
Mendengar seseorang bertanya, ketiga wanita itu langsung membalikkan badan, dan terlihat disana sosok laki-laki yang ketampanannya diatas rata-rata, tinggi gagah, terlihat dada bidangnya di balik kaos oblong putih, setelan celana jeans biru, otot-otot tangannya yang keras dan terbentuk di tambah rambut yang masih basah terlihat segar, menambah suasana Hot saat melihatnya
Alena dan kedua sahabatnya hanya terpaku memandangnya sampai lupa menjawab dan menelan ludah dengan pelan, hingga laki-laki itu menyadarkannya
"Kalian ini kenapa, kayak gak pernah lihat laki-laki saja" ucap Edward sambil mendekat di depan Alena dan menjentikkan jari di depan matanya
"Ehem, iya, kenapa?" ucap Alena tergagap menjawab pertanyaan Edward yang memulihkan kesadarannya, Amaya dan Delia juga langsung tersadar dan nyengir sambil saling pandang
"Mau kemana?" tanya Edward lagi dengan serius ke Alena
"Apa sih, kita mau jalan ke desa di bawah, emang kenapa?" tanya Alena
"Oh, jadi gitu ya, pergi gak pakek ijin suami, gitu?" ucap Edward dengan menatap tajam Alena
"Aku_, iya iya maaf, aku salah, ya udah aku ijin mau keluar dulu jalan-jalan sama Delia dan Amaya" ucap Alena menunduk dengan bibir manyunnya
Edward langsung tersenyum tipis dan menyahut tas kecil Alena di bawa kabur lari ke kamarnya
"Eh, Edward!, kembalikan tas ku, dasar, keterlaluan!" teriak Alena sambil mengejar Edward dan berhenti di depan pintu kamar Edward
"Tunggu aku ganti pakaian dulu!, Aku ikut!" teriak Edward
"Ngapain sih kamu ikut, kita pengen menikmati waktu bertiga, gak usah ada kamu Ed"
"Gak bisa, aku harus ngawasi kamu!" Jawab Edward dari dalam kamarnya
"Aku dah gede Ed, ngapain pakek diawasi segala, jangan aneh-aneh" ucap Alena kesal
Edward tidak menyahut, Alena makin penasaran menunggu lama Edward yang di panggil gak ada jawaban
"Ed, hei, Edward!, Kamu ngapain sih kok diam aja, Ed, jangan bercanda, Edward!, aku masuk ni ya!" ancam Alena dan langsung masuk ke dalam kamar Edward dan melihat dada Edward telanjang tanpa busana
Alena melototkan matanya karena terkejut dan akan berteriak, namun dengan cepat Edward membungkam mulut Alena dengan telapak tangannya
"Emmh" Alena berusaha membuka bekapan Edward
"Diam, aku akan lepas, asal kamu gak teriak" bisik Edward dan membuat Alena mengangguk, perlahan Edward membuka bekapannya
Saking jengkelnya Alena langsung melakukan gerakan memukul Edward dengan serangan tangannya, namun Edward dengan sigap langsung menangkis pukulan Alena, Edward melihat Alena meringis memegangi lengan atasnya yang menghantam tangkisan tangan Edward
"Auh"
Alena meringis kesakitan
__ADS_1
"Ada apa Al, tanganmu sakit?" tanya Edward mendekat ke arah Alena
"Ngapain, gak usah dekat-dekat!" Ucap Alena namun percuma, Edward langsung menarik tubuh Alena ke pangkuannya
"Edward!, Kamu ini!"
Ucap Alena masih dalam pelukan Edward dengan dada telanjang, ingat ya gaes, dada sixpack Edward yang ditelanjangin lo, tak jamin hati Alena langsung cedut cedut senut, apalagi yang baca, author juga traveling kemana-mana, wkwkwk
Edward segera membuka blazer Alena dan melihat lengan kanan Alena, benar saja, ada luka lebam di sana yang cukup lumayan membiru
"Aku gak apa-apa, jangan dibuka bajuku!" ucap Alena kesal
"Lebam kayak gini masih bilang gak apa-apa, diam, aku lihat dulu" ucap Edward
"Ya Alloh, ini orang gak peka banget, udah telanjang dada, pakek deketan gini ma aku, rasanya jantungku mau lompat keluar, tenang Al, tenangkan pikiran mu" batin Alena sambil mengatur nafasnya
Edward tersenyum melihat Alena makin gugup dan berulang kali membuang tatapan matanya
"Ehem, Ed, bisa nggak sih, kamu pakek baju dulu"
"Kenapa emang, kamu nafsu?" tanya Edward menggoda Alena
"Banget, Eh, sorry, maksutnya anu, itu, eh apa ya, gak enak gitu lihatinnya" ucap Alena sambil merutuki dirinya kenapa sampai keceplosan ngomong
"Tunggu sini, aku obati dulu lenganmu, habis itu kita jalan" ucap Edward sambil berjalan mengambil baju kemudian di pakainya, Edward berjalan kembali ke Alena dengan membawa obat oles untuk luka lebam Alena
Ada perasaan nyaman di hati Edward saat berdekatan dengan Alena, bahkan Alena pun bertanya pada dirinya kenapa bisa setenang ini saat Edward ada disisinya dan menyentuhnya, sesaat keduanya terdiam merasakan kata hatinya masing-masing, sampai kemudian Alena mengingat kembali perkataan Edward dengan Reyna waktu itu, hati Alena tiba-tiba terasa nyeri
"Maaf, aku pergi dulu" ucap Alena tiba-tiba menepis tangan Edward yang sedang mengobatinya
Edward terkejut dengan perlakuan kasar Alena yang tiba-tiba saja dilakukan
"Kamu itu kasar sekali Al, bukannya terimakasih" ucap Edward
"Maaf" ucap Alena sambil berjalan keluar namun langkahnya segera berhenti saat Edward mengatakan sesuatu
"Jangan ulangi lagi keluar tanpa seijinku, kamu sudah tanggung jawabku sekarang, jangan buat aku mengecewakan keluargamu, terutama mommy, aku tidak ingin melukai hatinya, aku sangat menyayanginya, seperti almarhum mommy ku sendiri"
Alena masih terdiam dan sesaat kemudian Edward menyusulnya
"Sudah, yok kita berangkat, kasihan Delia dan Amaya dah nunggu" ucap Edward
Alena segera melangkah ke tempat kedua temannya menunggu, Edward mengikutinya dari belakang
__ADS_1
"Akhirnya, kalian keluar juga, jadi nggak kita jalan Al?" tanya Amaya
"Jadi dong, yuk kita jalan" jawab Alena
"Pak Edward ikut juga?" tanya Delia
"Iya, Alena istriku sekarang, aku gak mau terjadi apa-apa" sahut Edward, dan Alena masih terdiam tanpa suara
Akhirnya mereka jalan keluar vila, saat melewati halaman depan terlihat dua keponakan Alena, tentu saja kedua bocah kecil itu langsung berlarian ke arah Edward dan Alena
"Om Edward, temani kita main ya?" ucap Afita manja
"Iya om, kita pengen main bareng om Edward aja, gak mau sama aunty, yang sukanya ngerjain kita" ucap Aftan
Edward tampak bingung dan menoleh ke arah Alena, namun Alena hanya diam dan cuek
"Al, Gimana ini?" tanya Edward
"Terserah" ucap Alena, kemudian datanglah Reyna berlarian ke arah anak-anaknya
"Eh, kalian ini kenapa, jangan ganggu om ma Aunty ya!" Ucap Reyna
"Gak apa-apa, biar aku bermain dulu sama mereka" ucap Edward tersenyum ke arah Reyna
"Asik!, makasih om Edward" ucap Afika anak perempuan Reyna dengan tersenyum sangat bahagia
"Beneran kamu gak repot nih Ed?" tanya Reyna ke Edward
"Nggak kok Rey, tenang saja, mereka aman bersamaku" ucap Edward
"Makasih Ed, kalau gitu aku tinggal dulu ngambil baju Alex di dalam, tadi ketumpahan makanan di halaman belakang" ucap Reyna dan langsung berlari masuk ke Vila
Alena memperhatikan sikap Edward yang selalu manis di depan Reyna, dan kemudian langsung berjalan keluar Vila tanpa memperdulikan Edward lagi
"Selalu bersikap manis dan mendahulukan kepentingan kak Reyna, memangnya aku ini apa, istri pajanganmu saja" batin Alena sakit sambil terus berjalan turun keluar Vila
"Al, tunggu, Al!" teriak Edward tanpa di perduli kan oleh Alena, sedangkan kedua ponakannya sudah menarik tangan Edward untuk menemaninya bermain, kedua sahabat Alena berlari menyusul kepergian Alena
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE