Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 92


__ADS_3

Alex membuka pembicaraan tentang kejadian yang menimpa Edward


"Bisa kalian ceritakan apa yang terjadi?"


Exel langsung menceritakan semua kejadian yang dia lihat, termasuk saat Edward terluka karena asap beracun dan serangan dari lawannya


"Jadi seperti itu, apa kalian mengenal orang-orang yang menyerang Edward?" Tanya Alex


"Saya tidak mengenalnya tuan Alex, tapi sepertinya ada yang mempunyai tenaga aneh waktu menyerang pak Edward" ucap Exel


"Baik, apa aku bisa meminta waktu satu jam disini dengan Alena, dan jangan ada yang masuk sebelum aku keluar"


Ucap Alex


"Baik tuan Alex, kami akan keluar"


Akhirnya tinggalah Alex dan Alena berada bersama dengan Edward yang masih tidak sadarkan diri


"Kak, apa kau bisa membantu Edward?"


"Akan aku coba, tenaga dalam Edward lumayan besar, aku hanya takut saat aku menyalurkan tenaga dalam ku ke tubuhnya, kekuatannya akan menyedot seluruh tenaga dalam ku"


"Lalu, harus bagaimana kak?"


"Tenanglah Al, aku akan tetap mencobanya, semoga aku bisa mengendalikan kekuatan Edward saat aku membantunya"


"Iya kak, tapi hati-hati"


"Racun dalam tubuhnya akan mudah keluar kalau tenaga dalam ku bisa membersihkan aliran darahnya, sebaiknya kau agak jauh Al, awasi aku, saat aku butuh bantuan mu, putus kontak tenaga dalam ku dari tubuh Edward"


"Iya kak, aku masih ingat caranya"


"Hem, bagus, akan aku mulai"


Alex mengerahkan semua kemampuannya untuk menolong Edward, sedangkan Alena tidak berhenti berdoa agar semua berjalan seperti yang diharapkan


*


Sementara itu di luar kamar terjadi sedikit keributan


"Ada yang bisa menjelaskan padaku, ada hubungan apa pak Edward dan Dokter Alena?" Tanya Evan


"Mereka sepasang kekasih" jawab Erdinan santai


"Apa!"


Ucap Evan, Exel, Milla dan Amalia bersamaan


"Lebih dari itu, mereka sepasang suami istri" ucap pak Hari


"Apa!"


Kini semuanya terkejut berjamaah kecuali Raka


"Ya Tuhan, apa yang terjadi sebenarnya?" Ucap Erdinan


"Ini benar-benar mengejutkan, jantungku mau lepas rasanya" ucap Milla


"Jadi mereka sudah menikah?" Kata Amalia


"Aku benar-benar tidak percaya, bagaimana mungkin kita pernah membuat masalah dengan istri seorang Edward Runcel Eagle" sahut Evan


"Jadi, Alena benar-benar Istri Pak Edward, lalu apa hubungan mereka dengan tuan Alex" ucap Exel


Belum selesai mereka terkejut dengan status Alena dan Edward, kini Raka mengungkapkan sesuatu


"Alena dan tuan Alex, satu ibu satu bapak" ucap Raka santai


"APA!"


Kali ini mereka semua makin teriak histeris mendengar pernyataan Raka

__ADS_1


"Mereka saudara?" Tanya Erdinan


"Alena saudara kandung tuan Alex" ucap Exel


"Alena anak ke dua dari keluarga Nugraha?" Ucap Evan lirih dan tak percaya


"Jadi Alena adik tuan Alex?" Kata Amalia terkejut


"Jadi Al, Alena dari keluarga Nugraha" ucap Milla sangat shock


BRUK


Milla pun terjatuh tak sadarkan diri


"Tante!" teriak Amalia


"Mom!" Teriak Exel


Exel membopong Milla masuk ke dalam kamar di bantu oleh Amalia


"Sebaiknya kamu tangani mommy di sini dulu Amalia" ucap Exel


"Iya, aku akan menunggunya disini" ucap Amalia


Tak lama kemudian Akhirnya Milla pun tersadar dan masih merasakan pusing di kepalanya


*


Pak Hari dan yang lainnya mengobrol dan menjawab pertanyaan seputar Alena , Edward dan Alex


Hingga akhirnya pintu kamar terbuka, Alex keluar dan terlihat sangat letih, seketika Pak Hari dan Raka langsung mendekat dan menanyakan keadaan Alex


"Apa anda baik-baik saja tuan Alex?" Tanya pak Hari


"Hem, saya hanya merasa sangat lelah, tenagaku terkuras habis" jawab Alex sambil mendudukkan dirinya di sofa


"Saya akan buatkan minuman untuk tuan Alex" ucap Raka dan langsung bergegas membuatkan minuman


"Bagaimana keadaan tuan Edward?" Tanya pak Hari


"Alhamdulillah, dia sudah tersadar, aku berhasil mengeluarkan semua racunnya" ucap Alex


"Oh, syukurlah, saya sangat berterimakasih tuan Alex, Anda sudah mau membatu menyelamatkan tuan Edward" ucap pak Hari


"Dia Suami Alena adikku, itu berati Edward sudah menjadi bagian dari keluarga Nugraha, sudah kewajiban ku melindunginya" ucap Alex


"Iya tuan Alex, terimakasih atas kemurahan hati tuan"


"Sudahlah, bersikaplah biasa saja, aku sama seperti kalian semua, jangan membuatku merasa seperti orang asing"


Ucap Alex sambil menikmati minumannya


"Sebelumnya kami dari keluarga Murrage meminta maaf karena sungguh kami tidak tau kalau nona Alena adalah adik dari tuan Alex" ucap Erdinan


"Hem, aku tau apa yang sudah keluarga kalian lakukan dengan Alena, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau Alena sendiri juga sudah memaafkan kalian" ucap Alex menatap tajam Exel


"Saya atas nama keluarga Murrage, sekali lagi meminta maaf kepada tuan Alex dan keluarga Nugraha" ucap Evan yang sudah pucat pasi


"Sudahlah, aku terpaksa melupakan semuanya saat Alena sudah memaafkan kalian, apalagi Exel juga sudah menyelamatkan Edward, aku berterimakasih untuk itu"


"Syukurlah tuan Alex, aku mengucapkan banyak terimakasih, atas kemurahan hati tuan Alex" ucap Exel sambil menunduk tidak berani menatap Alex


*


Edward yang baru saja tersadar menatap Alena tanpa mau melepaskan tatapannya


"Kenapa kamu menatapku seperti itu Ed?" Ucap Alena


"Entahlah, tiba-tiba aku sangat merindukanmu, takut sekali kehilanganmu" ucap Edward


"Itu harusnya kata-kata ku, aku kira kamu tadi pergi meninggalkanku, aku taku Ed"

__ADS_1


"Mana mungkin aku meninggalkanmu"


"Siapa sebenarnya yang memburu mu kali ini, aku khawatir sekali"


"Kau tau siapa suami mu ini kan Al, gak sedikit orang yang berusaha menghancurkan ku"


"Iya Ed, aku baru menyadari kalau kondisi kita memang kadang sangat berbahaya, sebaiknya mulai sekarang aku melatih kembali tenaga dalam dan bela diri ku"


"Nanti aku akan membantu mu, tapi ada syaratnya"


"Mulai, sama istri sendiri perhitungan banget, memang apa syaratnya?"


"Melayani ku sampai puas di ranjang"


"Tuh kan, ujung-ujungnya, kesitu lagi kan, dasar, belum juga sembuh bener, dasar Edita" Ucap Alena


"Sini, aku ingin memelukmu Alpan" ucap Edward langsung menyambar tubuh Alena dan memeluknya erat


Edward yang merasa sangat merindukan Alena juga langsung melu*mat bibir Alena pelan dan penuh dengan kehangatan, Pak Hari dan Raka yang sudah terlanjur masuk langsung terperanjat dan terdiam sambil menahan nafasnya, Alena yang menyadari ada seseorang yang berada dalam kamar langsung mendorong Edward, seketika Edward melepaskan Alena


"Ehem, maaf tuan Edward, bagaimana keadaan anda?" tanya pak Hari


"Saya sudah baikan pak hari, terimakasih sudah menemaniku"


"Syukurlah anda sudah baikan pak Edward, sebaiknya anda lebih berhati-hati dulu" ucap Raka


"Hem, kau juga Raka, berhati-hatilah, terimakasih"


Alex ikut menyusul masuk ke kamar


"Kau sudah lebih baik Ed?"


"Iya Lex, terimakasih sudah membantuku" ucap Edward


"Kau juga adikku, tidak perlu berkata seperti itu, aku masih belum bisa melacak siapa yang menyuruh para pembunuh bayaran yang ingin menghilangkan nyawamu, jadi berhati-hatilah"


"Iya, aku juga sudah mengirim orang-orang ku untuk melacaknya" jawab Edward


"Sebaiknya kita kembali ke Apartemen mu, besok siang kita berangkat bersama ke Jakarta, hubungi anak buah mu tidak usah menjemputmu lagi, kita akan gunakan pesawat pribadiku saja, tadi aku kesini membawanya" ucap Alex


Edward segera menghubungi anak buahnya untuk menunda penjemputan dirinya, setelah itu mereka semua pamit ke keluarga Murrage untuk kembali ke Apartemen


Saat melihat keadaan Edward sudah pulih, keluarga Murrage sangat terkejut, mereka tidak percaya bagaimana Alex bisa membantu Edward sembuh secepat itu, bahkan Edward sudah tampak lebih segar kembali


Di dalam mobil perjalanan pulang, seperti biasa Alex selalu bersikap hangat dengan Alena, bahkan Alex sering mencium kepala Alena dan sesekali memeluknya, Edward yang juga ada di samping Alena merasakan sesuatu yang tidak nyaman melihat Alena kini malah bersandar di pundak Alex dan tertidur walaupun tangganya memegang erat tangan Edward


"Kenapa?" Tanya Alex ketika beradu pandang dengan Edward


"Dia istriku Lex, jangan bermesraan seperti itu" ucap Edward dingin


"Dia juga Adikku, kami biasa seperti ini dari dulu" ucap Alex


"Iya tapi jangan di depan mataku Alex, sini, biar Alena bersamaku" ucap Edward


"Jangan berani mengganggu nya, Alena masih tidur" ucap Alex memperingatkan Edward


"Aku akan memindahnya pelan, jangan melarang ku, dia Istriku!" ucap Edward tidak mau kalah


"Dia juga Adikku!"


"Diam!, Kalian ini berisik sekali" ucap Alena jengkel karena terbangun


Sementara pak Hari dan Raka yang ada didepan langsung saling pandang dan tertawa melihat tingkah konyol orang-orang yang paling berkuasa merebutkan Alena


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2