Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 60


__ADS_3

Cup


Edward memberikan kecupan dan sedikit luma*an di bibir Alena


"Morning kiss Al" ucap Edward mengusap lembut bibir Alena, Alena tersenyum dan menatap mata Edward, namun sesaat kemudian Alena meringis sambil sedikit mengangkat tubuh Edward yang berada di atasnya


"Ada apa Al, masih sakit lebam diperut kamu?" tanya Edward khawatir


"Iya, sedikit, mungkin kena tindih kamu ini" ucap Alena


"Aku obati lagi ya"


Alena mengangguk dan Edward segera bangun mengambil obat untuk dioleskan ke luka lebam di perut Alena dengan pelan


Sementara itu Jasmin yang akan masuk ke kamar Alena langsung menghentikan langkahnya dan menempelkan telinganya di pintu kamar, sayup mendengar desahan dari kamar Alena


"Shh, hati-hati Ed, sakit ini, jangan keras-keras nekannya" ucapan Alena terdengar di telinga Jasmine yang langsung melotot dan mendekatkan telinganya ke pintu kamar Alena


"Iya, gak akan keluar darah kalau cuma ditekan gini aja" ucap edward semakin membuat Jasmine menganga saat mendengarnya


"Ya Alloh, ini ngapain aja si Alena ma Edward ya, keterlaluan jam segini baru bangun, malah main macem-macem" batin Jasmine dan langsung membuka kamar alena


BRAK


Jasmine terkejut melihat posisi Alena dengan piyama tidur yang terbuka menampilkan dada dan perutnya, sementara Edward ada di atas Alena dan tangannya masuk ke dalam perut Alena


"Kalian ini sedang apa!" ucap Jasmine sambil langsung memalingkan muka dan menutup matanya dengan kedua telapak tangannya


Edward yang sedang mengobati perut Alena di atas tempat tidur terkejut, Alena pun kaget melihat kemunculan Jasmine yang tiba-tiba dengan kemurkaannya yang tiada tara


Jasmin mencak-mencak dan mengomeli Alena dan Edward


"Kalian pakai pengaman nggak?"


"Pengaman apa sih mom, aneh deh pertanyaan mommy" jawab Alena


"Alena!"


"Jadi kalian melakukanya tanpa pengaman?"


"Maaf mom, kami sudah aman, kenapa harus pakek pengaman?" Edward semakin bingung


"Kalian ini gila ya, kalau kamu hamil gimana Al, nunggu beberapa hari lagi kenapa sih, kalian akan nikah sah secara hukum negara dulu, baru kalian boleh hamil


"Oalah mom, aku kira apa, Sampek aku bingung pengaman-pengaman apaan" ucap Alena jengah


"Heh Al, mommy itu jaga kamu ya, biar gak ribet nantinya"


"Sudah-sudah, nih, aku kasih" Alena memberikan pembalut yang sudah terbuka ke Jasmine

__ADS_1


"Ngapain ngasihkan ini ke Mommy, mommy gak datang bulan"


"Itu pembalut Alena mom"


"Terus ngapain di kasihkan mommy?"


"Mommy ku yang cantik dan suka ngepoin anaknya, itu pembalut Alena, dan tadi malam baru Alena buka, artinya Alena lagi datang bulan mom, jadi Alena gak mungkin hamil, gak mungkin bercinta dan mencetak anak sama Edward, dah paham mommyku yang cantik?"


"Ohh, syukurlah, aman ya"


"Aman mom" sahut Edward sambil tersenyum


"Sorry, mommy salah paham lagi, trus ngapain kamu pagi-pagi gini sudah ada di kamar Alena Ed?" tanya Jasmine


"Saya cuma ngobati luka lebam di perut Alena mom"


"Oh, jadi gitu, kamu sakit Al, kok kelihatan agak pucat gitu"


"Semalam Alena demam mom, mangkanya saya tidur di kamar Alena, takut ada apa-apa, semalam ngigau gitu saking panasnya" jawab Edward


"Ya Alloh, apa kita ke klinik atau rumah sakit aja Al?, Mommy takut nih" ucap Jasmine duduk di sebelah Alena


"Gak perlu mom, ini udah dingin kok badanku, semalam dah tak minumi obat, Alena gak apa-apa kok mom"


"Beneran Al, ya udah habis ini kalian sarapan di kamar saja, biar nanti bibi yang ngantar makanannya ke sini" ucap Jasmine sambil membelai rambut Alena dengan penuh kasih


"Kamu dah yakin enakan Al?" tanya Edward cemas


"Sudah Ed, beneran"


"Ya sudah mommy tunggu di bawah ya, nanti habis sarapan kita langsung bersiap untuk kembali ke Surabaya, hari ini kita mau pulang ke Jakarta, Daddy dan kakakmu Alex banyak urusan penting yang kemaren sempat ditunda" ucap Jasmine


"Iya mom, kita akan segera turun" jawab Edward


Jasmine segera pergi meninggalkan kamar, Alena langsung bergegas turun dari kasur menuju ke kamar mandi


"Mau kemana Al?" tanya Edward


"Mandi, keburu telat nanti, kamu cepetan mandi juga Ed, gak enak nanti kalau mereka semua pada nungguin kita" ucap Alena


Edward bukannya keluar kamar Alena, malah menyusul Alena di depan pintu kamar mandi


"Loh, mau ngapain?" tanya Alena heran


"Ke kamar mandi" jawab Edward


"Kok ke sini?" tanya Alena masih bingung


"Kan kamar mandi ada di belakangmu Al"

__ADS_1


"Hah, kamu mau mandi dikamar mandi ku?"


"Lah katanya tadi aku kamu suruh cepetan mandi, gimana sih Al"


"Ya tapi gak di kamar mandi ku juga Ed, ya masak kita mau barengan mandinya"


"Ya kan katanya suruh cepet, kalau barengan kan cepet Al"


"Hah, nggak ya, kamu modus ini pasti, cepet sana keluar, mandi di kamar kamu sendiri Ed!" teriak Alena melempar bathrob nya ke muka Edward dan berlari masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam


Edward tertawa kecil melihat tingkah Alena


"Dasar bocil, main lempar aja, lihat nih, bentar lagi baru nyadar dia, kalau bathrob nya ada padaku" batin Edward, dan tak lama kemudian, Alena membuka pintu pelan celingak-celinguk dikira Edward sudah keluar kamar dan akan mengambil Bathrob baru di lemari


"Kayak maling ya kamu Al" ucap Edward tiba-tiba, dan membuat Alena terkejut


"Astagfirullah, Edward!, Ngapain kamu masih disini, bikin kaget nih"


"Mau ngapain kamu jalan kayak gitu, celingukan kayak maling" ucap Edward


"Ngambil bathrob ku di lemari, itu yang mau aku pakek udah kamu ambil"


"Yang ngambil siapa, kamu tadi yang nglempar" jawab Edward sambil ngasih bathrob ke Alena


"Hehe, iya, maaf ya Ed" ucap Alena ngambil bathrob dari tangan Edward sambil cengengesan, Edward yang makin gemes dengan wajah Alena, langsung menarik Alena dan mencium bibirnya, melu*atnya hingga menggigitnya agak kencang dan melepaskan kembali


"Auh, Edward!"


Alena meraba bibirnya yang membiru sebelah


"Mangkanya jangan buat aku geregetan sama tingkah kamu itu, sudah cepetan mandi, aku ke kamarku dulu"


Alena langsung masuk kamar mandi dan menjerit melihat lehernya banyak tanda merah kebiruan dan bibirnya sedikit bengkak kebiruan


"Edward!"


Edward yang berjalan ke arah pintu langsung berhenti dan tertawa, kemudian keluar kamar Alena dan segera mandi bersiap untuk sarapan


*


Tepat jam 7 pagi, semua sudah berkumpul di ruang makan, menikmati makanan dengan tenang dan tentu saja semuanya menatap Alena yang makan kadang sambil meringis menahan perih di bibirnya yang masih bengkak, Edward sesekali menatap Alena dan tersenyum melihat Alena meringis kesakitan saat makan, sementara Alena mengutuk Edward dalam hati karena membuatnya susah makan dan menjadi pusat perhatian saat menikmati sarapan paginya


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2