
Pak bara masih terkejut dengan apa yang dilakukan Edward, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tau Edward jauh lebih berkuasa di banding dirinya
"Maaf pak Edward saya tidak ada urusan dengan anda, kenapa anda memukul saya?" Ucap Pak Bara sambil memegangi mulutnya
"Gak ada urusan kepala mu, kamu sudah menatap istriku seperti kucing lihat ikan asin, mau aku colok matamu itu!" Ucap Edward keras penuh emosi
"Istri?, Sialan, jadi wanita cantik itu istri Edward Runcel Eagle, Habislah aku" ucap Bara pelan dan takut
"Dan kedua orang ini adalah saudaraku, kalau kau membuat masalah dengan mereka, sama saja kau ingin membuat masalah denganku, mengerti?!" Bentak Edward
"I iya pak Edward, saya mengerti dan tidak akan menggangu sekolah itu lagi, maafkan saya pak Edward" ucap Bara ketakutan
"Satu lagi, laki-laki yang ingin kau peras uangnya itu adalah sahabatku, orang kepercayaan dan tangan kananku, kalau kau membuat masalah dengannya jangan salahkan Aku"
"Apa!, Oh tidak pak Edward, saya tidak akan mengulanginya lagi, maaf pak Daniel, saya tidak jadi minta ganti rugi, Permisi" ucap Bara dan kemudian langsung pergi dengan semua anak buahnya
Dan tak lama kemudian datanglah Delia bersama dengan Ratu, Daniel segera memapah istrinya yang kelihatan kurang sehat
"Kamu kenapa Honey?" Tanya Daniel cemas
"Muntah lihat bapak yang tadi ngiler lihat Alena" ucap Ratu sambil terkekeh
Alena ikutan tertawa melihat Delia yang mabuk air liur sang juragan Tanah, hingga kemudian, Delia tiba-tiba saja limbung dan pingsan di dalam pelukan suaminya, semua langsung kalut dan Daniel segera melarikan istrinya kerumah sakit
*
Perlahan mata Delia bergerak dan tak lama kemudian terbuka, dilihatnya wajah suaminya yang sudah tersenyum manis di depannya
"Aku kenapa Honey?" Tanya Delia
Daniel hanya tersenyum dan kemudian
"Selamaaaat, kamu hamil Kak Del !" Teriak Alena yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruang perawatan Delia dengan membawa bunga, buah dan makanan lainnya
"Selamat Delia, aku ikutan senang, akhirnya, Akh!" Teriak Ratu heboh sambil membawa beberapa oleh-oleh untuknya
Sementara itu, Raka, Kaisar dan Edward memberikan pelukan satu persatu ke Edward sambil mengucapkan selamat atas kehamilan istrinya, Daniel sampai meneteskan air mata melihat perjuangannya kali ini sudah membuahkan hasil
**
Satu bulan berlalu, itu artinya ketiga bocah kembar itu sudah terbiasa dengan kegiatan di sekolah dengan teman-teman barunya, saat jam istirahat pertama, Ailina bermain dengan Farah di belakang sekolah bersama dengan teman perempuan lainya
"Jadi sekolah kita belum pernah ikutan lomba apa gitu?" Tanya Ailina ke Fara sambil duduk beristirahat bersama dengan teman lainya
"Nggak pernah"
__ADS_1
"Kenapa, kalian ini pinter-pinter semua Lo, aku yakin kita bakalan menang kalau ikutan lomba mata pelajaran apa gitu, apa lagi matematika kak Farah kan jago banget"
"Bukannya kita gak mau ikut, tapi lombanya ada biaya, kasian bapak ibu guru, mereka sudah gak dapat gaji, masih harus bayari kita, belum lagi biaya makan,kendaraan dan yang lainya" ucap Fara dan di sambung dengan pendapat yang lainya
"Untuk tahun ini, kita pasti sudah bisa ikut lomba!" Seru seorang guru yang tiba-tiba saja ikut pembicaraan mereka
"Bu Aisyah?" Ucap semua murid saat tau Bu guru Aisyah sudah ada disana
"Asiikk!, Kita harus giat belajar lagi biar menang!" Teriak murid-murid bersemangat
"Beneran ya Bu?" Tanya Farah memastikan
"Iya, kita sudah merencanakan hal ini, Alhamdulillah, sekolah kita sekarang punya Rizky yang melimpah, banyak orang-orang yang menyumbangkan dana ke sekolah kita"
"Alhamdulillah!" Teriak semua murid yang berkumpul disana
Ailina ikut senang mendengarnya, pada dasarnya kebanyakan murid yang sekolah di sana banyak sekali yang cerdas, tapi sayang keadaan sebelumnya yang membuat para guru dan siswa tidak bisa berbuat apa-apa, hingga di tahun ini semuanya banyak berubah, kini mulai ada beberapa masyarakat yang mempercayakan anak-anak mereka pindah belajar di MI Al-Hikmah
Ethan dan Evan yang juga sedang bermain di halaman sekolah bersama dengan teman-temannya di kejutkan dengan beberapa murid kelas lima yang datang sambil berlari masuk dan meringis kesakitan dengan wajah dan beberapa tubuhnya yang babak belur, tentu saja Ethan dan Evan sangat terkejut dan berlarian mendekat bersama dengan yang lain
"Ayo kita antar ke kantor!" Teriak salah satu murid panik dan tak lama kemudian muncul Pak guru Ridho dan Mahmud, murid yang terluka itupun segera di bawa masuk ke ruangan khusus yang di beri nama UKS, di sana mereka segera di obati, sementara itu Ethan dan Evan langsung mencari informasi apa yang sudah terjadi
Beberapa siswa kelas lima itu menceritakan kejadiannya, dimana teman-teman mereka itu tadi hendak pulang mengambil buku yang tertinggal, untuk mempersingkat waktu mereka jalan melewati sekolah lain yang bernama SD NUSA BIMANTARA, dan yang sekolah disana kebanyakan anak-anak orang kaya, mereka suka sekali bermain kekerasan hingga membuat murid-murid sekolah lain tidak berani lewat di depan sekolahan itu
"Sering kak kejadian kayak gini?" Tanya Ethan
"Terus kalau jalan pulangnya harus lewat sana gimana?" Tanya Evan
"Ya kita nunggu sampai mereka pulang duluan, baru kita lewat"
"Gak di laporkan saja mereka ke wali kelasnya atau guru yang ngajar disana?"
Tanya Ethan lagi
"Sudah sering, yang ada mereka malah membentak dan menghina guru kami, kami kasian lihat pak Fajar dan yang lainya, lalu kami putuskan jangan sampai buat masalah dengan mereka hingga kejadian ini tadi"
"Emm, emang kakak gak berani melawan mereka, bales hajar gitu misalnya?" Tanya Evan geram
"Kami gak bisa apa-apa, mereka kebanyakan jago bela diri semua, nah kita gak punya ilmu bela diri sama sekali, di sini kan belum ada extra kulikuler bela dirinya, maklum sekolah kita kan baru-baru ini saja bagusnya"
"Oh iya ya, jadi gitu?" Ucap Ethan yang kemudian melirik ke arah Evan yang juga membalas lirikan kakaknya
Mereka berdua kemudian duduk di bawah gazebo dengan mode dewasanya membahas sesuatu
"Kak Ethan pasti setuju kan dengan ide yang ada di kepalaku?, Jangan bilang gak tau, tadi kak Ethan udah natap aku sambil baca pikiranku, iya kan?"
__ADS_1
"Iya iya, kakak tau, sorry gak minta ijin dulu ke kamu, hehe, jangan bilang Mommy, nanti kakak di hukum lagi" jawab Ethan
"Iya, nanti waktu pulang sekolah kita ngomong ke papa Kaisar soal ide kita untuk mengajak dan melatih murid-murid yang ingin belajar bela diri selesai jam pelajaran, paling tidak tiga kali seminggu, gimana?" Jawab Evan
Ethan mengangguk sambil tersenyum lebar dan tak lama kemudian bel masuk terdengar, semua murid segera masuk kelas untuk mengikuti pelajaran, karena keterbatasan guru yang mengajar, ada beberapa kelas yang masuk siang karena gurunya bergantian
Tiba pulang sekolah ketiga bocah kembar sudah berlarian masuk ke dalam mobil dimana sudah ada Kaisar di dalamnya
"Pa, kita lewat jalan sana, mau lihat SD NUSA BIMANTARA" ucap Ethan
"Memangnya kenapa?" Tanya Kaisar heran
"Wah jangan-jangan kakak mau balas hajar anak-anak yang ada di sana ya?" Tanya Ailina penuh curiga
"Ish, apaan sih Ailin, kita cuma penasaran, pengen lihat anak-anak disana dari dalam mobil, beneran kita gak akan buat masalah" ucap Evan
"Oke, sambil kita jalan, bisa kan kalian cerita apa yang sudah terjadi?" Ucap Kaisar
Kemudian Ethan dan Evan bercerita tentang kejadian yang menimpa murid sekolahnya yan sudah di hajar hanya karena lewat depan sekolahan itu saja, Kaisar ikutan geram mendengar cerita ketiganya, hingga kemudian menghentikan mobilnya tepat di depan sekolahan Nusa Bimantara yang kebetulan para siswanya tengah berhamburan pulang
Rupanya sekolah ini di penuhi dengan anak-anak orang kaya, terbukti banyak mobil terparkir menjemput para murid walaupun tidak ada mobil yang semewah milik Kaisar yang di gunakan untuk mengantar jemput ketiga bocah kembarnya
Setelah saling mengamati, Ethan segera mengajak Kaisar melanjutkan perjalanannya kembali
"Jadi gimana Pa, setuju nggak kalau kita melatih ilmu dasar bela diri di sekolah kami?" Ucap Ethan
"Kalian ingin papa Kaisar di penggal sama orang tua kalian, tugas kalian itu masih belajar"
"Tapi pa_?" Ucap Evan dengan wajah memelas
"Boleh ya Pa?" Sahut Alena dengan wajah memohon
"Gak boleh!" Ucap Kaisar tegas
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE