Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 76


__ADS_3

Mendengar permintaan Mona, Akhirnya Edward memeluknya sebentar, Monalisa tertawa dan bahagia dalam hatinya


"Aku tau kamu sangat menyayangi ku Edward, hanya kamu belum menyadari hal itu, aku akan membuatmu semakin mencintaiku" batin Monalisa


Edward tersenyum miring dengan penuh misteri


"Aku tau seperti apa dirimu Mona, maaf aku tidak sebodoh yang kau kira" batin Edward


"Sudah, ayo makan Mon, gak baik buang-buang makanan" ucap Edward kemudian


"Iya, badanku masih lemah, maukah kamu membantu menyuapiku Ed?"


"Apa tidak sebaiknya aku panggil Tante Marina atau perawat pribadimu saja, biar membantu menyuapi mu"


"Aku mau kamu yang membantuku Ed, kamu temanku kan?"


Edward menghela nafas dan terpaksa membantu menyuapi Monalisa makan, Marina mengintip dari balik pintu dan tersenyum melihat rencananya sejauh ini telah berhasil


"Akhirnya kamu semakin dekat dengan Edward Mona" batin Marina


Tanpa di sadari oleh Monalisa dan Marina, saat Edward mendapat kesempatan, langsung melakukan aksinya di Apartemen Monalisa


*


Sementara itu di sebuah Cafe, Amaya tersenyum bahagia menikmati weekend bersama dengan Aditama kekasih barunya


"Dit, makasih ya makan siangnya" ucap Amaya


"Iya Am, sama-sama, makasih juga dah nyempatkan waktu buat jalan bareng"


"Apa sih Dit, tentu saja aku mau, kapanpun kamu mau kita jalan, akan aku usahakan bisa ngasih waktu kok"


"Hem, makasih, habis ini kamu pengen kemana?"


"Kemana aja yang penting kamu suka"


"Oh, kalau nonton film?"


"Setuju" sahut Amaya tersenyum bahagia


Merekapun akhirnya melanjutkan menonton Film, bagi Amaya kebersamaan dengan Aditama sangat membuatnya bahagia tak terkira, walaupun Aditama sikapnya dingin bahkan tidak pernah menggandeng atau memegang tangan Amaya, namun semua itu dianggap biasa oleh Amaya


*


Delia mulai bosan berada di apartemennya, apalagi dari pagi hanya membahas soal hubungan Amaya dan Aditama


"Al, kamu bosan nggak sih, dirumah aja dari tadi, aku pengen jalan ni" ucap Delia


"Sama kak, emang jam berapa sih ini?"


"Jam 2 siang"


"Eh kak Del, kita nonton yuk?"

__ADS_1


"Elah, gak mau aku, dah bosen di Apartemen, malah sekarang ngajak nonton, nonton sendiri sana, tu TV dah siap noh"


"Bukan di sini kak, nonton di Bioskop lah seru, ngapain di apartemennya kak Del"


"Siap Cantik" tanpa ba bi bu Delia langsung lari ke kamar menyambar tas dan jaket, kemudian berdiri di depan pintu mempersilahkan Alena keluar


"Gila, kilat banget nih orang kalau di ajak jalan, berasa aku ini kekasihnya aja" batin Alena sambil melongo dan langsung berjalan keluar apartemen diikuti oleh Delia dengan tampang bahagianya


Lanjut obrolan di dalam mobil Delia


"Seneng banget buk?" Celetuk Alena


"Aku tuh suka banget kalau kamu yang ngajak ke Bioskop Al" ucap Delia dengan senyum yang dibuat semanis mungkin


"Emang kenapa?" tanya Alena


"Pinter kamu milih film nya, aku suka" ucap Delia merayu


"Halah Alesan, bukan itu kan?" Ucap Alena penuh curiga


"Maksudnya?"


"Eleh, kak Del itu suka soalnya selalu ngrebut popcorn ku kan?"


"Dan kamu selalu mengalah untukku, makasih sayang" jawab Delia dengan muka manjanya yang bikin Alena mual


"Ih, apaan, jijik aku dengernya kak, manja mania gitu ngomongnya, kayak aku ni pasangan kekasih kak Del aja"


"Hahaha, Iya juga aku gak masalah"


"Anjrit, diam, gak usah pamer Edward, bikin panas hati aja deh" ucap Delia kesal


"Hahaha, ngambek buk?"


"Nggak lagi, ngenes ini jiwaku Al, kapan aku nih ketemu pacar gitu kek"


"Sabar kak, pasti akan ketemu, bentar lagi kayaknya"


"Kamu tuh, kayak Ki Joko ngawur"


"Eh, Ki Joko Bodo yang bener kak"


"Kan kamu nggak bener, jadinya Ki Joko ngawur"


"Hahaha" keduanya tertawa sampai akhirnya tiba di tempat yang dituju


Sampai di gedung bioskop, Delia langsung mengantri untuk membeli tiket masuk dan Alena seperti biasa menyiapkan cemilan untuk Delia dan dirinya saat menonton nanti


Alena menghentikan langkahnya saat akan kembali ke Delia, dilihatnya Amaya dan Aditama sedang membeli sesuatu juga di pertokoan dekat Bioskop, berbeda dengan Amaya yang langsung tersenyum sumringah melihat keberadaan Alena yang tak jauh darinya


"Alena!" Teriak Amaya sambil melambaikan tangan dan segera menyeret Aditama untuk mendekat ke arah Alena


"Hai Al, kamu disini juga?" Tanya Amaya

__ADS_1


"Iya Am, kalian juga mau nonton Bioskop?" Tanya Alena


"Iya, Aditama yang mengajakku, ya kan sayang?"


"Hem" jawab Aditama


"Kamu sama pak Edward?" Tanya Amaya nylonong tanpa Rem


Alena langsung melototkan matanya memberi peringatan sebentar dan langsung senyum kembali, Amaya langsung membungkam mulutnya sendiri dan mengulangi pertanyaannya untuk menghilangkan kecurigaan Aditama


"Maksudnya pak Edward sudah nelpon kamu soal Amalia kemaren Al?"


"Oh itu, sudah" jawab Alena yang sebenarnya bingung dengan pertanyaan Amaya yang asal, gak jelas plus menyebalkan bagi Alena


"Kita jadi nonton nggak ini?" Ucap Aditama yang tiba-tiba saja sikapnya cuek


"Kita barengan sama Alena dan kak Delia aja masuknya ya sayang" ucap Amaya ke Aditama


"Terserah" jawab Aditama


"Kalian duluan saja, aku masih mau beli minuman lagi, ada yang kelupaan" ucap Alena langsung masuk ke pertokoan dan mencari minuman pesanan Delia


"Kamu duluan Am, aku beli sesuatu dulu ada yang lupa" ucap Aditama


"Oke, aku ke kak Delia dulu ya" ucap Amaya dan langsung lari ke arah Delia


Aditama langsung masuk ke pertokoan dan mencari keberadaan Alena, dengan langkah cepat Aditama mendekati Alena Yang sedang asik memilih minuman, Aditama menarik tangan Alena


"Apa hubunganmu dengan Pak Edward?" Tanya Aditama tiba-tiba dan membuat Alena sangat terkejut


"Apa maksudmu Dit, minggir, aku gak perlu jawab pertanyaan mu, itu bukan urusanmu" sahut Alena dan menepis tubuh Aditama dari hadapannya


"Oh, aku tau, ini rupanya yang terjadi, kau jadikan Amaya alasan kamu untuk menolak ku, padahal kamu sudah mendapatkan mangsa yang lebih kaya dan berkuasa dari aku, iya kan!" Ucap Aditama meninggi


"Terserah kamu mau ngomong apa" ucap Alena berusaha menekan emosinya dan terus berjalan berusaha menghindari Aditama


"Benar-benar menakjubkan, Wanita seperti mu benar-benar diluar dugaan Alena, menipu semua mata, berlagak bagai seorang dewi tapi kelakuanmu tak ubahnya wanita murahan"


"Jaga ucapanmu Aditama, aku masih menghormati mu sebagai kekasih sahabatku Amaya, jadi jangan menguji kesabaran ku" ucap Alena dengan sorot mata yang tajam


"Bagus sekali, permainanmu luar biasa dokter Alena, wanita yang kelihatannya sederhana dan baik hati, ternyata menjadi simpanan sang milyarder Edward Runcel Eagle" ucap Aditama sambil tersenyum keji


"Bajin*an, jaga mulutmu, kamu tidak tau apapun tentang ku, jadi aku peringatkan jaga sikapmu Dokter Aditama" ucap Alena semakin emosi


"Oh ya, seluruh dunia melihat pemberitaan bagaimana pak Edward telah menyelamatkan kekasihnya seorang pengusaha wanita kaya bernama Monalisa, sedangkan kamu, apa namanya kalau bukan Wanita Simpanan hah!"


Kata-kata hinaan dari Aditama membuat Alena sudah tidak bisa mengendalikan emosinya lagi, Alena mengepalkan tangannya dan berjalan cepat mendekati Aditama


(Enaknya di apakan ini ya si Aditama, terus terang kok Author ikut emosi juga, hehe, hari ini UP 3 kali, ditunggu ya)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE

__ADS_1


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2