
Kini Alena duduk di tepi kasur, Edward membelai rambut Alena yang tampak begitu indah dan hanya dua kali ini pernah Edward lihat, perlahan Edward menggeser tubuhnya dan duduk di lantai tepat di depan kaki Alena
"Ed, kenapa kamu duduk disitu?" tanya Alena merasa gak nyaman karena kini Edward berada di bawahnya
"Aku suka disini, menatap kamu dari bawah, aku bahkan bisa menyandarkan kepalaku di pangkuanmu, ini sangat menyenangkan" ucap Edward tersenyum sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Alena
"Maaf Ed, aku tidak bisa jadi pendamping yang baik" ucap Alena lirih
"Bukan kamu Al, tapi aku, Aku yang bermasalah disini, Maaf, aku tidak pernah meminta ingin menjatuhkan hatiku pada Reyna, takdir sebelumya yang membuat perasaanku ada untuk Reyna, maafkan aku Al"
"Iya, aku ngerti, tidak ada yang pernah tau dengan siapa kita akan jatuh cinta Ed, aku pun masih bingung dengan perasaanku, aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, aku tidak tau apa itu cinta, seperti apa dan bagaimana aku tau itu sebuah cinta, maaf Ed, aku masih bingung dengan perasaanku padamu, aku masih bingung dengan takdir yang kita jalani sekarang, Aku harus bagaimana" ucap Alena sambil meneteskan Air mata
"Awalnya saat aku bertemu kembali dengan Reyna, serasa duniaku hanya bisa tertuju padanya, sampai hari ini aku menyadari bahwa ada seorang Alena yang sudah menjadi nafas di tubuhku, Aku merasakan sakit saat melihatmu terluka, Aku sakit saat kau mengatakan harus meninggalkan mu, aku tidak bisa menerima saat kau pergi dari sisiku Al, walaupun hanya sebentar, rasanya tadi seperti ada yang hilang, dan aku sangat takut" ucap Edward
"Aku juga merasakan hal sama Ed, mungkinkah ini yang di namakan Cinta?" Tanya Alena ragu dan masih bingung dengan dirinya
"Apapun itu Al, maukah kamu membantuku untuk belajar bersama, saling menumbuhkan dan menguatkan Cinta diantara kita?, aku yakin takdir Alloh adalah yang terbaik Al"
"Apa kau yakin kita bisa melakukannya Ed?, Aku masih sangat takut untuk terluka, Aku_"
"Aku ingin kamu yang membantuku keluar dari masa laluku, aku ingin hanya Alena yang menguasai hati dan pikiranku, hanya Alena yang akan menjadi milikku, hanya Alena yang akan menjadi segalanya bagiku, hanya kamu Alena, bukan yang lain"
Alena sangat terkejut mendengar semua ucapan Edward, rasanya tidak percaya mendengar semua itu dari Edward
"Apa kau yakin dengan ucapanmu Ed?"
"Aku yakin, kamulah nantinya yang akan memiliki semua cinta dan hatiku, jadi aku mohon Al, berjuanglah bersamaku, Aku memohon padamu" ucap Edward sambil menggenggam tangan Alena,menciumnya dan membenamkan kepalanya di pangkuan Alena
Hati Alena terasa hangat dan nyaman, di belainya rambut Edward dengan lembut
"Baiklah, Aku memantapkan hatiku untukmu Ed, tolong ajari dan tuntun aku, aku akan menyerahkan segalanya untuk berjuang bersamamu"
Edward langsung mendongak dan menatap mata Alena dengan tersenyum
"Terimakasih Alena Bilqis Nugraha"
"Sama-sama Edward Runcel Eagle"
*
__ADS_1
Sementara itu ada sosok perempuan cantik di balik pintu kamar Alena tengah tersenyum bahagia, yah dia adalah Reyna, semua pembicaraan Edward dan Alena terdengar jelas oleh Reyna yang tak sengaja ketika akan masuk ke kamar Alena
"Alhamdulillah ya Alloh, beri mereka kekuatan untuk menjalani semuanya bersama, kuatkan ikatan hati dan cinta mereka dengan Ridho MU" batin Reyna dan segera beranjak pergi menuju ke kamarnya untuk memberitahukan berita bahagia ini ke Alex suaminya
"Dari mana honey?, eh, pakek senyum-senyum gitu, ada kabar gembira ni?" Ucap Alex menarik Reyna dalam pangkuannya
"Kabar bahagia banget honey, penasaran nggak?" Ucap Reyna sambil membalikkan badan dan kini berpangku menghadap Alex
"Banget, apa itu?"
"Alena dan Edward, mereka akhirnya mulai menyadari perasaanya"
"Oh ya, kok kamu tau, dari mana?"
"Tadi aku gak sengaja melihat Edward duduk di bawah kaki Alena yang ada di kasur, Edward meminta maaf ke Alena dengan sikapnya, Alena juga menyadari kesalahpahamannya, mereka berkomitmen akan saling belajar dan menguatkan hati dan perasaan cintanya"
"Alhamdulillah, Akhirnya, Alena mendapatkan laki-laki yang tepat, instingku memang tidak salah"
"Hem, kamu memang yang the best honey" ucap Reyna menggoda suaminya
Alex tersenyum dan menatap istri cantiknya yang berpangku tanpa jarak di dalam tubuhnya
"Tentu saja, aku the best, dan harus dikasih hadiah" ucap Edward mulai nakal memasukkan tangannya ke dalam baju Reyna dan meremas kedua gunung kembar istrinya
"Aku menginginkanmu honey" ucap Alex pelan
"Aku juga honey, emh" jawab Reyna tak kalah seksi
Alex mencium dan me*umat bibir Reyna, sementara tangannya melepas semua pakaian istrinya dengan pelan dan pasti, begitu juga dengan Reyna, tak kalah cepat tangannya memanjakan tubuh suaminya hingga tanpa busana, kegiatan panas berlangsung di sofa kamar dengan posisi masih berpangku
"Kita lakukan disini honey?" tanya Alex sambil mengecup bagian dada Reyna dan sesekali menyesap put*ng kedua gunung kembar istrinya
"Ohh, iya honey" jawab Reyna sambil mendesah menerima rangsan*an dari suaminya
Alex membantu Reyna mengangkat sedikit tubuh Reyna saat memposisikan miliknya untuk melesak masuk dan memenuhi lubang surgawi Reyna
"Akh!" Pekik Reyna saat merasakan sensasi luar biasa dari penyatuan yang dilakukan Alex
"Sakit honey?" Ucap Alex dengan lembut membelai rambut Reyna dan mendiamkan miliknya di dalam lubang surgawi istrinya
__ADS_1
"Engh, sedikit honey" ucap Reyna sambil menggigit bibir bawahnya
Alex menyentuh bibir Reyna dengan tangannya pelan, mencegah Reyna semakin dalam menggigit bibirnya, diraihnya wajah istrinya dan ******* bibirnya sambil kedua tangannya meremas kedua gunung kembar yang ada di depannya, lama kelamaan insting penyatuan dari tubuh Reyna mulai bereaksi, dengan pelan Reyna menggoyangkan panta*nya, semakin lama semakin cepat, kini rasa sakit berubah menjadi keni*matan seutuhnya
(Stop sampai disini saja, Author memberikan kebebasan pembaca traveling melanjutkan adegan setelahnya, hehehe)
*
Sementara itu dikamar Alena
"Bisakah kamu berdiri sekarang, aku tidak nyaman kamu berada di kakiku Ed, kamu suamiku" ucap Alena tersenyum manis
Edward langsung berdiri dan mengambil air yang dibawa tadi untuk Alena
"Ini minumlah, tadi aku meninggalkanmu untuk mengambil air minum di bawah"
"Em, jadi gitu, aku kira kamu mau kabur kemana tadi, hehe" sahut Alena setelah itu meminum Air yang masih ada di tangan Edward
"Gak tega, yang ditinggal kabur lagi nangis-nangis, minta di peluk" ucap Edward menggoda
"Ish, apaan sih Ed, yok kita ke kamar kamu" ucap Alena tiba-tiba membuat Edward heran
"Di kamarku, mau ngapain?" Edward penasaran
"Mau minta peluk sama suamiku" ucap Alena enteng
"Hah, Al, kamu serius, beneran kamu siap sekarang Al, hei Al, tunggu!" Edward masih tidak percaya dan segera mengejar Alena yang sudah berjalan masuk ke kamarnya
Sampai di kamar Edward mendapati Alena sedang membereskan kamarnya yang berantakan karena sempat gelut sama Alena tadi, Alena tertawa melihat Edward menatapnya bengong
"Bantu Ed, malah bengong, ini lihat kamarmu berantakan banget ini lo"
"Heh, iya-iya, aku bantu" ucap Edward dengan lesu
"Aku kira mau minta peluk beneran di kasur, eh ternyata, suruh beres-beres kamar" batin Edward, seketika raut wajahnya berubah drastis
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
__ADS_1
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE