
"Emang kamu pengennya gimana?" Tanya Alena balik sambil jalan masuk ke kamarnya
"Al, aku belum selesai ngomong!" Teriak Edward
"Ngomong aja, aku dengerin dari sini"
Jawab Alena
"Mana ada ngomong jauhkan gini, yang ada aku bakalan teriak-teriak Al, cepetan keluar, ada yang mau aku omongin" teriak Edward lagi
Alena masih diam tanpa jawaban, Edward langsung berdiri dan berjalan ke kamar Alena, pintu kamar Alena dibuka perlahan oleh Edward, di dapati Alena sedang mengamati handphone nya, Edward melangkahkan kakinya mendekat ke arah Alena, ternyata Alena sedang melihat kabar di sosial media tentang Edward dan Monalisa
Edward mengambil handphone Alena, memeluk Alena yang tengah duduk di kursinya
"Berita itu tidak benar Al, bisa aku ngomong sebentar, ini serius" ucap Edward sambil melepaskan pelukannya
"Hem, aku akan keluar bentar lagi" ucap Alena
"Gak usah, kita ngomong disini saja" ucap Edward dan menarik Alena ke kasur, kini Edward bersandar di kasur dan Alena di posisikan di depannya sambil di peluk dari belakang
"Aku akan cerita semuanya, sebelum aku selesai jangan di potong ya" ucap Edward
Alena hanya mengangguk, Edward langsung menceritakan tentang hubungannya dengan keluarga Monalisa, setelah itu melanjutkan cerita dimana malam saat dia menunggu Alena di minimarket, tiba-tiba Edward mendapatkan telepon dari Marina ibu Monalisa, mengabarkan bahwa Monalisa akan melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari balkon apartemennya karena Edward tidak mau menikahinya
Tentu saja Edward langsung melesat ke apartemen Monalisa dan mendapati Monalisa hampir meloncat, untunglah Edward datang dan segera menolong Monalisa, namun Monalisa jiwanya terguncang dan histeris hingga pingsan, mangkanya Edward langsung melarikan ke Rumah Sakit
"Sudah ceritanya?" Tanya Alena
"Sudah, sekarang kamu boleh ngomong apa saja Al"
"Terus apa yang akan kamu lakukan sama Mon Mon itu sekarang?" tanya Alena
Edward yang mendengar Alena menyebut nama Monalisa dengan kata Mon Mon tertawa kecil, dan mengusap-usap kepala Alena
"Kenapa manggilnya gitu amat?" ucap Edward
"Ya kalau Monalisa kepanjangan, enakan Mon Mon" ucap Alena, dan membuat Edward makin ketawa
"Pengen ku, aku langsung aja ngomong kalau sudah nikah sama kamu Al"
"Eh, jangan, nanti kalau dia gak terima terus buat rusuh di tempat aku kerja gimana, malah ribet urusannya Ed"
"La terus aku mesti gimana?"
"Emh, kalau kamu bilang punya istri yang disimpan gimana?" ucap Alena yang masih bingung dengan maksut Istri Rahasia
"Istri simpanan maksutnya?" Tanya Edward heran
"Bukan, maksutnya Istri yang identitasnya tersimpan rapi gitu Lo Ed, apa sih istilahnya, aku kok jadi bleng gini"
"Oh, Istri Rahasia maksutnya?"
"Nah, itu, baru bener" sahut Alena, Edward makin terkekeh melihat ulah Alena
"Mon Mon itu punya kekuasaan juga Al, dia bisa saja kan terus memata-matai ku, nah kalau sudah gitu sulit tuh buat kita kemana-mana bareng"
__ADS_1
"Iya juga sih, au ah, jadi pusing aku mikirin si Mon Mon ini"
"Gimana kalau kita membuka diri ke publik tentang hubungan kita, yah setidaknya publik tau kita pasangan kekasih, dan akan menikah satu minggu lagi, gimana nurut kamu Al?"
"Tapi Ed, nanti di Rumah Sakit Akan heboh, ujung-ujungnya semua pada nyari informasi soal siapa aku"
"Memangnya kenapa kalau Dunia ini tau siapa kamu, keluarga kamu juga keluarga terhormat, gak pernah ada kabar miring juga, terus dimana masalahnya?"
"Aku bingung Ed, apa sebaiknya nunggu sampai kita nikah resmi dulu di KUA ya, kan kurang satu Minggu saja"
"Beneran, itu mau kamu ya, klu ada apa-apa jangan salah paham lagi, di omongin baik-baik, jangan kayak sebelumnya, main marah seenaknya"
"Iya, janji, nanti habis nikah resmi kita langsung klarifikasi di acara resepsi, biar dunia tau siapa Edward dan Alena"
"Tom and Jerry" jawab Edward
"Eh enak aja, nggak lah, nanti habis nikah resmi, aku bakalan mesra sama suamiku, full aku sayang-sayang gitu deh, kalau perlu kita main itu di depan umum" ucap Alena sukses membuat pikiran Edward semrawut
"Maksudnya kamu pengen kita bercinta di tonton banyak orang gitu?" ucap Edward bingung
"Ish, pikiran kamu itu, maksudnya main mesranya Edward, ngapain bercinta depan umum, yang ada kita jadi Artis video por*o"
"Hahaha"
Keduanya langsung tertawa
Tiba-tiba saja handphone Alena berbunyi, Alena segera mengangkat panggilan yang ternyata dari Amaya
"Halo Am, gimana?" ucap Alena
Sedangkan Alena sangat terkejut dan jantungnya serasa berhenti berdetak, Edward melihat ekspresi Alena yang langsung menegang terlihat begitu cemas
"Al, halo, Al!" Teriak Amaya
"Eh, iya, iya, selamat ya Am, ingat kalian masih pacaran, jaga diri baik-baik ya" ucap Alena
"Apaan sih pesennya gitu amat, kayak Aditama laki-laki nggak baik aja"
"Bukan begitu, pokoknya kamu hati-hati ya kalau pacaran, kalau dah nikah baru deh, mau ngapain aja boleh" ucap Alena lagi
"Siap Cantik, aku tutup dulu ya, assalamualaikum"
"Iya, Waalaikumsalam" jawab Alena
Alena langsung mendudukkan dirinya di tepi kasur sambil menghela nafas panjang
"Ada apa Al, ada yang terjadi dengan Amaya?" tanya Edward pelan
"Aditama Ed"
"Hah, Dokter Aditama?"
"Iya"
"Bukannya tadi yang telpon Amaya?"
__ADS_1
"Iya, Amaya di tembak sama Aditama"
"Astagfirullah, terus gimana keadaan Amaya, dia dilarikan ke rumah sakit mana Al, aku antar ke sana!"
"Edward!"
Teriak Alena jengkel sama Edward yang gak nyambung dengan maksud perkataannya
"Apa lagi sih Al, buruan, aku antar"
"Ngomong mau ngantar lagi awas, aku jitakin pala kamu ini, ih!" ucap Alena gemas
"Maksudnya gimana sih Al, aku kok jadi bingung sama kamu ini"
"Aditama itu nembak Jadian gitu sama Amaya, pacaran, dah paham kan, kalau masih bingung aku cuci otak kamu ya"
"Oh, hehe, sorry, aku kira tadi ditembak beneran pakek senjata api gitu, lagian heran, istilah kamu itu aneh-aneh, mengungkapkan cinta ganti di tembak, kosa katanya kan jauh berbeda"
"Ih, sudah-sudah, jangan ngajak ribut, aku khawatir ini"
"Khawatir kenapa, sahabatnya dapat kekasih kok malah khawatir"
"Kalau yang jadi kekasihnya bukan Aditama, aku gak bakalan khawatir kayak gini, seneng malah"
"Maksudnya?"
"Gini Ed, aku tanya kamu harus jawab jujur sebagai laki-laki ya?"
"Emang kamu lihatnya aku perempuan?"
"Ish, jangan bawel, jawab aja pertanyaan ku dengan jujur"
"Oke, siap"
"Sebagai laki-laki yang baru saja menyatakan cinta ke cewek terus ditolak, mungkin gak dalam waktu sehari sudah nyatakan Cinta ke cewek satunya?"
"Emh, kayaknya gak mungkin kalau aku, soalnya merubah hati yang sudah terikat dengan sebuah kata cinta itu susah, aku aja hampir lima tahun baru move on, itupun karena ada wanita langka kayak kamu Al"
"Sudah, gak usah Curhat, kita bahas yang laen ini, jadi gak mungkin kan ya?"
"Ya gak mungkin, mana ada, eh tunggu, tapi ada kemungkinan juga sih, kalau laki-laki itu memang bajin*an, pengen mempermainkan wanita, bisa jadi itu"
"Nah Nah, ini, ini, ini yang aku maksudkan Edward sayang" ucap Alena sambil mencubit gemes kedua pipi Edward dengan kedua tangganya
"Heh, apaan sih Al, ekspresi kamu kayak gitu, pakek panggil sayang sayang"
(hari ini Author akan melakukan Up 3 kali, Pagi siang dan malam, ditunggu ya)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1