
Edward berulang kali melihat ke arah jam saat sedang berbincang dengan Daniel
"Kamu itu kenapa Ed, di ajak ngomong malah bling*satan gitu"
"Diam, itu jam lama banget jalannya Niel, coba kamu periksa, bener nggak"
"An*jir, semua jam sama noh, masih jam 8 pagi, emang mau kemana?"
"Periksa kandungan, jam 10 kita janjian sama dokternya"
"Ya sabar Ed, ini masih jam 8 pagi"
"Iya, ini aku juga dah sabar"
"Emang ada apa, kandungan Alena bermasalah?"
"Bukan, akunya yang bermasalah"
"Hah, masalah apaan sampek kamu harus Konsul ke dokter kandungan?"
"Masalahku ada hubungan sama kandungan Istriku Daniel, sudah, ngomong sama kamu malah bikin ruwet"
"Kok aku, ya kamu itu yang Aneh, mana ada masalah kamu berhubungan dengan kandungan, kalau ngarang jangan kebablasan"
"Bang*sat, siapa yang ngarang, aku gak boleh menikmati tubuh istriku karena kondisi kandungannya dan aku gak bisa menahan lebih lama lagi Daniel"
"Apa!, hahaha"
"Diam, mau aku sleding kepala kamu sekarang juga"
Edward langsung terdiam dan masih menahan tawanya kembali duduk dan mencoba tenang kembali
"Pantas muka kamu beberapa hari gak ada cerah-cerahnya, rupanya istrimu yang bikin mendung menutupi aura kebahagiaan kamu Ed"
Edward hanya terdiam tanpa menyahut ucapan Daniel, kini keduanya kembali membahas masalah bisnis dengan serius dan tanpa perasa sudah jam setengah sepuluh, Daniel segera mengingatkan
Edward menyambar handphone dan segera menghubungi Alena
"Iya aku bersama Raka menuju ke Rumah Sakit Elite Healthy Hospital honey" jawab Alena
"Ya sudah Bee, aku juga segera ke sana, kita ketemu di Rumah sakit ya"
Setelah itu Edward segera membereskan berkas-berkas pekerjaannya
Akhirnya mereka berdua bertemu di Rumah sakit dan masuk ke dalam ruangan pemeriksaan kandungan, disana sudah ada Dokter Spesialis Kandungan yang menyambut kedatangan mereka
Pemeriksaan segera di lakukan, Alena tidur terlentang dan sang dokter segera memeriksa keadaan kandungan Alena lewat sebuah monitor
"Wah, sepertinya mereka sangat nyaman di dalam sana, Alhamdulillah semua anak-anak tuan dan nyonya Edward sangat sehat, perkembangannya juga normal, tapi untuk jenis kelamin, masih belum jelas terlihat"
"Alhamdulillah"
Ucap Edward dan Alena bareng
"Maaf dokter, jadi keadaan istri saya juga baik-baik saja?"
"Iya, tentu saja, memang apa ada keluhan yang saya gak tau nyonya Edward?"
"Oh, tidak dokter, Alhamdulillah saya tidak ada keluhan apapun" ucap Alena
"Maksud saya, apa boleh kami melakukan aktivitas malam seperti biasanya Dokter?" Tanya Edward lagi
"Aktifitas malam?, Maksudnya?"
"Hubungan suami istri" ucap Edward
"Oh, boleh kok pak Edward, anda bisa menikmati Dokter Alena sekarang" ucap sang Dokter sambil tersenyum geli
Sedangkan Alena hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan suaminya, pemeriksaan berjalan lancar dan keduanya kini kembali berpisah untuk melanjutkan aktifitasnya masing-masing
Saat malam menjelang Edward sudah bersiap di kamar dengan wajah yang ceria dan juga aneh bagi Alena
"Ngapain sih Honey?, Lihat istri kayak gak pernah ketemu aja"
__ADS_1
"Kangen Bee"
Edward langsung memeluk istrinya dan membisikkan sesuatu
"Sekarang ya Bee?"
"Masih sore, baru juga jam 7 malam"
"Memangnya kenapa?"
"Hihihi, gak kuat nahan ya honey?"
"Ya bayangin aja Bee, seminggu lebih"
Edward langsung memutar posisi Alena menghadap dirinya, senyuman Edward membuat Alena tidak tega untuk menolaknya, akhirnya Alena membisikkan sesuatu
"Harus pelan ya honey"
"Tentu saja Bee, aku akan menjaga mereka tetap tenang"
Kini Edward memberikan ciuman di kening, mata, hidung dan bibir istrinya, tangannya mulai memberikan sentuhan lembut dan membuka semua gaun istrinya, tubuh polos Alena membuat desiran di seluruh tubuhnya, diusapnya lembut perut Alena dan menciumnya
Ciuman Edward kini semakin ke bawah, menuju sesuatu yang sagat ia rindukan, Alena memekik kecil saat lidah Edward menyapu lembut miliknya, kini tubuh istrinya terlihat mulai menegang dan menikmati semua sentuhannya
Alena benar-benar merasakan sensasi yang berbeda dalam tubuhnya, keinginan untuk menyatukan dirinya dengan suaminya begitu tidak dapat dia bendung, seakan tidak rela suaminya hanya menyentuhnya, diapun akhirnya mengambil alih kendali
Edward sempat terkejut dan khawatir saat tiba-tiba istrinya meraih miliknya dan menuntunnya untuk masuk kedalam organ int*imnya
"Bee pelan, aku masih khawatir"
"Honey, gak apa-apa, aku sangat menginginkannya"
Sesaat kemudian akhirnya Edward memasukkan pusakanya perlahan, sungguh kehangatan dan rasa yang luar biasa bagi Edward, wajah cemas dari Edward masih terlihat, Alena menyadari hal itu hingga dia memegangi pan*tat suaminya dan menekannya kuat
"Ooh, Bee hati-hati"
"Sshh ,nikmat honey, tenanglah, lakukan seperti biasanya"
Edward langsung menancapkan miliknya dalam dan lembut, Alena men*desah menikmatinya, Edward menggerakkan miliknya keluar masuk ke dalam int*im istrinya, semakin lama semakin cepat namun tetap terkontrol sambil tangannya sesekali mengusap lembut perut istrinya
"Tenang Bee, sebentar lagi, Shh"
"AAKH!"
Dan akhirnya mereka berdua memekik secara bersamaan, lahar panas terasa membasahi milik Alena, sesaat kemudian Edward langsung mencabut miliknya karena tidak ingin menindih istrinya, Alena melihat milik suaminya masih tegak menantang, entah karena hormon kehamilan membuat ha*srat Alena seakan tidak terkendali
Alena langsung menaiki tubuh Edward yang sedang terlentang di sampingnya
"Bee, apa yang kamu lakukan?"
"Aku menginginkanmu honey"
"Are you okay?"
"Yes, of course"
Alena langsung melu*mat bibir suaminya, Edward membalas ciuman panasnya kemudian memasukkan lidahnya menjelajah lagi ke dalam mulut istrinya, tangan Edward meraih sesuatu yang sangat dia sukai, kali ini tampak lebih besar dan berisi, diremasnya bukit kembar istrinya perlahan, membuat Alena menggeliat manja, Edward memposisikan dirinya duduk bersandar
Dengan pelan kini penyatuan dilakukan kembali oleh Alena, diangkat tubuhnya dan tangannya memasukkan milik suaminya ke dalam int*imnya perlahan
Edward merasakan tubuhnya makin terbakar saat istrinya menghentakkan pinggulnya hingga membuat miliknya terlihat keluar masuk ke dalam int*im istrinya, makin lama Alena menggerakkan makin cepat
"Sshh, hati-hati Bee"
"Ooh, Honey ,ini luar biasa"
Edward tersenyum melihat bagaimana istrinya begitu tampak menikmatinya, hingga akhirnya keduanya berteriak saat mencapai puncak kenikmatan bersama
"Honey!
"Bee!"
"AAKH!"
__ADS_1
Tubuh Alena berada dalam pelukan suaminya, Edward mengusap lembut punggung Alena
"Atur nafas mu Bee, segera tenangkan dirimu lagi, ada anak-anak kita dalam tubuhmu"
"Iya honey, aku tau"
Setelah itu mereka akhirnya beristirahat dengan tubuh Alena berada dalam pelukan suaminya, dan keduanya masih sama-sama polos di dalam selimut
Tengah malam keduanya terbangun dan mensucikan diri di kamar mandi, guyuran air hangat membuat tubuh keduanya segar kembali, sholat malam pun mereka lakukan bersama dan setelah itu istirahat kembali
*
Pagi hari semua anggota keluarga di Mansion Keluarga Nugraha sudah siap menikmati sarapan pagi bersama-sama
"Al, kamu jadi kerja di Rumah Sakit hari ini sayang?" Tanya Jasmine
"Iya mom, nanti berangkat bareng Edward dan juga Raka"
"Selamat bekerja kembali ya Al, jangan terlalu capek Lo ya" sahut Reyna
"Siap kak"
"Siang aku akan menjemputmu Bee, kita makan bareng"
"Iya Honey"
"Hubungi aku atau Edward kalau ada sesuatu yang berbahaya atau mencurigakan di sekitarmu Al" ucap Alex
"Siap kak"
Alex yang sedang berhadapan dengan Edward di meja makan tersenyum melihat tanda merah kebiruan di leher Edward, begitu juga Reyna dan Jasmine yang melihatnya tanpa sengaja tersenyum geli, Alena merasa heran melihat kelakuan anggota keluarganya yang tampak Aneh dan belum dia mengerti
Semuanya masih terdiam menikmati sarapan paginya hingga selesai, saat akan beranjak
"Tutupi bekas gigitan Alena di lehermu Ed, atau kau memang ingin memamerkan ke para pekerja dan kolega bisnismu?" Ucap Alex
"Apa?"
Edward dan Alena terkejut
Kini semua orang langsung tertawa melihat ekspresi Alena dan Edward yang langsung ngacir sambil tersenyum malu
Didalam kamar, Alena tertawa melihat Edward gusar saat melihat lehernya
"Dasar, kau ganas sekali tadi malam Bee"
"Sorry Honey, aku gak sengaja"
"Gak apa-apa Bee, tidak di tutup aku pede juga"
"Eh jangan!, Malu aku Honey, sini biar aku tutupi pakek plester warna kulit ya, jangan di buka, kecuali mau sholat boleh, nanti ganti lagi"
"Oke Bee"
Cup Cup Cup
Edward mendaratkan ciuman di seluruh wajah istrinya, dan dengan jahil meremas bukit kembarnya
"Honey!, Iseng banget sih"
"Suka aku Bee, sekarang makin berisi"
Keduanya kini bergandengan menuju ke mobil yang sudah ada Raka beserta supir pribadi di sana, perjalanan pagi itu lancar, hingga kemudian sampai di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital tempat Alena akan bekerja
Kedatangan Alena tentunya sudah terdengar dikalangan petinggi Rumah Sakit, kali ini Edward mengantar Alena sampai di ruangan ketua dewan direksi yaitu Andrian yang sengaja menyambut kedatangan Edward dan istrinya di sana
Bersambung
Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE