
Alena terbangun disebuah kamar yang sangat asing baginya, matanya mengerjab-ngerjab berusaha memfokuskan pandangan, semua tubuhnya terasa sangat ngilu, dia tersentak saat melihat seorang wanita muda dan laki-laki yang dia kenal sudah ada di dalam kamar yang ditempatinya
"Kaisar?" Ucap Alena lirih dan segera duduk menjauhkan dirinya
Kaisar mendekati Alena, namun Alena bersiap untuk mengadakan perlawanan
"My Queen, apa kau baik-baik saja?" Ucap Kaisar
"Namaku Alena, bukan Queen, dan jangan coba-coba mendekat!" Ancam Alena
"Kak Key, sebaiknya kau pergi dulu, biar aku yang mengurusnya" ucap Kirana adik Kaisar
Kaisar segera pergi dan mengeratkan genggamannya, kebetulan sekali Kenan sedang berjalan ke arah Kaisar, dengan gerakan cepat dan penuh emosi, Kaisar langsung menyerang Kenan, beruntung Kenan masih bisa menghindar
"Bang*sat kau Kenan, aku sudah memperingatkan mu, jangan sampai melukai Alena, dia Wanitaku, my Queen!"
"Apa maksud mu Key, tahan emosi mu!"
"Aku melihat ada luka memar di tangan Alena Baji*ngan, apa yang sudah kau lakukan, Ha!"
Kaisar kini sedang bertarung dengan Kenan, ilmu mereka hampir seimbang walaupun darah keturunan Asli klan hitam adalah Kenan, hingga akhirnya suara jeritan dari dalam kamar Alena mengagetkan keduanya, Kaisar langsung melesat ke kamar Alena untuk melihat apa yang sedang terjadi
Dan terlihat Kirana sedang merangkul Alena yang kini sedang berdiri kesakitan sambil memegangi perutnya, Kaisar sangat terkejut mendapati Alena merintih kesakitan, Sedangkan Kirana langsung membantu Alena merebahkan tubuhnya kembali ke tempat tidur
Kenan juga nampak cemas di luar kamar, sesaat kemudian ikut masuk dan menanyakan ke Kaisar bagaimana keadaannya, Kaisar mencoba memeriksa keadaan Alena, namun saat akan menyentuhnya
"Jangan berani menyentuh ku Kaisar!" Ucap Alena membuat kaisar menghentikan gerakan tangannya
"Aku hanya ingin membantumu Queen, katakan apa yang bisa aku lakukan?"
"Pergi dari hadapanku" ucap Alena
Alena masih menahan perutnya dan menoleh ke arah Kirana
"Aku ingin meminta tolong kamu, siapa aku harus memanggilmu?"
"Kirana"
"Tolong ambilkan air minum hangat yang manis, aku mohon" ucap Alena sambil menahan dan menggosok pelan perutnya
Kaisar dan Kenan menatap Kirana dan memberi isyarat untuk membatunya sebelum meninggalkan kamar Alena
"Ini, minumlah"
"Terimakasih Kirana, jadi siapa kamu?"
"Aku adik dari laki-laki yang sepertinya sangat kau benci"
"Jadi kau adik Kaisar?"
"Iya, kenapa?"
__ADS_1
"Tidak ada, katakan dimana ini Kirana?"
"Sudahlah, percuma kamu mengorek keterangan dariku, tempat ini sangat ketat, tidak akan bisa terlacak, sebaiknya kamu bersikap baiklah mulai sekarang"
"Apa maksudmu?"
"Klan kami membutuhkan kekuatan anak-anakmu, jadi jangan mencoba kabur dari sini, itu akan percuma"
Alena langsung terdiam, ketakutan akan berpisah dengan suami tercinta dan orang-orang yang dicintainya terbayang di benaknya, seketika Alena meneteskan air mata, namun saat ada gerakan dari perutnya Alena tersentak dan tersenyum
"Anak-anakku, tenang, mommy akan memperjuangkan kalian, sehat terus ya sayang, mommy dan Daddy akan menjaga kalian" ucap Alena lirih dan terdengar oleh Kirana
Seketika hati Kirana langsung tersentuh, ucapan hangat dari seorang ibu yang menenangkan anak-anaknya walaupun masih dalam rahim membuat Kirana tidak kuat menahan sesaknya, dia teringat betapa sangat merindukan hal itu karena sejak kecil sudah tidak mengenal orang tuanya, hanya Kaisar yang selama ini ada untuknya
"Kenapa Kiran?" Ucap Kaisar
"Aku tidak tega melihat Wanita itu kak, dia sedang mengandung, mengapa master sangat tega melakukan hal ini"
"Diam, jaga ucapanmu, kalau ada yang mendengar dan melaporkan hal ini ke Master, kau akan habis dihukum"
Kirana langsung terdiam dan melangkah pergi ke kamarnya, Kaisar terkejut dan membuntuti langkah adiknya dari belakang
"Kau mau kemana Kiran?, Ingat tugasmu menjaga my Queen"
"Diam, aku mengambil selimut dan bantal, malam ini aku akan menjaga wanita itu, tadi sempat nyeri perutnya, aku tidak ingin terjadi apa-apa dengannya"
"Oh, baiklah, lakukan tugasmu dengan baik, jangan sampai sesuatu yang buruk menimpa my Queen"
*
Sementara itu, Edward segera memanggil pak hari untuk datang ke Jakarta, kinerja pak hari yang menguasai IT tidak di ragukan lagi, setelah kedatangannya pak hari segera mengaktifkan sebuah alat pelacak yang di pasang dalam liontin yang di pakai oleh Alena
Namun tidak semudah yang di duga, pelacak itu masih belum bisa terlihat di monitor
"Bagaimana mungkin ini terjadi pak Hari?" Tanya Edward
"Tenanglah tuan Edward, pengaktifan alat pelacak ini mengalami gangguan, mungkin karena signal atau letak sasaran yang terlalu jauh" jawab pak Hari
"Jadi begitu, lalu?"
"Saya akan berusaha terus mencari cara bagaimana alat pelacak ini segera berfungsi tuan, tapi membutuhkan waktu yang tidak cepat"
"Lakukan yang terbaik pak Hari, kita juga sudah menyebarkan berita ini ke semua pengawal dan orang-orang terlatih untuk terus melacak keberadaan pasukan klan hitam bersembunyi"
Sementara itu Jasmin sudah mulai bisa tenang mengontrol dirinya dengan berada di pelukan suaminya, dia meyakinkan dirinya bahwa Alena pasti akan segera di temukan dan di bawa pulang kembali
Begitu juga dengan Alex yang terus memantau keadaan Alena dengan ikatan batinnya, hingga saat ini dia merasakan Alena masih baik-baik saja
Nampak keluarga Eagle juga saling mengirim kabar ke para kenalannya untuk ikut membantu melacak keberadaan Alena, Apalagi Alfaro yang juga punya beberapa anak buah hebat, juga di perintahkan untuk seger bisa mengetahui keberadaan Alena
Edward berjalan masuk ke kamar tidurnya dan di setiap sudut ruangan itu terbayang dengan keberadaan istrinya, Edward memejamkan mata sekejap untuk menguatkan dirinya
__ADS_1
"Bersabarlah Bee, kita pasti akan segera bersatu kembali, jaga baik-baik dirimu dan anak-anak kita" ucap Edward lirih, kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri
*
Malam hari saat semua tertidur, Alena segera bangun, dilihatnya ternyata sudah jam 3 pagi, Alena berjalan mengendap-endap dan berhasil keluar dari rumah itu, Alena tersentak saat berada diluar, ternyata banyak sekali rumah di sekitar rumah Kaisar
"Ini seperti sebuah perkampungan, apa mungkin mereka semua anggota Klan hitam?" Batin Alena
Setelah itu Alena segera melangkah cepat meninggalkan Rumah Kaisar berniat melarikan diri, Alena terus berjalan beberapa lama hingga akhirnya disebuah ujung perbatasan, betapa terkejutnya Alena ternyata depan matanya hanya ada hamparan luas sebuah air laut dengan ombak yang lumayan besar
"Ya Alloh, apa ini, bagaimana aku bisa lari dari tempat ini, beri aku petunjuk, bantu aku" batin Alena mulai panik saat matahari mulai menampakkan dirinya
Dan disaat itulah Kenan muncul bersama dengan ketua Klan Aliran Hitam, Alena sangat terkejut mundur ke belakang
"Rupanya kau ingin melarikan diri nona cantik, kau kira akan semudah itu hem?"ucap Kenan
"Kaisar benar-benar tidak bisa diandalkan, bawa saja wanita ini di tempat kita, itu akan lebih aman dan perketat pengawasan" ucap sang Master
Dengan menggerakkan tangannya sang master berniat melumpuhkan Alena dengan tenaga dalamnya, namun betapa terkejutnya sang Master saat apa yang dilakukannya tidak bereaksi apapun terhadap Alena
"Jangan buang tenaga dalam mu ayah, tidak akan mempan dengan wanita ini"
"Apa!, Bagaimana mungkin ini bisa terjadi"
"Itulah kenapa wanita ini sangat istimewa, aku akan mengurusnya ayah"
Kenan langsung meloncat dan menyerang, perlawanan pun dilakukan sekuat tenaga oleh Alena, Kenan semakin geram saat Alena kini menahan semua serangannya dengan tenaga dalamnya
"Wanita ini sangat tangguh, luar biasa, tidak salah aku mengambilnya" batin sang Master masih mengamati pertarungan yang ada di depannya
Kenan menyerang dengan kecepatan yang lebih tinggi lagi, Alena sudah hampir kehabisan tenaga hingga akhirnya melemah, tendangan Kenan kini di arahkan tepat di dada lawannya, hingga akhirnya Alena terjatuh, namun disaat itulah Kenan menangkap tubuh Alena
"Bajingan, lepaskan!" Ucap Alena yang berada dalam gendongan Kenan sambil menahan sakit di dadanya
"Diam, atau aku akan melemparmu ke laut, ingat ada anak-anakmu di dalam dirimu, apa kau mau aku membunuhnya juga" ucap Kenan mengancam dan langsung melesat ke Rumahnya
Karena sistem Noveltoon masih Bermasalah, ada ketimpangan di penulisan Episode di novel ini, mohon bersabar
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI pagi dan Siang Hari
Bersambung
Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1