
Raka dan Anggel kini sudah bersiap mengumumkan suatu hal yang penting yaitu tentang kehamilan Anggel, semua kini serius terdiam dan bersiap mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Raka
"Baiklah, akan aku beritahukan kabar bahagia keluarga kami, dari hasil pemeriksaan oleh dokter kandungan hebat Delia Saraswati, Anggel di pastikan Hamil 4 Minggu"
"Alhamdulillah!" Ucap Edward, Daniel dan Kaisar
"Subhanallah" ucap Ratu
"Alloh hu Akbar!" Ucap Alena terkejut dan kemudian langsung berdiri dan memeluk Anggel, begitu juga dengan Ratu yang ikut merasakan kebahagiaan di hari itu
Sementara Edward langsung menyalami Raka dan mengucapkan selamat kemudian memeluknya sebentar, Daniel juga melakukan hal yang sama dan terakhir disusul oleh Kaisar yang memeluk erat Raka sebagai teman kerja dan juga sahabat baiknya
"Rasanya, Aku masih tidak percaya dengan keajaiban ini Raka" ucap Daniel
"Saya juga pak Daniel, Alloh akhirnya menjawab doa kami" jawab Raka sambil tersenyum bahagia
"Kuasa Alloh memang diatas Segalanya, aku berharap keajaiban sebentar lagi datang menghampiri ku" sahut Delia yang kini tengah di genggam erat tangannya oleh Daniel
"Amin, pasti Honey, kita hanya perlu bersabar, berdoa dan terus berusaha" jawab Daniel dan kemudian mencium punggung tangan istrinya
"Pasti Alloh akan membantu setiap umatnya, apa yang ditakdirkan adalah yang terbaik untuk kita" ucap Edward
"Iya, itu benar sekali, harus lebih banyak bersyukur lagi Niel, takdir apapun yang nantinya di berikan buat kita, itu adalah hal baik yang harus kita jalani" sahut Kaisar
Anggel bersyukur malam ini bisa berkumpul dengan teman-teman yang bisa menguatkan satu sama lainya, sementara itu Ailina yang tiba-tiba nongol di dekat Mommy nya langsung berteriak memberikan selamat ke Anggel, hingga membuat semua terkejut dan tertawa
"Ya sudah, yok semuanya makan malam, Ailin juga ya" ucap Anggel
"Ok mama Anggel, aku panggil semuanya dulu yah, oh iya Mom, habis makan kita boleh main game ya?" Tanya Ailina
"Boleh, tapi makan dulu ya" jawab Alena
"Makasih Mommy cantikku"
CUP
Ailin mencium pipi Alena kemudian pergi menuju ruangan bermain dan memberitahu semuanya untuk ikut makan malam bersama
Delia yang sangat menyukai anak-anak kecil itu segera membantu mereka untuk mengambil makanan yang mereka sukai, keadaan semakin ramai ketika semuanya saling bantu dan ada juga yang tertawa melihat tingkah lucu anak mungil Kaisar
"Jangan ada yang berebut ya, masih banyak ni Sop Iganya, mama Anggel buatkan lebih banyak untuk kalian semua" teriak Anggel
"Kamu jangan kecapekan Anggel, biar aku ma Alena saja yang bantu" ucap Delia
__ADS_1
"Sorry ya, aku gak bisa ikut bantu dulu, nih nyuapin Queen dulu" sahut Ratu
"Udah, kamu urus saja si cantik Queen yang masih kecil banget itu" ucap Anggel
Anggel yang tidak enak untuk diam saja akhirnya memutuskan untuk ikut membantu, hingga terjadi suatu insiden, tiba-tiba saja tempat Sop panas itu tanpa sengaja tersenggol tangan Anggel dan terjatuh
"Awas!"
"Anggel!"
"Aaa!"
Dan saat semuanya berteriak terkejut melihat kuah Sop panas akan mengguyur tubuh Anggel, tiba-tiba saja tempat Sop dan kuahnya terhenti di udara sebelum sempat menyentuh tubuh Anggel
Semuanya sangat terkejut, Raka langsung menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya, keduanya melihat tempat Sop dan kuahnya masih terhenti di udara, begitu juga dengan Kaisar dan Ratu yang melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang
Edward dan Alena saling memandang dan segera menoleh ke arah anak-anak mereka, dan semuanya kini terjawab, Alena merasakan nafasnya terasa sesak seketika ketika melihat kedua mata biru Ailina bersinar terang kebiruan sambil menatap kearah tempat Sop dan kuahnya masih terhenti di udara
"Honey, Ailin!" Ucap Alena pelan dan masih shock
"Tenanglah Bee, jangan mengagetkannya, dia masih konsentrasi mengontrol kekuatannya"
Kini semuanya perlahan menatap ke arah Ailina, sungguh pemandangan yang menakjubkan, mata indah Putri kecil Alena bersinar terang, sontak semuanya langsung melongo tak percaya, bahkan mereka merasakan dahsyatnya kekuatan Ailin hingga membuat merinding
Tidak dengan Ethan dan Evan yang merasakan itu biasa di saja, kedua anak kembar itu berjalan santai mengambil tempat Sop dan membenarkan letaknya di bawah air SOP yang mengambang di Udara
Dan Ailin langsung mengedipkan matanya, seketika sinar matanya meredup perlahan dan kuah Sop panas sudah berada di tempatnya kembali dengan aman
Ailin terdiam menatap kedua orang tuanya dengan wajah takut akan di marahi
"Maaf Mommy, Dady, Ailin hanya berniat membantu mana Anggel agar tidak celaka" ucap Ailin sambil menunduk
Edward segera beranjak dari duduknya menuju ke arah Putri cantiknya kemudian memeluk dengan Erat, Alena yang masih terdiam dan shock segera di sadarkan oleh pelukan kedua anak laki-lakinya
"Mom, jangan marahi Ailin ya" ucap Evan
"Ailin hanya spontan saja mengeluarkan kekuatannya untuk membantu Mama Anggel Mom" ucap Ethan
Semuanya masih terdiam sambil mengatur nafas masing-masing, Kaisar sudah bersiap akan membela Ailina dari amukan Alena kalau sampai itu terjadi, Ratu menghentikan Kaisar saat melihat Alena kini tersenyum dan kini berjalan mendekati Ailina dan mencium kedua pipi Putri cantiknya
"Mommy tidak marah sayang, Ailin tidak usah takut, terimakasih sudah menyelamatkan mana Anggel ya" ucap Alena yang kini sudah mendekap erat putrinya
Ethan dan Evan langsung berlari menyusul Mommy nya dan mereka pun ikut memeluk Ailina, Semuanya terharu melihat Edward, Alena dan ketiga anaknya saling berpelukan
__ADS_1
"Sudah-sudah, yok kita bersulang untuk si cantik Ailina yang sudah menyelamatkan Anggel" ucap Raka yang kini sudah mengangkat gelas yang pasti bukan berisi minuman beralkohol
Semuanya tersenyum dan bersulang, begitu juga dengan Edward dan keluarganya yang kini sudah ikut bersulang bersama dengan yang lainnya, Acara makan malam pun berlanjut dengan penuh kehangatan
Ada sedikit rasa sesak dan kekhawatiran yang di rasakan oleh Alena hingga kemudian dirinya pamit berjalan ke kamar mandi membasuh mukanya untuk menenangkan diri
"Ya Alloh, lindungilah anak-anakku, jangan sampai mereka menggunakan kekuatannya yang bisa melukai orang lain" ucap lirih Alena sambil meneteskan air mata
Edward merasakan apa yang dialami oleh Istrinya, dan segera menyusul istrinya masuk ke dalam Toilet, di peluknya Alena yang masih menangis lirih di depan closed
"Bee, tenanglah, aku tau apa yang kau khawatir kan, mereka akan baik-baik saja" ucap Edward
"Aku takut kekuatan mereka di manfaatkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab Honey, aku takut mereka terluka dan melukai orang lain"
"Iya, aku mengerti, tapi kita bisa apa, mereka juga tidak pernah meminta untuk mempunyai kekuatan sebesar itu, aku yakin Alloh menitipkan kekuatan spesial untuk orang-orang yang spesial juga, karena hanya anak-anak kita yang mampu menerima kekuatan sebesar itu" ucap Edward
Alena akhirnya terdiam dan bisa tenang kembali, Edward menatap wajah istrinya lekat sambil tersenyum, diusapnya lembut pipi Alena untuk menghilangkan bekas air matanya, perlahan Edward mencium kening, mata, hidung dan bibir istrinya dengan lembut, Edward menggoda istrinya dengan melu*mat bibirnya dan menggigitnya agak keras
"Aw, honey sakit!" Teriak Alena
Edward terkekeh dan kemudian memeluk tubuh istrinya
Sementara itu Daniel dan Kaisar yang masih menunggu di depan Toilet untuk mengantri, langsung saling pandang dan berfikir yang tidak-tidak
"Bangsat ini Edward, kita sudah kebelet, malah berbuat yang aneh-aneh di dalam" ucap Daniel
"Dasar mereka ini, gak tau tempat sekali" sahut Kaisar
Dan saat itulah pintu terbuka, terlihat Edward dan Alena yang hendak keluar bareng, terkejut melihat wajah kedua sahabatnya tampak Aneh di depan pintu Toilet, Alena tertawa melihat wajah Absurt keduanya dan pergi meninggalkan tempat itu sambil berkata
"Otak kalian jangan nge*res, kita tidak berbuat apapun didalam"
Edward terkekeh melihat ekspresi Daniel dan Kaisar yang kemudian saling pandang
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE LEBIH DARI SATU KALI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE