Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 84


__ADS_3

Pak hari segera keluar dari ruangan kerja Edward dan melakukan tugasnya, sedangkan Edward segera menghubungi Alena


Perbincangan di saluran telepon


"Halo Al, kamu ada dimana?"


"Aku masih diruangan Raka Ed"


"Sudah melihat gosip soal kamu dan Raka di sosmed?"


"Iya Ed, sudah rame disini, aku juga heran, kok bisa cepet banget gini"


"Apa Raka juga sudah tau?"


"Iya Ed, kak Delia dan Amaya juga lagi kepo ini, mereka barengan aku ada diruangan Raka kok"


"Oh, syukurlah, kalau kalian barengan, aku malah seneng, biar bisa mematahkan berita gak bener itu"


"Iya Ed, kak Delia dan Raka juga nyaranin seperti itu, kalau bertemu rame-rame saja, entar kalau jenguk Raka mau aku ajak juga orang satu kompleks ke sini"


"Hahaha" terdengar suara riuh dari dalam handphone Alena


Edward tersenyum mendengar kata-kata konyol Alena


"Dasar kamu itu, ya sudah, aku mau jemput kamu ke sana, kita habis ini mau jenguk Exel kan?"


"Iya Ed, aku tunggu di ruangan Raka aja ya, rame-rame ini, biar Raka gak betah tinggal di Rumah Sakit, biar cepet pulang dia"


"Hehehe, ya sudah, jangan ngerjain Raka keterlaluan, dia itu lagi sakit Al"


Edward segera menutup handphonenya dan bersiap untuk menjemput Alena


"Pak hari, aku ke tempat Alena dulu, nanti mampir menjenguk teman di Klinik Medika Jaya, setelah itu langsung pulang, kalau ada apa-apa, pak Hari bisa hubungi saya"


"Siap tuan"


Edward segera turun dan meluncur ke Rumah Sakit Royal Murrage Hospital untuk menjemput Alena, sampai di tempat Edward segera bergegas ke ruangan Raka, dan benar sekali disana ternyata sudah ramai dengan suara candaan dari Alena, Delia, Amaya dan Raka


Edward mengucap salam ketika membuka pintu kamar Raka, sontak semua menoleh ke arah Edward dan menjawab salamnya serempak, Edward tersenyum ke arah Alena kemudian berjalan mendekat


"Kompak sekali kalian ini ya?" Ucap Edward


"Tentu saja pak Edward" ucap Raka, Delia dan Amaya bareng


kali ini Alena dan Edward lebih kaget lagi mendengar ketiga orang ini kompak lagi menjawab pertanyaan Edward


"Wah, berasa group paduan suara melihat kalian bertiga ni" ucap Alena mulai usil


"Hahaha" semuanya langsung tertawa


"Maaf pak Edward, tentang pemberitaan itu semuanya tidak benar dan salah paham saja" ucap Raka tidak enak hati


"Sudahlah, aku tau, sepertinya ada seseorang sengaja ingin menjatuhkan nama Alena" jawab Edward


"Benar sekali pak Edward, aku dan Amaya juga berpikir begitu" ucap Delia

__ADS_1


"Jangan khawatir aku akan membereskannya" jawab Edward


Akhirnya Edward dan Alena segera pamit dan melanjutkan perjalanan menuju ke Klinik Medika Jaya untuk menjenguk keadaan Exel


Di dalam mobil menuju Klinik Medika Jaya


"Aku heran Ed, siapa yang sudah menyebarkan gosip murahan kayak gitu?" Ucap Alena


"Aku juga masih mencari tau"


"Maksutnya?"


"Aku dan pak Hari masih melacaknya, mungkin sebentar lagi akan kelihatan siapa sebenarnya yang membuat masalah denganmu"


"Iya Ed, makasih, maaf aku selalu merepotkan mu"


"Kamu itu ngomong apa, di setiap hubungan itu akan selalu muncul cobaan, justru hal itulah yang akan menguatkan ikatan kita, kamu harus lebih berhati-hati Al, apa yang kita lihat dan dengar kadang tidak seperti kenyataannya, mata dan telinga kita juga bisa menipu"


"Hem, aku tau, aku percaya sama kamu Ed, hehe" ucap Alena


"Makasih, tapi aku nggak"


"Eh, maksudnya kamu nggak percaya sama Aku?, jangan sembarangan ya Ed, aku beneran setia lo ma kamu, gak pernah aku berniat yang aneh-aneh walaupun banyak yang ngajakin"


"Bener?, Kenapa?" Ucap Edward kali ini berencana mengerjai Alena


"Ya karena aku istri kamu, Aku sudah punya kamu, gak mungkin aku akan mengkhianati orang yang aku Cintai"


"Terus?"


"Ya gak mungkin aku Menghianati kamu Edward!" Jawab Alena mulai tambah Emosi


"Ya karena hanya kamu orang yang aku Cintai !!" ucap Alena yang kali ini gantian masuk ke dalam Jebakan Edward


Tuing


Alena langsung membelalakkan mata sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya


"Hahaha, Akhirnya Dokter Alena Bilqis Nugraha menyatakan Cintanya" ucap Edward sambil diiringi tertawa bahagia


"Edward!, kau mengerjai ku, Dasar, Ih, ih" Alena langsung memukuli Edward dengan keras berulang kali


Edward hanya tertawa dan membiarkan Alena memukulinya, sampai akhirnya Alena diam sendiri


"Kenapa manyun gitu?, Aku mulai gregetan lo Al, mau aku pinggiran ini mobil?" Tanya Edward, dan Alena langsung menormalkan bibirnya kembali


"Kamu puas kan ngerjain aku, dari tadi senyum-senyum terus gitu"


"Ya puas lah, kamu kemaren juga bahagia banget tu ngerjai aku, gantian dong, adil kan, satu sama"


"Balas dendam ni ceritanya?"


"Bukan, hanya pengen dengar pernyataan Cinta dari mulut wanitaku sendiri, hehehe"


"Dasar!"

__ADS_1


Edward masih tertawa kecil melihat Alena masih sedikit kesal, dengan lembut Edward mengusap pipi Alena dengan tangan kirinya


"Sudah, jangan kesel gitu mukanya, mau aku kasih kabar gembira nggak?"


"Apa, nanti kamu ngejebak aku lagi, gak mau ah!"


"Bukan, beneran, kali ini kamu pasti seneng, mau nggak?" Ucap Edward sambil merayu Alena


"Iya, iya, apa coba, cepet katakan"


"Ya nggak mau kalau wajah kamu masih jutek gitu"


"Edward!, Jangan buat penasaran aja, sebel ni ih"


"Hahaha, oke, oke, kalau kamu merajuk gitu terus, bisa khilaf aku Al, ini soal Dokter Amalia"


"Apa, Amalia Ed?" ucap Alena langsung berubah wujud bak seorang Bidadari


"Em, langsung tu muka cerah banget ya, tadi aja, lungset"


"Ish, ayo terusin kabar soal Amalia, gak usah ngebahas yang laen" ucap Alena memohon


"Aku sudah meminta tolong ke Andrian"


"Terus, terus?"


"Andrian akan membantu, paling besok Amalia sudah bisa kerja disana"


"Akh!, Beneran Ed, Makacih Sayangku, ih unyu-unyu, suamiku the best deh pokoknya"


CIIIT


Edward langsung membanting stir ke kiri dan menghentikan mobilnya di tepi jalan, Alena yang masih sangat terkejut dengan kelakuan Edward yang berhenti tiba-tiba langsung di tarik tubuhnya oleh Edward


CUP


Edward yang dari tadi sudah gak tahan dengan Alena langsung mencium dan melu*at bibir Alena, kali ini Edward memasukkan lidahnya, Alena sangat terkejut mendapati permainan lidah Edward di dalam mulutnya, kini keduanya saling membelit, mencecap dan merasakan sensasi yang luar biasa


Alena hampir kehabisan nafas dan Edward segera memberi kesempatan Alena untuk mengatasinya, Edward melu*at kembali bibir Alena berlanjut menjelajahi leher jenjang kekasihnya, hijab Alena sudah entah kemana, kali ini tangan Edward tidak tinggal diam, perlahan masuk ke dalam baju atas Alena dan meremas kedua benda kenyal dan hangat milik Alena, hingga membuatnya terpekik


"Akh!, Ed?"


Ucap Alena ketika merasakan sensasi yang baru dia terima seumur hidupnya


"Hem, mau dilanjutkan?"


Tanya Edward pelan berbisik di telinga Alena


(Nafas dulu gaes, Monggo yang mau traveling dipersilahkan, kira-kira mau dilanjutkan apa tidak ya?)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2