
Keanehan terjadi ketika hujaman peluru berhamburan mengarah ke Alena, semua peluru tertahan di udara dan dengan sekejap mata terpental melesat ke tubuh para penjahat yang ada disana hingga akhirnya terpejam bersimbah darah, saat itulah terlihat Edward dengan kekuatan tenaga dalamnya yang muncul dari tangganya yang mengibas ke udara
"Honey!" Ucap Alena
Edward tersenyum menatap istrinya
Valentino membelalakkan mata melihat kejadian mengerikan dan tidak masuk diakal itu terjadi dan di saat berusaha melarikan diri, tiba-tiba saja tubuhnya melayang ke udara dan menghantam tembok hingga terjatuh, Edward segera menginjak kaki nya hingga patah
"AAKH!, Ampun, hentikan!"
suara erangan dan jeritan kesakitan terdengar dari mulut Valentino
Sesaat kemudian Edward mengarahkan senjata ke kepala Valentino, tiba-tiba seorang wanita bersujud memohon nyawa sahabatnya di ampuni
"Aku mohon pak Edward, ampuni Valentino" ucap Anggel
"Untuk apa kau bersujud dan memohon untuk manusia bia*dab ini?"
"Dia satu-satunya sahabat ku yang sudah aku anggap kakakku sendiri, aku mohon ampuni Valentino pak Edward"
Ucap Anggel terus memohon
Raka yang baru saja masuk dan melihat kejadian itu, mencoba memeluk Anggel untuk berdiri dan meninggalkan Valentino
"Sudahlah Anggel, kesalahan Valentino tidak bisa dimaafkan oleh pak Edward, dia bahkan berusaha membunuh Istrinya" ucap Raka
Tapi Anggel terus bersujud dan menagis memohon ampun kepada Edward, hingga akhir nya Raka ikut memohon kepada Edward
"Untuk kali ini, saya memohon demi wanita yang saya cintai tuan Edward, Ampuni Valentino" ucap Raka sambil ikut bersujud
Alena memeluk Edward dan memohon untuk tidak membunuh Valentino
"Honey, kasian Raka, tolong, Ampuni Valentino, biarkan dia bebas kali ini" ucap Alena
"Aku tidak bisa Bee, dia sudah berbuat kurang ajar padamu dan bahkan hampir membunuhmu"
"Dengan mematahkan kedua kakinya, aku rasa sudah cukup untuk menghancurkan dunianya sebagai seorang pembalap, apa itu belum cukup untukmu honey?"
Edward terdiam sesaat
"Baik, kali ini aku mengampuninya" ucap Edward kemudian memeluk Alena erat sambil mencium keningnya
Daneil segera masuk setelah membereskan urusan dengan para penjahat diluar, saat melihat Delia, Daniel langsung menghampiri nya
"Kau tidak apa-apa Del?"
"Aku baik, kau juga disini?"
"Aku mencemaskan mu, untunglah kau baik-baik saja"
GREP
Tiba-tiba saja Daniel langsung memeluk erat Delia
Sesaat kemudian Delia segera meminta Daniel untuk melepaskan pelukannya
"Lepas Niel, gak enak dilihat yang lain"
"Oh maaf, aku sangat merindukanmu Del"
"Hah, apa!" Ucap Delia terkejut
Sementara Daniel hanya tersenyum lucu melihat Delia yang sedang kaget
Kesaksian Valentino tentang keterlibatan Monalisa sebagai dalang penculikan itu sudah di kantongi oleh Edward, dan semua itu di rasa sudah cukup untuk menjebloskan Monalisa ke penjara dalam waktu yang lama
*
Orang tua Monalisa mengamuk di dalam mansionnya, Monalisa di hubungi untuk segera pulang
PLAK
Tamparan keras dari Dady nya membuat Monalisa dan Mommy nya terkejut
__ADS_1
"Apa ini, kenapa Dady menamparku?"
"Itu untuk menyadarkan otak gila mu itu!, Apa kau tau, gara-gara kelakuanmu itu perusahaan Dady kena imbasnya"
"Apa maksudnya ini Dad?"
"Kau tau sedang berurusan dengan siapa sekarang ha!, Edward dan Alena itu keluarga Nugraha, dan kau sudah membuat masalah dengan mereka Monalisa!, Tander besar perusahaan kita dengan Pak Alex di batalkan, kau tau berapa kerugian yang harus aku tanggung Ha!" Ucap Andrew Zerald
"Tapi, aku sudah menang Dad, Edward akan bertekuk lutut padaku, apa masalahnya?"
"Buka matamu anak sialan!, Baca berita di media, kelakuan memalukan mu itu sudah di bongkar semua oleh Edward, kini dia menuntut balik pencemaran nama baik, berita palsu dan rencana pembunuhan istrinya, kau pikir kali ini kau akan selamat!"
"Apa, tapi_ tapi bagaimana mungkin ini terjadi"
Sesaat kemudian terdengar suara panggilan dari handphone Monalisa
"Jadi kamu wanita jala*ng yang memanfaatkan sahabat ku Valentino ha!"
"Kamu siapa?, Kenapa bisa menggunakan handphone Valentino?"
"Aku sahabatnya, Anggel, dan aku ucapkan selamat, semua usahamu sia-sia, sebentar lagi kau akan hancur"
Tut Tut Tut
Jaringan telepon terputus
"Bang*sat, tidak mungkin, bagaimana valentino gagal kali ini, bukankah aku sudah menyewa banyak orang-orang tangguh untuk membantu nya, dasar bodoh!" Ucap Monalisa dan langsung Panik
Keterkejutan dan kepanikan Monalisa bertambah lagi, ketika melihat sebuah berita di beberapa media tentang bantahan rumor skandalnya dengan Edward
"Kau tanggung sendiri semua perbuatan mu Monalisa, kali ini aku tidak bisa membantu mu, kamu sudah di luar batas!" Ucap Andrew Zerald
*
Jumpa pers di lakukan oleh Edward di Surabaya, mengungkap semua kebusukan Monalisa, foto dan Video kelakuan Monalisa kini bertaburan di semua media, karir nya hancur, keluarganya tidak memperdulikannya lagi, dan polisipun menangkapnya karena merencanakan percobaan pembunuhan oleh Alena dan teman-temannya
Edward sedang memeluk Alena sambil menikmati acara berita tentang kehancuran Monalisa
"Aku tidak tega melihatnya honey, bisa kau pindah channel nya?"
"Ada apa honey, kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Apa ini masih sakit Bee?" Tanya Edward sambil mengelus sedikit lebam yang membiru di pipinya, dan juga bibir Alena yang terluka
"Ayolah, ini hanya luka kecil honey, dan kau sudah menanyakan hal itu berulang kali, aku wanitanya seorang Edward Runcel Eagle, mana mungkin luka sekecil ini akan membuatku jatuh sakit"
Edward tersenyum dan tak terasa meneteskan air matanya, Alena segera menggelengkan kepala tak percaya, kali ini suaminya Edward meneteskan air mata hanya karena melihat luka kecil di wajahnya
"Aku tidak apa-apa Edita, jangan cengeng begini, kalau Daniel keluar kamar, kamu bisa habis di tertawa kan olehnya"
"Kamu kira aku perduli dengan hal itu Alpan!, mengingat apa yang terjadi tadi, hatiku masih nyeri rasanya"
"Maaf honey, love you"
"Love you too, so much Bee"
Edward hampir mencium bibir Alena, namun di gagalkan oleh kemunculan Daniel yang tiba-tiba
"Ehem, jangan beradegan Hot di depan jajaka Ting Ting" ucap Daniel sudah duduk di samping Edward
"Dasar kau, menganggu saja" ucap Edward
"Masih ada kamar noh, jangan ciuman disini" Ucap Daniel
Namun tiba-tiba saja
CUP
Edward malah mencium bibir Alena di depan mata Daniel yang langsung membulat, kemudian langsung beranjak pergi membawa Istrinya bersama nya masuk ke dalam kamar
"An*jir, bang*sat, kurang ajar sekali kau Edward, teman gak ada akhlak!" Teriak Daniel penuh emosi
Edward mengajak Alena menuju balkon untuk berbincang serius
__ADS_1
"Aku sdah memutuskan sesuatu Bee, kali ini kau jangan membantah"
"Apa honey?"
"Aku akan membawa mu ke Jakarta Bee, aku tunggu beberapa hari disini untuk membereskan semuanya, aku tidak ingin lagi terjadi sesuatu dengan mu"
Alena diam dan berpikir sejenak, baginya menolak keinginan Edward tidak mungkin lagi
"Baiklah honey, tapi kita tunggu seminggu lagi ya, sampai selesai pernikahan Amaya, setelah itu aku ikut ke Jakarta"
"Hem, baiklah, aku setuju"
Sesaat kemudian Alena memejamkan mata saat bibir Edward menyentuh lembut bibirnya, begitu halus, begitu lembut , begitu manis dan nikmat yang sudah lama dirindukannya, terasa gelenyar hangat dan desiran lembut yang menghanyutkan keduanya, kini ciuman itu semakin panas
"Ah, pelan Honey bibir ku masih sakit"
Edward tersentak kaget dan baru ingat kalau bibir Alena baru saja terluka
"Sorry Bee, ini sangat manis, aku merindukannya"
Kini Edward membawa tubuh Alena dan membaringkan nya di atas ranjang, perlahan bibirnya menyapu dengan lembut seluruh wajah Alena, dengan ciuman lembut bibir dan lidah, Edward menyusuri leher hingga terhenti di ke dua bukit kembar kesukaannya
Tangan Edward membuka semua penghalang yang menutupi tubuh istrinya, perpisahan beberapa Minggu membuatnya tidak kuat lagi untuk menahan merasakan sebuah kenik*matan dengan Alena, namun demikian, kali ini Edward melakukan nya dengan lembut mengingat kondisi Alena yang baru saja cidera
Alena mende*sah saat seluruh tubuhnya mendapatkan sentuhan dari tangan dan bibir suaminya, kerinduannya yang mendalam membuatnya tidak mampu lagi bertahan
"Ssh, Bee, I miss you"
Dengan perlahan Edward memberikan sentuhan di perut istrinya dengan lembut, di bukanya kedua pahanya dan membelai bagian bawah milik Alena perlahan, tampak Edward tersenyum ketika melihat wanitanya mengge*liat manja, di sentuhnya bagian in*tim itu dengan sapuan lidahnya, dan desa*han yang sangat di sukai Edward semakin banyak keluar dari mulut istrinya
"Ooh, Honey!"
"Aku disini Bee?"
"Aku menginginkanmu!, Emh,ssh, Aah"
Edward makin berga*irah melihat perbuatannya menghasilkan efek yang luar biasa terhadap tubuh Alena
Bagian in*tim Alena semakin basah, suaminya membuka miliknya dengan sempurna, perlahan Alena merasakan sesuatu yang sangat keras dan hangat menyusurinya, mendesak masuk kedalam dan membuatnya terpekik
"Aakh!"
"Emh, Sakit Bee?"
Alena sedikit menyeringai menahan sakit yang sebentar kemudian menghilang, dirinya heran karena merasakan milik suaminya masih terlalu terasa penuh di dalam sana
Edward membungkam mulut Alena dengan ciuman dan luma*tan, permainan lidah tak terelakkan lagi, perlahan Edward menggerakkan miliknya keluar masuk dengan kuat dan dalam, semakin lama hentakan yang di ciptakan nya semakin cepat dan membuat tubuh istrinya terguncang mengikutinya, saat sesuatu yang ingin meledak terasa, Edward mempercepat gerakan dan memeluk istrinya kuat hingga Kemudian
"Honey!"
"Ohh, Bee!"
"AAAH!"
Teriakan keduanya menggema memenuhi ruangan kamar saat sesuatu yang meledak, keluar bersamaan tengah terjadi di sana, Edward menatap Alena sejenak sambil tersenyum melihat istrinya masih terengah-engah
"Atur nafasmu Bee, kau sangat nikmat my love"
BUG
Alena memukul dada Edward dan tersenyum hingga wajahnya merona
Sementara itu Seorang laki-laki yang sedang berada di balkon kamarnya sedang mengumpat habis-habisan
"Sh*it, Bang*sat kau Edward, dasar pasangan kurangi ajar!" Teriak Daniel yang tak sengaja mendengar teriakkan Edward dan Alena saat melakukan penyatuan
(Oalah, sorry ya Daniel, Author gak tau kamu lagi di balkon, Edward juga gak sempat nutup pintu dan jendela balkonnya yang bersebelahan denganmu, wkwkwk)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE