Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 121


__ADS_3

Pagi hari semuanya yang menginap di Apartemen segera terbangun saat Alena membuat kehebohan dengan berteriak-teriak untuk melakukan Sholat Subuh, setelah itu semuanya pamit untuk kembali ke rumah masing-masing


"Am, kamu langsung pulang juga?" Tanya Alena


"Nggak, di apartemen kak Del, nanti berangkat kerja barengan"


"Oh, ya sudah, hati-hati semua, daa"


Kedua teman Alena juga melambaikan tangan keluar dari Apartemen Alena, setelah membereskan semuanya, kini Alena siap untuk berangkat ke Rumah Sakit tempatnya bekerja


Delia dan Amaya sudah bersenandung ria di dalam mobil yang meluncur ke Rumah Sakit Royal Murrage Hospital


"Untung ya kak, pak Edward orangnya sigap, jadi bisa menghadapi langsung masalah Segede gitu"


"Ya harus Am, dia kan orang yang sudah berpengalaman di dunia bisnis yang kejam, beruntung juga Alena orangnya sangat dewasa dalam menghadapi hal begituan"


"Bener kak, mungkin dia juga udah siap mental jadi istrinya CEO milyarder muda penguasa Eropa"


"Mangkanya aku dukung dia saat mau berlatih menembak dengan Raka, pastinya akan berguna banget untuk melindungi dirinya sendiri"


"Bener kak, lagian ilmu tenaga dalam Alena kan gak setinggi punya pak Alex kakaknya"


Tiba-tiba saja Delia merasa curiga dengan mobil yang berjalan di belakangnya


"Am, lihat mobil di belakang kita nggak?"


"Iya kak, kenapa?"


"Sepertinya dari tadi mengikuti kita"


"Masak sih kak, aku gak merhatiin"


Kemudian Delia mencoba berbelok di jalan lain, yang tidak biasa dia lewati untuk memastikan apakah mobil itu mengikutinya dan ternyata benar dugaan Delia, mobil itu semakin menambah kecepatannya ketika Delia menginjak gas dan melaju sedikit kencang, namun tiba-tiba saja mobil itu menyalip dan berhenti menghadang mobil Delia, dengan masih sangat terkejut keduanya kini sudah di todong oleh senjata dari balik jendela mobil, hingga akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa


*


Alena berjalan masuk ke sebuah ruangan yang biasa dia gunakan saat bekerja, pasien sudah menunggu antri disana, dengan cepat pelayanan segera di lakukan, Alena menghentikan kegiatannya saat ada telpon masuk dari nomer yang tidak dia kenal, dan langsung menerima panggilan ya


"Halo?" ucap Alena


"Selamat pagi Doker Alena, saya mengirimkan sebuah paket Video spesial buat anda, jangan berani menghubungi siapapun, dan segera datang ke alamat yang saya dikirimkan nanti"


"Apa maksudmu, halo, halo!"


Alena berteriak ketika sambungan telepon dimatikan dan tidak bisa di hubungi kembali, tak lama kemudian ada notifikasi masuk di handphonenya, segera dibuka dan betapa terkejutnya Alena saat mendapati kedua temannya sedang duduk di bungkam mulutnya dengan kedua tangan diikat ke belakang


"Astagfirullah, kak Del, Amaya!"


"Baji*ngan, siapa yang tega melakukan ini!"


Sesaat kemudian notifikasi masuk sebuah pesan yang mengatakan Alena harus datang sendiri menyelamatkan mereka, jika berani memberitahu orang lain maka kedua nyawa sahabatnya yang akan jadi taruhannya


Alena tidak berfikir panjang lagi, dengan cepat menghubungi Aditama untuk menggantikan tugas nya dengan alasan ada kepentingan mendadak, Aditama sedikit heran, tapi karena pasien sudah antri, dia langsung menggantikan tugas Alena


Sambil berjalan cepat Alena berpikir keras mencari solusi, hingga akhirnya ingat dengan kedua pengawalnya, setelah memberikan petunjuk khusus kedua pengawalnya mengikuti Alena pergi dari jarak yang agak jauh, hingga akhirnya Alena masuk ke sebuah rumah yang di jaga ketat oleh beberapa pengawal


"Aku sudah disini, dimana teman-teman ku?" Ucap Alena


"Oh, Nyonya Edward Runcel Eagle sudah ada disini rupanya" kata seseorang yang tidak Alena kenal


"Iya, aku sudah ada disini, lepaskan teman-teman ku, bukankah kalian menginginkanku?"

__ADS_1


"Hahaha, kau berani melanggar perintahku dan membawa kedua pengawal mu hah!, Bawa mereka masuk!, aku ingin kedua cecunguk itu mati di depan mata majikannya!"


Kedua pengawal Alena masuk dengan tangan terikat dan muka yang sudah hampir hancur


"Bang*sat, apa yang sudah kamu lakukan, lepaskan mereka, urusanmu denganku!" Teriak Alena terkejut melihat keadaan pengawalnya


"Diam!, Jangan berani teriak di depanku !" Ucap ketua penjahat


"Tembak kepala kedua pengawal ini cepat!" Teriaknya lagi


Saat salah satu penjahat mengarahkan senjata ke kepala pengawalnya, dengan gerakan cepat Alena mendorong dan menendang penjahat itu hingga jatuh tersungkur di lantai, senjatanya terlempar dan di tangkap oleh Alena, secepat kilat Alena menembaknya tepat di dadanya hingga tewas


Kedua pengawal langsung ikut beraksi dengan kedua tangan yang masih terikat, perlawanan segera berhenti ketika aja jeritan suara Delia dan Amaya yang sedang di Sandra di sebuah ruangan


"Berhenti, atau kedua temanmu itu akan mati!" Teriak sang ketua


Alena dan kedua pengawal langsung menghentikan perlawanannya, kedua pengawal langsung di tembak kakinya dan Alena sangat terkejut


"Apa yang kalian lakukan, jangan sakiti mereka, bukankah aku yang kalian inginkan, jadi, lepaskan mereka semua!" Ucap Alena


"Nyonya, jangan, nyawa kami tidak ada harganya di banding keselamatan nyonya!" Teriak salah satu pengawal Alena


"Diamlah, bagiku nyawa semua orang-orang yang ada di dekatku sama berharganya"


"Tapi Nyonya, mereka akan menyakiti nyonya, selamatkan diri anda, jangan pedulikan kita Nyonya!"


Alena tidak mendengar apapun dan langsung menyerahkan dirinya, baginya tidak mungkin mengorbankan orang lain untuk menyelamatkan nyawanya sendiri


Kedua pengawal di seret masuk ke sebuah ruangan, sedangkan Alena di bawa ke tempat Delia dan Amaya dengan tangan terikat, kedua sahabatnya terkejut dan membelalakkan mata saat Alena sudah ada di dekatnya, Alena berusaha memberikan ketenangan


"Alena!, Apa yang terjadi, siapa mereka Al?" Ucap Delia ketakutan, sedangkan Amaya sudah menangis panik


"Tenang lah, mereka hanya menginginkanku, kalian akan aman, aku akan menuruti kemauan mereka, asal kalian selamat dan di bebaskan" ucap Alena


"Sudahlah kak, aku wanita yang kuat, juga punya kemapuan, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitiku, percayalah"


Sesaat kemudian semua terdiam ketika suara seseorang sedang berjalan masuk ke dalam ruangan itu, Alena sangat terkejut ketika seseorang yang dia kenal sudah tersenyum lebar dan menjijikkan di hadapannya


"Valentino?!"


Ucap lirih Alena, begitu juga Delia dan Amaya


*


Edward bertemu jam 10 pagi dengan Monalisa, semua bukti tingkah laku kotor Monalisa sudah di bawa oleh Edward


"Kamu sudah siap Edward?" Tanya Daniel sambil berjalan di sampingnya


"Tentu saja, wanita ular ini harus di beri pelajaran" jawab Edward


Sesaat kemudian keduanya sudah berada di ruangan dan berhadapan dengan Monalisa lengkap dengan pakaian seksinya, bahkan kali ini memperlihatkan sebagian bukit kembarnya yang menonjol hampir tumpah keluar


"Dasar wanita menjijikkan" batin Edward


"Cara berpakaiannya sangat mirip dengan ja*lang" batin Daniel


"Baiklah, apa yang kau inginkan Edward?" Ucap Monalisa


"Aku memberimu kesempatan untuk menarik kembali semua berita mu dan jumpa pers menyatakan itu semua tidak benar" ucap Edward


"Hahaha, tapi bukankah itu semua benar?" Sahut Monalisa

__ADS_1


"Jangan menghayal, kulitku tidak akan sudi di sentuh oleh wanita sepertimu" ucap Edward dengan tatapan dingin


"Oh ya, baiklah, lalu apa yang akan kau lakukan kalau aku tidak mau menuruti keinginan mu?"


"Aku akan menghancurkan mu hingga tak tersisa Monalisa"


"Benarkah, oh, aku sangat takut Edward, memangnya apa yang kamu punya hingga berani mengancamku hah!"


"Ini"


Edward melempar sebuah map berisi beberapa file, foto dan juga flashdisk


Monalisa mengambil semuanya dan melihatnya satu persatu, raut mukanya berubah sangat panik, apalagi saat melihat sebuah videonya sedang melakukan pesta se*x dengan banyak laki-laki


"Bang*sat kau Edward, jadi kau memasang cctv di apartemen ku, baji*ngan!" Teriak Monalisa penuh dengan emosi


"Terserah kamu mau bicara apa, sekarang lakukan semua keinginanku, atau kamu akan hancur!" Ucap Edward


Namun sejenak Monalisa mendapat telpon dan melihat sebuah kiriman di galeri Video di Handphone nya, raut mukanya tiba-tiba berubah sangat senang dan tersenyum mengerikan


"Jangan senang dulu Edward, akan aku kirimkan sesuatu di handphone mu, mungkin itu akan merubah keputusanmu"


Sesaat kemudian Edward langsung membuka kiriman Video dari Monalisa, Edward sangat terperanjat ketika melihatnya


"Bang*sat, apa yang kamu lakukan dengan Alena, Monalisa!"


"Hahaha, kenapa?, Apa kau sangat merindukannya Edward?"


Daniel langsung menyambar Handphone Edward dan segera melihatnya


"Sh*it, apa yang kalian lakukan dengan mereka ha!" Teriak Daniel yang ikut emosi seketika, saat melihat Delia juga ada di sana


Secepat kilat Edward langsung menerobos tubuh Monalisa, mencekik lehernya hingga membentur dinding, Monalisa sangat terkejut dan meronta-ronta ketika nafasnya hampir tidak bisa mengisi rongga paru-parunya


"Kau ingin aku langsung membunuhmu rupanya Monalisa!" Ucap Edward lirih sambil menghujamkan tatapan mengerikan saat tangannya terus mencengkram kuat leher Monalisa


Daniel sangat terkejut melihat kemarahan Edward, hingga dia langsung melesat mendekatinya untuk menenangkan Edward agar tidak bertindak bodoh


"Kendalikan dirimu Ed, terlalu mudah kalau hanya kematian hukuman bagi Monalisa, Alena menunggu bantuan kita, itu lebih penting!" Ucap Daniel dan menyadarkan Edward kembali


Edward melepaskan tangganya, Monalisa langsung jatuh tak sadarkan diri disana


Edward berjalan cepat meninggalkan ruangan itu tanpa memperdulikan keadaan Monalisa


"Siapkan pesawat pribadiku sekarang juga Niel"


"Ok, aku juga akan ikut denganmu ke sana"


Edward segera menghubungi pak Hari dan juga Raka, kedua orang itupun sangat terkejut melihat Video penculikan Alena dan teman-temannya, Raka dan pak hari segera menyusun strategi, membawa beberapa orang kepercayaan nya untuk melacak keberadaan Alena


Selanjutnya Edward dan Daniel segera menuju ke bandara


(Sabar Alena, bang Edward pasti datang menyelamatkan mu, semangat Edward, cayo cayo!!)


(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2