
Sebulan telah berlalu setelah kejadian yang berurusan dengan para Mafia, kabar dari Natasya dan Janeta yang kini sudah kembali bersama dengan Nickel Hodmer ke Belanda membuat hati Alena merasa lega
Kini kuasa perusahaan Hodmer Company di Belanda jatuh di tangan Natasya hodmer dan tentu saja di dampingi oleh sang sekretaris sejati Janeta Rush, semua berubah lebih baik, namun demikian Janeta dan Natasya masih merawat Nickel Hodmer yang kini lumpuh total dengan penuh kasih sayang
kehidupan Alena dan keluarga berjalan seperti biasanya, bahkan kini Alena sudah berada di gedung sekolah Taman kanak-kanak untuk menghadiri acara perpisahan tempat anak-anaknya bersekolah
Edward masih punya jadwal yang padat hingga dirinya akan datang menyusul istrinya agak telat, dan seperti biasanya ketiga bocah kembar itu sangat mengerti dan memaklumi alasan Daddy nya
Kaisar yang ikut mendampingi di ajak masuk oleh Alena, tentu saja Kaisar memilik duduk di posisi aman kalau tidak ingin di hajar oleh Edward yang sangat posesif dengan istrinya, Kaisar duduk di kursi bekang jauh dari Alena dan tersenyum bahagia melihat beberapa penampilan panggung yang di perankan oleh ketiga jagoannya
Kedatangan seorang Alena Bilqis Nugraha tentu saja membuat banyak orang tua murid kalangan kelas atas berusaha menarik perhatiannya, Alena hanya tersenyum dan menyapa seperlunya saja, banyak dari mereka bahkan cara berdandannya kelewat batas hanya untuk sebuah undangan perpisahan Anak TK
"Lihat gadis cantik itu, apa dia saudara dari ibunya si kembar, anak dari tuan Edward?"
"Eh jeng, itu mah Mommy nya, itu dia yang namanya dokter Alena Bilqis Nugraha"
"Hah, masak sih, masih muda banget jeng, yang benar saja"
"Iya loh, tapi cara pakainya biasa saja ya, gak mewah dan bling-bling kayak kita"
"Gak bling-bling sih jeng, tapi berlian di cincin kawinnya yang seuprit itu bisa buat beli ini sekolah sekalian apa yang dimiliki kita-kita"
"What!"
"Apa!"
"O M G!"
Begitulah rumpian para ibu-ibu sosialita yang ada di sana, sementara ada juga rumpian kelompok ibu-ibu yang kelasnya tinggi nanggung, gak terlalu tinggilah pokoknya
Mereka mengamati Alena dari ujung kepala sampai kaki dengan teliti, ada yang takjub dengan kecantikannya, ada yang kagum dengan sikap dan bicaranya dan ada yang bingung harus bersikap seperti apa saat di sapa oleh Alena
"Sumpah mbak, ibunya si kembar gak seperti yang di bilang banyak orang Lo, yang katanya kalo orang kaya itu suka pilih-pilih orang"
"Iya bener, tadi juga waktu datang, salaman sama kita-kita ya, malah ngajak ngobrol juga"
"Iya bener, aku sampai bingung tadi mesti ngomong apa"
"Di tambah tatapan matanya dan senyuman nya aja kita yang perempuan langsung lumer, apalagi suaminya ya"
__ADS_1
"Pantaslah seorang milyarder seperti tuan Edward Runcel Eagle klepek-klepek sama ibunya si kembar, la wong bentuknya kayak bidadari gitu"
"Kita mah lewat mbak, bagaikan butiran debu"
"Rumput kering kurang Air mah kita ini"
"Kita ini apalah-apalah"
"Hahaha" terdengar tawa dari ibu-ibu puas dengan rumpian nya hari ini
Acara perpisahan masih berlangsung dengan meriah, ketiga bocah kembar yang sedang ada di panggung tersenyum lebar saat tau Mommy dan papanya kaisar melambaikan tangan menyapa mereka dari kursi tamu para wali murid
Alena tengah asik menikmati tontonan lucu dan menarik dari anak-anak kecil yang berada di atas panggung, namun dia di kejutkan dengan gerakan tangan yang berani menyentuh pinggangnya, dengan sikap waspada Alena langsung memberikan serangan dari tangannya, dan dirinya sangat terkejut saat seseorang yang menangkis serangannya adalah Edward suaminya
"Honey!, Rese banget, kaget akunya!"
"Ish, gitu aja jutek, kamu juga fokus banget lihat ke depan Bee, suami datang Sampek gak nyadar"
"Ya tapi tangan juga gak usah gerayangan gitu, di lihat orang malu, ini tempat umum honey"
"Malu kenapa, istri sendiri juga, halal mau ngapain saja"
Edward kini sudah duduk tenang di samping istrinya dan melihat ke depan menikmati pertunjukan yang dimainkan oleh ketiga buah hatinya disana, terlihat keduanya kadang tertawa dan mengharu biru melihat putra putrinya sudah tumbuh besar
Tak terasa waktu pun berlalu, Edward masih anteng dengan tangannya yang merangkul Alena hingga sudah membuat banyak orang yang melihat jadi malu dan tersipu-sipu sendiri
"Honey, bersikaplah sewajarnya, ini di tempat umum, malu di lihat orang noh"
"Apa sih, aku cuma begini saja, mereka itu yang pikirannya kelayapan, natap gak jelas gitu ke kita"
"Honey, duduk biasa saja, kamu itu kayak orang lagi pacaran mau mesum, tau nggak" ucap Alena jengah
"Masak sih, cuma gini aku Bee"
"Dari tadi nyiumi kepalaku terus, itu tangan juga meluk posesif gitu juga, gimana orang yang lihat gak ikutan traveling pikirannya, ish, minggir!"
Edward terpaksa menjauhkan tubuhnya dan kemudian duduk santai sambil membenarkan Jas nya, sementara di belakang Kaisar hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan Edward
Tiba acara pemberian ijazah kelulusan dengan memakai tropi wisuda kecil, semua siswa yang akan lulus di tahun ini sudah berjajar untuk maju satu persatu dan menerima izajah nya, hampir mirip sekali dengan acara wisuda kelulusan di perkuliahan
__ADS_1
Alena dan Edward tersenyum saat melihat ketiga buah hatinya maju satu persatu dan tersenyum lebar penuh suka cita, begitu juga dengan Kaisar yang menyaksikan mereka tumbuh sampai saat ini merasa terharu
Kini saatnya di akhir acara, dimana semua murid yang berprestasi akan maju ke podium dan menerima penghargaan bersama dengan orang tuanya, Alena dan Edward kali ini tampak serius mendengarkan nama--nama yang di sebutkan
Suara pengumuman dari sang guru
"Silahkan maju, Ethan Eagle Nugraha, juara pertama dengan nilai tertinggi!" terdengar semuanya bersorak Sorai, kemudian panggilan berlanjut di juara dua dan tiga yang diisi oleh nama orang lain
Alena dan Edward saling menatap, ada rasa kasian dengan kedua bocah kembar lainya, hingga kemudian keduanya dikejutkan dengan suara yang memanggil nama Ailina
"Silahkan Maju, Ailina Eagle Nugraha, Juara pertama lomba Kecerdasan dan Ketangkasan di tingkat Propinsi" langsung semuanya berdiri dan menyambut Alena yang kini sudah ikut berdiri di podium, setelah itu di panggil nama-nama juara 2 dan tiga yang ternyata diisi oleh nama yang lain
"Honey, Evan, kasian dia"
"Tenanglah Bee, tidak apa-apa, Evan anaknya lebih cuek, tidak akan ada masalah"
"Dan yang terakhir, Lomba paling keren dan bergengsi, Juara Seni dan Budaya dengan memenangkan Koreo dan Suara Emasnya, inilah kita sambut bintang sekolah kita tahun ini dengan memenangkan penghargaan tingkat Propinsi, Evan Eagle Nugraha"
"Huuuu, Evan! Evan! Evan! Evan!
Suara teriakan dari semua murid dan beberapa wali murid membuat gempar gedung itu
Alena dan Edward langsung berdiri terkejut hingga tubuhnya merinding melihat situasi riuh seketika memenuhi gedung meneriakkan nama putranya, belum lagi teriakan gadis-gadis kecil yang mengatakan love you saling bersahutan, keduanya semakin tercengang tak percaya
Kaisar sampai maju dan berada di belakang Edward dan Alena
"Rupanya kalian harus siap dengan kemunculan Sang Casanova" ucap lirih Kaisar dan di sambut tatapan tajam dari Alena dan Edward
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE