
Edward segera bergegas pergi meninggalkan Rumah Sakit setelah menemani makan bocah kecil bernama Ambar, langkah kakinya kini di percepat karena tanpa terasa ternyata waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dirinya baru tersadar handphone nya mati saat akan menghubungi Alena, sebelumnya Edward sudah menyuruh salah satu anak buahnya untuk tinggal mengawasi dan membantu Arini
Hingga tak lama kemudian Edward sudah sampai di kediamannya, pintu terbuka dengan pelan, dirinya melangkah masuk kedalam dan sangat terkejut melihat Alena sedang tertidur di sofa ruang tengah menunggu nya, Edward menghampiri istrinya kemudian mencium keningnya perlahan
Alena terbangun saat merasakan ada yang menyentuh dirinya, dibukanya mata perlahan dan didepannya sudah ada wajah tampan suaminya sedang tersenyum menatapnya, sejenak Alena menikmati pemandangan indah itu hingga kemudian dirinya membalas senyuman suaminy
"Baru datang Honey?" Tanya Alena sambil bangun dan duduk
"Iya Bee, maaf aku ada urusan mendadak tadi, supirku tidak sengaja menabrak seorang wanita dan aku membawanya ke Rumah Sakit, hingga pulang larut malam"
"Ya Alloh Honey, terus?"
Edward kemudian duduk disamping istrinya, dia menceritakan semua kejadian yang menimpa wanita yang dia tabrak, Alena ikut terbawa suasana ketika Edward juga menceritakan betapa nasip Arini dan Ambar sangat memprihatinkan, hingga dia akhirnya membantunya
"Ya Alloh honey, kasian sekali nasip Arini ya, eh sebentar, kok namanya seperti pernah dengar, siapa ya, aku lupa"
"Benarkah, tapi nama Arini itu banyak Bee, maaf ya, aku pulang terlambat dan sudah membuat mu menungggu"
"Gak apa-apa honey, yang penting kamu pulang dengan selamat, aku lapar, pesanan ku gak lupa kamu belikan honey?"
"Ha, ya Tuhan, Aku lupa Bee, maaf, sungguh aku benar-benar lupa"
"Ya sudah gak apa-apa, aku lapar, kamu sudah makan honey?"
"Kebetulan sudah Bee, maaf ya, tapi janji aku temani kamu makan sampai selesai"
"Okey, ganti baju dulu Honey, aku siapkan makan ku dulu"
Edward segera masuk ke dalam kamar, untuk membersihkan diri, berganti pakaian dan kemudian segera turun kebawah untuk menemani Istrinya makan malam, Alena menikmati makan malam nya dengan lahap karena perutnya sudah sangat kelaparan, Edward tersenyum melihat tingkah ibu hamil di depannya
"Sini aku suapi" ucap Edward sambil merebut sendok dari tangan Alena
"Oke, Haa" Alena segera membuka mulutnya untuk meminta suapan dari suaminya
*
Malam itu Danil menelpon kedua orang tuanya dan memberitahu tentang hubungannya dengan Delia, niatan baik untuk segera menikah dengan kekasihnya diutarakan juga kepada orang tuanya, kedua orang tua Daniel sangat senang mendengar kabar baik yang di bawa oleh anaknya
"Good boy, Dady akan segera datang ke Indonesia secepatnya"
"Thanks Dad, aku berharap Dady dan Mommy segera kesini"
"Rupanya kau sudah tidak sabar ya?" Ucap Mommy nya
"Apa mommy lupa, ingin segera punya cucu dariku?"
"Hahaha, tentu saja my boy, mommy sangat mengharapkan hal itu, bahkan ingin 5 cucu darimu, bagaimana?"
"Oh my God mommy, lima anak itu bukan hal yang mudah"
"Hahaha, benarkah?" Ucap sang Dady
__ADS_1
"Membuatnya, aku dan Delia sanggup setiap hari Dad, tapi kalau hamil, apa kata Delia"
"Good, rupanya sang Daniel sudah Bucin sekarang" ucap mommy nya
Daniel tertawa mendengar perbincangan dan candaan dari kedua orang tuanya yang kini masih ada di luar negeri, perbincangan itu pun akhirnya selesai dan Daniel segera menutup handphone nya, direbahkan tubuhnya di atas kasur sambil tersenyum membayangkan Delia sebentar lagi akan menjadi istrinya, hingga kemudian terdengar suara panggilan dari Handphonenya
"Halo, ada apa Cell?" Ucap Daniel berusaha bersikap biasa, walau dalam hatinya dia sudah benar-benar ingin menghajar sahabatnya itu
"Niel, aku memutuskan untuk kembali padamu dan berhenti sementara waktu dari pekerjaan ku, aku memilihmu Daniel"
"Benarkah, apa kamu tidak akan menyesal dengan keputusanmu?"
"Tidak, aku sudah memastikan langkah hidupku bersamamu Niel, sungguh"
"Baiklah, kita akan bertemu besok malam untuk membicarakannya, bagaimana?"
"Tentu saja Niel, aku setuju"
"Ya sudah sebaiknya kita beristirahat dulu, ini sudah larut malam, besok kita ketemu lagi Cell"
"Baiklah Daniel, Miss you"
"Miss you too" ucap Daniel yang sebenarnya mual mendengar suara Cellin yang terdengar manja dan menjij*ikkan baginya
Setelah menutup handphone nya Daniel tersenyum tipis, besok baginya adalah hari bersejarah dimana dia akan memberikan pelajaran tak terlupakan ke sahabatnya itu agar menjadi efek jera dan tidak menggangu kehidupannya lagi, setelah itu Daniel menghubungi Raka kembali untuk memastikan sesuatu
*
Masih Dengan telaten Edward menyuapi Alena sampai akhirnya habis tak tersisa, diambilnya air minum untuk istrinya kemudian membersihkan mulut Alena, setelah selesai makan, Alena berniat untuk berjalan ke sofa di depan Tv untuk duduk sebentar sampai sampai makannya terserap kemudian akan melanjutkan beristirahat
"Honey Geli ini" ucap Alena saat tangan suaminya kini sudah mulai kemana-mana
"Bagaimana kabar anak-anak ku didalam sana Bee?" Ucap Edward menyudahi aksinya kemudian memeluk erat tubuh istrinya
"Baik, mereka nyaman sekali di dalam sana, ya kan dek?" Jawab Alena sambil tersenyum ke suaminya
"Berapa lama lagi kita akan disini Bee?"
"Kenapa, tunggu satu jam lagi honey, aku habis makan, kemudian kita beristirahat"
"Bee?"
"Iya honey, ada apa?"
"Apa kau tidak merindukan ku?" Tanya Edward dan membuat Alena menoleh ke arah suaminya
"Tentu saja, aku setiap hari merindukanmu honey, memang kenapa?"
"Apa!, Lalu kenapa kamu tidak bilang, aku kan bisa setiap hari memenuhi has*rat mu Bee" ucap Edward sukses membuat istrinya membelalakkan mata
"Kau ini Honey, dasar otak mesum" ucap Alena sambil tersenyum geli melihat wajah suaminya yang sudah berga*irah
__ADS_1
"Siapa yang mesum, kamu sendiri kan yang bilang tiap hari merindukan ku"
"Iya honey, tapi bukan ke sana juga arah pembicaraanku, dasar kau ini"
CUP
"Mmmh"
Bibir Alena kini langsung mendapat serangan ciuman dan ******an dari Edward
Rupanya Edward sudah tidak bisa menahan has*ratnya lagi, di lum*atnya bibir istrinya dengan lembut dan dalam, kini mulai terdengar desa*han dari bibir istrinya saat tangannya mulai aktif bergerak meremas bukit kembar Alena, tidak sampai disitu, Edward kini membelai lembut bagian int*im istrinya untuk menciptakan kehangatan disana, sejenak Edward memindahkan tangannya untuk mengelus perut istrinya dan menciuminya beberapa kali, belaian tangan Edward kini sudah mampu membuat Alena bergerak kesana kemari sambil mende*sah berkali-kali
Di tengah remasan tangan di bukit kembarnya, Alena merasa sudah sangat menginginkan Suaminya untuk masuk ke dalam dirinya
"Honey, sshh, emmh"
"Kau sudah menginginkannya Bee?" Ucap Edward lembut ditelinga Alena
Alena segera mengangguk dan menciumi leher suaminya dengan sesekali memberikan gigitan di sana
Edward langsung menggendong istrinya membawanya masuk ke dalam kamar, diturunkannya tubuh Alena perlahan hingga kini keduanya berdiri saling berhadapan, dicium dan dilum*atnya kembali bibir Alena, tangan Edward bermain di bukit kembar dan di bagian int*im istrinya, ******* dari keduanya kini sudah terdengar saling bersahutan, tubuh Alena di dorong pelan ke tembok oleh Edward, sedikit berjongkok Edward langsung menciumi bukit kembar istrinya sambil sesekali mensesap dan menggigitnya pelan
"Oohh, Honey, masukkan dari belakang biar lebih mudah, sshh"
"Kau sudah siap Bee?, sshh, Oohh"
Alena mengangguk, kemudian Edward membalikkan tubuh istrinya menghadap tembok, tangannya kini berada di bukit kembar istrinya dan mengelus perutnya untuk memberikan ketenangan kepada para junior yang ada di dalam sana
Alena menahan tubuhnya dengan kedua tangan yang menempel ke tembok, kemudian dia merasakan kenikmatan saat sesuatu yang keras milik suaminya masuk perlahan ke dalam in*timnya
"Ooh, honey!"
"Sebentar lagi menjerit lah Bee, jangan ditahan hem"
Edward kini membuat guncangan di tubuh Alena saat miliknya keluar masuk ke dalam diri Istrinya, desa*han dan teriakan nikmat kini saling bersahutan, Edward masih terus memegang pinggang Alena dan memperkuat tempo gerakannya dari belakang, hingga akhirnya teriakan puncak kenikmatan dari keduanya terdengar bersamaan
"AAH!"
Keduanya menikmati kepuasan yang nyata hingga Edward dan Alena akhirnya tertidur pulas diatas tempat tidur dengan saling berpelukan
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat (hari ini UPDATE lebih dari satu kali, di tunggu ya)
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE