Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 249


__ADS_3

Edward dan Daniel menunggu kedatangan Kaisar dengan sedikit rasa cemas, hingga jam lima sore akhirnya Kaisar dan Raka datang juga untuk melaporkan semua kejadian yang ada di sana


"Syukurlah semua berjalan lancar, segera bersiap Niel, kita besok ke perusahaan Natasya untuk memutuskan kontrak kerja kita dengan membawa bukti yang ada" ucap Edward


"Siap Ed, aku akan menyiapkan segalanya, kali ini mereka tidak akan berani menolak keinginan kita" jawab Daniel


"Besok pagi kalian berdua ikut dengan kita" ucap Edward


Kaisar dan Raka mengangguk kemudian segera keluar mengikuti langkah Edward untuk pulang menuju kediaman mereka masing-masing


*


Ditengah perjalanan pulang setelah mengantar Edward, Raka melihat Istri dan anaknya Ambar sedang berjalan keluar dari sebuah minimarket


Raka langsung berhenti dan menghampiri keduanya


"Kalian mau pulang?" Teriak Raka mengagetkan istrinya


"Ya Tuhan, kau mengagetkanku saja yang!" Ucap Anggel sambil memegangi dadanya, "iya kita mau pulang, kebetulan bawa mobil sendiri ini, kita jalan sendiri-sendiri yang" ucap Anggel


Raka tersenyum dan mengangguk kemudian melajukan mobilnya mengikuti Mobil istrinya dari belakang, tak lama kemudian sampai di kediamannya, ketiganya segera masuk ke dalam rumah, Raka langsung membersihkan dirinya ke kamar mandi kemudian segera turun kembali duduk di kursi makan menunggu istrinya sedang memasak


"Jangan terlalu capek Yang, ingat kamu sedang hamil" ucap Raka mengingatkan


"Iya sayang, aku tau, jangan khawatir kalau aku lelah pasti segera istirahat kok" jawab Anggel


"Malam sekali kamu baru datang yang, ada lembur pekerjaan?" Tanya Anggel


"Iya, ada tugas dengan kaisar tadi, jadi kita sampek malam pulangnya" jawab Raka


Anggel melanjutkan pekerjaannya di dapur, sementara Ambar sudah belajar di kamarnya, Raka tersenyum kemudian berjalan mendekat ke arah istrinya, memeluk dari belakang dan mengelus perut istrinya yang sudah kelihatan membuncit


"Besok Ada acara rapat di sekolah Ambar, biar aku saja yang datang ya Yang?!" Ucap Anggel


"Iya, kebetulan sekali aku besok tidak bisa mengantarmu, ada urusan yang sangat penting, tidak apa-apa kan yang, kamu berangkat sendiri?" Tanya Raka


"Tentu saja tidak yang, aku tau pekerjaanmu kadang sangat menyita waktu" ucap Anggel


"Terimakasih sayang" sahut Raka sambil mengelus perut istrinya dan mengecupnya sambil mengajak berbicara sebentar sang buah hati yang masih ada di dalam kandungan Istrinya


"Oh iya yang, besok aku mau ngajak Ailina jalan sama Ambar, dua gadis cilik itu sudah janjian mau melihat taman bunga, aku yang akan mengantarnya" ucap Anggel


"Benarkah?, Baiklah, selamat bersenang-senang besok ya" jawab Raka


Kini hidangan makan malam sudah siap, Anggel memanggil anaknya dan kemudian mereka makan malam bersama


*


Terlihat Edward sedang berada diruang kerjanya setelah makan malam, Alena merasakan ada yang aneh dengan sikap suaminya, ternyata ketiga buah hatinya juga merasakan hal yang sama


"Mom, apa ada masalah dengan Dady?" Tanya Ethan sambil menaruh kepalanya di pangkuan Mommy nya

__ADS_1


"Mungkin, Mommy juga tidak tau, jangan khawatir, Ethan tau sendiri bagaimana repot nya pekerjaan Daddy kan?"


"Iya Mom, apa kalau besar nanti Ethan juga akan seperti Daddy?"


"Ethan sendiri maunya gimana?"


"Kalau Evan fans berat Daddy Mom, Ganteng, gagah, berkuasa hebat dan..?"


"Dan Apa?" Tanya Alena fan Ethan bersamaan


"Punya Wanita seperti Mommy, titik" ucap Evan, sementara sang Mommy langsung tertawa sendiri


"Dasar, ujung-ujungnya soal Wanita" ucap Ethan


"Sudah-sudah, setiap manusia itu punya jati diri masing-masing, tidak bisa di sama ratakan, Mommy hanya ingin kalian nanti menjadi seperti apa yang kalian inginkan, yang pasti harus tetap di jalan Alloh, okey!!"


"Ethan pengen lebih berkuasa lagi dari Daddy, merajai kerajaan bisnis sejagad raya" ucap Ethan dan membuat Alena sangat terkejut dengan ungkapan hati Anaknya yang terkesan sangat ambisius


"Memangnya kenapa Ethan pengen seperti itu?" Tanya Alena


"Pengen nolong banyak orang Mom"


"Maksudnya?" Tanya Alena


"Biar semua orang yang kekurangan bisa bekerja di perusahaan Ethan nanti, jadi gak ada alasan lagi anak yang nyopet atau mencuri karena kekurangan ekonomi" ucap Ethan


"Setuju!" Teriak Evan


"Setuju!" teriak Ailina


"Gak ada wanita yang harus menjual diri demi menghidupi anak-anaknya dan masih banyak lagi Mom" lanjut Ethan lagi


"Setuju!!" Teriak Alena


"Dan Ailina pengen seperti Mommy, wanita tangguh, Dokter yang hebat, Istri yang perhatian dan Mommy yang menyenangkan buat anak-anaknya" sahut Ailina


"SETUJU!!" Kali ini Ethan dan Evan yang berteriak keras bersamaan


Alena tertawa dan bangga dengan cita-cita ketiga anak kembarnya


"Kalian memang anak-anak Mommy yang TOP, Mommy sangat bersyukur sekali punya kalian dan ingat harus saling menjaga hubungan persaudaraan, karena keluarga adalah orang terdekat yang kita punya, okey!"


"Siap, kami sayang Mommy!" Teriak ketiganya dan kini sudah memeluk Alena bersama


Tak terasa malam semakin larut, seiring canda tawa kebahagiaan dari ketiga anak kembarnya, akhirnya merekapun tertidur, Alena menggendong Ailina dulu untuk membawanya ke kamar, bersamaan dengan itu Edward keluar dari ruang kerjanya


"Mereka sudah tidur Bee?"


"Sudah Honey, mereka sudah kelelahan" jawab Alena


"Biar aku yang membawa Ethan dan Evan ke kamarnya Bee"

__ADS_1


"Okey honey"


Setelah menidurkan anak-anaknya, Edward kembali ke ruang kerja, sedangkan Alena membersihkan diri, setelah itu menyusul suaminya sambil membawakan minuman hangat dan buah untuk menemani kesibukan malamnya


"Di minum dulu Honey" ucap Alena


"Oh, iya Bee, makasih" jawab Edward


"Sepertinya tuan Edward Runcel Eagle sibuk sekali malam ini?" Tanya Alena


Edward tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya ke kursi sambil menatap istri cantiknya yang terlihat sangat se*ksi dengan gaun tidur satin yang tipis, sesaat kemudian Edward menarik tangan Alena hingga jatuh ke pangkuannya


"Harum sekali tubuhmu Bee" ucap Edward sambil mengendus punggung Alena yang berada di depan wajahnya


"Ih, geli Honey, jangan gitu" ucap Alena


"Suka aku Bee" sahut Edward


"Sekarang bisa kan ceritakan ada apa sebenarnya dari tadi sibuk banget honey?"


"Persiapan besok, kita sudah menemukan jalan untuk memutuskan kontak kerja dengan perusahaan Cabang Hodmer Company milik Natasya"


"Apa!, Lalu, apa ini tidak akan menimbulkan konflik honey?"


"Tentu saja, tapi mereka tidak akan berani macam-macam, kita sudah menemukan kelemahan mereka, aku pastikan mereka tidak akan berani menolak atau mereka akan hancur sendiri"


"Iya honey, berurusan dengan para Mafia membuat ku sangat khawatir"


"Aku tau, tetaplah waspada honey, besok Raka tidak bisa ikut menjagamu, akan aku ganti dua pengawal yang akan mengawasi mu Bee"


"Baiklah honey, tidak masalah dan kaku harus selalu berhati-hati, semoga urusan besok bisa terselesaikan dengan baik" ucap Alena


"Amin, thanks my love, sekarang tidurlah dulu, tinggal sedikit lagi pekerjaanku selesai, nanti aku akan menyusul mu" ucap Edward


Alena segera berbalik menghadap wajah suaminya dan mencium bibirnya sekejab, lalu beranjak pergi dari ruang kerja Edward


Terdengar suara panggilan dari handphone Edward yang ternyata dari Daniel, rupanya Daniel memberi tahu kalau persiapan yang dilakukan sudah selesai, Edward tersenyum puas kemudian menyuruh Daniel untuk segera beristirahat, sebelum Daniel memutuskan sambungan telepon dirinya mengingatkan kalau pertemuannya besok di undur jam sebelas siang


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2