Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 27


__ADS_3

Seperti yang di minta oleh Edward, seminggu sejak perubahan kepemilikan saham oleh Edward, kini rapat para pemegang saham di adakan, semua yang hadir merasa heran, karena rapat kali ini tidak di pimpin oleh keluarga Murrage


"Baiklah saya akan langsung bicara pada intinya, mulai detik ini saya sebagai wakil dari keluarga Murrage telah memberikan pergantian saham terbesar kepada Bapak Edward, dengan kata lain, keputusan semua urusan Royal Murrage Hospital ada di tangan beliau


Mendengar penjelasan itu, langsung saja semua orang saling pandang dan heboh, sebagian sangat suka karena mengetahui bagaimana sosok Edward dalam memimpin kerajaan bisnis yang terkenal tegas dan tidak kenal ampun, sedangkan yang lainnya merasa sangat terancam karena tidak bisa seenaknya sendiri dalam kepengurusan Royal Murrage Hospital, seperti yang biasa mereka lakukan, yaitu berfoya-foya hidup glamor dengan uang dari Royal Murrage Hospital


Edward memberikan sambutan dan memperkenalkan diri


"Seperti yang mungkin anda dengar, dalam pekerjaan saya tidak pernah main-main, jadi jangan sampai membuat masalah di Rumah Sakit ini, saya akan memberikan apa yang akan menjadi Hak anda sebagai pemegang saham, penghitungan sesuai perjanjian besarnya saham yang anda berikan, seperti yang tertera dalam surat perjanjian"


"Bagaimana dengan pemegang kendali di Rumah Sakit ini bapak Edward' tanya salah satu anggota rapat


"Tentu saja sesuai kesepakatan bahwa yang berhak melakukan itu adalah pemegang saham terbanyak yaitu saya, apa masih perlu saya jelaskan?"


Tidak ada jawaban, semuanya terdiam


Edward melanjutkan bicaranya


"Untuk kepala Direktur akan saya ganti, mengingat bagaimana masalah yang ditimbulkan oleh direktur sebelumnya, tidak mungkin beliau akan tetap menjabat, karena akan merusak reputasi Rumah Sakit ini, apa ada yang keberatan dengan hal ini?"


DEG


Keputusan Edward dengan memecat Exel membuat Evan yang juga hadir disana bagaikan tersambar petir di siang hari, dia tidak terima tapi juga tidak berani membantah, karena bagaimanapun itu, alasan yang di lontarkan oleh Edward sangat kuat


"Maaf, boleh saya bertanya, apa bapak Edward juga akan mengeluarkan Exel dari Rumah Sakit ini ?" Tanya Evan dengan cemas


"Tidak, bagaimanapun keluarga anda mempunyai jasa besar dengan berdirinya Royal Murrage Hospital"


"Oh iya pak, terimakasih" ucap Evan lega


"Tapi untuk sementara akan saya bebas tugaskan dari Rumah Sakit selama 2 bulan untuk meredam masalah yang dibuat oleh putra anda"


"I iya pak" jawaban takut dan malu dari Evan


"Karena Bapak Exel juga seorang Dokter, untuk kedepannya, akan bekerja sesuai profesinya, sebagai dokter Umum, untuk lebih detailnya akan diatur oleh bagian kepengurusan pegawai Rumah Sakit"


DEG


kali ini Evan juga sangat terkejut dengan keputusan Edward, namun tetap lega karena masih di pekerjakan di Rumah Sakit ini walaupun hanya sebagai pegawai biasa


Setelah rapat selesai, Edward segera memanggil orang-orang yang bisa di percaya di dalam Rumah sakit, tentu saja Edward sudah mempersiapkan segalanya selama seminggu ini, Pak Hari memang sangat bisa di andalkan untuk mencari informasi detail tentang Royal Murrage Hospital dan orang-orang di dalamnya


Kini pemimpin bagian keuangan, kepala kepengurusan pegawai dan Direktur Rumah Sakit telah di ganti oleh Edward, tentu saja Edward sangat hati-hati dalam memilih orang-orang yang menduduki posisi penting di Rumah Sakit, dengan bantuan para dokter yang lama bekerja di sana, Edward juga membenarkan posisi yang seharusnya

__ADS_1


Perombakan besar-besaran yang dilakukan di dalam Royal Murrage Hospital, membuat para pegawai yang bekerja disana sangat senang dan puas, kini Direktur Rumah Sakit di pegang oleh Dokter Bagas Wirakusuma, seorang Dokter Konsultan Bedah Jantung yang sudah Senior dan Setia bekerja di Royal Murrage Hospital, kebetulan sekali beliau adalah Paman dari Daniel sahabat Edward, jadi sudah tau siapa dokter Bagas


"Maaf Dokter Bagas, saya terpaksa meminta tolong pada anda untuk memimpin Rumah Sakit ini, semoga ini tidak memberatkan" ucap Edward


"Iya pak Edward, terus terang saya sebenarnya tidak ingin kedudukan seperti ini, tapi saya juga berpikir untuk membuat Rumah Sakit ini berjalan baik sesuai dengan manfaatnya untuk menolong banyak orang, jadi insyaallah saya akan berusaha sebaik mungkin"


"Iya Dokter, terimakasih, apa saya bisa minta satu ruangan pribadi untuk saya bekerja disini?, Saya berencana untuk datang kesini beberapa waktu untuk menge cek keadaan Rumah Sakit, bagaimanapun saya juga bertanggung jawab disini"


"Oh, tentu saja, ruangan untuk anda sudah kami persiapkan pak Edward, mari saya antar ke sana" ucap Dokter Bagas


Setelah sampai di tempat yang disediakan, Edward segera masuk dan duduk menyandarkan tubuhnya, sebentar Edward memejamkan matanya sambil tersenyum


"Alena, apa yang sedang di lakukan wanita itu?" batin Edward


*


Alena sedang duduk di Kantin sambil menikmati nikmatnya jus jambu kesukaannya, hingga dua teman usilnya akhirnya datang


"Idih, sendirian aja dokter jomblo ?" Goda Amaya


"Heh, kayak yang ngomong dah punya gandengan aja" sahut Alena


"Kalian jangan mulai ribut ya !" Adelia memperingatkan


"Dasar dayang-dayang tak berguna, ibu Ratu akan mengutuk mu !" Ucap Delia dengan wajah mendongak sombong bagai seorang Ratu beneran


"Ha ha ha" ketiganya langsung tertawa bersama


Para pegawai yang ada di kantin ikut tersenyum melihat tingkah konyol ke tiga dokter cantik, sementara pengunjung kantin yang tidak tau kebiasaan tiga manusia itu merasa aneh dan heran


"Boleh ikut bergabung ?" Tanya seseorang tiba-tiba, yang tak lain adalah Dokter Adit


"Uhuk uhuk" Amaya langsung tersedak melihat Dokter Adit


"Wow, kau tidak apa-apa dokter Amaya ?" ucap Adit Khawatir


Bukannya ikut khawatir, Alena dan Delia malah tertawa terkekeh melihat apa yang di alami oleh Amaya


"Maaf, aku baik-baik saja Dokter Adit" ucap Amaya sambil menendang kaki Delia


"Au!" Delia meringis kesakitan


Sementara Alena makin terkekeh melihat kedua temannya, hingga seseorang mengambil jus jambunya dan meminumnya

__ADS_1


"Eh, itu punya_"


"Aku haus, jadi aku minta sedikit, nih aku kembalikan" kata orang itu sambil berlalu pergi begitu saja setelah menyeruput jus jambu milik Alena


"Edward "


ucap lirih Alena yang masih shock tidak percaya dengan apa yang di lakukan Edward terhadap jus jambunya,wk wk


Sementara Delia, Amaya dan Aditama melongo tak percaya melihat kenyataan tingkah aneh sang penguasa Royal Murrage Hospital terhadap Alena


BRAK


"Astagfirullah !"


Teriak Alena,Delia, Amaya dan Aditama hampir bersamaan


Ke empat dokter itu langsung di sadarkan dengan suara keras gebrakan meja oleh Bik Inah pelayan Kantin yang mengantarkan pesanan


"Bik, ngagetin aja deh" ucap Amaya sambil mengelus dadanya


"Ya habis semua pada melongo, di tanya gak ada yang jawab, ini pesanannya, di cek mungkin ada yang kurang?" Ucap bik Inah


"Gak ada , pas" jawab Delia


"Itu jus jambunya masih mau apa nggak Dokter Alena?" tanya Bik Inah malu-malu


"Emang kenapa ?" Tanya Alena heran


"Kalau gak mau, buat saya saja, mubazdir bekas bibir pangeran tampan kalau di buang"


"Ih, apaan sih bik Inah, aku masih mau" jawab Alena sewot lalu meminum habis jus nya


"Ha ha ha" Delia dan Amaya tertawa, Aditama hanya tersenyum


Akhirnya bik Inah tak kalah sewot sambil berjalan kembali ke tempatnya


Bersambung


Terimakasih, jangan lupa jejak dukunganya (like komen, vote dll)


Mohon dukungan untuk novel baruku lagi di aplikasi sebelah "Novel m*e" dengan judul " SAHABATKU KEKASIHKU"


kisahnya tak kalah seru kak, bagi yang punya aplikasinya mampir ya, terimakasih

__ADS_1


__ADS_2