
Seperti pagi biasanya, Alena sudah menyiapkan diri untuk berangkat kerja bersama dengan Edward Suaminya, selesai sarapan pagi Alena membereskan semuanya lalu digandeng mesra oleh suaminya masuk ke dalam mobil dan siap untuk melakukan aktifitas pekerjaannya
"Bee, apa kau tidak merasakan sesuatu tentang Arini?"
"Maksudnya?"
"Aku hanya agak khawatir dengannya, sepertinya dia mulai menggantungkan hidup ke kita karena tidak punya pekerjaan"
"Apa kau keberatan honey?" Goda Alena
"Bee, bagaimanapun Arini itu orang asing yang kita tolong, apa kau tidak menyadari aku mulai menghindari nya?" Tanya Edward
"Hehehe, tentu saja aku tau honey, ingat Ambar pernah mengatakan kalau kamu adalah pasangan ibunya?" Tanya Alena
"Iya, lalu?"
"Aku tidak bodoh Honey, gadis kecil se usia Ambar itu sangat polos, tidak akan punya pemikiran seperti itu kalau tidak ada yang memberi tahunya"
"Jadi maksud mu, Arini yang memberitahunya?"
"Bisa iya, bisa tidak, tapi gak ada salahnya kalau kita juga mawas diri, pesona suamiku sangat luar biasa, jadi harus berhati-hati" ucap Alena sambil tersenyum dan membuat Edward makin gemes dengannya
"Dasar, kau ini, memuji suami sendiri hem?" Ucap Edward sambil menciumi wajah Alena
"Aku akan membantunya mencarikan pekerjaan agar Arini segera mandiri menghidupi dirinya dan Ambar, dengan begtu mereka tidak akan menggantung kan diri dengan kita honey"
"Aku setuju Bee, istriku memang yang terbaik" ucap Edward yang kini kembali menciumi wajah istrinya
"Sudah honey, bedak ku luntur semua ini" ucap Alena berusaha menghindari Edward namun tentu saja percuma, bukan melepaskannya malah makin mendekap dan kini melu*mat bibir Alena dengan lembut dan dalam
Tak lama kemudian keduanya di kejutkan dengan suara pengawalnya yang memberi tahu bahwa sudah sampai di tempat kerja Alena, dengan wajah yang kecewa akhirnya Edward melepaskan Alena
"Ada apa dengan wajahmu Honey?"
"Aku masih kangen Bee, bisakah kau ikut saja ke perusahaan dan menemaniku hari ini?"
Alena bukanya menjawab tapi malah terkekeh melihat tingkah manja suaminya
"Bee, jawab, jangan hanya tertawa" ucap Edward
"Jaga sikapmu honey, gak malu kamu sama pengawal dan juga Kaisar, mereka sepertinya menahan diri untuk tidak menertawakan mu"
"Sh*it!, Dasar mereka selalu ikut campur urusanku, ya sudah Bee, aku kerja dulu, kamu hati-hati ya" ucap Edward kemudian melakukan mobilnya menuju ke perusahaan tempatnya bekerja
Sementara Alena masuk ke dalam Rumah Sakit tempatnya bekerja di dampingi oleh Kaisar
*
Daniel sudah bersiap berangkat ke kantor, namun sang mommy segera mencegahnya dan mengajaknya untuk sarapan terlebih dahulu
__ADS_1
"Nanti siang ajak Delia bertemu dengan kita di sini, mommy dan Dady akan menunggu"
"Uhuk-uhuk"
Daniel tersedak makanan saat tiba-tiba saja mommy mendadak ingin bertemu Delia siang ini
"Mom, mendadak banget sih, aku belum Kasih tau Delia Lo, paling dia pulang juga agak sore Mom" jawab Daniel
"Gak masalah, mau sore, siang malam, pokoknya hari ini mommy harus ketemu Delia, kalau gak kamu bawa kesini, mommy yang akan ke Rumah Sakit"
"What!, Oke oke mom, sabar ya, nanti pasti aku ajak Delia ke sini" jawab Daniel
Tak lama kemudian Daniel sudah berangkat menuju ke tempat kerja , sambil pusing tujuh keliling yang harus menuruti keinginan mommy nya, hingga akhirnya masuk ke dalam ruangan Edward dengan wajah lesunya
"Ada apa kamu Niel?" Tanya Edward
"Aku lagi suntuk sama kelakuan mommy ku Ed, suka sekali bikin anak satu-satunya ini jantungan"
"Memang ada apa?" Tanya Edward
"Mommy sama Dady semalam baru Sampek Jakarta Ed, salam buat kamu dari mereka"
"Waalaikumsalam, memang nya ada kepentingan apa Sampek harus datang sendiri ke Indonesia?"
"Pengen ketemu sama Delia, nanti siang, ditunggu di mansion, pasti Delia terkejut dan menghajar ku nantinya" ucap Daniel
"Dasar kau ini, suka sekali membuat ku menderita" ucap Daniel
Kemudian Daniel langsung meminta izin ke Edward nanti siang pulang duluan untuk membawa Delia ke mansion untuk bertemu dengan ke dua orang tuanya.
*
Alena sudah menyelesaikan tugasnya siang hari ini dan kini dirinya sudah siap berkemas untuk ijin istirahat, hingga kemudian datanglah Delia yang kini sudah duduk si depan Alena
"Kak Del tumben bisa nyamperin aku ke sini?" Tanya Alena
"Iya, tadi pasien ku tidak seberapa banyak, jadi aku bisa ketempat mu Al"
Keduanya kini berbincang sebentar sambil menunggu Alena berkemas untuk segera menuju ke kantin, keduanya kini berjalan di kawal oleh Kaisar menuju ke Kantin untuk makan siang, setiba disana langsung memesan makanan dan mengobrol ringan bertiga
Tak lama kemudian terdengar suara panggilan dari Handphone Delia, saat dilihat rupanya dari Amaya, panggilan di rubah dalam bentuk video Call oleh Amaya dan Delia, Amaya sangat senang ternyata di sana juga ada Alena, dengan antusias Amaya mengatakan akan melakukan acara 7 bulanan kehamilannya, dan berencana untuk mengundang Delia, Alena dan juga Raka
"Kami gak janji ya Am, tapi kita usahakan nanti akan datang" ucap Alena senang
"Iya Al, aku tunggu kedatangan Kalian" ucap Amaya
Rasa kangen dengan persahabatan mereka membuat ketiganya berbincang sambil tertawa dan kadang juga menangis terharu, hingga kemudian Amaya menyudahi panggilannya
"Oh iya Kai, aku dengar Kirana kini sudah sering ikut mamaku keluar kota membantu acara fashion show" tanya Delia
__ADS_1
"Iya, anak itu semakin menyukai dunia pekerjaannya" jawab Kaisar
"Syukurlah, Kirana makin berkembang kemampuannya dalam bekerja" ucap Alena
"Hem, aku juga ikut senang, dia tidak mengecewakan mama mu Del" ucap Kaisar
"Oh, iya kak, di tempat mamanya kak Del, gak butuh pekerja lagi?" Tanya Alena
"Emm, kurang tau sih, cuman katanya masih butuh, aku dengar sih begitu, memang kenapa Al?" Tanya Delia
"Kak Del ingat Arini yang dulu aku pernah cerita nggak, wanita dengan satu anak yang memprihatinkan yang aku tolong" ucap Alena
"Oh, iya, ingat, memang kenapa?"
"Iya itu kak, dia kan dulu pernah kerja jadi pelayan lalu di berhentikan, kini Arini bingung menghidupi anaknya karena tidak ada pekerjaan, sementara ini sih, aku sama Edward yang menunjang kehidupannya"
"Oh, jadi gitu, nanti aku tanyakan dulu ke mamaku ya Al, barangkali masih ada" ucap Delia
"Iya kak, makasih" ucap Alena
Ditengah perbincangan itu tiba-tiba saja datanglah Daniel dengan langkah yang sedikit cepat ke arah Delia, lali kemudian segera menyeret kekasihnya itu untuk segera ikut dengannya, Alena dan Kaisar ikut terkejut melihat tingkah Aneh Daniel yang baru saja datang dan menyambar Delia
"Eh, tunggu Niel, emang kita mau ke mana?" Tanya Delia
"Ikut aja deh pokoknya, gawat ini, penting!" Ucap Daniel
"Iya, tapi tunggu bentar, aku beresin dulu ini, aku juga masih pakek pakaian kerja gini" jawab Delia
"Aduh Del, nggak apa-apa itu, gak usah ribet deh ah, yang penting kita jangan Sampek terlambat" ucap Daniel
"Oke oke, kalian aku tinggal dulu ya, pesanan makanan ku tolong ndi cancel kan!" Teriak Delia yang sudah di tarik oleh Daniel
Alena dan Kaisar hanya tersenyum ambil menggelengkan kepala saling menatap melihat tingkah aneh sepasang kekasih itu, Kaisar beranjak dari duduknya kemudian mencari pelayan Kantin untuk membatalkan pesanan Delia dan duduk di meja lain tak jauh dari tempat Alena
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1