Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 216


__ADS_3

Kini malam semakin larut, semua tamu undangan satu persatu sudah melangkah pergi meninggalkan gedung pernikahan itu, keluarga dari Ratu dan juga Kaisar menuju ke kamar hotel yang sudah disiapkan untuk mereka beristirahat


Alena dan Edward kali ini tidak bisa ikut menginap di hotel karena anak-anaknya yang masih terlalu kecil dan tidak mungkin ditinggalkan begitu lama


"Aku pulang dulu Kai, Ratu" ucap Alena


"Iya, terimakasih sudah mendampingiku di acara paling bahagia ini Al" ucap Kaisar


"Kau ini bicara apa, tentu sebagai keluarga mu aku pasti akan mendampingi mu Kai"


Edward datang dan memeluk istrinya


"Sudah siap Bee?, mobil dah di depan"


"Oke, kita pulang dulu ya Kai" ucap Alena


"Aku pulang dulu Kai, pelan-pelan saja nanti kalau menikmati Istrimu, jangan terlalu menyakiti nya Kai" bisik Edward saat berpelukan sebelum berpisah


"Dasar kau ini!" Jawab Kaisar sambil tersenyum


Alena dan Ratu saling pandang tidak mengerti dengan apa yang ditertawakan suami mereka masing-masing, kini Alena dan Edward sudah masuk mobil meluncur pulang ke kediamannya


Kaisar tersenyum menatap istrinya lalu merangkul pinggangnya berjalan masuk menuju kamar penganten yang sudah disiapkan di dalam hotel itu


"Sebaiknya kamu membersihkan badan dulu Yang, atau kita mandi bersama?" ucap Kaisar


"Ha, nggak usah yang, aku mandi duluan" ucap Ratu sambil berlari masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mengunci pintunya, Kaisar tertawa melihat kelakuan istrinya yang nampak ketakutan saat di ajak mandi bersama


Setelah membersihkan diri, Ratu berjalan ke balkon sambil minum jahe hangat dan cemilan malam yang di buatkan oleh pihak pelayanan di hotel, tak lama kemudian Kaisar menyusul Ratu di balkon dan memeluk istrinya dari belakang, sambil menikmati pemandangan indah dari sana


Dengan lembut Kaisar mencium tengkuk istrinya, Ratu terdiam ketika mendapat perlakuan hangat dari suaminya, tubuhnya terasa kaku dan terbakar perlahan-lahan, Kaisar membalikkan tubuh istrinya dan kini keduanya saling berpandangan


Ratu tersenyum ke arah Kaisar, sesaat kemudian memandang kembali keindahan alam yang terpampang di depannya, Kaisar semakin tidak tahan melihat magnet yang ada di tubuh Istrinya, perlahan Kaisar mendekati dan menarik perlahan tubuh istrinya kembali, Kaisar mencium lembut bibirnya, Ratu semakin bergetar saat Kaisar memperdalam luma*tannya, mensesap seluruh bibirnya


Ratu menarik nafas dalam-dalam saat Kaisar melepas tautan bibirnya sesaat, dirinya merasakan bibirnya kini membengkak karena perbuatan suaminya, Kaisar mengusap lembur bibir Ratu dengan jarinya sambil tersenyum melihat wajah Ratu yang tersipu malu


"Aku sangat menyukai bibirmu yang" ucap Kaisar


"Kenapa?"

__ADS_1


"Rasanya sangat manis" ucap Kaisar


Sesaat kemudian kaisar membawa tubuh Ratu kedalam dekapannya lagi, kali ini Kaisar meraih tengkuk Ratu dan melu*mat bibir Ratu dengan sangat pelan, Kaisar semakin memperdalam Ciumannya, kali ini menggigit bibir bawahnya, hingga Ratu terjingkat dan membuka mulutnya, lidah Kaisar berhasil masuk menjelajah ke dalam mulut istrinya, Kaisar memeluk posesif pinggang istrinya


Suasana semakin panas, Kaisar membopong tubuh istrinya tanpa melepaskan ciumannya, dengan cepat Kaisar merebahkan tubuh Ratu di atas tempat tidur mewah yang sudah di persiapkan khusus untuk mereka, Ratu terhenyak ketika menyadari dirinya sudah di atas ranjang, Kaisar tersenyum dengan lembut meminta persetujuan


"Apa kamu sudah siap Yang?" Tanya Kaisar


Ratu mengangguk dan menatap suaminya dengan wajah sedikit cemas dan tegang, Kaisar membaca sebuah Doa dan meniupkannya di ubun-ubun Istrinya, sesaat kemudian mencium keningnya, ciuman lembut kini turun di kedua mata kemudian kedua pipi Ratu, Ciuman Kaisar berlanjut mendarat di bibir ranum milik istrinya


Kaisar semakin dalam melu"mat bibir Ratu, tangan Kaisar perlahan menyingkap gaun malamnya hingga kini terlihat kulit lembut dada istrinya, ciuman Kaisar turun ke leher dan menjelajahi tiap inci disana


Dengan sangat lembut, Kaisar menyentuh dan menikmati tubuh istrinya, kini Ratu mulai mende*sah dan menggerakkan tubuhnya saat sentuhan itu kini semakin turun kebawah dan bermain intens di bagian bukit kembarnya


"Aah, Sakit yang, pelan-pelan"


Ucap Ratu saat dia merasakan ada gigitan di puncak bukit kembarnya, namun ini terlalu nik*mat, sesuatu yang hangat dan basah itu kini semakin turun ke bawah, tubuh Ratu bergetar ketika merasakan gaun malamnya mulai terlepas dan kini tubuh Ratu benar-benar polos


"Aah, yang, aku takut"


Ratu merintih hebat saat kehangatan itu kini menguasai tubuhnya, dengan kuat Ratu mencengkram pundak kokoh Kaisar yang kini sudah mengungkung nya, Mata Ratu terpejam saat merasakan sesuatu yang keras dan hangat berusaha masuk kedalam bagian in*timnya.


"Maaf, ini akan sangat menyakitkan bagimu yang, kalau kamu tidak tahan aku akan menghentikan nya" ucap Kaisar


Ratu membuka matanya, wajahnya memerah menahan sakit dan malu secara bersamaan


"Aku siap yang" jawab Ratu


Ratu tersentak saat tiba-tiba merasakan sesuatu yang keras dan hangat kembali berusaha memasuki bagian in*timnya, kali ini gerakannya lebih lembut dan kuat hingga melesak masuk ke dalam dan membuatnya terasa penuh disana


Ratu meraih apapun yang ada di sekitar tangannya, hingga mencengkram kuat sprei saat rasa sakitnya lebih dari yang dirasakan sebelumnya, Ratu membuka mata dan kini bertatapan dengan Netra suaminya


"Sakit Yang?"


Ratu tidak menjawab dan hanya menggigit bibir bawahnya, Kaisar dengan pelan mengecup bibir Ratu agar terlepas dari gigitannya


Kaisar mendiamkan miliknya di dalam inti surgawi istrinya, memberi jeda agar Ratu mulai terbiasa, dengan lembut Kaisar menyeka buliran aliran mata Ratu yang tumpah di sudut matanya, Kaisar kembali mencium kening istrinya dan bermain di dalam bibirnya, dengan pelan Kaisar menggerakkan pinggulnya perlahan hingga membuat sang pusaka perlahan menggesek pelan di dalam sana


"Aaah, sakit yang, aku rasanya tidak kuat" ucap Ratu

__ADS_1


"Tahan sebentar yang, aku janji sakit Ini tidak akan lama"


"Tapi ini sakit sekali yang, sungguh"


"Aku tau, maaf yang, sakit ini akan segera berlalu"


Bisik Kaisar sambil kembali melu*mat bibir Ratu dan berusaha mengalihkan rasa sakitnya


Ratu memeluk Kaisar yang sudah polos tanpa sehelai benangpun, menyatukan hati dan jiwa mereka, Akhirnya setelah beberapa saat, keduanya kini merasakan kenik*matan Surga Dunia, rasanya benar-benar nyata dan semua itu membawa keduanya terbang dan terlempar kedalam lembah kenik*matan yang sempurna


Keduanya semakin menggila, Kaisar mempercepat tempo gerakan nya hingga membuat mende*sah dan menegang dalam limpahan rasa Nikmat yang kini menyatukan mereka, hingga Akhirnya


"Aaakh!,yang!"


"Ough!, Yang!"


Mereka bersama mencapai puncak Nirwana, peluh bercucuran, Sungguh suatu Rasa Nikmat yang sanggup menembus relung hati yang paling dalam, Nafas mereka yang memburu, perlahan di normal kan kembali


Kaisar tersenyum saat melihat Ratu kini semakin tampak cantik setelah terpuaskan saat melakukan penyatuan, perlahan Kaisar menggerakkan miliknya kembali, Ratu menatap wajah suaminya dengan penuh tanda tanya


"Aku masih menginginkan nya lagi yang, boleh?" Tanya Kaisar dengan lembut


"Pelan ya yang, masih agak perih" ucap Ratu sambil tersenyum


Kaisar tersenyum, melu*mat kembali bibir istrinya, sambil terus menggerakkan pinggulnya hingga membuat miliknya keluar masuk ke dalam in*tim istrinya kembali, tangan Kaisar menahan pinggang Ratu saat tubuhnya ikut terguncang mengikuti dorongan kuat dari tubuhnya saat menancapkan pusakanya kuat dan dalam, akhirnya puncak kenikmatan kedua di rasakan dengan teriakan nikmat yang luar biasa


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2