Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 132


__ADS_3

Kedatangan Alena tentunya sudah terdengar dikalangan petinggi Rumah Sakit, kali ini Edward mengantar Alena sampai di ruangan ketua dewan direksi yaitu Andrian yang sengaja menyambut kedatangan Edward dan istrinya di sana


"Assalamualaikum Andrian"


"Waalaikumsalam Ed, kalian sudah datang, silahkan duduk"


"Halo pak Andrian, bagaimana kabar anda, saya Alena"


"Oh, baik nyonya Edward, jadi, sudah siap bekerja hari ini?"


"Insyaallah, saya siap"


"Hem, anda sangat muda sekali rupanya, aku kira Edward berbohong waktu itu"


"Kapan aku pernah berbohong padamu Andrian?"


"Hehehe, benar sekali Ed"


"Aku titipkan istriku, jangan membuatnya terlalu sibuk, sebaiknya aku pergi dulu"


"Tentu saja Ed, Istrimu akan aman disini"


"Hem, terimakasih Andrian"


Edward segera beranjak dan memeluk Alena sebentar


"apa kau sudah bisa aku tinggal Bee?"


"Tentu Honey"


"Hati-hatilah, jangan terlalu kecapekkan, ingat ada anak-anak kita disini" ucap Edward sambil menyentuh lembut perut Alena


Sesaat kemudian Edward segera meninggalkan ruangan Andrian


"Jadi rumor kehamilan dokter Alena benar rupanya, dan ada 3 Edward junior disana?"


"Begitulah pak Andrian"


"Wah, Edward sangat beruntung rupanya, sebaiknya anda harus extra hati-hati menjaga mereka"


"Tentu saja pak Andrian"


Andrian segera membawa Alena ke tempat kepengurusan pegawai baru, setelah itu meninggalkannya karena Andrian harus kembali ke perusahaan induknya


Diruang kepegawaian Rumah Sakit itu semua mata saling mencuri pandang ketika melihat sosok cantik Dokter Spesialis Bedah baru yang akan bekerja disana, Alena hanya tersenyum menyadari hal itu dan bersikap biasa saja


"Jadi anda siap bekerja hari ini nyonya Edward?" tanya salah satu pegawai


"Panggil saya Dokter Alena, saya lebih suka orang mengenal saya sebagai Dokter Bedah saat bekerja disini, bukan istri seorang Edward Runcel Eagle"


"Oh, iya, maaf Dokter Alena"


Ada rasa kagum merayap dari semua telinga yang mendengar perkataan Alena, biasanya para Dokter yang bekerja di Rumah Sakit Elite ini lebih senang menggunakan nama keluarga agar diketahui kelas maupun kedudukannya, dan Alena sangat berbeda sekali, padahal siapa yang tidak kenal Alena putri tunggal dari milyarder keluarga Nugraha dan istri pengusaha ternama Edward Runcel Eagle


Orientasi ruangan di semua sudut rumah sakit dilakukan oleh Alena bersama dengan dua orang yang menemaninya, Alena memperhatikan dan sesekali mencatatnya, dia tidak ingin sampai kebingungan saat menuju ruangan yang di inginkan, tidak bisa dihindari lagi, para pemilik ruangan yang di perkenalkan dengan Alena langsung mencari perhatian agar bisa lebih dekat atau hanya sekedar bercakap dengan Alena, apalagi kalangan dokter laki-laki, hampir semuanya terhipnotis dengan kecantikan seorang Alena


Percakapan para dokter laki-laki

__ADS_1


"Sayang sekali, sudah menjadi milik orang"


"Milik Edward Runcel Eagle bro, jangan macam-macam"


"Tau gue, hanya bisa mengagumi ajalah"


"Lumayan tapi ya, bikin semangat kerja, ramah orangnya"


"Bener, heran juga tapi, gak suka kalau di panggil nyonya Edward"


"Hem, gak kayak lainya ya, hehehe"


Kini Alena memasuki wilayah kerjanya, ruang perawatan kasus bedah, IGD dan juga Poli Bedah, dan yang terakhir menuju ke ruangan pribadinya, karena memang semua Dokter Spesialis yang bekerja di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital di sediakan ruang pribadi sendiri


Alena segera bersiap menuju ke poli bedah untuk membantu dokter Spesialis Bedah yang sudah ada sebelumnya, Alena memberikan salam dan memperkenalkan diri, ada sedikit rasa aneh saat Alena mendapat sambutan kurang begitu suka dari Dokter Bedah Wanita yang ternyata anak dari Paman Daniel yaitu Dokter Bagas Wirakusuma, yang menjabat direktur Rumah di Royal Murrage Hospital Surabaya


"Jadi anda nyonya Edward?"


"Saya Alena, Dokter Spesialis Bedah, maaf saya bisa memanggil anda_?"


"Ratu Maira Wirakusuma, panggil aku Dokter Ratu"


"Oh, oke, mohon bimbingannya Dokter Ratu"


"Jangan merendah, semua orang tau siapa dirimu Dokter Alena"


"Dan saya lebih suka semua orang tau saya hanya Dokter Alena saja"


"Terserah"


"Iya, begitulah, aku keturunan dari keluarga Wirakusuma"


"Tidak usah anda jelaskan saya juga tau"


"Oh, tajam juga ucapan anda Dokter Alena"


"Sudahlah, kita ingin berdebat atau bekerja?"


Sahut Alena


Kini keduanya bekerja dalam satu ruangan di poli kandungan, Dokter Ratu semakin kesal saat para pasien ternyata memilih Alena yang memeriksa dirinya, hingga Alena kadang menolaknya secara halus, sampai pada saatnya jam istirahat


"Aku pergi dulu, lanjutkan pasien tinggal 5 orang, salah sendiri datang siang"


"Iya, pergilah Dokter Ratu, saya akan meneruskan memeriksa dulu" ucap Alena sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan seniornya


Jam makan siang agak terlambat sedikit karena Alena harus melayani pasien yang datang agak siang, dengan sedikit tergesa Alena menuju ruangannya mengambil mukenah dan berjalan cepat menuju masjid yang ada di area Rumah Sakit, setiap orang yang berpapasan terpana dan menunduk hormat, Alena hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya


Alena segera melaksanakan ibadah Sholat Dhuhur, kemudian bergegas ke arah kantin untuk mencari makan, ada beberapa ruangan yang tampak istimewa dan tertutup di atas pintu masuk bertuliskan area dokter dan petinggi perusahaan


"Oh, rupanya ruangan kantin di buat tempat sendiri-sendiri juga?" Batin Alena


Alena tersenyum saat melihat Area bawah yang luas dan lebih sejuk karena terpaan angin dari luar


"Wah, ini tempat yang nyaman, aku makan disini sajalah" batin Alena


Setelah duduk pelayan Kantin segera datang dan menanyakan menu pesanan Alena

__ADS_1


"Maaf apa anda Nyonya Edward?" tanya sang pelayan Kantin


"Iya, saya Dokter Alena, panggil itu saja ya"


"Ya Alloh, maaf Dokter Alena, tempat anda bukan disini, ada ruangan sendiri kusus eksekutif, mari saya antar Dokter"


"Gak usah, saya tau kok mbak, saya suka disini saja, lebih adem dapat angin dari alam nih"


"Tapi Dokter, nanti kami dapat teguran dari_"


"Sudah, nanti biar aku yang ngomong sendiri kalau ini memang saya yang ingin ,oke"


"Baiklah, saya akan menyiapkan pesanan anda dokter"


"Udang asam manis dan Cah kangkung ada kan?"


"Siap Dokter, sebentar lagi akan meluncur"


"Oke, makasih mbak"


Sesaat kemudian Alena mengambil handphone dan melihat isi pesan dari Edward suaminya dan membalasnya, Alena teringat Raka yang mengawalnya


"Kemana Raka ya, sudah makan belum ini orang?" Batin Alena


Alena segera menelpon Raka


"Halo Ka, kamu ada dimana, sudah makan siang?"


"Aku di loby depan Al, aku juga mau cari makan siang"


"Ke kantin aja, aku tunggu, aku juga lagi pesen makan ini"


Kemudian Alena langsung mematikan panggilannya, tak berapa lama Raka datang melambaikan tangan ke Alena


"Kamu ngapain duduk disini Al, bukannya di sediakan ruangan kusus untuk para dokter dan petinggi Rumah Sakit?"


"Berisik, aku ingin disini, enak tempatnya, sudah, kamu mau duduk dimana?, Apa barengan sama aku di meja sini saja Ka?"


"Eh, nggak usah, ketauan suamimu bisa habis aku di hajar nya"


"Hehehe, ya udah, cari tempat lain sana, jangan jauh-jauh, pesen yang kamu suka Ka"


Raka hanya tersenyum dan menuju ke meja yang masih kosong dan tak jauh dari Alena


Sosok Alena yang baru saja bekerja dihari ini memang sudah banyak di kenal dikalangan kaum atas, tapi masih banyak juga para pegawai biasa yang tidak sempat berkenalan, belum tau siapa Alena yang sedang duduk di ruang makan umum, hingga banyak pasang mata yang memperhatikan dengan tatapan memujanya


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2