
Sang wanita yang besama Daniel hanya menyunggingkan bibirnya saat berjabat tangan dengan Alena, kemudian menatap Alena dari atas Sampai bawah sambil tersenyum menghina
"Cellin Natasha Bernard, aku seorang model papan atas, dan dunia memang sangat sempit ya, hingga aku harus bertemu lagi dengan kalian" ucap Cellin
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Daniel
"Begitulah, beberapa jam lalu" ucap Alena
"Dan sahabatmu itu sudah membuat masalah dengan Alena" ucap Kaisar
"Sudahlah, sebaiknya kita pulang" ucap Alena
Kaisar segera ikut pamit dan melangkah pergi bersama dengan Alena dan Kirana, sementara itu Daniel kini sudah menatap tajam ke arah Cellin, dirinya curiga kalau jangan-jangan Cellin sudah berbuat hal keterlaluan ke Alena
"Kenapa kau menatapku seperti itu Niel?"
"Apa yang sudah terjadi, kau membuat masalah dengan Alena?"
"Hei, ayolah, memangnya siapa wanita yang berpakaian aneh dan memakai penutup kepala itu, cemas sekali wajahmu Niel?"
"Kau tidak tau siapa Alena Cell"
"Memangnya dia siapa, wanita aneh dan terlihat lemah, di tabrak sama manajerku saja sudah hampir jatuh, udah gitu pakek nyolot lagi kedua temannya, dasar!"
"Apa, kalian menabraknya?"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Alena itu sedang hamil Cell, kau ini"
"Hamil ya urusan dia, memangnya apa urusannya dengan ku, dia hamil Anakmu?"
"Breng*sek, jaga mulutmu Cell, sekian lama kita tidak ketemu, sifat mu sama sekali tidak berubah"
"Ayolah Daniel, jangan mengungkit masalah sifat ku lagi, memangnya kamu ada hubungan dengan si Alena itu?"
"Iya, dia istri Sahabatku Edward, kau masih mengingatnya?"
"Tidak mungkin, Alena wanita aneh itu istri dari Edward Runcel Eagle?"
"Yang aneh itu kamu, dia sangat cantik, aku saja hampir jatuh hati padanya"
"Sebentar, jangan bilang dia Alena Bilqis Nugraha, keturunan keluarga Nugraha, benarkah?"
"Yap, dan kau sudah membuat masalah dengannya"
"Sh*it, ini_, ya Tuhan, mana mungkin?"
Daniel melanjutkan makannya sambil tersenyum senang melihat wajah kalut sahabat lamanya, kemudian Cellin berusaha menenangkan dirinya, dia bahkan tersenyum kembali menatap Daniel yang sudah hampir menyelesaikan makan siangnya
"Niel, manajerku pulang duluan, bisa antar aku pulang ke apartemen ya?"
"Boleh, tapi aku langsung balik ya, masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan di kantor"
"Emm, gimana kalau aku ikut ke kantormu dulu, setelah selesai baru antar aku pulang"
"Ok, itu lebih baik"
__ADS_1
Daniel dan Cellin kini perjalanan menuju ke perusahaan Eagle Company, sampai di kantor, Cellin di persilahkan menunggu di loby, banyak sekali mata yang memandang suka dan juga risih dengan kehadiran Cellin karena memang tubuhnya terlihat sangat sempurna sebagi seorang model dengan pakaian minimalisnya
Ketika itu Edward sedang melintas menuju ruangan Daniel, dan saat itulah semua orang yang melihatnya menunduk hormat kepadanya, pemandangan itu membuat Cellin terkejut sekaligus terpana dengan Edward, dia segera memperbaiki posisi duduknya dan riasannya, berharap Edward menoleh kepadanya, namun Cellin harus kecewa
"Sialan, kenapa pak Edward tidak melirikku sama sekali, apa kurangnya aku, memang istrinya sangat cantik, tapi soal penampilan seksi aku jauh lebih di banding istrinya" batin Cellin
*
Sementara itu Alena sudah kecapekkan belanja sana sini dan duduk di sebuah cafe mencari minum, tak lama kemudian dering handphone berbunyi dan ternyata Delia, Alena tersenyum dan langsung mengangkatnya
"Assalamualaikum kak Del"
"Waalaikumsalam Al, kamu sekarang dimana, pekerjaanku dah selesai nih, aku nyusul ya?"
"Masih di mall kak, kesini aja"
"Oke, tunggu aku"
Beberapa menit kemudian datanglah Delia sambil berlarian menuju ke arah Alena yang sedang duduk di temani Kirana dan Kaisar, setelah mendekat Delia langsung memeluk Alena kemudian duduk di sebelahnya memesan minuman sambil mengatur nafasnya
"Sibuk banget ya kak?" Tanya Alena
"Kerja di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital sungguh melelahkan, kamu kapan masuknya Al?"
"Masih kurang empat harian lagi, kak Delia kenal sama dokter Ratu juga kan?"
"Tentu saja, baik dia, sering ngomongin kamu tu"
Alena hanya tertawa mendengar cerita Delia seputar pekerjaan di tempat barunya, ternyata hampir satu Rumah Sakit sudah mengenal Alena dan sering membicarakannya, mereka banyak yang tidak tau bahwa Delia dan Alena bersahabat sejak lama
"Kak, kita ke tempat Edward sama Daniel yuk, nanti pulang barengan mereka aja"
"Ya itung-itung main lah, dari pada harus pulang, dirumah aku juga sendirian saja"
"Ya sudah, ok, tapi aku bawa mobil sendiri ya, masak mau di tinggal di mall"
"Tinggal aja kak, aman kok, nanti aku bilang ke security"
"Oke dah, yuk berangkat!" Ucap Delia
Akhirnya keduanya kini sudah meluncur ke perusahaan Eagle Company, Kirana duduk di depan bersama Kaisar yang sedang menyetir, sedangkan Alena duduk di belakang bersama dengan Delia sambil berbincang
"Oh iya, Kirana masih belum bekerja kan?" Tanya Delia
"Belum kak" ucap Kirana
"Nggak mau lanjutin kuliah?" Tanya Delia lagi
"Mau sih kak, tapi nanti kalau sudah kerja"
"Oh maunya kerja ma kuliah?"
"Iya kak, biar gak merepotkan siapa pun"
"Mau kerja di butik mamaku?" Tanya Delia
"Wah, mau sih kak, kerjanya apa?"
__ADS_1
"Nanti biar di jelaskan sama mama sendiri, kamu juga bisa belajar apapun yang berhubungan dengan Fation kalau kamu mau"
Kirana sangat senang dan bersemangat mendengar hal itu, Kasar tersenyum dan melirik adiknya yang tampak begitu bahagia, sedangkan Alena lanjut menceritakan soal bertemu Daniel bersama seorang wanita saat malam siang di dalam Resto mall tempatnya belanja
"Aku pernah dengar sih Al tentang Celine sahabat Daniel yang jadi bintang model itu, cuma belum tau orangnya, jadi dia ada di indo sekarang?"
"Iya, kelihatanya begitu, coba kamu nanti tanya Daneil deh, aku cuma merasa agak gak enak sama wanita satu ini" ucap Alena
"Aku juga sih, apalagi kata kamu dia seksi banget"
"Pakaiannya aja minimalis banget, nempel di kulit, percuma deh pokoknya pakek baju, la wong tubuhnya tercetak jelas gitu semua bagian tonjolannya"
"Hahaha"
Delia dan Alena langsung tertawa, begitu juga dengan Kirana, sedangkan Kaisar hanya tersenyum
Sampai di tempat yang di tuju semuanya berjalan keluar, Kirana dan Kaisar terpana melihat perusahaan besar dan megah milik Edward, sedangkan Alena dan Delia hanya tersenyum melihat keduanya sedang asik menikmati pemandangan perusahaan Eagle Company, sampai juga mereka di lantai paling atas tempat kantor Edward dan juga Daniel bekerja
Kaisar dan Kirana menuju di ruang tunggu tidak ikut masuk, Alena dan Delia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruang kerja Edward dengan mengucap salam, terdengar suara jawaban dari Edward yang sudah tersenyum melihat istri Cantik nya kini sudah ada di depan mata
"Kenapa tersenyum gitu Honey?"
"Tentu saja karena sudah ada istri cantikku di sini" jawab Edward kemudian mendekat ke Alena, memeluk erat dan menciumi bibir dan wajah istrinya
"Ehem, maaf masih ada orang lain di sini" ucap Delia dan mengagetkan Edward
"Oh, sorry Del, kau juga ikut?" Ucap Edward sambil melonggarkan pelukannya
"Begitulah, istrimu memaksaku berlari ke mall untuk menemaninya belanja" ucap Delia
Edward dan Alena langsung tertawa dan kini mereka duduk bersama di sofa dalam ruangan kerja Edward, ketiganya berbincang hingga kemudian Edward ingat kalau Daniel sekarang ada di ruang kerjanya dan ditemani oleh seorang wanita yang katanya sahabat lamanya, Alena bertanya ciri wanita itu dan Edward terkejut karena Alena sudah mengenalnya
"Jadi kamu sudah kenal Bee?"
"Tadi kenalan di Resto, waktu makan siang kebetulan aku melihat Daniel makan bareng bersamanya"
"Maaf, kalian lanjutkan saja, aku ke ruangan Daniel dulu ya, penasaran seperti apa wanita ini" ucap Delia
"Oke, ingat jaga emosi, seksi lo itu perempuan" goda Alena
"Tenang, sek*sian aku Al, kalau gak percaya, biar nanti aku telan*jang sekalian di depan Daniel" seloroh Delia
Edward dan Alena langsung tertawa mendengar perkataan Delia yang kini sudah keluar dan menuju ke ruang kerja Daniel kekasihnya
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE