Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 47


__ADS_3

Tepat jam sembilan malam, acara sakral itupun dimulai


Tampilan Alena dengan baju gamis putih berenda membuat Edward terkesiap, hingga tanpa sadar tidak melepaskan tatapannya sampai Alena duduk di sampingnya


"Ehem, ngapain natap aku kayak gitu, gak pernah lihat orang cantik?" Tanya Alena menyadarkan Edward


"Oh, maaf, aku hanya kaget bocil bisa di make-up jadi dewasa" jawab Edward sekenanya


"Eh, dasar, bocal bocil, dah tau bocil kenapa kamu kawinin!" ucap Alena jengkel


"Katanya yang bocil lebih nikmat, jadi aku mau coba" jawab Edward


"Berani nyentuh, aku tendang" ucap Alena


"Nanti kita tendang-tendangan di kasur, gak sabar amat" jawab Edward


"Edward!"


Alena teriak lirih bersiap memukul Edward, tapi langsung dihentikan dengan deheman sang kakek dan Dadynya


dengan suasana yang khusuk akhirnya ijab qobul secara agama berjalan dengan penuh hikmad dan lancar, semuanya merasa sangat berbahagia dan lega, Edward pun sudah ikhlas dan tersenyum ke arah Alena, namun apa yang terjadi, tidak dengan Alena yang langsung melotot lucu sambil memanyunkan bibirnya ke arah Edward


"Ngapain senyum senyum" ucap Alena ke Edward ketus


"Nih, tangan suami harus dicium dulu, biar afdol" ucap Edward sengaja mengerjai Alena sambil memajukan tangganya


"Ih, gak mau lah, ngapain, kita masih dalam taraf pengenalan dulu, enak aja, main sungkem segala"


Tak


Kepala Alena langsung dapat jitakan dari Jasmine


"Jangan kurang ajar sama suami, ayo, Salim dulu, cium tangan suami itu pahalanya gede" ucap Jasmine sambil menatap Alena tajam


"Gak mau mom, Alena bakal cari pahala lain lah, biar kecil-kecil dikumpulin bisa gede juga" jawab Alena


"Kau ini, minta dihajar ya emang!" Jasmine siap-siap mukul Alena lagi namun Edward segera menarik tubuh Alena dan menempatkan di belakang tubuhnya untuk melindunginya


"Sudah Tante, gak apa-apa, Alena akan belajar pelan-pelan, maklumi saja, dia juga masih muda" ucap Edward sambil tersenyum menoleh ke arah Alena


"Kamu juga, ngapain manggil aku Tante, panggil mommy, kamu sudah jadi anak Tante sekarang, sama kayak Alena" ucap Jasmine


"Iya tan_, eh mom, makasih" ucap Edward masih kikuk

__ADS_1


"Sini, boleh mommy memelukmu Ed?"


Namun tiba-tiba Alena memotong


"Gak usah mom, ngapain sih, Alena saja nih yang mommy peluk" sahut Alena dan segera memajukan tubuhnya ke pelukan mommy nya


Tanpa di duga, Edward juga langsung ditarik oleh Jasmine ke pelukannya, kini Alena dan Edward berada jadi satu dalam pelukan Jasmine, Edward yang sudah ditinggal mommy nya meninggal belasan tahun yang lalu, merasakan sesuatu yang hangat dan sangat dia rindukan, yaitu pelukan seorang ibu, hingga tak terasa air mata Edward keluar begitu saja


Semua orang yang melihat pemandangan indah itu terharu, Alex langsung memeluk Reyna yang sudah menitikkan air mata ikut merasakan kebahagiaan, Adelia dan Amaya menangis berpelukan ikut berbahagia melihat Alena, kyai Rahmat memeluk sejenak Abraham dan menepuk bahunya, pak Hari juga sampai dibuat berkaca-kaca saking bahagianya


Setelah acara mengharu biru selesai, semuanya langsung menyerbu meja yang sudah di sediakan aneka makanan menggugah selera


Edward tersenyum melihat suasana ramai orang-orang terdekatnya, dan kemudian tertegun saat menatap Reyna sedang menyambut kedua buah hatinya yang dari tadi dititip kan ke pengasuhnya


"Reyna, sudah punya 2 buah hati yang sangat lucu" batin Edward masih terus menatap Reyna tanpa berkedip, hatinya masih berdenyut saat melihat senyuman Reyna, rasanya Edward ingin berlari dan memeluknya


Tanpa di sadari, Alena melihat itu semua, yah, melihat bagaimana tatapan Edward masih sangat memuja kakaknya Reyna, tatapan yang juga menyiratkan dalamnya sebuah kerinduan, Alena hanya tersenyum kecut, berusaha menormalkan hatinya yang ter cubit sakit


"Hai ponakan Aunty yang tampan dan cantik" teriak Alena berjalan melewati Edward menuju ke kedua ponakannya


Edward terkejut dan langsung memutus tatapannya ke Reyna


Kedua ponakan itu langsung berebut memeluk Alena, sementara seperti biasanya Alena akan lari menghindar dan saling berkejaran hingga membuat isi ruangan itu makin heboh, Edward tersenyum melihat tingkah Alena yang selalu bisa menghidupkan suasana


"Wah, saya benar-benar beruntung bisa melihat kehidupan pribadi keluarga Nugraha tuan, ternyata sangat menyenangkan dan tidak seperti yang dikabarkan di luaran" ucap pak Hari


"Hem, aku juga merasakan ketulusan dan kehangatan di keluarga ini pak, Rasanya aku seperti menemukan sosok mommy ku kembali" jawab Edward


"Pasti tuan Edoardo akan senang mempunyai besan keluarga Nugraha tuan"


"Pasti pak, Dady bahkan menyuruhku menikah Syah di KUA hari ini juga kalau bisa"


"Hahaha, rupanya tuan Edoardo ingin segera punya Edward junior" jawab pak hari sambil tertawa


*


Acara pesta kecil-kecilan itu selesai sampai jam 11 malam, semua sudah kembali ke kamar hotel masing-masing, Alena sudah berhasil menidurkan kedua ponakannya dan segera keluar kamar Jasmine


"Mom, aku balik ke kamar dulu mau tidur, itu ponakan dah pada bobok di kamar mommy" pamit Alena ke Jasmine setelah menidurkan Aftan Brian Nugraha dan Afita Khaira Nugraha, anak dari Alex dan Reyna


"Eh sebentar, balik ke kamar siapa maksutnya?" Tanya Jasmine curiga


"Tentu saja ke kamar suamikuh, Tercintah dan tiada duanyah" jawab Alena sengaja mengerjai Jasmine

__ADS_1


"Jangan berani-berani ya Al, kamu belum nikah Syah secara Negara, pakek pengaman ****** atau apalah dulu, jangan sampai hamil duluan!" ucap Jasmine panik


"Gak mau, gak enak, kurang hot, masak malam pertama malah di masukin ******, aku pengennya di masukin yang Original punya Edward" jawab Alena tanpa dosa dan langsung lari sebelum tangan Jasmine memukul tubuhnya


"Alena!"


"Jorok banget itu pikiran kamu ya, awas kamu!" Teriak Jasmine kesal dengan kelakuan Alena


Sementara itu Abraham yang dari tadi duduk dan mendengar omongan kedua wanita yang sangat di cintai nya itu langsung terkekeh


"Sayang, kok malah tertawa sih, itu anak kamu Alena tu, kebangetan, masak udah ngebet pengen tidur sama Edward, malu-maluin tau nggak"


"Sudah, kamu juga percaya saja omongan Alena, dia itu boking kamar extra buat orang tiga tadi sore, gak mungkin balik ke kamar Edward, paling juga ke kamar kedua sahabatnya itu, lagian di kamar Edward juga ada pak Hari, jadi gak mungkin Alena ke kamar Edward"


"Oh, ya Alloh, syukurlah, jadi tenang akunya" ucap Jasmine


*


Saat menuju ke kamarnya, Alena melewati sebuah ruangan santai dan tidak sengaja melihat Edward dan Reyna berbincang, Alena berhenti dan berusaha mendengarkan pembicaraan


"Aku menitipkan Alena padamu Ed, jangan pernah menyakiti hatinya, aku tau Alena selalu Ceria tapi di balik itu dia sangat pandai menyembunyikan luka apapun di hatinya, jadi berhati-hatilah dengan sikapmu" ucap Reyna


"Entahlah Rey, semua terjadi begitu saja, kau tau bagaimana kuatnya perasaanku terhadapmu bukan, tidak mudah aku melabuhkan hatiku ke Alena, aku pun tidak tau apa aku bisa melakukannya"


"Ed, kau tau, aku tidak akan segan membunuhmu sampai terjadi apa-apa dengan Alena, dia istrimu sekarang dan dia tanggung jawabmu, jadilah laki- laki yang bertanggung jawab, soal hatimu, aku sungguh tidak peduli, hatiku sudah sepenuhnya aku berikan ke suamiku Alex, tidak akan ada yang bisa merubah kenyataan itu, jadi buang jauh-jauh pikiran konyol mu"


Reyna mengakhiri pembicaraan dan pergi meninggalkan Edward yang masih duduk termenung, sementara Alena yang dengan jelas mendengar semua pembicaraan itu, menahan sesak di dadanya sambil bersembunyi di balik dinding


Alena segera kembali ke kamarnya, membersihkan diri dan berusaha tidur


Bersambung


Terimakasih, jangan lupa jejak dukungannya


Tinggalkan LIKE


Tinggalkan KOMEN


Tinggalkan VOTE


Tinggalkan HADIAH


Jangan lupa Klik FAVORIT ya

__ADS_1


__ADS_2