
Setiba di Mansion keluarga Nugraha, Kyai Rahmat diantar masuk oleh Abraham ke kamar yang sudah dipersiapkan untuknya
"Sebaiknya ayah beristirahat dulu setelah membersihkan diri, nanti sore kita akan berkumpul dan berbincang"
"Iya, apa Alena juga datang kerja di sore hari?"
"Iya ayah, dia akan datang jam 4 sore bersama dengan Edward suaminya"
"Syukurlah, sebaiknya jangan biarkan Alena sendirian saat di luar rumah"
"Ada pengawal pribadi yang lumayan tangguh siap bertugas mendampingi di mana pun Alena pergi ayah"
"Iya, itu lebih baik"
Abrahan segera pergi keluar dari kamar dan kemudian menuju ke ruang tengah, Jasmine dan Reyna sudah berada disana dengan kedua bocah cilik yang sedang bermain bersama
"Bagaimana keadaan ayah?" Tanya Jasmine
"Biarkan ayah beristirahat dulu, nanti sore kita berkumpul bersama" ucap Abraham
*
Sementara itu Alena sudah bekerja di ruangan Poli Bedah, kebetulan jadwalnya hari ini adalah dirinya, sedangkan Dokter Ratu berada di IGD bersama dengan yang lain
Masih beberapa hari bekerja di tempat barunya, ternyata pamor Dokter Spesialis Bedah Alena sudah banyak dikenal oleh para pasien, bahkan gak sedikit pasien yang rela antri menunggu jadwal Alena yang bertugas di poli Bedah untuk memeriksakan diri, perawat yang membantunya sampai menggeleng tidak percaya mendapati pasien yang mengantri lumayan banyak
Raka yang duduk tak jauh dari ruang tunggu pasien juga merasa cemas melihat Alena yang terus-menerus melayani pasien yang lumayan banyak, hingga akhirnya memaksa Raka untuk menelponnya
"Ada apa Ka?"
"Ingat, jaga kesehatanmu Al, ada tiga Edward junior di dalam kandungan mu"
"Iya, aku baik-baik saja kok, tinggal dikit lagi"
Panggilan pun segera ditutup, dan Alena melanjutkan kerjanya, tak beberapa lama semua pasien sudah tertangani, Alena menyandarkan kepalanya di kursi sejenak sebelum akhirnya melangkah ke luar untuk beristirahat
Raka berjalan mengikuti langkah Alena
"Ka, aku ingin beristirahat di ruangan ku dulu, kalau kamu ingin keluar jalan-jalan, gak masalah"
"Aku akan menunggumu di depan ruang istirahatmu"
Alena menghentikan langkahnya dan berfikir ada sesuatu yang aneh dengan sikap Raka yang menjaganya terlalu ketat tidak seperti biasanya
"Ka, sini!"
Raka segera mendekat ke Alena
"Katakan ada apa sebenarnya!" Ucap Alena
"Gak ada apa-apa, istirahat lah!"
__ADS_1
"Jangan membohongiku Ka, atau kamu ingin kita bertarung disini?" Ucap Alena mengancam
"Iya-iya, kendalikan emosi mu, ingat, kamu sedang hamil" ucap Raka
Akhirnya Raka menceritakan bahwa dirinya mendapat perintah dari Abraham untuk memperketat penjagaannya karena mendapat kabar dari Sang Kyai Rahmad bahwa ada bahaya besar yang sedang mengancam Alena, Abraham juga menyuruh Raka untuk merahasiakan semuanya dari Alena agar tidak membuatnya cemas dan mempengaruhi kehamilannya
"Oh, jadi begitu, ya sudah Ka, aku istirahat di dalam dulu sambil menunggu waktu Sholat Dhuhur"
"Iya, jangan berfikir yang tidak-tidak, aku ada disini dan akan melindungi mu"
"Iya, jangan khawatir"
Alena segera pergi beristirahat, sementara Raka berjaga di luar, baru saja Alena hendak merebahkan badannya, tiba-tiba terdengar suara panggilan masuk dari handphone nya
"Halo dengan Dokter Alena" jawab Alena
"Maaf dokter dari ruang IGD, mau meminta tolong Dokter untuk membantu di IGD, ada kasus yang membutuhkan penanganan dokter Bedah"
"Dimana Dokter Ratu, bukankah ini waktu piket nya?"
"Maaf Dokter Ratu ijin keluar, kami tidak bisa menghubungi nya"
"Baik, aku segera kesana"
Alena segera bergegas pergi bersama Raka menuju ke IGD, Beruntung sekali Alena datang tepat waktu dan segera melakukan Operasi, hingga 1 jam kemudian operasi berhasil menyelamatkan nyawa sang pasien
Operasi yang pertama kali bagi Alena di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital membuat para partner kerjanya yang ikut membantu tindakan pembedahan benar-benar terpukau, kecekatan dalam melakukan tindakan medis yang dilakukan Dokter Alena tidak di ragukan lagi, tentu saja rumor ini langsung tersebar di seluruh di lingkungan Rumah Sakit
"Oh, tidak usah dokter, saya ikut berkumpul disini saja, mungkin ada masukan yang perlu saya perbaiki, silahkan kepada semua anggota tim untuk mengoreksi kekurangan saya" ucap Alena
Semuanya terdiam dan saling pandang, mereka agak terkejut dengan sistem kerja dokter Alena yang menginginkan kritikan dalam pekerjaannya, biasanya para dokter Spesialis malah tidak suka dengan hal itu, semuanya saling berdiskusi dan lebih memberikan dukungan bukan kritikan, Alena tersenyum puas dengan hasil kerjanya
Perbincangan hangat terpaksa berhenti saat Dokter Ratu tiba-tiba saja masuk tanpa permisi
"Aku ingin bicara denganmu Dokter Alena, ikut aku ke ruangan" ucap Dokter Ratu
Alena hanya tersenyum ke semua tim saat melihat ketegangan disana
"Permisi aku ikut Dokter Ratu sebentar"
"Tapi Dokter, sepertinya Dokter Ratu sedang marah dengan anda"
"Kalian tenanglah, semua akan baik-baik saja" ucap Alena
Akhirnya Alena menyusul masuk ke ruangan Dokter Ratu dan duduk di hadapannya
"Ada apa?" Tanya Alena
"Oh, jadi begitu sikap junior terhadap Dokter seniornya, ingat ya, disini kamu orang baru Dokter Alena, jangan berbuat seenaknya dengan memakai nama besar keluarga dan suamimu"
"Maaf, apa maksudmu Dokter Ratu, aku merasa tidak ada peraturan yang aku langgar dalam melakukan tugasku sebagai Dokter di Rumah Sakit ini"
__ADS_1
"Hah, yang benar saja, lalu apa yang kamu lakukan hari ini dengan menggantikan ku melakukan tindakan operasi pasien dari IGD tanpa seijin ku, cari muka sekali kau ini rupanya"
"Jaga kata-kata mu Dokter Ratu, aku di minta bantuan dan tidak merebut pekerjaanmu, sebaiknya kau luruskan masalah ini dengan kepala ruangan IGD sebelum kamu berbicara yang tidak-tidak denganku"
"Tidak perlu, aku sudah tau apa tujuanmu bekerja di Rumah Sakit ini, memang aku akui fisikmu tak terbantahkan, tapi jangan sok cantik dan sok pintar disini"
"Jangan berbicara ngelantur ke mana-mana, aku tidak ada waktu untuk itu, hari sudah sore dan sudah waktunya aku pulang, sebaiknya saya permisi dulu" ucap Alena
"Oh ya, sibuk sekali kau rupanya, menghabiskan waktu tebar pesona dan mencari muka dimana-mana" sahut Dokter Ratu sedikit pelan tapi masih bisa di dengar dengan jelas oleh Alena
Alena menghentikan langkahnya dan menarik nafas dalam berusaha mengontrol emosinya, dia tau betul bahwa emosi yang tinggi bisa mempengaruhi perkembangan janin yang ada dalam kandungannya
"Ada apa Al, apa Dokter itu membuat masalah denganmu?" Ucap Raka berjalan mengikuti langkah Alena
"Sudahlah, sepertinya dari awal dia memang tidak suka padaku, mungkin karena Edward pernah menolak cintanya waktu itu"
"Oh, ya Tuhan, dasar wanita gila, apa kau baik-baik saja Al?"
"Tentu aku baik, aku berusaha mengontrol emosiku, lebih penting memikirkan anak-anak ku dari pada harus menghabiskan tenaga untuk sikap Arogan seorang wanita yang mungkin sedang cemburu padaku"
"Hehehe, ada-ada saja Al, Sepertinya banyak sekali wanita yang menginginkan suami mu"
"Hem, dan mereka harus berhadapan denganku kalau ingin macam-macam dengan Edward"
"Hahaha"
Keduanya tertawa dan masuk ke dalam mobil untuk segera pulang karena
Raka segera memerintahkan supir pribadi untuk meluncur sedikit cepat menuju ke perusahaan Edward, Raka juga menjelaskan kalau Kyai Rahmad sudah berada di Mansion dan sedang menunggu kedatangan Alena
"Jadi kamu sudah jalan kesini Bee?" Tanya Edward dalam telpon
"Iya honey, kakek sudah ada di Mansion, sebaiknya kita segera pulang"
"Iya, aku sudah bersiap Bee, tidak usah masuk ke atas, aku menunggumu di tempat mobilku"
"Okey honey"
Percakapan di handphone terputus dan Alena segera meluncur ke tempat yang dituju
Bersambung
Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1