Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 246


__ADS_3

Perlahan Alena kembali lagi ke dalam ruangan dan menyelesaikan tugasnya sebagai seorang dokter, kini dirinya sudah berhadapan dengan sosok pasien laki-laki yang tak lain adalah Nickel Hodmer


"Aku akan memeriksa lukamu, tolong jaga pandanganmu, jangan terus menatap ku seperti itu, kau mengerti?!" ucap Alena


"Disini hanya ada kamu dokter Alena, memangnya aku kau suruh memandang siapa lagi?" Ucap Nickel tersenyum sambil mengalihkan pandangannya sejenak


"Buka baju atasanmu, aku akan melihat lukanya" ucap Alena


Nickel segera membuka kancing bajunya satu persatu dengan gerakan yang melambat hingga membuat Alena merasa kesal


"Kau ini, buka kancing baju bisa cepat nggak, kayak anak kecil saja" gerutu Alena


"Kalau pengen lebih cepat, kau bisa membantuku, bukan mengomeli ku" sahut Nickel


Alena tidak menjawab apapun, hanya menatap tajam sosok menjijikkan yang sekarang ada di hadapannya, Alena menunggu hingga semua kancing terbuka dan lukanya dapat segera Alena periksa


Alena mendekat kearah Nickel yang kini sudah berbaring di tempat tidur periksa, perlahan Tangan Alena yang sudah memakai sarung tangan menyentuh luka jahitan yang ada di perutnya, Alena terkesiap saat banyak sekali bekas luka di dada dan perutnya


"Bagaimana lukanya?" Tanya Nickel


"Sebagian sudah mengering, hanya butuh beberapa hari lagi untuk membuat semua jahitannya sembuh, kau harus kontrol satu Minggu lagi" ucap Alena sambil membersihkan luka jahitan di perut Nickel


Nickel sangat menikmati apa yang dilakukan oleh wanita yang sangat dirindukannya, tatapan matanya tidak lepas dari semua gerakan yang di lakukan oleh Alena


"Kau tidak penasaran atau takut bagaimana aku bisa mendapatkan luka seperti ini?" Tanya Nickel


"Tidak, dan bukan urusanku, jadi gak ada alasan aku untuk bertanya soal luka yang kau dapatkan" jawab Alena


"Sayang sekali, aku ingin sekali kau menanyakan hal itu Al" ucap Nickel dan Alena langsung menekan kuat luka yang sedang di obati nya


"Ah, sh*it!, Sakit sekali Al, apa yang kau lakukan!" Teriak Nickel


"Itu peringatan, jangan berani merayu atau berbuat tidak sopan dengan dokter yang merawat mu" sahut Alena


"Keterlaluan kau Al" ucap Nickel sambil meringis


"Jangan manja, sudah selesai dan sekarang kamu boleh pergi, ini resepnya, silahkan menebusnya di apotik Rumah Sakit" ucap Alena dan membuka pintu lalu mempersilahkan Nickel untuk keluar dari ruangannya


Alena merasa sangat lega dan kemudian duduk kembali ke kursi kerjanya, dilihatnya jam ternyata sudah pukul satu siang, dirinya segera beranjak untuk mencari keberadaan Delia dan Ratu yang ingin diajaknya makan siang


Rupanya Edward tidak membiarkan istrinya makan siang sendirian, Alena terkejut saat sebuah pesan masuk dari suaminya mengatakan kalau dirinya sudah di tunggu di restoran depan, Alena segera menghubungi Raka untuk bersiap di mobilnya, tak lama kemudian Alena sudah melesat pergi bersama Raka menyusul suaminya di sebuah restoran


Dari Restoran, Raka segera mendekati Kaisar yang sudah duduk di kursi makan yang terpisah dengan Edward, rupanya siang ini Edward ingin makan berdua hanya dengan istrinya

__ADS_1


"Sudah dari tadi Honey?" Tanya Alena yang baru saja sampai


"Baru saja Bee, aku sudah memesan makanan kesukaanmu, Cah kangkung dan Udang asam manis, mau tambah sesuatu?" Tanya Edward


"Nggak Honey, aku ingin minuman tawar saja"ucap Alena


"Menjaga berat badan Bee?"


"Bukan hanya itu Honey, terlalu banyak gula dalam tubuh dengan usia yang sudah makin bertambah akan menimbulkan efek yang tidak baik" ucap Alena


Edward tersenyum dan mengelus pipi istrinya dengan sentuhan tangannya yang lembut, Alena tersenyum dan mencium telapak tangan suaminya sekejab


"Rasanya aku sangat merindukan istriku, bagaimana kalau habis ini kau ikut ke kantorku Bee, aku akan segera mengembalikan mu setelah itu" ucap Edward dan berhasil membuat terkejut Istrinya


"Honey, kau ini, siang-siang mesum sekali, dasar!" Ucap lirih Alena


Edward terkekeh, kemudian mencium pipi istrinya sekejab


"Gemes sekali aku Bee, rasanya ingin memakan mu sekarang juga"


Akhirnya pesanan makan siang pun datang, keduanya segera bersiap untuk menikmati hidangan makan siang yang sangat diinginkan oleh keduanya


Selesai makan Alena segera kembali bersama dengan Raka ke Rumah Sakit sedangkan Edward kembali lagi ke perusahaan bersama dengan Kaisar


Didalam perjalanan terlihat Alena terdiam dengan pikirannya, Raka melihat hal itu dan segera bertanya ke Alena


"Aku tadi bertemu dengan Nickel Hodmer" ucap Alena


"APA!!" Ucap Raka sangat terkejut "dimana kamu bertemu dengannya, apa jangan-jangan di rumah sakit waktu aku tinggal tadi Al?"


"Iya Ka, dia kesana sebagai pasien, ada luka jahitan yang masih belum kering di perutnya" ucap Alena kemudian menceritakan semua kejadian tadi antara dirinya dan Nickel


"Benarkah, memangnya apa yang terjadi?" Tanya Raka penasaran


"Entahlah Ka, aku juga tidak bertanya tentang luka yang di dapatkan nya, hanya saja aku khawatir tentang keberadaanya di Indonesia"


"Iya juga Al, sebaiknya kita lebih waspada, apa kau sudah cerita ke pak Edward?"


"Belum, nanti saja di rumah aku akan menceritakan semuanya" ucap Alena


Raka mengangguk dan kemudian fokus kembali menyetir mobil untuk segera sampai ke Elite Healthy Hospital, saat sampai di sana Alena segera turun dan bersama Raka masuk kedalam Rumah Sakit, Alena berpapasan dengan Ratu yang kebetulan sekali juga habis dari kantin sendirian


"Ratu, dari kantin?" Tanya Alena

__ADS_1


"Iya, kau dari mana, pak Edward?" Tanya Ratu


"Iya tadi makan siang bareng, kamu sendiri gak sama kak Delia?"


"Nggak Al, Delia tadi di jemput suaminya, sepertinya sedang diajak makan siang bareng"


"Oh, gitu , ya sudah, sekarang kamu mau kemana ?" Tanya Alena


"Di IGD lagi, kamu sendiri mau kemana, masih ada pasien mau periksa lagi Al?"


"Nggak kok, sudah kelar semua, pengen nyantai bentar di ruangan ku" ucap


Alena dan kemudian mereka pun berpisah menuju ruangannya masing-masing


"


Edward sudah sampai di gedung perusahaan bersama dengan Kaisar, Saat melintasi ruangan Daniel, Edward melambatkan langkahnya karena mendengar suara aneh dari dalam ruangannya


Perlahan Edward mengetuk ruangan itu dan seketika terdengar suara yang agak berisik dengan seorang perempuan, tak lama kemudian pintu di buka oleh Daniel, melihat keadaan Daniel yang aneh Edward terkejut, rambut yang acak-acakan dan baju sedikit berantakan, bahkan kancing bajunya salah memasukkan hingga terlihat aneh


"Ada apa Ed?" Tanya Daniel di balik pintu ruang kerjanya


"Apa tidak sebaiknya kita ngobrol di dalam saja?"


"Nggak usah Ed, di sini saja atau di ruangannya mu, bagaimana?"


"kau ini aneh sekali Niel, aku jadi curiga, apa yang sedang kau lakukan di dalam, minggir!" Ucap Edward


BRAK


"Aaa!!"


"Sh*it!, apa yang kalian lakukan!" Teriak Edward terkejut


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2