Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 35


__ADS_3

Edward langsung ke resepsionis dan menanyakan letak kamar sesuai nomer yang di sebutkan


"Kapan Edward pesan kamar?" batin Alena masih tidak mengerti


Edward masih terus memegang pergelangan tangan Alena tanpa melepaskan sedikit pun


"Ed, jangan macam-macam, ini mau kemana sih?"


"Ke kamar hotel, memangnya mau kemana lagi?"


Jawaban Edward kali ini membuat Alena memutuskan untuk melarikan diri apapun yang terjadi


Alena langsung meronta dan menendang, berusaha lepas dari pegangan tangan Edward, namun apalah arti kekuatan bela diri Alena di banding dengan Edward, jadi bisa dipastikan Alena tetap akan kalah


Kali ini Edward di buat jengkel dengan kelakuan Alena


"Diam gak, atau mau aku telanj@ngi disini?!" ucap Edward


Alena langsung diam, dan menuruti langkah Edward


Sampai di dalam pintu kamar yang dituju, Edward langsung mengetuk pintu, melihat hal itu Alena bertambah bingung


"Ini bukan kamar bokingan kamu Ed?"


"Bukan, memangnya siapa yang boking kamar"


"Lha terus kita kesini ngapain?"


"Diam, kalau masih berisik, aku jual kamu, mau?"


Alena langsung terdiam sekaligus lega karena ternyata Edward tidak seperti yang Alena kira


Pintu kamar hotel terbuka oleh seorang laki-laki dan memberikan hormat kepada Edward untuk mempersilahkan masuk, Edward membawa Alena ikut kedalam kamar hotel exclusif yang sangat luas dilengkapi dengan sofa ruang tamu didalamnya, Edward dan Alena segera duduk berhadapan dengan orang misterius itu


"Maaf, apa wanita ini bisa saya percaya tuan?"


"Hem, aku yang jamin, dia akan merahasiakan semuanya"


Alena terdiam dan mulai ikut tegang, dirinya menyadari bahwa apa yang akan dibicarakan ini adalah hal yang sangat penting dan berbahaya


"Apa sebaiknya saya keluar saja?" Tanya Alena


"Jangan macam-macam, duduklah dan diam!" ucap Edward memperingatkan Alena, tentu saja Alena langsung terdiam seribu bahasa dengan kesal yang hanya bisa ditahan dalam hati


"Katakan, informasi penting apa hingga kau berani menyuruhku menemuimu!"


"Maaf tuan, tentang keterlibatan perusahaan otomotif Setya Rajawali Company dengan Royal Murrage Hospital, semua informasi yang anda butuhkan ada disini" orang itu menyerahkan Map dan flashdisk ke Edward


"Jadi kau berhasil mendapatkan semuanya?"

__ADS_1


"Iya tuan, tapi penyamaran saya terbongkar, jadi saya segera lari dan terus menyembunyikan diri, mereka kini memburu saya tuan"


Edward menatap tajam kearah laki-laki tersebut


"Shit, ini sangat berbahaya, aku berharap tidak ada yang tau tentang keberadaan kita sekarang"


"Semoga saja tuan, saya akan segera pergi keluar negeri hari ini, terimakasih semua jasa dan bantuan tuan Edward kepada keluarga saya selama ini, keluarga saya semua sudah bisa hidup mapan dan berkecukupan di London"


"Sudahlah, sekarang cepat selamatkan dirimu, aku akan keluar dan segera pulang, perasaanku tidak enak"


"Baik tuan, oh ya tuan, soal keterlibatan Dokter Amelia Veronika Setiawan, ternyata anak adopsi dari Jordi Setiawan, pemilik Setya Rajawali Company, dia juga mengalami kekerasan dari keluarga itu sejak kecil"


Alena langsung terperanjat saat mendengar kenyataan nama teman kerjanya di Royal Murrage Hospital terlibat dalam masalah yang Alena sendiri belum mengerti


Tubuh Alena menegang, dan Edward bisa melihat raut kecemasan dalam diri Alena, tanpa Edward sadari tangan kirinya reflek menggenggam tangan kanan Alena untuk memberikan ketenangan


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Edward


"Ya, aku baik-baik saja" jawab Alena


Laki-laki didepannya hanya tersenyum melihat interaksi Edward dan Alena


"Baiklah, aku pergi dulu, terimakasih untuk semuanya, kabari aku kalau kamu sudah sampai di tempat tujuanmu"


"Baik tuan Edward, berhati-hatilah"


"Hem, kau juga"


Kali ini Alena sempat terkejut saat tiba-tiba Edward menariknya cepat ke pintu tangga darurat


"Stt, diam, jangan bersuara" ucap lirih Edward yang tubuhnya mengungkung dan menempel di tubuh Alena, jantung Alena makin berdetak kencang antara rasa takut dan rasa tak karuan berada di dalam Kungkungan tubuh Edward yang tidak berjarak


Sesaat keduanya saling terdiam, ada beberapa orang mendekat ke arahnya dan berbincang


"Apa kau benar melihat orang yang kita cari?"


"Iya, tadi sepertinya saya melihat berjalan ke arah sini, apa mungkin sudah masuk ke lif?"


"Sial, kali ini kita kehilangan kesempatan untuk melenyapkannya"


"bagaimana dengan penghianat itu, apa kau juga menemukannya di kamar hotel ini?"


"Sudah, ayo kita habisi dia, kali ini tidak akan aku ampuni"


Setelah percakapan itu, keadaan sunyi kembali, menandakan orang-orang itu sudah pergi


Edward dan Alena bisa bernafas lega,


"Ed, aku gak bisa nafas" ucap Alena

__ADS_1


"Oh iya, maaf"


Saat Edward ingin bergeser tiba-tiba terdengar suara teriakan


"Hei siapa di dalam!"


Suara teriakan dari para penjahat tadi


Tanpa berpikir lagi Edward dengan cepat mendorong tubuh Alena ke tembok dan segera *****@* bibir Alena, tangan Edward memegangi tangan Alena yang Ingin memberontak, Edward terus melakukan ciuman panas, bahkan lidahnya berusaha masuk mencari milik Alena, mata Alena membulat tak percaya dengan apa yang dilakukan Edward, namun perlahan dia terasa terhipnotis dengan permainan Edward


Ceklek


Pintu darurat di buka seseorang itu dengan kasar, sementara Edward terus melakukan Aktifitas panasnya dengan Alena, orang itu melihat apa yang dilakukan mereka berdua


"Sial@n kalian, berbuat mesum disini!"


Ucap salah satu penjahat itu, dan segera memberikan kode ke temannya untuk segera pergi dari tempat itu


Setelah kepergian orang-orang itu, Edward masih melakukan dan menikmati sensasi ciumannya terhadap Alena, menyadari orang-orang itu sudah pergi dan Edward masih melakukan ciuman panasnya, Alena langsung menendang kaki Edward dengan keras


"Awh !"


Edward langsung menghentikan ciumannya dan teriak kesakitan sambil memegangi kakinya yang di tendang oleh Alena


"Kau ini bar bar sekali jadi wanita Al"


"Rasain, seenaknya aja nyosor mulut orang, dasar otak mesum kau Edward!"


Oceh Alena sambil memukuli tubuh Edward


"Diam, itu tadi terpaksa aku lakukan, biar kita selamat, gak lihat mereka semua bawa senjata Api, mau kamu mati di tembak disini !" bentak Edward menghentikan pukulan Alena


"Ya tapi, kenapa harus nyium beneran, bisa kan nyium biasa aja, gak pakek gituan"


"Gituan apa?"


"Itu pakek gigit bibir sama mainin lidah, aku jijik tau!"


"Jijik apa nikmat !"


"Edward!"


Teriak Alena dengan wajah yang memerah menahan rasa yang malu, jengkel dan entahlah, hanya Alena yang tau


"Sudah, ayok kita pulang sebelum mereka kembali lagi"


Alena segera berlari menyusul langkah Edward dan kini sudah berpegangan di lengan Edward, akhirnya mereka sudah sampai di mobil, segera masuk langsung meluncurkan mobilnya menuju Apartemen


Sampai di area parkir Apartemen Alena langsung buka pintu mobil dan berlari menuju pintu lif, berharap Alena lebih dulu masuk dan tidak bareng dengan Edward, namun sayang sekali pintu lif lama sekali membuka hingga akhirnya Edward ada tepat di belakang Alena

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih, jangan lupa jejak dukunganya (like komen, vote dll)


__ADS_2