
Alena membasuh mukanya di sebuah toilet yang ada di dalam toko, berulang kali Alena menarik nafas panjang dan beristighfar untuk menenangkan dan meredakan emosinya
"Ayolah Al, ada apa denganmu, jangan menangisi hal konyol seperti itu, kuatkan hatimu Al, kamu wanita tangguh, masih banyak orang-orang yang tulus menyayangimu" batin Alena menguatkan diri sendiri dan akhirnya bisa tersenyum
Dengan wajah yang sudah normal kembali, walaupun mata masih sedikit sembab, Alena segera keluar dari toilet dan melangkah membeli minuman mineral, disaat pergi ke kasir membeli minuman Alena melihat Edward sedang dikerumuni para wanita yang ingin berkenalan, Alena hanya memutar matanya jengah
Edward yang melihat Alena muncul di kasir, segera memanggilnya
"Al, Al, aku disini, Al, hei!" teriak Edward berusaha keluar dari kerumunan para wanita, Edward segera berlari ke arah Alena, tapi masih terus dikejar oleh kaum hawa
"Eh, jangan macam-macam ya, ini istri saya, tanya saja kalau gak percaya!" Ucap Edward berdiri di belakang Alena
Alena hanya tersenyum sambil membayar di kasir, ketika hampir melangkahkan kaki, ada seorang wanita bertanya ke Alena
"Beneran mbak ini istrinya, kok masih muda banget ya, jangan-jangan mas ganteng bohongin kita nih"
"Eh, enak aja, Al ngomong ke mereka siapa kamu, biar mereka percaya" ucap Edward ke Alena
"Saya adik dari wanita yang dia suka" jawab Alena cuek dan berlalu pergi
Belum sempat Edward mengekspresikan keterkejutannya dengan jawaban Alena, Edward sudah dikejutkan dengan teriakan para wanita yang tadi mengejarnya, Akhirnya Edward segera berlari melewati Alena dan kabur masuk ke mobilnya yang parkir dipinggir jalan
Sesaat kemudian Alena ikut masuk ke dalam mobil Edward, dengan kesal Edward menatap Alena sambil mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan setelah berlari
"Ada apa, haus?, ini!" ucap Alena menyodorkan minuman
Edward dengan kasar menyahut minuman dari tangan Alena dan segera meminumnya sampai habis
"Jalan!" ucap Alena cuek
"Memangnya aku supir kamu, seenaknya sendiri membuat orang repot, kenapa tadi gak mau ngomong kalau aku suamimu, malah bicara yang tidak-tidak" sahut Edward
"Yang nyuruh kamu repot siapa, benerkan aku ngomong, aku adik kak Reyna, wanita yang kamu suka?" tanya Alena cuek
"Kamu itu ngomong apa, itu masa lalu Al" jawab Edward
"Masa lalu yang gak bisa kamu lupa" jawab Alena lirih
"Maksud kamu apa, buat orang bingung aja"
"Gak ada yang nyuruh kamu bingung" sahut Alena
"Eh, Al, kamu kira aku nggak bingung dengan sikap konyol mu itu, pakek acara nangis, berlarian kemana-mana, kayak anak kecil saja"
"Aku memang Alena yang masih kecil" jawab Alena lagi
__ADS_1
"Kamu itu sudah dewasa Al, sudah jadi seorang istri, kamu bisa kan lihat gimana sikap kakakmu Reyna" ucap Edward mengalir begitu saja
Deg
hati Alena yang tadi sudah di tata kembali dengan baik, kini sedikit tergoncang dengan ucapan Edward
"Tau, aku tau kak Reyna itu wanita luar biasa, kalau aku gak ada apa-apanya, aku juga heran, kenapa kamu mau menikah dengan seorang Alena, apa istimewanya Alena bagimu, Alena itu hanya akan menyusahkan kamu saja Ed, jadi aku sarankan, segera tinggalkan Alena kalau kamu ingin bahagia, mengerti!" ucap Alena dengan penuh penekanan dan sorot mata yang tajam
Edward terdiam, hatinya merasa terusik dengan kata-kata Alena, nyeri perlahan juga di rasakan Edward saat kata meninggalkan Alena terdengar di telinganya
Edward segera melajukan kembali mobilnya tanpa kata-kata, selama satu jam Alena juga terdiam, hanya mengutak-atik handphone nya, sesekali tersenyum saat membaca novel di aplikasi Noveltoon miliknya
Edward masih terdiam sesekali melirik ke arah Alena, dalam hati, Edward mulai bertanya-tanya, mungkinkah Alena tau perasaannya terhadap Reyna masih tidak bisa berpaling, apakah Alena tau kalau Edward juga tidak yakin bisa melabuhkan hatinya untuk Alena, seribu kemungkinan pertanyaan dalam hati Edward berkecamuk hingga akhirnya mereka sampai di Villa yang dituju
Alena segera keluar dan membanting pintu mobil Edward
BRAK
Edward terkejut dan terjingkat kaget
"Al, dasar kamu ya!" teriak Edward
"Ini bocah kenapa lagi, lama-lama aku bisa jantungan" batin Edward sambil memegangi dadanya
"Loh Al, kalian kok lama banget nyampek nya, Edward mana?" Tanya Jasmine
"Sorry tadi stop dulu di pertokoan, Edward ada di belakang, Sebelah mana kamar Alena mom?
"Kamar tinggal satu Al, yang lain masih di perbaiki belum selesai, kamu jadi satu dulu sama Edward gak pa pa kan?" goda Jasmine
"Hah, gak bisa mom, tidur sama mommy aja kalau gitu, Dady biar sama kakek"
"Halah, giliran suruh bareng satu kamar aja kepo, kemaren pas di telpon kalian udah ngapain aja coba?" Jawab Jasmine
"Ish, mommy aja yang parno, jadi salah paham mulu, sudah deh, Al mau mandi dulu, mana kamar mommy?" tanya Alena maksa
"Gak ada, ganggu aja kamu kalau dikamar mommy, tuh ada 3 kamar masih tersisa, pilih sana!" jawab Jasmine sambil memanggil asisten Rumah Tangga dan meminta tolong mengantar Alena
Sementara Edward yang barusan masuk juga langsung sekalian di antar ke kamar yang sudah disiapkan, kebetulan kamar Alena dan Edward berdampingan
Masih menikmati pemandangan sore di teras belakang, Jasmine,Reyna dan Alex berbincang
"Apa kalian yakin dengan Edward?" tanya Jasmine tiba-tiba serius
"Reyna sangat yakin mom"
__ADS_1
"Hem, mommy masih melihat bagaimana hati Edward masih tertuju padamu Rey" ucap Jasmine
"Itu hanya kelihatannya saja, Edward hanya belum menyadari hadirnya Alena di dalam hatinya mom"
"Aku juga merasa seperti itu, mereka hanya perlu waktu" ucap Alex
"Orang seperti Edward itu sangat langka di zaman sekarang mom" sahut Reyna
"Maksudnya?" sahut Jasmine
"Edward hampir sama dengan anak mommy Alex, Sekali menancapkan hatinya pada seorang wanita, akan sangat susah menggoyahkannya" ucap Reyna dengan tersenyum menatap Alex suaminya
"Benar sekali, buktinya sudah 6 tahun Edward berada jauh darimu honey, tapi masih sangat sulit melepaskan hatinya, aku hampir di buat cemburu setiap dia mendekatimu" jawab Alex
Reyna dan Jasmine tertawa mendengar keluhan Alex
"Hem, bayangkan kalau Edward sudah bisa memberikan sepenuh hatinya ke Alena, aku pastikan dia sebelas dua belas dengan mu honey" ucap Reyna
"Benarkah, tapi, apa menurutmu hati Edward sudah ada untuk Alena sekarang ini Rey?" tanya Jasmine
"Kita akan membuktikannya besok pagi, mommy dan yang lainya akan melihatnya, ya kan honey?" ucap Reyna sambil tersenyum penuh maksut ke arah Alex
"Tentu saja, aku juga sudah lama gak melatih tenaga dalam ku untuk menghajar kalian berdua" ucap Alex enteng
Jasmine terkejut dan menatap keduanya dengan penuh curiga
"Maksutnya apa Lex, kamu akan menghajar Edward dan Alena?" Tanya Jasmine
"Bukan mom, lebih tepatnya menghajar istri tercinta ku dan Alena, mereka berdua sudah mulai malas-malasan melatih tenaga dalamnya" ucap Alex sambil tersenyum
"Hei, berhati-hati lah honey, aku bisa menyerang dan meninggalkan bekas padamu" ucap Reyna
"Kamu hanya bisa meninggalkan bekas bercinta di tubuhku, selain itu tidak akan" jawab Alex sambil memeluk Reyna dengan mesra
"Kalian ini, selalu memamerkan kemesraan dimana-mana, sudah, mommy mau ke kamar dulu menyusul dady mu"
"Masih sore mom, jangan mengeluarkan keringat terlalu banyak dengan Dady, ingat umur" goda Alex dan langsung mendapat pukulan keras dari Jasmine di lengannya
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1