
Edward hendak keluar dari kamar rahasia dan melanjutkan kembali pekerjaannya
"Bee, kamu istirahat saja dulu disini, aku akan melanjutkan pekerjaan sebentar dan pesan makanan dulu buat kita"
"Okey honey, dirimu sudah membuat ku capek begini" ucap Alena dan membuat Edward tersenyum
"Padahal aku tadi mau minta tambah Bee" goda Edward
"No, bisa-bisa aku gak kuat jalan karena perbuatan mu honey"
"Hahaha" Edward tertawa sambil keluar dari ruangan rahasia itu
Alena sudah membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, sedang kan Edward sudah melanjutkan pekerjaannya,tak lama kemudian muncullah Daniel dan Delia yang menawari Edward untuk keluar mencari makan
"Ed, kita keluar cari makan siang yok?" Ucap Daniel disusul dengan Delia yang muncul di belakangnya
"Alena kemana, kok gak ada?" Ucap Delia
"Kalian cari makan dulu saja, aku sudah pesan makanan, kita mau makan disini, kebetulan Alena kecapekan dan lagi istirahat di dalam" jawab Edward
"Ya sudah kita ikutan makan disini aja lah Honey, malas juga aku keluar cari tempat buat makan" ucap Delia
"Okey, kita makan bareng disini saja bersama mereka" ucap Daniel
Tak berapa lama, Alena muncul dari balik pintu rahasia dan terkejut mendapati ada Daniel dan Delia sudah berada di dalam ruangan kerja suaminya
"Kak Delia ada disini juga?" Tanya Alena sambil kemudian duduk di samping Alena
"Baru saja masuk, kau ini kenapa, itu hijab kenapa lepek basah gitu sih Al, kamu barusan mandi?" Tanya Delia heran
"Hehe, iya kak, disini gak ada pengering rambut kak, terpaksa deh pakek hijab rambut basah-basahan gini" ucap Alena
"Oh, jadi gitu, habis keramas ini ceritanya?" Tanya Delia penuh selidik
"Iya, memang kenapa kak?"
"Gak ada, emang kenapa keramas siang-siang disini?"
"Tadi habis_"
"Ehem, Bee!" Sahut Edward mengehentikan ucapan Alena yang hampir kebablasan
Alena langsung membekap mulutnya sendiri dan tentu saja membuat Dalia dan Daniel langsung mengerti
Daniel memperhatikan rambut Edward yang juga masih basah dan melebarkan matanya terkejut, ketika melihat beberapa kiss Mark di leher nya
"Makin besar perut istrimu ternyata main besar juga keinginan nya untuk bercinta ya Ed"
"Maksudnya?" Ucap Edward
"Lihat noh, leher kamu ada tanda merah bekas gigitan Alena, Dasar kalian ini, siang-siang bikin aku panas dingin" ucap Daniel
__ADS_1
Edward langsung meraba lehernya dan menoleh ke Alena, dengan wajah yang aneh, Alena tersenyum sambil mengangguk
"Maaf honey, aku kebablasan tadi, hehe" kata Alena
Sementara Edward hanya menghela nafas panjang sambil tersenyum dan tangannya mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut
"Honey, kita nikah hari ini saja yok, gak apa-apa acaranya dua Minggu lagi, bikin gak betah aja aku lihat tingkah kalian ini, dasar!" Ucap Daniel
Edward terkekeh, sedangkan Alena hanya tersenyum tipis sambil melihat ke arah Delia yang sudah jengah dengannya
"Sorry, kita tadi gak bisa nahan diri, lagi tegangan tinggi kak Del" ucap Alena
"Serah, dasar kamu ini, bikin galau orang aja" jawab Delia
tak lam kemudian pesanan makanan datang kemudian mereka berempat menikmati makan siang bersama di dalam ruang kerja Edward
*
Pencarian keluarga Arini selama tiga hari oleh Raka tidak percuma, dirinya sudah menemukan ibu dari Arini yang tinggal di sebuah desa di kota Semarang, dengan pendekatan dan penjelasan yang sudah dilakukan, akhirnya keluarga Arini mau untuk menyerahkan Ambar diadopsi oleh Raka
Proses pengadopsian berjalan lancar, sekarang secara sah hukum negara, Ambar adalah anak dari Raka dan Anggel, kesedihan Ambar berangsur memudar, kebahagiaan yang di berikan keluarga barunya membuat dia bisa mengurangi trauma hidup yang dialaminya
Hingga tiga minggu kemudian, datanglah seorang laki-laki menemui Raka dan Anggel dirumahnya di pagi hari sebelum Raka berangkat bekerja
"Maaf kalau boleh tau anda siapa?" Tanya Anggel ketika melihat seorang laki-laki yang tidak pernah dikenalnya
"Panggil suamimu dulu, dia pasti sangat mengenalku" ucapnya dengan songong
Anggel segera memangil suaminya, dan saat Raka keluar, dia sangat terkejut melihat laki-laki yang kini ada di depannya
"Wow, rupanya kamu masih sangat membenciku Raka, ingat, bagaimanapun aku ini saudaramu, kita satu ayah walaupun beda ibu"
"Dan aku tidak Sudi menganggap mu saudara walaupun kita satu ayah Roy!" Ucap Raka
"Terserah, aku juga tidak perduli, kedatanganku kali ini karena aku ingin mengambil darah daging ku" Ucap Roy
"Apa maksudmu, jangan mencari masalah denganku, atau_"
"Anak dari Arini adalah anakku" ucap Roy dan membuat sepasang suami istri itu sangat terkejut
"Baji*ngan, apa maksudmu, Ha!" Teriak Raka
"Aku orang yang memperkosa Arini dalam keadaan mabuk, dan aku sudah menebusnya dengan berada di penjara beberapa tahun setelah kejadian itu, jadi serahkan anak perempuan itu padaku"
Raka dan Anggel terkejut lagi mendengar perkataan dari Roy
"Bang*sat, aku tidak akan percaya begitu saja, jangan kira aku akan mengabulkan permintaanmu!" Ucap Raka
"Baik, lakukan tes DNA, atau kau bisa tanyakan tentangku ke keluarga Arini" jawab Roy
"Cukup, pergi sekarang juga dari rumahku, dan jangan berani datang lagi kesini, Pergi!" Teriak Raka penuh dengan emosi
__ADS_1
"Tenanglah Raka, kedatanganku ke sini tentunya juga untuk negoisasi tentang anak itu, berikan apa yang aku mau, aku akan membiarkan kalian hidup bersama dengan bahagia" ucap Roy
"Kurang ajar, kau kira aku bodoh ha!, Aku sangat tau sifat tamak mu itu Roy, dan jangan harap kau bisa berbuat seenak mu lagi, sudah cukup dulu kau menghabiskan harta kami dan membuat hidup kami menderita!" Teriak Raka
"Terserah, aku hanya berusaha negoisasi, dan akan aku pastikan dengan mudah aku akan membawanya pergi darimu"
"Pergi sekarang juga, atau aku yang akan memaksamu dengan kekerasan!"
"Baik, tenanglah, aku akan pergi, dan sampai berjumpa kembali, adikku Raka, hahaha" ucap Roy dan kemudian beranjak pergi
Raka langsung terduduk di kursi ruang tamu sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"Apa yang terjadi yang, kenapa bisa Roy menjadi ayah biologis Ambar?, Ada apa ini, mungkinkah itu benar?" Tanya Anggel yang duduk di samping Raka
"Aku tidak tau Yang, benarkah ini semua, aku sangat takut kalau ternyata apa yang Roy katakan semuanya benar" ucap Raka
"Ya Alloh, aku tidak rela kalau Ambar jatuh ditangan orang seperti Roy, walaupun dia ayah kandungnya yang" sahut Anggel
"Tentu saja itu tidak akan kita biarkan yang, Roy itu laki-laki breng*sek, tidak mungkin bisa merawat Ambar dengan baik" ucap Raka
Tak lama kemudian, Raka sudah bersiap untuk bekerja kembali sebagai pengawal pribadi Edward, sampai di perusahaan Raka lebih banyak terdiam dan membuat Edward merasa aneh dengan sikapnya, hingga kemudian Edward menegurnya
"Apa yang terjadi dengan mu Raka, aku lihat kamu termenung dan tidak fokus saat bekerja" tanya Edward
"Maaf pak Edward, saya sedang memikirkan nasip Ambar"
"Maksudnya?"
Kemudian Raka menceritakan segalanya tentang kejadian yang dialaminya tadi pagi, dan tentu saja Edward juga sangat terkejut mendengarnya
"Tenanglah dulu, hak adopsi sudah jatuh di tanganmu secara sah, kemunculan kakakmu itu tidak akan mudah mengambil Ambar darimu, dia juga harus melalui proses hukum, lagi pula dia belum melakukan tes DNA kan?" Ucap Edward
"Iya pak Edward, tapi entah kenapa saya yakin dia benar-benar ayah biologisnya Ambar, karena Roy menantang untuk bertemu dengan keluarga Arini, untuk membuktikan semua perkataannya" jawab Raka
"Jadi begitu, perintahkan anak buah mu untuk menyelidiki Roy secara detail, gunakan segala bentuk kejahatannya untuk menekannya, aku yakin itu akan berhasil, segera lakukan Raka" ucap Edward
"Baik pak Edward, semoga rencana kali ini berjalan baik, saya pergi dulu" ucap Raka
Tak lama setelah kepergian Raka, Edward segera menghubungi seseorang untuk membantu menyelidiki keberadaan Roy, dan mengawasinya
Bersambung
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE