Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 108


__ADS_3

Alena membantu menyiapkan sarapan pagi bersama dengan para pelayan yang ada di Villa, Edward memanggil Alena dari dalam kamar, para pelayan hanya tersenyum memandang Alena dan memberi kode untuk segera menghampiri suaminya


"Dasar Edward memalukan sekali, teriak-teriak manja kayak anak kecil nyari emaknya saja" batin Alena sambil berjalan masuk ke kamarnya


"Ada apa honey?"


"Kamu kemana saja, aku bangun kamu sudah gak ada"


"Gak usah manja gitu, malu sama pelayan dan pengawal kamu tu, di ketawain kita noh"


"Gak ada urusan, lain kali kalau pergi bangunkan aku dulu Bee"


"Iya, tadi gak tega bangunkan kamu honey, tidurnya nyenyak banget gitu"


"Lumayan capek Bee, semalam habis ngerjain istri cantikku"


"Ish, dasar, udah yok bangun, mandi dulu, sarapan dah siap, aku tadi request menu Asia tu"


"Sini dulu!"


Edward langsung menarik Alena dan memberikan morning kiss


Alena hanya tertawa geli saat Edward mencium leher dan menggelitik tubuhnya, Alena segera menyiapkan air hangat di bathtub untuk mandi suaminya, Edward tersenyum melihat betapa Alena sangat perduli dan melayaninya dengan baik


Sarapan pagi kali ini semuanya ikut makan di ruang makan yang luas, yah walaupun tempatnya berbeda, namun menu yang di makan oleh semua orang yang ada di sana tetap sama


Sesaat kemudian terdengar nada panggilan dari handphone Edward, Alena segera mengambilkan dan memberikan ke suami nya


"Halo Raka, ada kabar apa?"


"Monalisa kembali lagi ke Jakarta tuan Edward, sepertinya dia mengetahui rencana tuan yang akan menetap di Jakarta kembali"


"Hem, tidak masalah, aku sudah tau apa yang akan aku lakukan kalau dia berani macam-macam"


"Sepertinya Monalisa juga merencanakan sesuatu dengan pembalap ternama tuan, kucuran dana yang di berikan Monalisa untuk laki-laki ini luar biasa"


"Hem, terus Awasi Raka, aku mengandalkan mu"


"Untuk para penyusup yang ada di perusahaan tuan di sini, apa perlu saya bertindak?"


"Jangan dulu, mereka akan aku manfaatkan nantinya"


"Baik tuan, salam buat Alena, oh maaf, maksud saya nyonya Edward "


"Hem, akan aku sampaikan"


Sambungan telepon dimatikan


"Siapa Honey?"


"Raka"


"Hah, bagaimana kabarnya?, Apa dia masih bekerja untukmu honey?"


"Hem, ada salam darinya untuk mu Bee"


"Oh iya, Waalaikumsalam, syukurlah dia baik-baik saja"


"Jangan memikirkan laki-laki lain Bee, aku memperingatkan mu"


"Raka hanya temanku honey"


Keduanya kembali berjalan-jalan menikmati pemandangan di pulau itu


*


Aditama bertemu dengan tantenya di sebuah Resto, sekalian sarapan pagi


"Jadi kau akan kembali ke indo Dit?"


"Iya Tante, ada sesuatu yang harus aku selesaikan"


"Hem, kau akan kembali ke Royal Murrage Hospital?"


"Sepertinya begitu, pagi tadi aku menghubungi pihak Rumah Sakit dan katanya masih membutuhkan tenagaku"


Wanita itu yang tak lain adalah Amita Kirana langsung tersenyum penuh maksud


"Bagus, Aku bisa memanfaatkan Aditama untuk mengambil alih Royal Murrage Hospital, dengan begitu dendam ku terbalas kan"


"Ada apa Tante, seperti ada sesuatu yang sedang Tante pikirkan?"

__ADS_1


"Oh, tidak, aku hanya ingin menceritakan satu hal, keadaan om kamu yang lumpuh total di sebabkan oleh Edward Runcel Eagle, pemilik Rumah Sakit yang kau tempati, apa kau sudah tau hal itu?"


"Siapa yang tidak tau kabar itu, semua orang bahkan tau apa yang sudah Om Jordi lakukan kepada Alena dan Amalia"


"Apa maksudmu?, Jadi kau menyalahkan Om kamu dalam hal ini?"


"Tentu saja Tante, jangan bilang Tante tidak tau sepak terjang suami Tante sendiri"


"Lancang kau Aditama, apa kau lupa siapa yang sudah sering membantumu dan keluargamu dulu?"


"Jangan menekan ku Tante, apa Tante sudah lupa, berapa banyak kecurangan yang Tante lakukan untuk merebut semua warisan orang tuaku?"


"Kau, anak kurang ajar!"


"Ternyata Tante belum bisa berubah, sifat dan ketamakan Tante akan berbalik menyerang Tante sendiri, dan aku peringatkan, jangan berani mengusik Edward Runcel Eagle kalau Tante tidak ingin mati mengenaskan"


"Kepa*rat, bahkan kau lebih membela orang lain ketimbang tante mu sendiri hah!"


"Jaga bicara Tante, ini tempat umum, sikapmu makin menunjukkan seburuk apa dirimu"


Aditama segera beranjak pergi dari hadapan tantenya Amita Kirana makin meradang melihat sikap Aditama yang tidak mendukungnya sama sekali, hingga akhirnya dia menghubungi seseorang


"Halo, bagaimana nyonya?"


"Aku tidak bisa mengandalkan keponakan breng*sekku lagi, sebaiknya kita lakukan ini sendiri, apa kamu sudah menemukan cara bagaimana menghabisi Edward?"


"Jangan khawatir nyonya, kerjasama kita akan berjalan lancar, aku sudah membayar mahal beberapa pembunuh bayaran profesional untuk melakukan hal itu"


"Jangan sampai gagal kali ini, ingat, kematian Edward akan sangat menguntungkan buat kita, aku akan membantumu merebut Diamond Eagle Company, sedangkan aku akan memiliki Royal Murrage Hospital"


"Iya nyonya, kali ini aku sudah mendatangkan seorang pembunuh bayaran dengan kekuatan supranatural yang tinggi"


"Oh ya, aku dengar orang itu yang sering di panggil dengan nama Kaisar, apa itu benar?"


"Benar sekali Nyonya, tapi bayarannya sangat tinggi, aku membutuhkan dana tambahan darimu lagi nyonya"


"Tidak masalah, berapa yang kamu minta akan aku berikan, asal semua itu untuk mempercepat kematian Edward"


"Baik nyonya"


"Oh iya, aku akan ke indo beberapa hari lagi, apa kau tidak merindukan ku?"


"Okey, kita akan bertemu dua hari lagi Rama, dan ingat, puaskan aku"


Sesaat kemudian telpon terputus


*


Aditama sudah mempersiapkan diri untuk kembali ke Indonesia hari ini juga, tepat jam 2 siang sudah berada di dalam pesawat menuju negara kelahirannya, ada perasaan cemas dan khawatir, namun aneh, saat membayangkan wajah Amaya, semua kekhawatiran terasa sirna, Aditama tersenyum memandang keluar jendela pesawat


"Aku akan meminta pengampunan mu Amaya, bahkan aku rela bersujud dan menyerahkan nyawaku untuk mendapatkan maaf mu" batin Aditama


*


Edward masih asik berenang di kolam besar dalam Villanya, sesekali melihat istrinya yang sedang bersantai duduk di tepian kolam sambil senyum-senyum memperhatikan handphonenya, Edward merasa curiga, di hatinya tidak rela melihat istrinya lebih memperhatikan dunia Maya di bandingkan dirinya


Dengan tubuh yang masih basah, dada yang sixpack, kulit kecoklatan, dan badan yang sangat sangar dan kekar, ditambah tampang yang macho dengan ketampanan di atas rata-rata, Edward berjalan mendekati istrinya dan merebut handphonenya


"Honey!, Kembalikan handphone ku, apa yang kamu lakukan"


Edward langsung melangkah cepat menjauhi Alena, Kini mereka berkejaran, Edward mengangkat handphone Alena tinggi-tinggi hingga Alena tidak bisa meraihnya, apalagi tinggi tubuh Edward tidak sebanding dengan dirinya, Alena masih meloncat-loncat berusaha mengambil handphone dari genggaman Edward


"Honey, ayolah, jangan usil lagi, kembalikan, aku lagi chatting itu"


"Sama siapa?"


"Sama teman-teman tempat kerja honey"


"Jangan bohong ya, aku cek dulu"


"Cek aja"


Edward langsung melihat semua chatting yang dilakukan oleh istrinya, dan kemudian Edward tersenyum sendiri saat di dalam percakapannya, menyebut dirinya adalah suami yang istimewa


"Ngapain senyum senyum gitu?"


"Nggak ada Bee, nih handphone kamu"


Edward memberikan Handphone istrinya dan


GREP

__ADS_1


Dengan sengaja Edward mendekap tubuh Alena hingga air yang ada di tubuhnya membasahi baju istrinya


"Honey!, Apa-apaan sih, aku jadi basah semua ini!"


"Nanti ganti lagi, yok ikut aku renang Bee!"


"Gak mau, aku gak mau renang Honey, dingin!"


Edward hanya tertawa dan langsung menggotong tubuh istrinya


BYUR


Edward menggendong Alena dan membawanya masuk ke kolam renang


"Dingin honey, lagian aku gak pakek baju renang ini, pokoknya aku mau gendong gini aja, gak mau turun!"


"Makin manja ya sekarang?"


"Ya habisnya kamu, ngerjain aku gini, lihat ini gaunku pada ke angkat semua"


"Di lepas aja ya Bee, biar kamu polos kayak bayi" goda Edward


"Iya, terus kamu pamerin tubuh istri kamu ini ke pengawal kamu itu"


Edward tersenyum dan menoleh ke arah beberapa pengawal yang berjaga di dekat kolam renang


"Kalian semua pergi dari area kolam renang ini secepatnya, jangan kembali sebelum aku selesai berenang, dan pastikan semua cctv di area ini dimatikan, jaga jangan sampai ada yang melihat ku dan istriku"


Para pengawal langsung pergi dan mengamankan area Kolam renang


"Sudah Bee, aku lepas ya?"


"Iya iya, nolak juga percuma kan"


Edward tertawa dan langsung membuka baju istrinya, kini pemandangan yang sangat menakjubkan terpampang di depan mata Edward


"Wow, ternyata kau sangat sek*si honey"


"Jangan berlebihan honey, hampir tiap malam kamu sudah menja*mah seluruh tubuhku"


"Tapi tampak berbeda saat di dalam kolam renang Bee, lebih mengga*irahkan lagi" bisik Edward di telinga Alena


BUG


Alena langsung memukul dada bidang suaminya sambil melototkan matanya memberi peringatan


"Jangan macam-macam, ini di kolam renang Honey, kendalikan dirimu"


"Hahaha"


Edward langsung tertawa melihat ekspresi istrinya yang ketakutan dan meloncat renang menjauhinya


"Sini Bee, aku menginginkanmu, akan aku ajari menikmati penyatuan di kolam renang!"


"Gak akan, gak boleh, banyak kuman di dalam kolam renang!"


"Ayolah, sini Bee!"


"Jangan mendekat honey!, Berani macam-macam disini, aku gak akan kasih kamu jatah satu minggu"


"Oh ya, berarti aku harus mencari pengganti di luaran sana ya Bee?"


"Jangan berani, aku akan membunuhmu Edward!"


"Hahaha"


Edward tertawa mendengar jawaban istrinya


Dan sesaat kemudian Edward berhasil menangkap Alena, di peluknya istrinya hingga tidak bisa bergerak, dengan lembut Edward melu*mat bibir Alena, kali ini permainan ciuman panas terjadi di kolam renang


(Hem, sayangnya Author gak punya kolam renang pribadi, ya sudahlah)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2