Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 43


__ADS_3

Sampai di kamarnya Edward segera berbaring dan berusaha menutup matanya tapi sangat sulit


"Akh, sial, apa ini, kenapa yang dilakukan Alena jadi menggangguku" ucap Edward lirih ngomong sendiri, dan akhirnya Edward tidak bisa menahan rasa penasarannya


Dengan sangat pelan Edward berjalan menuju pintu kamar Alena seperti maling dirumahnya sendiri, ditempelkannya telinga Edward di pintu kamar, Edward mendengar isakan tangis lirih dari Alena


"Kurang ajar, dengan siapa bocil itu curhat, pakek acara nangis segala, aku harus masuk dan melihatnya" batin Edward dan langsung membuka pintu kamar menerobos masuk


Alena sangat terkejut melihat pintu kamar terbuka sedikit kasar hingga membuat dia harus keluar dari doa khusuknya sehabis sholat tahajud


"Alena kamu_"


ucap Edward tertahan melihat Alena menoleh ke arahnya dengan setelan mukenah berwarna putih dan semakin memancarkan aura kecantikannya


"Kamu apa?, main nylonong aja masuk kamar orang" Alena berbalik sebentar dan menutup doanya, setelah itu berbalik dan berdiri menatap Edward kembali, sementara pintu kamar menutup otomatis


"Maaf, aku kira kamu tadi curhat sambil nangis sama seseorang di telepon" ucap Edward gak enak hati


"Curhat masalah serius harus sama Alloh, ngapain sama orang, malah gak kelar-kelar masalahnya, bisa nambah ribet" ucap Alena masih tetap memakai mukenahnya dan membereskan sajadah


"Oh gitu, ya sudah, maaf ganggu"


Ucap Edward nyengir


"Terus ngapain masih disini, pengen aku keloni?" ucap Alena cuek dan membuat Edward kaget


"Oh, nantang ni ceritanya?" jawab Edward


"Ayo, kalau kamu berani, besok aku laporkan ke kak Alex, biar kamu tinggal nama, mau?"


"Kamu kira aku takut, aku bilang aja kalau kamu yang minta ngeloni aku, ya masak iya, aku pria normal mau nolak"


"Dasar mesum, keluar!" teriak Alena sambil melempar bantal ke muka Edward


BUK


Edward langsung lari keluar dan sangat terkejut melihat seseorang sudah menunggu di depan pintu


"Pak Hari !, Apa yang bapak lakukan disini?" ucap Edward


"Bukankah seharusnya saya yang tanya, apa yang tuan Edward lakukan di kamar nona Alena tengah malam begini?"


"Saya itu, anu, maksutnya itu tadi, saya hanya melihat keadaan Alena, gak salah kan?" jawab Edward bingung


"Gak salah sih tuan, tapi kenapa masuk ke kamarnya, dah nggak sabar pengen buat Edward junior?"


"Hah, sstt, pak Hari ngomong apa sih, kedengaran Alena bisa gawat, noh tu bocil lagi uring-uringan"


Tiba-tiba pak hari dan Edward dikejutkan dengan Alena yang dah nongol di pintu


"Ngapain kalian malah asik ngrumpi depan pintu!"ucap Alena ketus


"Oh maaf non, saya hanya menjemput tuan Edward, takut gak bisa menahan diri dan maksa buat Edward junior dikamar nona Alena" ucap pak Hari sambil senyum-senyum


"Sembarangan aja kalau ngomong, ambil tu orang yang dah ganggu orang lagi sholat malam"

__ADS_1


BRAK


Alena menutup pintu kamar dengan keras, membuat Edward dan pak Hari terlonjak kaget


"Hei bocil, kira-kira kalau nutup pintunya, dasar wanita bar-bar!" sahut Edward kesal


Keduanya terkekeh pelan dan duduk di sofa tengah


"Memangnya apa yang tuan Edward lakukan tadi, Sampek nona Alena bisa murka gitu"


"Aku kira dia tadi curhat sama siapa gitu pak, Sampek nangis-nangis, saat aku masuk, eh ternyata lagi sholat malam sekalian curhat ma Alloh"


"Hemh, wanita yang keren, seandainya saya masih bujang dan masih muda, saya berani bersaing dengan tuan Edward, gak peduli status saya apa"


"Eh, maksud pak Hari apa ni, yang jelas pak ngomongnya" ucap Edward langsung waspada dan mengerutkan keningnya


"Hahaha, gak usah emosi gitu tuan, saya sudah tua, gak mungkin mau merebut nona Alena, tapi yang diluaran sana itu, siap-siap saja tuan Edward akan puyeng dibuatnya"


"Maksudnya pak Hari itu apa, Alena akan berselingkuh dari saya, gitu?"


"Bisa jadi, diluar banyak pria masih muda, yang saya yakin mau dan rela menyerahkan segalanya demi mendapatkan nona Alena"


"Ish, jangan ngaco ngomongnya pak, bikin hati orang cemas aja"


"Hahaha, mangkanya jaga nona Alena baik-baik tuan, jangan sampai menyesal, sudah, saya tidur dulu tuan"


Edward hanya terdiam di sofa, sambil terus memikirkan omongan pak Hari dan akhirnya tertidur


*


Tiba di kontrakan Alena langsung masuk kamar dan mendaratkan tubuhnya dengan manja di kasur kesayangannya


"Ahh, akhirnya, aku bisa bebas kembali ke sini, rasanya kangen banget ma ini kamar, hemm" ucap Alena sambil berguling-guling di kasur


Tiba-tiba handphone Alena berdering, dan Alena segera mengangkatnya


"Halo Al, kamu dimana sih, aku dah di Apartemen pak Edward ini, kok kosong melompong gak ada orang?" Delia


"Aku dah pulang kak Del, ngapain juga kakak ada disana"


"Eh, bocah tengil, kita ini pada sibuk ngatur jadwal buat gantian jaga kamu, malah ditinggal kabur, dasar!"


"Maaf kak, aku gak enak tinggal di apartemen Edward, kangen kamar sendiri, disini lebih nyaman, hehe"


"Terserah deh, aneh-aneh aja kelakuan kamu tu ya, pasti keluar apartemen gak ijin sama pak Edward kan, ayo ngaku!"


"Ya mana boleh kalau aku ijin dulu, Edward itu kelihatannya aja cuek sok cool gitu, tapi kalau sama aku cerewetnya ngalahin emak-emak lagi kecopetan, bisa tambah puyeng kepalaku"


"Tapi ya gak gitu juga Al, main kabur aja, gak sopan tau, sana kamu telpon dulu pak Edward, biar nanti gak bingung nyariin kamu"


"Ih, ogah, aku mau beresin kamar dulu kak, dah dulu ya, daa"


Tut Tut


Sambungan telepon di matikan oleh Alena

__ADS_1


Alena membersihkan kamar sampai jam 4 sore, maklum waktu di tinggal kemaren semua cucian dan barang lainya masih berantakan, sekarang kamar Alena sudah tertata rapi, Alena langsung mandi, sholat dan melakukan rutinitas yang paling dia sukai, yaitu merawat tubuhnya dengan handbody aroma mawar dilanjut dengan menyemprotkan parfum beraroma mawar juga, Alena menghirup dalam-dalam sambil menikmati sensasi harum mawar kesukaannya, hingga tiba-tiba terganggu dengan suara gedoran pintu


"Iya, sebentar!" teriak Alena


"Siapa sih, gedor pintu kamar orang kayak mau nagih utang, kalau sampai itu Amaya, akan aku tendang" Alena bergumam sendiri


Ceklek


Suara pintu terbuka, dan Alena terperanjat melihat siapa yang sudah melotot ke arahnya


"Edward!"


"Mau apa kesini" ucap Amaya sambil berusaha menahan pintu yang didorong paksa oleh Edward


"Buka, ikut aku balik ke Apartemen!" ucap Edward sambil mendorong pintu dengan kuat dan akhirnya bisa masuk ke kamar Alena


"Aku gak mau!, enak saja nyuruh-nyuruh orang"


"Kamu masih sakit, kalau kenapa-napa, apa yang harus aku katakan sama kakakmu itu, dia menitipkan mu padaku, kamu jadi tanggung jawab ku sekarang"


"Aku sudah sehat Ed, aku lebih nyaman di sini!"


Saat itu tiba-tiba handphone Alena berdering dan dilihatnya ternyata dari mommy nya


"Halo, Assalamualaikum Al, kamu dimana ini?" Jasmine


"Waalaikumsalam mom, ada di kamar Alena, memang kenapa?" Alena


"Kakakmu sudah menceritakan semuanya, dasar kamu ya, kenapa gak pernah bilang sama mommy kalau kamu dan Edward menjalin hubungan, rasanya mommy pengen menghajarmu sekarang juga"


"Maaf mom, itu gak seperti yang mommy bayangkan, aku_"


"Edward, apa yang kau lakukan!"


Teriak Alena melihat Edward memasukkan kembali baju-bajunya ke dalam tas, sementara Alena lupa kalau masih tersambung dengan mommy nya


"Alena, kamu di dalam kamar dengan Edward, anak kurang ajar, apa yang kamu lakukan!" Bentak Jasmine


Alena langsung terkejut menyadari mommy nya masih tersambung di handphonenya


"Mom, ini gak seperti yang mommy pikirkan"


"Edward sakit!, Pelan-pelan!"


Teriak Alena lagi, ketika Edward menyeret paksa tangan Alena untuk ikut dengannya


sementara Jasmin langsung murka membayangkan Alena berbuat yang iya-iya dengan Edward dikamarnya


"Alena!" Keterlaluan!"


Teriak Jasmine dan langsung menutup sambungan teleponnya


Bersambung


Terimakasih, jangan lupa jejak dukungannya (like, komen, vote, hadiah dll)

__ADS_1


__ADS_2