Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 138


__ADS_3

Kini Edward sudah berada di dalam mobil bersama dengan Alena, Raka dan supir pribadinya, tampak pengawal yang lain juga mengikuti di belakang mobil Edward


Sampai di Mansion Edoardo, semuanya segera turun dan berjaga, lain halnya dengan Edward dan Alena yang segera masuk ke dalam, kedatangan keduanya disambut hangat oleh Edoardo


Edward membuka pembicaraan tentang keadaan yang kini sedang dihadapi Alena dan juga dirinya, tampak raut cemas dan juga terkejut dari Edoardo, hingga akhirnya Edoardo memutuskan untuk meminta bantuan ke saudara kembarnya Aliardo Runcel Eagle beserta keponakanya Alfaro Rich Eagle


"Dady akan menghubungi paman dan juga sepupumu Edward, keberadaan mereka berdua akan sangat membantu masalah kita saat ini"


"Iya Dad, aku juga berfikir begitu" jawab Edward


"Maaf Dad, aku jadi merepotkan Dady" sahut Alena


"Ayolah cantik, kau juga putri ku, bahkan aku merasa lebih menyayangimu ketimbang Edward"


"Hei, jangan berkata seperti itu Dad, ingat, aku sudah memberikan 3 cucu untuk mu"


"Hahaha"


Ketiganya tertawa bahagia


Sambil berbincang hangat, Edoardo meminta ijin untuk menyentuh perut Alena dan menyapa ketiga cucunya, Alena merasa sangat bahagia melihat betapa sang kakek begitu menyayangi anak-anaknya yang masih dalam kandungan, Edward tersenyum melihat ke arah Alena dan mencium kening istrinya


"Kalian menginap lah disini, aku berharap kita bisa berbincang lebih lama, kamarmu juga sudah lama tidak kamu kunjungi Edward"


"Bagaimana Bee?"


"Tentu aku setuju honey, kebetulan besok hari Minggu bukan?"


"Hem, baiklah Bee, aku akan menyuruh orang untuk mengambil keperluan mu untuk menginap disini"


"Oke honey, Raka biar ikut tidur disini juga ya?"


"Tentu saja, ada kamar tamu di bawah, dia bisa menggunakannya untuk beristirahat"


"Dady senang sekali kalian bisa menginap disini, rumah ini terasa hidup kembali" ucap Edoardo


Setelah itu keduanya segera pergi ke atas menuju kamar tidur Edward yang lama sudah tidak pernah digunakan lagi, Alena mengamati kamar suaminya dan tersenyum ketika melihat foto masa kecil Edward bersama dengan mommy nya


"Kau tampan dari kecil honey"


"Tentu saja, karena aku ditakdirkan menjadi pendamping wanita cantik seperti mu Bee"


"Dasar, sejak kapan kau pintar merayu honey?"


"Hehehe, aku bicara jujur Bee"


Keduanya segera mandi dan bersiap untuk menemani Edoardo di bawah untuk berbincang, Alena menghentikan langkahnya ketika melihat beberapa asisten rumah tangga yang sedang memasak di dapur menyiapkan makan malam, dan akhirnya Alena pun ikut sibuk di dalam kegiatan masaknya


*


Sementara itu di sebuah pulau seseorang sedang duduk termenung menatap jauh kedepan, tampak kalau dia sangat mengkhawatirkan sesuatu


"Ada apa kak?" Tanya Kirana


"Kau disini Kirana?" Ucap Kaisar


"Hem, sepertinya kakak sedang memikirkan sesuatu, ada apa?"

__ADS_1


"Tidak, aku hanya khawatir dengan keselamatan Alena, aku melihat betapa Master begitu menginginkannya" jawan Kaisar


"Tenanglah kak, bukankah Master menginginkan Alena hidup-hidup, jadi tidak akan terjadi apapun dengannya"


"Aku tau seperti apa Alena, dia bukan wanita yang mudah menyerah, pasti dia akan melawan dengan semua kemampuannya saat di paksa untuk ikut klan kita"


"Kak, Kenan dan master pasti akan menemukan cara untuk mendapatkan Alen tanpa harus menyakitinya, percayalah"


"Hem, semoga, aku juga berharap seperti itu"


Kirana tersenyum dan mengambil minuman untuk kakaknya, luka dalam yang di derita Kaisar rupanya sudah semakin membaik, pengobatan yang dilakukan oleh Kenan dan juga sang Ketua membuatnya pulih semakin cepat


Sang Ketua sudah merencanakan sesuatu dengan Kenan untuk segera mendapatkan Alena, tugas berat ini akan di lakukan oleh Kenan anaknya dengan bantuan beberapa orang kuat yang ada di dalam klan Hitam


"Aku khawatir keluarga Nugraha sudah menyadari hal ini ayah"


"Aku tidak perduli, perintahkan seseorang untuk mengikuti wanita itu dan saat ada kesempatan yang bagus, kau bisa bergerak untuk segera mendapatkannya"


"Baik Ayah aku mengerti"


Kenan segera pergi dan menyusun rencana bersama orang-orang hebat dalam Klan hitam


*


Di siang yang panas, Alena sedang membuat minuman dingin untuk dirinya juga Edward dan Edoardo, sementara itu Edoardo sedang menerima telpon dari saudara kembarnya yang memberikan kabar kalau sudah sampai di bandara dan meluncur ke kediamannya


"Apa paman sudah di indo Dad?"


"Iya, baru saja sampai di bandara, sebentar lagi akan sampai di Mansion kita"


"Pamanmu tidak mau, dia sudah menyiapkan transportasinya sendiri untuk sampai disini dengan Alfaro"


"Hem, sudah lama sekali aku tidak bertemu Faro"


"Terakhir kau bertemu hampir melukainya saat kalian bertarung"


"Itu karena dia selalu menyebalkan Dad"


"Hehehe, bocah itu memang Casanova sejati rupanya, sering membuat masalah dengan Wanita"


"Dan selalu aku yang akhirnya menyelesaikannya, sangat menyebalkan"


"Hahaha, sabar Ed, dia sebenarnya sangat baik, hanya itu saja kekurangan nya, tidak kuat melihat wanita cantik"


"Aku tau Dad, semoga dia sudah berubah, kasian paman Aliardo, dia juga ingin segera punya keturunan yang jelas"


Perbincangan segera berhenti saat Alena memasuki ruangan dan membawakan es buah yang sangat segar untuk dinikmati di siang hari, Edward tersenyum dan menggeser tubuhnya agar Alena duduk di dekatnya


"Dad, aku ingin berjalan-jalan di halaman depan, aku melihat ada taman bunga dan kolam ikan, seperti sangat indah" ucap Alena


"Aku temani Bee?"


"Nggak usah Honey, banyak pengawal ada di sana, kamu temani Dady ngobrol disini saja"


"Hem, baiklah, hati-hati Bee, cari tempat yang teduh, jangan panas-panasan"


"Siap Honey"

__ADS_1


Edoardo tersenyum melihat tingkah lucu Alena yang kadang masih mirip anak kecil yang manja


"Jangan menatap menantu mu terlalu lama Dad" ucap Edward menyadarkan Edoardo


"Hehehe, Dady hanya kagum dengan kepribadian istrimu, dan sepertinya kamu memang harus berhati-hati menjaganya, aku yakin tidak ada laki-laki yang tidak tertarik dengannya"


"Aku sudah tau Dad, dan aku sudah sering pusing dengan hal itu


"Hahaha"


Edoardo tertawa melihat ekspresi memelas Edward


Alena menikmati indahnya pemandangan di depannya, sesekali dia tersenyum melihat ikan warna warni yang ada di dalam kolam, di hirup nya dalam-dalam bau bunga mawar yang begitu banyak dan beragam jenisnya dengan memejamkan mata


Tanpa di sadari ternyata di depannya sudah ada seorang laki-laki yang terbengong dan terpana menatap Alena tanpa berkedip


"Sh*it, kenapa ada wanita secantik ini di rumah paman Edoardo, siapa dia?" Batin laki-laki itu yang semakin mendekat ke arah Alena dan segera di peringatkan oleh ayahnya


"Jangan membuat ulah Faro!"


"Iya Dad, sebaiknya Dady ke dalam duluan, aku segera menyusul, Dady tidak ingin anakmu ini mati penasaran kan?"


"Dasar kau ini, ya sudah, jaga sikapmu, Dady duluan"


Alfaro mengangguk dan tersenyum senang, kini langkahnya di lanjutkan lagi, saat sudah sangat dekat dengan Alena dia sangat terkejut dan makin terpesona, wajah Alena yang sangat cantik dalam balutan hijab warna peach semakin jelas memancarkan Auranya, tangan Alfaro tak terasa tiba-tiba saja ingin meraih wajah Alena yang masih memejamkan mata


Saat tangan itu hampir menyentuhnya, sebuah gerakan mengejutkan dilakukan oleh Alena, Dengan cepat Alena meraih tangan Alfaro dan menariknya ke luar hingga Alfaro hampir terjatuh karena terkejut, beruntung pertahanan kuda-kuda Alfaro masih bisa mengimbanginya


Wajah yang tadi begitu lembut di lihat oleh Alfaro, kini berubah menjadi tegas dengan tatapan yang sangat tajam, namun begitu aura kecantikannya semakin tak terbantahkan, senyum tipis dari bibir Alfaro terlihat semakin penasaran dan kagum


"Wow, wanita tangguh rupanya?"


"Siapa kamu ?!" Ucap Alena di tengah keterkejutannya saat melihat laki-laki yang hampir menyentuhnya sangat mirip dengan suaminya, hanya warna kulit yang sedikit lebih putih dan tinggi badan yang tidak setinggi suaminya yang membuatnya berbeda


"Aku keponakan pemilik Mansion ini, kamu sendiri siapa wanita Cantik, kenapa bisa ada di Mansion ini?"


"Oh ya Alloh, jadi dia sepupu Edward" batin Alena


"Jadi anda Alfaro Rich Eagle?"


"Hey, kau sudah tau namaku rupanya, bagaimana kalau kita berpelukan dulu untuk saling menyapa Hem?"


"Jangan berani!!"


Ucap seseorang dari arah belakang Alfaro


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2