Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 139


__ADS_3

Alena tersenyum ketika melihat suaminya sudah ada di belakang Alfaro dan berjalan menghampirinya


"Oh, hai Ed, kau sudah ada di sini rupanya"


"Kalau kau ingin memeluk, sini peluk aku, sudah lama kita tidak bertemu" ucap Edward


"Tentu saja, aku juga sangat merindukanmu"


Keduanya tersenyum dan saling memeluk erat satu sama lain, Alena tersenyum Bahagia melihat kedekatan dua saudara itu


"Kenalkan dia istriku" ucap Edward merangkul Alena dan mengenalkan ke Alfaro


"Oh, jadi dia Nona Alena Bilqis Nugraha?"


"Benar sekali tuan Alfaro Rich Eagle"


"Hehehe, ayolah panggil aku Faro saja"


"Dan perkenalkan saya istri Edward, panggil saya Alena"


"Rupanya kau lebih cantik dari foto yang dikirim oleh Edward"


"Oh ya, benarkah?"


"Hem, Edward mengirimkan foto mu dari jarak yang sangat jauh"


"Hahaha"


Edward dan Alena tertawa


"Itu aku sengaja, biar kau tidak memasukkan wanitaku ke dalam fantasi liar mu, aku tidak rela!" Ucap Edward


"Dasar kau ini!" Sahut Alfaro


"Yok sebaiknya kita masuk ke dalam, Dady pasti sudah menunggu kita" ucap Alena


Mereka semua segera masuk ke dalam Mansion dan di sambut oleh kedua orang kembar yang wajahnya hampir mirip, Alena melihat keduanya dengan tersenyum dan membayangkan nanti anak-anaknya akan memiliki wajah yang hampir sama


Setelah berbincang sedikit keduanya di antar oleh Edward menuju ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat sejenak, kebetulan sekali kamar Alfaro bersebelahan dengan Kamar Edward


*


Delia tersenyum senang saat mamanya sudah tersadar dan membuka matanya, sementara papanya juga berada di samping Delia memberikan semangat ke mamanya agar segera sehat kembali, tak lama kemudian dokter spesialis jantung datang dan membawa kabar bahwa masa kritisnya sudah terlewati dan sekarang boleh dipindahkan ke Ruang perawatan selama tiga sampai lima hari


"Alhamdulillah, mama sudah sadar dan semakin membaik" ucap Delia


"Iya sayang, makasih sudah meninggalkan pekerjaan penting mu untuk menunggui mama di sini Del"


"Mama itu ngomong apa, tentu saja aku yang akan menjaga mama, memang siapa lagi anak mama"


Kedua orang tua Delia tersenyum mendengar perkataan Delia


"Apa kamu tidak sebaiknya pindah ke Jakarta sayang, kita ini sudah tidak muda lagi, aku ingin kamu berada dekat dengan kami"


"Tapi Pa, aku sudah nyaman tinggal di Surabaya, karier aku bangun dari Nol di sana"


"Aku tau sayang, kami tidak akan memaksamu, tapi setidaknya tolong pikirkan permintaan papa ya?"


"Iya Pa, baiklah, akan aku pikirkan, yang penting sekarang mama sehat dulu ya, dan jangan bekerja lagi, apa Papa masih kurang ngasih uang mama Hem?"


"Hehehe, tentu saja tidak Del, mama hanya ingin punya kegiatan saja, di saat usian sudah tua gini, mau momong cucu juga belum kamu buatkan"


"Jangan mulai deh ma, kebiasaan deh, ujung-ujungnya kesana"


"Ya habis, kapan kamu akan mengenalkan seorang laki-laki yang akan melamar mu menjadi seorang istri"


"Sabar Ma, pasti nanti adalah"


"Sudah, kalian jangan berdebat lagi, ingat kesehatanmu Ma"


"Bener tu kata Papa ma, hehe"


Delia keluar dari kamar saat mamanya sudah kembali tertidur, sambil mencari makan siang, Delia teringat dengan Alena dan segera menghubunginya dan memberikan kabar bahagia bahwa mamanya sudah sadar dan membaik

__ADS_1


"Alhamdulillah kak Del, aku ikut senang dengarnya"


"Iya Al, aku juga sudah lega sekarang, kamu ada dimana ini ?"


"Ada di Mansion Dady Edoardo, kebetulan ada saudara yang datang dari luar negeri"


"Oh, ya sudah, salam buat pak Edward dan keluarga yang lain ya"


"Ok siap, nanti aku akan berkunjung ke sana kak Del"


"Iya, aku tunggu"


Setelah handphone dimatikan Delia segera menuju kantin dan memesan makanan untuk papanya dan juga dirinya, Delia ingin berbelanja sedikit ke supermarket yang kebetulan ada di dekat lingkungan Rumah Sakit, Saking Rame nya jalanan di sore hari itu, Delia yang ingin menyeberang tidak menyadari ada mobil yang bergerak cepat dari arah samping hingga hampir tertabrak, beruntung seseorang segera menyambar tubuhnya ke tepi kembali


"Hati-hatilah nona_ Delia?"


Ucap penyelamat itu terkejut


"Daniel?"


Sahut Delia sama terkejutnya


"Kamu ada di Jakarta?, Terus sedang apa disini?" Ucap Daniel


"Mama sedang di rawat di rumah sakit Elite Healthy Hospital, dan aku datang untuk menjaganya"


"Apa!!"


Suara Daniel terkejut mendengar mantan model idolanya sedang Sakit


"Sudah, aku mau belanja dulu di supermarket depan, terimakasih sudah menolongku Niel"


"Aku antar ya, sekalian habis itu aku mau menjenguk mama kamu, boleh kan?"


"Tentu saja boleh, ayok"


Daniel mengantar Delia berbelanja, sesekali ikut memilihkan produk yang dibeli oleh Delia, dengan senyuman manisnya Delia merasakan kehangatan saat berama dengan Daniel, beberapa kali Delia tersenyum geli melihat Daniel yang begitu sangat memperhatikan barang-barang yang akan di beli oleh Dalia


"Tisue yang bagus aja Del, biar aman untuk kesehatan, jangan yang sembarangan, ini Cemilan juga jangan yang sembarangan gini, beli mahalan dikit gak apa-apa yang penting aman untuk di konsumsi, gak terlalu banyak bahan pengawet yang berbahaya"


"Hehehe, ya kan aku pengen kamu gak bolak balik lagi kesini, takut lihat kamu kenapa-napa lagi, tadi aja hampir ketabrak gitu"


"Iya makasih, ini kayaknya sudah lebih dari cukup, Aku balik ke Rumah Sakit sekarang, takut di cariin sama mama"


"Oke aku antar, sekalian mau jenguk mama kamu , boleh kan?"


"Tentu saja, Ayok"


Saat sedang membayar belanjanya, Tiba-tiba saja Daniel segera memberikan Gold Card ke kasirnya, Delia terkejut berniat menolak tapi mendapat peringatan keras dari Daniel, dan akhirnya Delia pasrah saja


Saat menyeberang jalan yang rame, Daniel reflek menggandeng tangan Delia dan melindunginya agar aman saat menyeberang jalan, Delia terkejut saat mendapati perlakuan mesra dari Daniel, sampai di depan ruangan perawatan mamanya, Delia berhenti dan menoleh ke arah Daniel


"Ada apa?"


"Lepasin tanganku Niel, udah nyampek ruangan mama ini"


"Oh iya, hehe, aku lupa, habis nyaman banget pegang tangan kamu Del"


"Dasar"


Ucap Delia yang kemudian melepaskan tangannya dari pegangan Daniel


Keduanya kini berjalan masuk menemui mama Delia, Arumi sangat terkejut melihat anaknya sedang bersama laki-laki yang sudah dia kenal karena sering melakukan kerja sama bisnis saat masih aktif sebagai Model


*


Sementara itu di Mansion Edoardo, terlihat perbincangan hangat terjadi di rumah tengah, Alena terlihat duduk sendiri saat Edward pamit masuk sebentar ke kamarnya untuk mengambil handphone, tiba-tiba saja Alfaro duduk di samping Alena dengan cuek


"Sorry, baru iku gabung, dimana Edward?" Tanya Alfaro


"Sedang dikamar ambil handphone" ucap Alena sambil bergeser agak jauh dari Alfaro


"Sini Al, ngapain sih jauh-jauh, aku gak akan gigit kamu, sinian deh!" Ucap Alfaro sambil menarik tangan Alena

__ADS_1


PLAK


Edward yang sudah berada di belakang Alfaro langsung menampel tangan sepupu nya hingga terlepas dari tangan Istrinya, Edoardo dan Aliardo tertawa dan menggelengkan kepala melihat tingkah laku anak-anaknya


"Apaan sih Ed, gitu aja pakek acara mukul segala"


"Jauhkan tangan kamu dari istriku, awas saja kalau berani menyentuhnya lagi!"


"Ck, iya, pelit amat jadi orang"


"Jaga sikapmu Faro, ayah tidak akan menolong mu kalau Edward sampai melukaimu"


"Iya Dad, sorry, habis Edward punya istri cantik sekali, coba kalau aku yang jadi suami Alena, bakalan anteng aku Dad"


PLAK


Kali ini Edward langsung memukul kepala Alfaro


"Aduh, sakit Ed, keterlaluan kamu itu"


"Jaga mulut kamu kalau ngomong"


Alena tersenyum dan langsung menarik Edward untuk duduk di sebelahnya sebelum terjadi pertengkaran lebih parah lagi


"Kalian diamlah, honey, Faro hanya bercanda doang, jaga emosi, ada anak kita Lo disini"


"Hah!!"


Alfaro dan Aliardo terkejut mendengar perkataan Alena


"Jadi kamu sedang hamil Alena?" Tanya Alfaro tak percaya


"Iya, Alhamdulillah, sudah 12 Minggu"


"Kenapa kamu bisa hamil?" Tanya Alfaro konyol


"Ya karena aku rajin menikmati tubuh istriku dan berhasil menghamilinya, memang kenapa?" Tanya Edward kesal dengan pertanyaan ajaib dari sepupunya


"Hahaha"


Kedua orang tua mereka tertawa lagi melihat sikap konyol Edward dan Alfaro


"Honey, sudah, kalian ini kenapa sih, makin aneh-aneh deh ngomongnya" ucap Alena malu bercampur jengkel


"Eleh, pamer kan kamu Ed, coba saja aku yang rajin, sama juga, pasti Alena juga hamil, hehehe"


"Bang*sat kamu ya, berani sekali!"


Dan akhirnya pertarungan keduanya pun tidak bisa dihindari, Alena sangat panik namun Edoardo segera menepuk pundak Alena


"Aku sedang melawan baji*ngan ini Dad, jangan berani memegang istriku!" Teriak Edward


Edoardo segera melepas tangannya dari bahu Alena, Aliardo tertawa melihat saudara kembarnya juga tak lepas dari ancaman anaknya


"Rupanya anakmu itu posesif sekali dengan istrinya Edo"


"Begitulah Ali, Edward sangat mencintainya"


"Dad, apa mereka tidak apa-apa?" Tanya Alena panik


"Tenang saja Nak, mereka sudah terbiasa seperti itu, kita tonton saja sejauh mana perkembangan ilmu bela diri keduanya" jawab Aliardo sambil tersenyum


Mohon maaf, ada masalah di sistem Noveltoon sehingga Update ada yang dobel di beberapa Episode yang sudah berlalu tanpa Author sengaja, Author sudah melaporkan hal ini dan sudah mendapat respon dari pihak Noveltoon akan segera memperbaiki, mohon maklum kalau notifikasi Episode yang Update tidak sesuai, semoga segera di atasi oleh pihak Noveltoon, Author akan tetap meyelesaikan Novel ini sampai Tamat


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2