
Saat Alena mengaji tiba-tiba saja sebuah foto dirinya dan Edward yang berada di kamarnya jatuh dan berhasil Alena tangkap dengan tangannya
"Astagfirullah, untung tidak sampai membentur lantai" batin Alena yang dengan cepat menyambar foto itu
Alena meletakkan kembali fotonya di meja dan menyudahi aktifitas ibadahnya, dengan perasaan yang masih tidak dia mengerti Alena berusaha menghubungi Edward kembali, namun hasilnya masih sama, Alena teringat dengan Raka yang terakhit bertemu dengan Edward, Alena tersenyum dan langsung menghubungi Raka
"Iya Al, ada apa?" tanya Raka
"Apa Edward tadi bertemu dengan mu?"
"Iya, kami bertemu sebentar membicarakan sesuatu, habis magrib langsung pulang, apa pak Edward masih belum sampai di Apartemen?"
"Belum Ka, aku hubungi dari tadi juga tidak bisa, tidak biasanya Edward seperti ini"
"Tenanglah, aku akan mencari tau, coba kau hubungi pak Hari"
"Oh iya, aku sampai lupa, oke, aku tutup dulu Ka"
Alena menutup telepon dan langsung menghubungi pak Hari, pak hari langsung terkejut mendengar penjelasan Alena
"Tenanglah nona, saya akan melacak mobil dan handphone tuan Edward, sebaiknya nona tetap di apartemen, jangan keluar"
"Iya pak, tolong beritahu aku kabar apapun yang pak hari tau soal Edward, aku sangat cemas"
"Baik nona, jangan khawatir, secepatnya akan saya hubungi lagi"
Sambungan terputus dan Alena langsung terduduk lemas di sofa, tak terasa Alena meneteskan air mata
"Edward, apa yang terjadi denganmu, kenapa perasaanku tidak karuan seperti ini, Edward" ucap lirih Alena
Delia yang tadi sudah di hubungi oleh Alena segera datang menanti Alena di Apartemen nya, Delia membuatkan minuman hangat untuk menenangkan Alena, sesekali Delia memeluk Alena dan mengajaknya berbincang
*
Kini Edward berada di dalam sebuah mobil yang melaju dengan cepat menghindari tembakan dari belakang, rupanya Edward berhasil diselamatkan oleh seseorang yang tak lain adalah Exel dan Amalia, kebetulan sekali Exel yang sudah boleh pulang sekalian mengantar Amalia ke rumah kontrakan, saat sedang mencari makan malam, Exel melewati jalan dimana tengah terjadi perkelahian antara Edward dan musuhnya, hingga akhirnya Exel membantunya
"Exel, hati-hati, sebaiknya kita cari jalan yang ramai biar mereka gak berani menembaki kita" ucap Amalia
"Iya, ini juga aku menuju ke sana, ini Am, hubungi kakekku, cepat, minta bantuan dan ceritakan yang kita alami"
Amalia segera melakukan perintah Exel yang masih menyetir dan melajukan mobilnya dengan cepat
"Kakek sudah mengirimkan bantuan, katanya suruh ke jalan di mana mansion keluarga mu berada"
"Oke, siap" ucap Exel dan langsung melajukan arah mobilnya menuju ke mansionnya
Akhirnya musuh yang mengejar mobil exel berhenti dan pergi berbalik arah saat di depan di hadang oleh beberapa mobil bodyguard yang menjaga keluarga Murrage, sementara Exel melajukan mobilnya memasuki wilayah mansion milik keluarganya
__ADS_1
Sampai di dalam mansion, exel dan Dady dan kakeknya segera memberikan pertolongan medis kepada Edward yang masih tidak sadarkan diri
*
Jam 10 malam Alena membukakan pintu menyambut kedatangan Alex kakaknya, Alena langsung memeluk dan menangis di dada Alex
"Tenangkan dirimu, aku sudah mengerahkan orang-orangku untuk mencari Edward"
"Kak, aku takut sekali, perasaanku tidak enak, aku takut terjadi sesuatu dengan Edward" ucap Alena masih memeluk Edward dengan erat
"Hei, kendalikan dirimu, Edward bukan orang yang lemah, tidak akan mudah orang untuk menyakitinya, sebaiknya kita duduk dulu" kawan Alex menenangkan Alena
"Benar apa kata pak Alex Al, ayo duduklah, pak Edward pasti baik-baik saja" ucap Delia
*
Sementara pak hari melacak dan menemukan posisi keberadaan handphone dan mobil Edward disebuah jalanan sepi, tak lama kemudian Raka pun tiba di tempat tersebut
"Maaf, sepertinya saya tidak asing dengan anda?" Ucap pak Hari ke Raka
"Oh iya, apa anda pak Hari orang kepercayaan tuan Edward?"
"Iya benar, jadi anda ke sini juga mencari keberadaan tuan Edward?" Tanya pak Hari
"Iya, tadi Alena menelpon ku dan memberitahu semuanya" ucap Raka
Setelah itu Pak hari dan Raka sepakat untuk mencari bersama-sama keberadaan Edward
*
"Apa yang terjadi, kenapa pak Edward sampai terluka seperti ini?" Tanya Evan ayah dari Exel
"Aku juga tidak tau Dad, semuanya terjadi begitu saja, sepertinya ada sekawanan pembunuh bayaran ingin menghabisi Pak Edward" jawab Exel
"Amalia, kamu gak apa-apa sayang?" Tanya Milla Josen ibu dari Exel
"Saya baik-baik saja Tante" jawab Amalia
"Ya Tuhan, syukurlah, bagaimana bisa musibah ini terjadi, ini benar-benar menakutkan" ucap Milla yang kini sdah duduk berdampingan dengan Amalia
Erdinan Murrage teringat seseorang dan langsung menghubunginya
"Halo, apa benar ini Alena Bilqis Nugraha?"
"Iya saya sendiri, maaf, saya sedang berbicara dengan siapa?"
"Aku Erdinan"
__ADS_1
"Kakek Erdinan Murrage?"
"Iya Alena, aku ingin mengabarkan kalau Edward ada di mansion ku dan terluka, kini sedang dalam perawatan, sebaiknya kau segera kesini"
"Apa!" Baik kek, tolong berikan alamatnya"
Setelah memberikan alamat, Erdinan langsung menutup handphonenya
Sedangkan Exel langsung menghubungi seseorang yaitu pak Hari
"Halo pak hari, pak Edward ada di mansion keluarga kami, sekarang sedang menjalani perawatan dan masih belum sadar"
"Baiklah, aku akan ke sana secepatnya" ucap pak hari, kemudian Edward menutup handphonenya setelah memberikan alamatnya
*
Alena sangat terkejut mendengar kabar tentang Edward dari Erdinan, Alex segera mengajak Alena untuk tidak membuang waktu dan langsung menghampiri kediaman keluarga Murrage
Tiba di sana Alena di sambut oleh Erdinan dan Amalia, saat ada sosok Alex di belakang Alena semuanya sontak sangat terkejut, semua orang di dunia bisnis apapun, siapa yang tidak mengenal nama besar Brian Alex Nugraha, begitu juga dengan kelurga Murrage
Alex hanya tersenyum memberi hormat, hanya pak Hari dan Raka yang mengetahui segalanya dan segera menghampiri Alex
"Maaf tuan Alex, kami tidak menyambut kedatangan anda dengan baik" ucap pak hari sambil menunduk memberi hormat
"Oh, terimakasih pak Hari, aku rasa ada yang lebih penting dari penyambutan ku"
Alex langsung berjalan menyusul Alena, pak hari dan Raka mengikutinya dari belakang
Alena melangkahkan kakinya cepat menuju ke sebuah kamar yang ditunjukkan oleh Erdinan dan Exel
Saat Alena membuka pintu dan mendapati tubuh Edward yang terbujur dan penuh luka, Alena langsung berlari mendekati Edward, Alena memeluk Edward dengan tangis yang tidak bisa dibendung lagi
"Ed, bangunlah, apa yang terjadi denganmu, jangan menakutiku, kau sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku" ucap Alena dalam tangisnya
Alex segera menyusul dan memeluk Alena dari belakang
"Tenanglah Al, kendalikan dirimu, kau harus kuat" ucap Alex menenangkan Alena
Erdinan, Alex dan Evan yang berada diruangan hanya tercengang dengan pemandangan di depannya, mereka benar-benar di buat bingung dengan semua hubungan antara Alena, Alex dan Edward, sampai sesaat kemudian
(Kemudian apa yang terjadi ya, Author masih bertanya-tanya dalam hati seseorang yang lagi ngambek ditinggal nulis novel mulu, hahaha)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE