Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 227


__ADS_3

Sampai di Mansion Alena segera keluar dari mobil dan berlalu tanpa menoleh sedikitpun ke Edward, Kaisar menahan langkahnya saat ingin mengejar Alena untuk menenangkannya, Daniel juga menahan tangan istrinya saat tau Delia akan menyusul Alena, sedangkan Edward masih membisu dan berjalan masuk begitu saja


Alena segera masuk ke dalam kamar mandi, kemudian membersihkan diri lalu bergegas keluar untuk melihat Anak-anaknya, dirinya sengaja menahan amarah dan tidak perduli saat berpapasan dengan Edward ketika berada di kamarnya, kini Alena sudah berada di kamar ketiga anak kembarnya yang sudah tertidur lelap


Di tatapnya satu persatu ketiga buah hatinya, seketika amarahnya berkurang secara perlahan, diciuminya mereka kemudian Alena merebahkan tubuhnya pelan di samping tempat tidur Ailina, dipeluknya putri kecil cantiknya sambil tersenyum


Rupanya Ethan terbangun dari tadi saat air mata Mommy nya tanpa sengaja menetes di wajahnya saat Mommy nya mencium keningnya, perlahan Ethan bangun dan mendekati Alena lalu mencium pipi Mommy nya, Alena terkejut dan langsung menoleh ke arah Ethan


"Sayang, kamu terbangun?" Ucap Alena


"Ssstt, Mommy kenapa?" Ucap Ethan


Alena tersenyum dan hanya menggelengkan kepalanya, Ethan menatap lekat mata Mommy nya, dan sesaat kemudian Ethan tersenyum lalu berkata


"Deddy tidak bermaksud menyakiti hati Mommy, Deddy hanya terlalu cemas dan cemburu dengan papa Kaisar saja"


DEG


Alena terkejut dengan perkataan Ethan dan baru menyadari saat menatap matanya tadi, rupanya Ethan membaca pikirannya


"Ethan, kamu curang ya, sengaja membaca pikiran Mommy kan?"


Keduanya kini tertawa bersama dan tanpa sengaja membangunkan kedua anaknya yang lain, Ailina berteriak senang melihat Mommy nya sudah ada di sampingnya, begitu juga dengan Evan yang kini ikut bergabung di tempat tidur adiknya


"Huss, kalian jangan berisik, ini sudah malam, malam ini Mommy akan tidur dengan kalian, Bagaimana?"


"Asik!" Teriak ketiga anaknya


"Tapi kita pengen meluk Mommy semua, gak adil kalau Mommy ada di tempat tidur Ailin saja, ya kan kak?" Ucap Evan


"Baiklah, kita turunkan saja kasurnya digabung jadi satu, kita bisa tidur bareng di bawah, Ok?!" Ucap Alena


Alena di bantu ketiga anaknya menata kasur di lantai, Ailina berteriak saat di jahili oleh kedua kakaknya, Alena tertawa melihat tingkah polah ketiga anaknya


"Mommy, kak Evan cubit pipi Ailin terus ini!"


"Evan, jangan ganggu Ailin!" Ucap Alena


"Habis gemes aku Mom, ini pipinya cuby banget ini" ucap Evan


"Kakak ih, sakit pipiku!" Teriak Ailina lagi


BUG


Ethan melempar bantal ke arah Evan


"Jangan ganggu Ailin, Evan!" Teriak Ethan


"Apa sih kak, jangan lempar bantal gitu dong, awas!" Evan melempar balik bantalnya ke arah Kakaknya


BUG


"Evan!, berani kau ya!" Teriak Ethan yang kemudian langsung meloncat ke arah Evan dan menggelitiki adiknya itu sampai memohon ampun

__ADS_1


"Ampun kak, geli, perutku sakit, ampun kak, hahaha" teriak Evan sambil terus tertawa


"Eh, sudah-sudah, waktunya tidur, Mommy akan kasih cerita seru, semuanya diam!" Teriak Alena


Dan ketiga anaknya langsung terdiam dan kembali tenang mendengarkan cerita Mommy nya, perlahan-lahan ketiganya mulai tertidur dengan lelap dan Alena menghentikan ceritanya, ikut tidur sambil memeluk mereka


*


Kaisar masih terdiam di teras belakang sambil menikmati kopi panasnya, tak lama kemudian Raka menyusul dan duduk disampingnya


"Ada apa Kai, aku melihat ada yang aneh dengan sikap Pak Edward dan Alena" tanya Raka


Kaisar kemudian menceritakan semuanya ke Raka


"Sabar Kai, mungkin pak Edward sedang emosi saat mengatakan hal itu"


"Tapi Edward sangat keterlaluan, bagaimana bisa dia curiga aku masih menginginkan Alena" ucap Kaisar


"Iya juga, mungkin saking marahnya pak Edward, mendengar istrinya di perlakukan kurang ajar seperti itu oleh tuan Nickel"


Tak lama kemudian, Daniel datang dan duduk ikut bergabung dengan mereka


"Aku harap kamu bisa memaklumi perkataan Edward" ucap Daniel


"Hem, aku tidak menyangka Edward akan berkata sekasar itu padaku" ucap Kaisar


"Aku juga tidak menyangka akan hal itu, lalu apa yang akan kau lakukan Kai?" Tanya Daniel


"Yang aku khawatirkan justru Alena, dia pasti bingung antara menjaga perasaanku yang sudah dianggap kakaknya dan juga Edward sebagai suaminya" jawab Kaisar


Perbincangan itu segera terhenti saat hampir tengah malam, dan kini semuanya kembali ke kamarnya masing-masing


*


Delia terbangun saat merasakan gerakan dari suaminya yang baru saja menyusulnya tidur


"Dari mana saja Honey?" Tanya Delia


"Baru saja ngobrol sama Kaisar dan Raka di bawah" jawab Daniel


"Soal Alena dan Edward?" Tanya Delia


"Hem, aku mencoba menenangkan Kaisar setelah mendapatkan perlakuan arogan dari Edward" ucap Daniel


"Lalu?"


"Kaisar memang terkejut dengan apa yang di ucapkan Edward, dia terluka sudah pasti, tapi aku yakin Kaisar bisa memaklumi sikap Edward"


"Syukurlah, aku harap besok semuanya baik-baik saja" ucap Delia


"Semoga honey" jawab Daniel


Tak lama kemudian keduanya tertidur karena memang sudah sangat mengantuk setelah aktifitas yang cukup menguras energi

__ADS_1


*


Edward tentu saja tidak bisa memejamkan matanya setelah semua yang terjadi, dalam hatinya dia menyesal sempat berkata kasar dan menyinggung perasaan Kaisar dan juga Istrinya, namun dia juga merasa marah karena Kaisar maupun Alena tidak segera memberitahu apa yang sudah di lakukan oleh Nickel waktu itu


"Dimana dirimu Bee, kenapa tidak juga kembali ke kamar" batin Edward mulai cemas dengan keadaan istrinya


Edward segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan mondar mandir untuk mengatasi kecemasannya, ingin mencari Istrinya tapi dia masih kesal, dibiarkan saja, dirinya merasa tidak tenang dan tidak bisa tidur, akhirnya Edward segera keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Alena


Perlahan Edward membuka pintu kamar ketiga buah hatinya, hatinya bagai tersiram es, melihat pemandangan indah dimana istri tercintanya sedang tidur bersama dengan anak-anaknya, seketika air mata Edward menetes, semua amarahnya menguap perlahan, kekesalan yang memenuhi dadanya berganti dengan luapan kebahagiaan


Langkah kaki Edward perlahan masuk dan mendekat ke istri dan anaknya yang tertidur pulas, di tatapnya satu persatu wajah orang-orang yang sangat dicintainya, seulas senyum dibibir Edward ketika melihat tubuh Alena di tindih oleh tangan dan kaki ketiga anaknya


Edward mengambil dan merapikan buku cerita yang tergeletak di samping kepala Alena, tangan Edward membelai lembut wajah istrinya yang sangat cantik, perlahan di kecup nya kening dan bibir Alena, Edward menghentikan gerakannya saat tiba-tiba saja Ailina menggerakkan kakinya, setelah tenang kembali, Edward mencium kening anaknya satu persatu


Evan terbangun dan melihat Dady nya


"Ssht, jangan berisik, Dady mau ikut tidur disini juga" ucap Edward lirih


Evan tersenyum lalu mengangguk dan kemudian perlahan Edward membaringkan tubuhnya di samping Evan lalu ikut tertidur bersama


Menjelang pagi sebelum subuh, Ethan dan Ailina terbangun dan membuka matanya, tentu saja mereka sangat terkejut melihat Dady nya kini sudah ikut tidur bersama dengan mereka


"Kak, Dady" ucap Ailina lirih


"Stt, kita bangun saja dulu, biar Dady dan Mommy tidur berdua, bangunkan Evan " ucap Ethan ke Ailina


Tak berapa lama Evan ikut terbangun, ketiganya saling pandang dan tersenyum melihat kedua orang tuanya kini sudah tidur bersama


"Yok, kita pindah ke kamar Dady ma Mommy, sekalian sholat subuh disana nanti" ucap Ethan, kedua adiknya mengangguk tanda setuju dan kemudian langsung pergi menuju ke kamar Orang tuanya


Saat subuh menjelang, Alena menggerakkan tubuhnya dan merasa ada yang berat sedang menindih perut dan kakinya hingga susah bergerak, tangan Alena meraba tangan yang melingkar di perutnya, dalam hati dia bertanya


"Ini tangan kok besar banget ya, bukannya semalam aku tidur dengan anak-anak"


Alena segera berusaha membuka matanya dan


"AAA!!"


seketika Alena menjerit saat ada tangan laki-laki dewasa sudah ada di atas perutnya


"Apa sih Bee, aku kaget kamu menjerit gitu" ucap Edward yang langsung terbangun dengan kepala yang masih berdenyut pusing


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2