Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 182


__ADS_3

Edward sudah berada di ruangan pemilik perusahaan Luxury Company bersama dengan Daniel, Edward duduk di depan meja kerja seorang CEO bernama Redrik Luxury, pemilik perusahaan Luxury Company


Sesaat kemudian Edward melemparkan map berisi berkas dan file bukti kejahatan yang sudah dilakukan oleh perusahaan tersebut


"Aku membawakan mu hadiah kesuksesan karir mu, bukalah!" Ucap Edward dengan tatapan mata yang tajam dan dingin


Redrik perlahan membuka map itu perlahan, di bukanya satu persatu file yang ada ditangannya dan dirinya sangat terkejut, semua bukti kejahatan, pencucian uang dan kecurangan bisnisnya lengkap ada di sana


"Kurang ajar, kau ingin menekan ku Edward!" Ucap Redrik


"Buat apa aku menekan mu, aku hanya memberikanmu kesempatan untuk bersiap menerima kehancuran mu" ucap Edward


"Hahaha, kau pikir aku semudah itu bisa kau hancurkan, ha!" Ucap Redrik


"Tentu saja tidak mudah menghadapi mu, tapi juga tidak membuatku repot sama sekali" balas Edward


"Bang*sat kau, sombong sekali rupanya dirimu ya, kau belum tau sedang berhadapan dengan siapa" ucap Redrik


"Jangan kau pikir selama ini aku hanya diam saja melihat mu menghancurkan perusahaan-perusahaan yang lain, aku tau betul karaktermu Redrik"


Redrik terdiam sambil membalas sorot tajam mata Edward yang sedang melihatnya


"Jadi apa mau mu?" Ucap Redrik berusaha mengendalikan emosinya


"Katakan Daniel" Ucap Edward menoleh ke arah Daniel


"Pertama, Kembalikan beberapa saham yang sudah kau ambil dengan cara yang curang dari beberapa perusahaan yang kini mengalami krisis karena perbuatan mu"


"Apa!, Kau gila, mana mungkin aku mengembalikannya, mereka akan menuntut ku" ucap Redrik


"Aku tidak perduli dengan hal itu" ucap Daniel


"Dasar kalian baji*ngan!"


"Yang kedua, katakan dengan jujur, apa kau berencana membunuh salah satu anak buah ku, yaitu Raka?" Tanya Daniel dengan wajah serius


"Hahaha, memangnya kenapa kalau iya, apa itu membuat kalian takut?" Ucap Redrik


"Aku tidak takut, hanya mencari Ide, bagaimana caraku membalas perlakuan keji mu" ucap Daniel dengan sinis


"Kalian mengancam ku!, Ruangan ini penuh dengan CCTV, apa yang kalian lakukan akan terekam detail disini" ucap Redrik sambil bersantai di kursi


"Jadi benar kau yang merencanakan pembunuhan orang kepercayaan ku, Raka dan istrinya?" Tanya Edward


"Pikir saja sendiri, beruntung dia masih hidup" ucap Redrik


"Bang*sat!, Jadi semua itu karena ulah mu Redrik, pantas saja" ucap Edward

__ADS_1


"Baiklah, mulai hari ini, kau akan berurusan denganku di jalur hukum, bersiaplah, kali ini aku tidak akan mengampuni mu Bajin*gan!" Ucap Edward yang sudah berdiri dan bersiap pergi meninggalkan ruangan itu


Namun tanpa di duga Redrik dan anak buahnya sudah menodongkan senjata ke arah Edward dan Daniel


"Jangan harap kalian bisa keluar dari sini dengan mudah, Edward" ucap Redrik


Redrik segera memberi kode untuk menembakkan semua senjata dari tangan anak buahnya ke Edward dan Daniel


Namun dengan satu gerakan tangan Edward, peluru yang melayang di udara terhenti seketika, Redrik dan semua pengawalnya terkejut tak percaya dengan apa yang mereka alami


Hingga detik berikutnya Edward menghempaskan tangannya dan membuat peluru berbalik arah menyerang musuhnya, darah segar banyak yang mengalir keluar dari tubuh para pengawal Redrik, beruntung Edward tidak membalikkan peluru menembus organ dalam musuh-musuhnya, sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden itu


Edward langsung melanjutkan langkahnya bersama dengan Daniel di sampingnya


"Jangan sampai kau menyesal Redrik, tunggu kehancuran mu!" Teriak Edward


*


Masih berada diruang kerja Ratu, Kaisar memeluk dan menenangkan Ratu dengan menepuk lembut punggungnya, Kaisar membiarkan tangis Ratu mengalir begitu saja, sesaat kemudian Ratu sudah bisa menenangkan dirinya dan perlahan keluar dari pelukan Kaisar


"Maaf Kai, aku mengotori bajumu" ucap Ratu sambil menghapus sisa air matanya dengan tissue yang ada di meja


"Sudahlah, yang penting kamu sudah kembali tenang" ucap Kaisar


"Terimakasih, kamu sudah kesekian kali menolongku Kai"


"Aku hanya kebetulan lewat, dan melihatmu membutuhkan pertolongan, lain kali berhati-hati lah saat berbicara dengan tunangan mu Rangga"


" Untuk itu bicaralah dengan kepala dingin, jangan menuruti emosi, karena Api harus di redamkan dengan Air"


Sejenak Ratu tertegun dengan semua perkataan Kaisar yang membuatnya begitu tenang, Ratu tersenyum saat melihat Alena celingukan seperti sedang mencari seseorang di depan jendela ruang kerjanya


"Kai, sepertinya ada yang mencari mu" ucap Ratu sambil tersenyum


Kaisar langsung menoleh keluar dan melihat tingkah Alena yang celingukan mencari dirinya


"Gawat, aku lupa membelikan Es Kopyor nya" ucap Kaisar pasrah dan kemudian beranjak dari duduknya mendekati Alena


"Mencari ku Al?"


"Astagfirullah, ngagetin aja kamu Kai, dari mana tiba-tiba bisa muncul di belakang ku?" Tanya Alena menyelidik


"Dari tempatku Al" ucap Ratu yang baru saja keluar dari ruangannya


"Oh, ketahuan kalian ya, berselingkuh di belakangku" ucap Alena


"Siapa yang selingkuh dibelakang mu Bee?"

__ADS_1


"Honey! Hehehe" Alena tertawa dengan wajah yang aneh, membuat kaisar dan Ratu menahan tawanya


"Ada apa, kau seperti nya terkejut hem?" Tanya Edward mendekati istrinya


"Enggak, aku hanya bercanda saja, ya kan Kai?" Ucap Alena sambil melotot ke arah Kaisar


"Jangan keterlaluan kalau bercanda, kalau ada yang mendengar, dikira kau yang berselingkuh dengan Kaisar, apa kau ingin aku bertarung dengannya?" Ucap Edward dengan wajah dinginnya


Ratu dan Kaisar langsung mundur teratur meninggalkan Alena


"Hei, jangan lari, ini semua karena ulah kalian!!" Teriak Alena ke Ratu dan Kaisar yang sudah lari entah kemana


Edward masih menatap istrinya yang kini tengah menunduk didepannya


"Maaf Honey, aku salah, tadi cuma bercanda, sumpah!" Ucap Alena sabil memanyunkan bibirnya


Edward tersenyum tanpa diketahui oleh Alena dan detik berikutnya, tangan Edward menarik Alena hingga jatuh dalam pelukannya, selanjutnya sebuah ciuman hangat dan lembut menyapa bibir Alena


CUP


"Aku juga bercanda, aku tau hati Alena Bilqis Nugraha tidak akan pernah bisa berpaling dari seorang Edward Runcel Eagle" bisik Edward lirih di telinga Alena


Alena langsung menatap suaminya kemudian tersenyum, detik berikutnya dia berjinjit meraih wajah suaminya dan kali ini dirinya yang mencium Edward


CUP


"Dan aku tau, Edward Runcel Eagle tidak akan pernah sanggup kehilangan Alena Bilqis Nugraha"


Kini keduanya tersenyum dan mendekatkan bibirnya kembali hingga terdengar suara yang menyadarkan mereka


"Ehem, sudah main cium-ciuman di depan umum?, tuh banyak orang kena serangan jantung lihat kalian" ucap Daniel sambil menunjuk beberapa pasien yang masih antri di depan Ruangan poli Jantung


"Dasar kau, itu memang tempat orang periksa jantung!" Ucap Edward


Alena dan Daniel terkekeh melihat muka Edward yang jengah dengan kelakuan Daniel saat menggangu momen indah ketika hampir mencium bibir Istrinya


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2