanya untuk menjengukku dan soal investasi itu bukan?" Ucap Janeta


"Ini yang aku suka darimu Janet, selalu tau apa yang aku inginkan" Jawab Nickel dan mendekat ke arah Janeta


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2