
Edward dan Daniel kini sudah berada di perusahaan bersiap untuk menerima kedatangan tamu yang tak lain adalah para kuasa hukum yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Eagle Company
"Saya pastikan beberapa hari lagi, tuan Redrik akan diseret ke pengadilan untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya tuan Edward"
"Hem, aku berharap semuanya lebih cepat, pelajaran ini perlu untuk Redrik yang selama ini sudah merasa di atas angin dengan ke kesombongan nya" ucap Edward
"Aku tidak sabar melihat itu semua Ed" sahut Daniel
Pertemuan itu berakhir dan Edward segera memanggil Raka untuk ikut bergabung di dalam ruangannya
"Kau nantinya harus bersiap untuk menjadi saksi di pengadilan Raka, kau sanggup?" Tanya Edward
"Tentu saja pak Edward, aku ingin sekali memberikan pelajaran ke baji*ngan itu" jawab Raka
"Oh iya, hari ini aku akan pulang lebih awal" ucap Edward
"Kenapa, apa terjadi sesuatu dengan istrimu Ed?"
"Bagaimana kau bisa menebak hal itu Niel?"
"Tentu saja, di dunia ini yang bisa membuat kehidupan seorang Edward Runcel Eagle terguncang hanya Alena Bilqis Nugraha, apa aku salah?" Ucap Daniel
"Ish, kau ini, tentu saja kau benar, Alena Sakit"
"APA!!"
Daniel dan Raka terkejut hingga teriak bersamaan
"Kalian ini kenapa, yang sakit itu istriku, kenapa kalian yang bereaksi berlebihan?" Ucap Edward jengkel
"Bukan begitu pak Edward, Alena itu sahabat saya, apalagi saya dulu_"
"Apa?!, Jangan bilang lagi kamu dulu menyukainya, aku sudah tau" sahut Edward dengan tatapan tajam
"Maksud saya, saya dulu banyak hutang Budi pada Alena, lagian saya sudah punya istri dan Alena sudah saya anggap adik sendiri" ucap Raka sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan Edward yang sangat posesif dengan istrinya
Daniel terkekeh mendengar perdebatan dua orang di depannya
"Sudah-sudah, memang Alena sakit apa Ed, jangan bilang kecapekan habis kamu hajar tiap malam"
PLAK
Edward memukul Daniel keras, hingga membuat Daniel meringis kesakitan, kali ini gantian Raka yang terkekeh melihat tingkah Edward dan Daniel
"Mentang-mentang mau nikah, pikiran kamu larinya ke hal mes*um saja, Dasar!" Ucap Edward
Kemudian Edward menceritakan yang terjadi dengan Alena, dimana dia sedang mendapatkan serangan ilmu hitam dari seseorang yang biasa di sebut tel*uh, sontak Daniel dan Raka terkejut di barengi dengan merinding di sekujur tubuhnya
Raka langsung menghubungi Istrinya dan memberikan kabar tentang Alena, begitu juga Daniel yang segera menghubungi Delia
*
Pagi hari Kirana terkejut, saat di tempat kerja melihat sebuah berita di media masa tentang kabar seorang pengusaha muda yang sukses sedang kepergok berdua dengan model cantik sekaligus anak dari milyarder terkenal di Paris di dalam hotel
"Pantas saja Alfaro tidak pernah menghubungi lagi" batin Kirana, ada rasa kecewa dan sakit hati yang tiba-tiba menyeruak dari dalam hati Kirana
"Breng"sek, kenapa aku jadi begini, lagi pula aku tidak ada hubungan apapun dengan si Casanova sialan itu" batin Kirana
__ADS_1
Kirana tersadar dari lamunannya ketika Arumi menyapanya dengan wajah yang sangat ceria
"Hai gadis Cantik ku, apa kau sudah siap belajar hari ini?" Tanya Arumi
"Tentu saja Bu Arumi, apa yang akan saya pelajari hari ini?" Jawab Kirana
Kemudian Arumi memberikan sebuah buku catatan kecil, disana lengkap dengan semua hal yang nantinya satu persatu harus di pelajari oleh Kirana, bukannya keberatan, Kirana malah tersenyum senang
"Dulu waktu aku jadi model, buku catatan seperti ini yang aku benci, karena harus melakukan diet, olahraga, perawatan kecantikan dan masih banyak lagi, semua membuatku sangat kelelahan, tapi melihatmu malah tersenyum menerima buku itu membuatku ngeri Kiran" ucap Arumi
Kiran terkekeh mendengar curahan hati sang bos
"Saya selalu mencoba bersyukur dengan apa yang saya dapatkan tiap hari Bu Arumi, lagi pula ini seperti sebuah tantangan yang membuat saya semakin bersemangat menjalani hidup"
"Hem, kau memang gadis yang luar biasa, kau akan terkejut dengan satu kabar yang akan aku berikan lagi, siap kiran?"
"Tentu saja Bu, silahkan"
"Dengar baik-baik, kamu sudah di banjiri kontrak kerja dengan beberapa agensi, aku sampai kewalahan, dan mereka menawari dengan harga yang fantastis"
"Apa!, Benarkah Bu?"
"Ini, aku sudah menyimpan file kontrak kerja dari mereka semua, pelajarilah, dan aku ingin kau sendiri yang menentukan pilihan, aku akan mengatur waktunya agar kau tidak kelelahan, bagaimana?"
"Baiklah Bu, saya harap Bu Arumi bisa selalu mendampingi saya"
"Tentu saja Kiran, aku manajer mu sekarang, dan mari kita guncang kan Dunia modeling bersama"
"Siap Bu, dan saya harus bekerja keras dengan hal itu"
*
Sementara itu Arini mendapat telpon dari Redrik, dan sesaat kemudian Redrik menceritakan segalanya, Arini berpikir sejenak saat Redrik meminta dirinya untuk ikut ritual yang akan dilakukan nanti malam
Hati Arini sudah benar-benar dibutakan oleh obsesinya untuk memiliki Edward, hingga dia menerima tawaran Redrik untuk membantunya
Di sebuah Apartemen, Ambar merengek minta bertemu Edward dan Alena, pengasuhnya yang sudah di beri tugas oleh Edward menjaga Ambar, langsung menghubungi pengawal Edward yang ditugasi menjemput Ambar kapanpun saat gadis kecil itu menginginkannya
Jam 3 sore Ambar segera bersiap untuk main ke rumah Edward untuk bertemu dengan Bundanya yang tak lain adalah Alena, kebetulan sekali Kedatangan Ambar juga sangat di nanti oleh Alena, karena dirinya sudah sangat merindukan bermain dengan anak kecil itu
Alena tersenyum lebar ketika melihat kedatangan Ambar dan memasuki rumahnya dengan berlari kecil
"Bunda Alena, aku kangen dengan Bunda, kemana saja sih?" Ucap Ambar manja dan kini sudah di peluk oleh Alena
"Bunda kemaren sibuk, jadi beberapa hari gak ada di rumah, bunda kangen juga sama Ambar, tadi kesini sudah ijin ibu Arini?"
"Enggak, ibu Arini kalau sudah kerja gak bisa di hubungi bunda, di telpon gak pernah diangkat, kalau dikirim pesan, jawabnya lama" jawab Ambar
"Oh ya sudah, kita main di halaman belakang ya" ucap Alena
Senyum bahagia terlihat dari sang pengasuh Ambar, dia melihat dan merasakan kalau Ambar lebih bahagia saat bersama dengan Alena ketimbang dengan ibu kandungnya sendiri
Beberapa menit kemudian terdengar ada tamu yang datang dirumah Alena, benar saja, Alena dikejutkan dengan kedatangan dua orang temannya yang tak lain adalah Anggel dan Delia
"Ya Alloh, senengnya aku, kalian datang kesini" ucap Alena langsung memeluk kedua teman wanitanya yang sudah tersenyum di depannya
"Kau ini Al, sakit gak kabar-kabar, kita jadi cemas dan langsung kesini" ucap Delia
__ADS_1
"Hehe, aku baik-baik saja, kalian kok bisa bareng?"
"Kebetulan aku sedang kontrol di rumah sakit, Raka nelpon dan ngasih kabar, saat itulah aku ketemu dengan kak Delia, yang ternyata juga mau ke sini, jadi kita barengan" jawab Anggel
Kini mereka bertiga duduk di kursi teras belakang sambil mengobrol santai
Perhatian Anggel teralihkan saat melihat gadis kecil sedang bermain bersama dengan seorang pengasuh
"Itu siapa?" Tanya Anggel
"Sepertinya_, itu Ambar?" Sahut Delia
"Iya, anak itu sangat menyukai rumah ini dan Ayah Edward nya" ucap Alena sambil tersenyum
Entah kenapa, Anggel sangat suka melihat anak kecil itu, hingga kemudian Anggel tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri Ambar, tak butuh waktu lama, Ambar bisa bermain dan tertawa bersama dengan Anggel
Alena dan Delia bahkan terheran bagaimana bisa Ambar begitu nyaman dan sayang sama Anggel padahal baru saja bertemu, melihat bagaimana Anggel berlarian di kejar oleh Ambar yang sudah tertawa terbahak-bahak membuat pemandangan di halaman belakang sangat menyenangkan
Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki berbincang, yang ternyata adalah Edward, Daniel dan Raka
Raka terkejut melihat istrinya Anggel sedang bercanda dan berlarian mengejar Ambar, seorang bocah yang pernah dia temui di minimarket waktu itu, Raka segera berjalan menghampiri istrinya dan bocah kecil yang bersamanya
"Halo, gadis cantik, apa masih ingat dengan pamanmu ini?" ucap Raka
"hah, paman Raka, ada disini juga?"
"Hem, jadi kalian saling kenal?" ucap Anggel
"Iya, paman Raka teman Ambar, Apa mama Anggel kenal dengan paman Raka?" tanya Ambar
Raka terkejut mendengar Ambar memanggil istrinya mama, Anggel tersenyum ke arah Suaminya
"Paman Raka ini suami mama Anggel, dan Ambar bisa manggil papa kok, bagaimana?" tanya Anggel
Ambar tersenyum senang dan memeluk Raka juga Anggel
Daniel menanyakan kabar Alena dan mereka segera ikut bergabung dengan kegiatan pasangannya masing-masing
Menjelang malam, semua tamu yang tak lain adalah sahabat Alena dan Edward segera pamit undur diri, sengaja Edward dan Alena menyembunyikan kekhawatirannya tentang pengobatan yang akan dilakukan oleh kakeknya nanti malam
Sementara itu Kyai Rahmad sudah ada di mansion Nugraha dan bersiap untuk segera pergi ke rumah cucu perempuannya
Bersambung
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa ikuti" SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1