Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 56


__ADS_3

Sementara itu Alena, Raka dan kedua sahabat Alena makan di sebuah tempat makan tradisional dengan menu yang sangat sederhana namun menggugah selera setelah sholat Magrib


Raka menatap Alena dengan tersenyum, ada sesuatu di hati Raka saat melihat Alena tertawa, makan dengan lahap dan berbincang lucu


"Wanita yang sangat langka dan spesial" batin Raka


"Setelah ini kalian mau ke mana lagi?" tanya Raka


"Kita pulang aja, ini dah malam, gak enak sama keluarga yang ada di Vila" ucap Delia


"Iya, mana handphone kita mati semua kehabisan baterai" sahut Amaya


"Oh iya, aku lupa hidupkan handphone ku, biar aku kasih kabar mereka kalau kita dah hampir pulang" ucap Alena


"Ok, aku antar kalian pulang, ini juga masih hujan deras" kata Raka


"Makasih banget kita ini lo Ka, udah kamu antar jalan-jalan, besok pagi kita mau pulang ke Jakarta" ucap Delia, sementara Alena masih berusaha menelepon, tapi gak bisa


"Susah jaringannya kalau disini, apalagi mendung hujan gini, sudah aku antar pulang aja sekarang Al" ucap Raka


"Oh, iya, yok, signal gak bagus ini, gak bisa telpon" sahut Alena


Akhirnya mereka semua pulang menuju Vila diantar dengan Raka, jam tujuh malam sampai di Vila dan Raka dipersilahkan masuk


"Baru datang kalian?" tanya Jasmine


"Iya mom, sorry tadi hujan deras, hubungi mommy gak ada signal" sahut Alena


"Ya sudah, sana bersihkan badan, loh ada tamu rupanya?" ucap Jasmine


"Selamat malam Tante, saya Raka"


"Oh, malam, teman Alena?" tanya Jasmine


"Iya Tante, kebetulan tadi saya bertemu mereka di pangkalan ojek, dan saya ajak sekalian untuk berkeliling, kebetulan saya juga sedang berlibur di rumah teman daerah sini" jawab Raka sopan, Jasmine tersenyum melihat Raka menjelaskan semuanya, perbincangan mereka berdua makin seru ketika Abraham ikut bergabung


Alex mendengar ada yang sedang berbincang di ruang tamu segera keluar dan berniat melihat, Namum saat keluar kamar berpapasan dengan Alena yang habis selesai membersihkan diri dan akan turun ke bawah


"Al, udah datang?" Tanya Alex


"Sudah kak, agak tadi malah, kenapa?"


"Pulang sama Edward?, Tadi dia keluar nyusul kamu"


"Nggak kak, kita pulang di antar Raka, teman ketemu tadi dan ngajak kita sekalian jalan-jalan"


"Oh, Edward dah pulang?"


"Gak tau kak, aku gak lihat dari tadi"

__ADS_1


"Coba kamu hubungi deh Al, takutnya Edward masih nyari kamu di luar sana, atau kamu kirim pesan aja, biar nanti kebaca"


"Kak Alex aja, aku mau nemui Raka di bawah, kasian tu orang" ucap Alena dan langsung melesat ke ruang tamu


"Eh, Al!, dasar bocah" kata Alex dan langsung mengirim pesan ke Edward untuk segera pulang, karena Alena sudah ada di Vila


Setelah mendapat pesan dari Alex, Edward segera meluncur ke Vila dengan perasaan yang dongkol


"Sial*n, siapa sebenarnya laki-laki yang ngantar Alena?" batin Edward khawatir


Edward segera masuk ketika sampai di Vila, dengan rasa penasaran di dadanya, Edward berlarian hingga di depan pintu ruang tamu, perlahan Edward membuka pintu dan mengucap salam, semua orang yang ada di ruang tamu segera menoleh dan menjawab salam


"Maaf, saya baru sampai, ada tamu rupanya" ucap Edward dengan menatap tajam Alena


"Apa kabar tuan Edward?" ucap Raka


Deg


Edward terkejut melihat siapa laki-laki yang dari tadi membuatnya penasaran


"Kau, Oh syukurlah kau selamat Raka" ucap Edward


"Tentu saja tuan, orang seperti ku tidak akan mudah mati bukan?" Jawab Raka dan kemudian mendekati Edward, mereka berdua bersalaman dan saling peluk sebentar kemudian duduk kembali, Abraham dan Jasmine segera beranjak dan masuk ke dalam untuk memberikan ruang bagi mereka untuk berbincang


"Jadi kamu yang mengantarkan Alena jalan-jalan?" tanya Edward


"Tepatnya Alena dan kedua temannya tuan Edward" jawab Raka


"Saya kebetulan ketemu mereka di jalan tadi, awalnya saya juga tidak tau kalau ternyata nona Alena yang saya tawari tumpangan" ucap Raka


"Iya, apa kau selalu menawari tumpangan ke semua wanita yang kamu temui?" tanya Edward dan membuat Raka maupun Alena mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan itu


"Oh, itu, tentu saja tuan, apalagi seorang wanita yang sangat butuh bantuan" jawab Raka semakin tidak enak karena merasa ada Jawa panas di sana


"Aku berterimakasih atas bantuanya Raka, maaf merepotkanmu hari ini, sudah membuatmu capek keliling sana sini menemani kami" ucap Alena dengan senyuman manisnya ke arah Raka, Edward yang melihat dengan jelas hal itu semakin di buat geram


"Aku juga mengucapkan terimakasih, karena kamu sudah mengantarkan Istriku pulang dengan selamat"


Duar


kata istri terdengar jelas di telinga Raka, dan itu membuatnya sangat terkejut, tentu saja Alena menatap tajam ke arah Edward karena kesal dengan kelakuan Arogan Edward


"Oh, maaf tuan Edward, saya tidak tau kalau anda sudah menikah dengan Alena, saya ikut senang mendengarnya, anda sudah bisa melabuhkan hati ke wanita lain selain_" ucap Raka tertahan


"Kakakku Reyna maksudmu Ka?" lanjut Alena


"Oh, maaf, bukan maksudku bicara seperti itu, yang jelas aku ikut senang" ucap Raka


"Sayangnya aku tidak" ucap Alena agak lirih tapi masih terdengar jelas ditelinga Edward dan Raka

__ADS_1


"Jaga bicaramu Al" ucap Edward menatap tajam Alena


"Aku hanya berkata apa adanya" jawab Alena dengan tajam


"Apa maksudmu, apa masih kurang kamu berbuat ulah hari?" ucap Edward, membuat Alena tersulut emosi


"Siapa yang membuat ulah, aku keluar sudah minta ijin darimu, aku juga tidak sendirian, dan kamu bilang aku berbuat ulah, ulah yang mana maksudmu?" tanya Alena jengkel


"Ehem, sebaiknya saya undur diri dulu tuan Edward, Al aku pulang dulu ya?" ucap Raka


"Kenapa keburu Ka, masih hujan deras di luar" jawab Alena


"Gak apa-apa, aku kan naik mobil, ga akan kehujanan Al"


"Ya, sebaiknya kamu segera pulang, ini juga sudah malam, aku ucapkan terimakasih sekali lagi, dan perlu kamu ingat, panggil Alena dengan sebutan nona atau nyonya, itu lebih pantas" ucap Edward lebih seperti peringatan ke Raka


"Kau ini apa-apaan sih Ed, kita berteman, ngapain harus panggil formal kayak gitu, keterlaluan banget" ucap Alena


Sementara itu Raka hanya tersenyum tipis dan langsung pamit pulang, Alena mengantar di depan pintu dan bertukar nomer handphone dengan Raka, setelah itu melambaikan tangan saat mobil Raka keluar dari halaman Vila


Alena segera masuk dan menuju ke dapur untuk mengambil air minum, Edward mengikuti langkah Alena dan memotongnya ketika Alena akan mengambil air di meja makan


"Berikan handphone kamu" ucap Edward tegas


"Buat apa, kamu kan sudah punya handphone sendiri"


"Berikan, atau aku paksa?!" ancam Edward


"Gak akan aku kasih, minggir, aku mau minum, haus!" jawab Alena kesal


Edward langsung melakukan gerakan cepat merebut handphone Alena, saking terkejutnya Alena yang tidak menyangka Edward akan merebut handphone nya, Alena hampir terjerembab dan langsung di tarik oleh Edward


"Aku bawa handphone kamu" ucap Edward sambil berjalan cepat ke arah kamarnya


"Edward!, jangan keterlaluan, berikan handphoneku, Edward!" Teriak Alena berlarian menyusul langkah Edward, namun tidak bisa merebut handphone dari tangan Edward, sampai tidak terasa Alena ikut masuk ke kamar dan Edward segera mengunci pintu kamarnya


Bersambung


Tetap waspada wabah Covid-19 dengan melakukan 3 M (Menjaga jarak, memakai Masker, Mencuci tangan)


Waspada juga dengan wabah baru Noveltoon-21 dengan melakukan 4 M


"Meng LIKE LIKE LIKE LIKE


"Meng KOMEN KOMEN KOMEN


"Memberi HADIAH HADIAH


"Mem VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


Salam sehat dan jangan lupa Bahagia


__ADS_2