
Keesokan harinya, pagi yang sangat sibuk di kediaman Alena, semuanya mempersiapkan diri untuk melakukan rutinitas pagi, Edward yang bersiap pergi kerja ke perusahaan, Alena yang sudah mondar mandir membantu menyiapkan makanan sekaligus menyiapkan diri berangkat kerja ke Rumah Sakit
Dan apa yang dilakukan ketiga anak kembar itu?, Mereka anak-anak yang spesial dengan didikan yang jauh dari kata manja, Ethan membenahi dirinya sendiri memakai seragam, kemudian membantu Evan merapikan baju dan dasinya, kedua laki-laki kecil ini berkaca bersama lalu tersenyum menandakan keduanya sudah Rapi
Sementara Ailina tak kalah cepat, dirinya bergerak kesana kemari di dalam kamarnya sendiri, tak lama kedua kakaknya datang membantu, kini ketiganya sudah di depan cermin kamar Ailina dan tersenyum bersama
"Semua sudah siap?" Tanya Ailina
"Let's go!" Ucap Ethan
"We come!" Teriak Evan
Alena dan Edward yang sudah berada di bawah langsung tersenyum ketika melihat kedatangan ketiga buah hatinya, Edward langsung memeluk dan menciumi ketiga jagoannya yang sudah kelihatan rapi semua, Alena juga memberikan kecupan di pagi hari untuk ketiga anak kembarnya
"Kita sarapan dulu, lalu berangkat ya" ucap Alena
"Siap Mom!" Jawab ketiga anaknya
Edward segera memimpin doa, lalu sarapan pagi itupun berjalan dengan tenang dan nyaman, sementara itu, Kaisar sudah siap mengawal ketiga bocah kesayangannya untuk pergi menuju ke sekolah, sedangkan Edward kali ini hanya di dampingi Pengawal biasa karena Raka ijin untuk menemani istrinya periksa ke Rumah Sakit
Selesai sarapan pagi, ketiga bocah itu langsung memeluk dan mencium kedua orang tuanya bergantian untuk pamit pergi ke sekolah
"Kalian hati-hati ya, ingat, jangan buat masalah di sekolah" pesan Alena
"Iya Mom, jangan khawatir, kita akan saling menjaga" jawab Ethan
"Ailina akan bersikap manis kok Mom, love you"
"Revan juga Mom!"
Kini ketiganya sudah masuk kedalam mobil bersama dengan Kaisar, sedangkan Edward sudah menggandeng istrinya untuk berangkat kerja bersama
"Honey, beberapa bulan lagi usia anak-anak sudah 6 tahun dan bersiap masuk Sekolah Dasar, menurutmu kita akan memasukkan sekolah mereka kemana?"
"Aku terserah padamu Bee, tapi sebaiknya kita diskusikan juga dengan mereka, ingat, anak-anak kita mempunyai cara pandang berfikir yang berbeda dari anak-anak seusianya, jangan sampai kamu nanti di buat repot oleh mereka"
"Ya Alloh, aku tidak tau, kenapa pemikiran mereka bisa jauh lebih dewasa dari usianya, kadang itu sangat membuat ku stres honey"
Edward terkekeh melihat ekspresi pasrah istrinya dan kemudian mencium bibir Alena
CUP
"Honey!, Ini di mobil, dilihat sama pengawal mu lo"
"Mereka sudah terbiasa Bee, kenapa kau terlalu Khawatir hem"
__ADS_1
Edward segera menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya, hingga membuat Alena terkejut dan berteriak sedikit
"Jangan terlalu khawatir dengan mereka Bee, aku tidak ingin melihat mu stress saat mengurus mereka"
"Iya Honey, makasih"
"Aku yang berterimakasih, sudah menjadi pendamping setiaku dan memberiku tiga harta yang paling berharga di dunia" ucap Edward dan kemudian mengecup kening istrinya
Tak lama kemudian mobil Edward sudah sampai di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital tempat Alena bekerja, setelah pamit kepada suaminya, Alena segera masuk ke dalam dan menuju keruang kerjanya, tak disengaja saat melewati ruangan tempat kerja Delia, Alena melihat Anggel dan Raka duduk di ruang tunggu
"Hai Raka, kalian disini?" Sapa Alena
"Al, baru nyampek?"
"Iya Ka, kalian mau periksa kandungan?" Tanya Alena
"Iya Al, ada keluhan sama perutku, kemaren muntah sampek lemes" jawab Anggel
"Oh ya, mudah-mudahan aman Anggel, aku doakan baik-baik saja, aku tinggal dulu ya?!" Ucap Alena
"Iya Al, makasih, hati-hati saat bekerja!" Kata Anggel
"Siap!"
Anggel tersenyum menatap kepergian Alena yang kemudian masuk ke dalam ruangan kerjanya
"Aku kagum sama Alena, dia kaya raya dan punya segalanya, tapi lihat, dia masih mau bekerja dan penampilannya sangat sederhana, yah walaupun aku tau apa yang di pakainya bukan sesuatu yang murah"
"Hem, itulah Alena, tidak pernah berubah" sahut Raka
"Aku kadang merasa iri sama Alena, masih muda sudah punya tiga anak kembar yang luar biasa, aku dengar bahkan sekarang Alena sudah tidak menggunakan jasa Beby sitter lagi"
"Iya, ketiga anak kembar Alena itu Ajaib, mereka sangat dewasa, cara berpikirnya seperti anak diatas usianya, dan kadang itu membuat kedua orang tuanya kalang kabut" sahut Raka
Keduanya terkekeh membayangkan bagaimana Alena dan Edward di buat pusing oleh ketiga anak kembarnya
Tak lama kemudian, Delia memanggil Raka dan juga Anggel untuk masuk ke ruangannya, Delia memeluk Anggel dan juga Raka, setelah itu pemeriksaan dilakukan secara perlahan dan teliti, Delia sangat terkejut melihat sebuah keajaiban terjadi, diulanginya lagi hasil pemeriksaan USG nya dan hasilnya tetap sama
"Subhanallah, Anggel, kamu hamil!" Ucap Delia serasa tidak percaya
"APA!!, Alhamdulillah!" Teriak Anggel dan Raka bersamaan
"Del, kamu benarkan memeriksanya, coba deh diulangi lagi" ucap Raka masih tak percaya
"Udah, ni lo, lihat di monitor, bulatan kecil ini calon bayi kalian, ini masih usia 4 mingguan, jadi belum nampak wujudnya, cuma bulatan gini aja"
__ADS_1
"Subhanallah, Makasih ya Alloh!" Teriak Anggel penuh bahagia
Anggel menangis bahagia, Raka langsung memeluk istrinya dan tak terasa juga meneteskan air mata, keduanya saling berpelukan meluapkan perasaan syukur dan kebahagiaan
"Selamat ya buat kalian, aku ikut terharu dan bahagia" ucap Delia ikut memeluk Keduanya
"Aku gak menyangka kak Del, Alloh memberikan limpahan berkah dan Rizki yang begitu besar kepadaku" ucap Anggel sambil menyeka air matanya
"Iya, Alhamdulillah, kalian harus ekstra hati-hati dulu menjaganya, usia kandungan di trimester pertama ini masih rawan"
"Iya kak, makasih, nanti aku akan minta bantuan kak Del terus selama masa kehamilanku" kata Anggel
"Tentu saja, dan kau Raka, jaga baik-baik istri dan calon anakmu, kasih perhatian lebih, jangan sampai teledor"
"Siap Del, Makasih ya"
Delia tersenyum dan memeluk Raka kembali, dalam hati kecil Delia memohon keajaiban ini segera terjadi juga terhadap dirinya
"Aku doakan kak Delia akan segera menyusul ku, kita hamil barengan pasti seru kak" ucap Anggel
"Aminn, semoga saja usahaku cepat membuahkan hasil" jawab Delia
"Jadi apa kamu akan melakukan bayi tabung lagi, aku dengar dari pak Daniel kalau kali ini akan di lakukan di Belanda, benarkah?" Tanya Raka
"Iya Ka, ada dokter sekaligus profesor yang mahir menangani masalah sepertiku ini di sana, dan kami berharap kali ini akan berhasil"
"Amin, aku doakan Del, semoga usaha kalian kali ini sukses" sahut Raka
"Makasih Ka"
Raka menggenggam tangan Delia untuk memberikan semangat dan kekuatan, Raka sangat mengerti kekhawatiran yang di rasakan oleh Delia, karena sudah beberapa tahun, dirinya dan Anggel juga merasakannya
Anggel dan Raka segera pamit untuk mengambil resep vitamin yang di berikan oleh Delia, Raka tersenyum bahagia sambil menggandeng istrinya berjalan keluar meninggalkan ruangan Delia
BERSAMBUNG
Author UPDATE LEBIH DARI SATU KALI
Jangan lupa Dukung Author dengan memberi
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE