
Alena masih tersenyum penuh kemenangan
"Katanya tadi gak suka, kok sekarang bilang Cinta?" Ucap Alena tersenyum dan menaik turunkan alisnya
Edward terkejut baru tersadar karena terpancing dengan permainan Alena
"Dasar kamu, sengaja ngejebakku ya!" Ucap Edward sambil menarik tubuh Alena ke pangkuannya dan menggelitiki hingga Alena berteriak minta Ampun sambil tertawa kegelian
"Sudah Ed, gosong itu masakan ku, lepasin!" Teriak Alena, Edward langsung melepaskan Alena dan membiarkannya pergi melanjutkan menata makanan di meja
Setelah semua siap keduanya segera makan bersama, Edward makan sambil memandang Alena dan tersenyum, Alena mengangkat Kedua alisnya seolah bertanya mengetahui hal itu, Edward hanya membalasnya dengan senyuman lagi, Alena langsung memotong pandangannya ke Edward untuk mengurangi kekesalannya dengan candaan Edward
Selesai makan keduanya segera bersiap untuk berangkat kerja ke tempat yang berbeda, seperti biasa Alena berangkat bersama satu mobil dengan Edward, dan tentu saja Edward akan mengantarnya dahulu ke Rumah Sakit Royal Murrage Hospital
Perbincangan di dalam mobil
"Al, hari Kamis kamu harus mulai ambil Cuti, kita sudah harus berada di Jakarta hari itu untuk persiapan pernikahan kita"
"Iya Ed, aku kemaren dah mengajukan surat cutinya ke bagian kepegawaian Rumah Sakit, udah di ACC juga kok, Kamis pagi kita bisa berangkat"
"Iya, pakek pesawat pribadiku saja, aku sudah memberitahu Alex kemaren"
"Nggak pengen naik pesawat biasa aja, seru loh Ed, rame" ucap Alena
"Aku sih gak apa-apa, takutnya kalau orang tua kamu tau, urusannya beda lagi, udah jangan aneh-aneh" jawab Edward
"Iya sih, mangkanya aku tu suka males kalau kemana-mana lapor ma mereka, suka khawatir berlebihan, apalagi mommy lebay melambai-lambai"
"Eh, gak boleh gitu, dosa Al ngatain orang tua, mereka begitu juga karena ingin melindungi mu"
"Iya sih, maaf"
"Oh iya Al, nanti ikut aku jenguk Exel ya"
"Hah, maksud nya Exel Damian Murrage?"
"Iya, kemaren terluka parah, di keroyok orang depan Club malam dalam keadaan mabuk"
"Hah, maksudnya, pak Exel ngeluyur di Club malam mabuk-mabukan?" Tanya Alena terkejut
"Iya, parah itu orang sekarang, kerjaannya keluyuran di Club malam, sebenarnya kakeknya, tuan Erdinan Murrage itu orang baik"
"Oh, kamu kenal Ed?, Itu Erdinan Murrage pendiri Rumah Sakit Royal Murrage Hospital kan?"
"Iya, kemaren sempat mendapat serangan jantung waktu ingin menemui ku di Rumah sakit, beruntung aku yang memergokinya, jadi aku langsung larikan ke IGD, setelah itu dia memintaku membantu Exel mengembalikan jati dirinya, Sampai memohon dan menangis, aku benar-benar gak tega Al"
"Oh gitu ya, kasian banget ya Ed, pastinya tuan Erdinan sangat terpukul dengan kelakuan pak Exel, terus sekarang gimana keadaannya Ed?"
"Exel aku bawa ke Klinik temanku yang kemaren aku temui di Hotel Ambarawa"
"Oh, oke, aku ikut nanti kalau jenguk Pak Exel, ngomong-ngomong teman kamu itu siapa sih Ed?"
__ADS_1
"Keluarga kamu sudah pasti kenal Al, pengusaha sukses juga dia, teman Alex juga, namanya Andrian saka Bimantara dan istrinya Vitalova Anggelica pemilik Bimantara Company"
"Emm iya, aku ingat, jadi tuan Andrian sahabat kamu?"
"Bisa dibilang begitu"
"Oh, jadi bisnis mereka merambah di dunia kesehatan juga?"
"Bukan, Klinik itu milik keluarga istrinya yang diwariskan"
"Apa nama Kliniknya Ed?"
"Klinik Medika Jaya"
"Hah, sebentar, kok aku sepertinya gak asing ya sama nama klinik nya"
"Kamu tau?"
"Oh iya, baru ingat aku, itu nama Klinik yang memanggil Amalia untuk tes wawancara kemaren"
"Amalia?, Maksud kamu Dokter Amalia yang dulu kerja di Royal Murrage Hospital?"
"Iya, kasian nasipnya Ed, aku membantunya kemaren"
"Kok bisa?" Tanya Edward
Akhirnya Alena menceritakan semuanya, hingga dia memberikan kontrakan dan meminjamkan Credit Card nya ke Amaya
"Ed, bantu Amalia dong, sebenarnya dia Dokter yang hebat lo, bisa kan kamu minta tolong ke tuan Andrian untuk membantu Amalia, kasian, dia gak punya uang dan gak punya siapa-siapa lagi"
"Iya, nanti aku hubungi Andrian"
"Makasih Edita"
"Sama-sama Alpan"
"Hahaha" mereka langsung tertawa bareng
Sampai di tempat yang dituju Alena segera keluar, Namum Edward memanggilnya kembali, Alena langsung berbalik dan berlari kecil ke arah mobil Edward
"Ada apa Ed?, Buruan ntar aku telat ni" ucap Alena
"Ada yang ketinggalan, sini!" Ucap Edward sambil menyuruh Alena masuk kembali ke dalam mobil
"Apa yang ketinggalan, barang aku sudah aku bawa semua deh kayaknya"
CUP
Edward langsung menyambar bibir Alena dan ********** sebentar
"Selamat bekerja Al, hati-hati, sekarang dah gak ada yang ketinggalan, sana keluar, malah bengong, nanti keburu telat"
__ADS_1
"Dasar kamu tuh Ed, suka mengagetkanku saja, ya udah, kamu juga hati-hati" sahut Alena malu-malu
Merekapun segera berpisah, Edward langsung melajukan mobilnya menuju Diamond Eagle Company
*
Sampai di ruangannya Alena segera bersiap melakukan pelayanan, seperti biasa pasien Alena selalu banyak, tapi Alena tetap selalu membatasi demi menjaga kesehatannya juga, dia tidak mau sampai kelelahan dan nantinya akan merepotkan diri sendiri, sampai pada siang hari, waktunya Alena beristirahat, kali ini Alena meminta tolong pak Satpam untuk membelikan makanan di kantin, sementara Alena segera membersihkan diri dan sholat dhuhur di ruangannya
Semua ini dilakukan Alena karena ingin menyisakan waktu untuk menjenguk Raka di Ruang perawatan, setelah selesai semua, Alena segera menghubungi Edward untuk meminta izin
Pembicaraan di saluran telepon
"Assalamualaikum Ed, kamu dah istirahat?"
"Waalaikumsalam, Al, ini baru saja selesai makan sama pak Hari, kamu dah istirahat?"
"Iya sudah, habis ini aku free, tapi aku mau minta izin menjenguk Raka dulu, boleh?"
"Iya, tapi ingat, jaga sikap, jangan terlihat mesra di depan umum, jangan pakek acara suap-suapan, pokoknya harus jaga jarak, kalau perlu kamu kalau ngomong di luar kamarnya saja" ucap Edward yang terkesan nyinyir di mata Alena
"Hemh, iya, siap, tapi ya gak diluar kamar juga aku njenguknya, nanti aku ngajak salah satu perawat aja deh, biar kamu nya gak bawel" sahut Alena jengah
"Iya, itu malah bagus, menghindari gosip gak bener" ucap Edward
"Siap suamiku, udah ya ngomongnya, gak kelar-kelar ini urusannya, ngladeni kamu ngomong mulu" jawab Alena
"Ya sudah, hati-hati Al, ingat nanti jam 2 aku jemput, kita barengan lihat keadaan Exel" kata Edward mengingatkan
Setelah menjawab, Alena segera menutup panggilannya
*
Sementara itu di dalam kantin ada Delia dan Amaya yang sedang memesan makan siangnya
"Kak kemana Alena, kok tumben belum nonggol batang hidungnya"
"Tau Am, tu anak kemana lagi, sibuk amat hidupnya, maklum, bentar lagi mau nikah tu"
Tiba-tiba saja, mereka di kejutkan dengan pertanyaan yang datang dari seseorang
"Siapa yang bentar lagi mau nikah?"
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1