
Edward dan Alena kini kembali ke ruang tengah menikmati cemilan yang ada di meja bersama dengan yang lainya, sementara itu anak-anaknya sudah bermain game di ruangan yang lain, tak berapa lama terlihat Daniel dan Kaisar juga sudah ikut bergabung sambil menikmati makanan dan minuman yang ada
"Jadi kalian tidak tau dengan kekuatan mata Ailina sebelumnya?" Tanya Kaisar
"Aku baru tau hari ini, dan itu membuat ku shock" ucap Alena
"Aku juga tidak tau, baru hari ini melihatnya" sahut Edward
"Tapi sepertinya, kedua kakak Ailin sudah tau akan hal ini" kata Daniel
"Sepertinya begitu, mereka tidak terkejut sama sekali saat Ailin memakai kekuatannya" sahut Raka
"Apa kekuatan seperti ini juga bisa di segel honey?" Tanya Alena
"Hei ayolah, jangan menutup semua kekuatan anak-anakmu Al, kasian mereka, menurutku mereka mulai di bimbing untuk mengendalikan dan memanfaatkan kekuatannya dengan benar saja" ucap Delia
"Tapi kak, kalian tau kan ada banyak Klan di luar sana yang akan mengejar kekuatan langka yang seperti anak-anakku punya, aku takut mereka akan terluka" ucap Alena cemas
"Justru itu Al, menurutku mereka harus bisa menggunakan kekuatannya untuk melindungi dirinya juga" ucap Ratu
"Aku juga setuju akan hal itu Al, aku yakin mereka tidak akan sembarangan menggunakan kekuatannya kalau diberikan pengertian yang cukup" kata Anggel
"Ketiga jagoanku itu anak-anak yang baik Ed, mereka punya pola pikir yang berbeda dengan anak seusianya, aku yakin mereka bisa mengontrol dirinya" ucap Kaisar
"Aku tau, tapi bagaimanapun mereka masih anak-anak, kami hanya takut akan terjadi sesuatu yang membahayakan nyawanya" jawab Edward
"Tapi terserah kalian saja, sebagai orang tua mereka, aku yakin keputusan kalian tentang ketiga ponakan kembar ku ini pasti yang terbaik" ucap Daniel
"Lalu tentang kekuatan Ethan dan Evan, apa kau sudah tau semua Al, atau apa ada kemungkinan kalian melewatkan kekuatan yang muncul tanpa di ketahui seperti yang dimiliki oleh Ailin?" Tanya Delia
"Entahlah kak, aku dan Edward akan sering bicara dari hati ke hati biar mereka bisa bercerita segalanya, aku juga takut akan muncul kekuatan yang kita tidak tau" jawab Alena
Tiba-tiba saja dari dalam ruangan yang lain, terdengar teriakan rame dari anak-anak yang tengah menikmati permainan game, seketika itu terlihat Ambar berlari keluar menuju ke arah Anggel dan Raka
"Ma, Pa permainan game kami dapat uang banyak!" Teriak Ambar
"Uang?, uang apa?!" Ucap Anggel terkejut
"Pasti Permainan game Ethan dan Evan kan?" Tanya Kaisar
"Iya papa Kai, baru 2 jam sudah dapat hampir dua puluh juta!" Ucap Ambar
"What!, Mereka bermain apa merampok?!" Ucap Delia
"Kalian hentikan mainnya, jangan berlebihan!" Teriak Alena yang kini berjalan cepat ke ruangan anak-anaknya berada
Edward hanya menggelengkan kepala ikut menyusul Alena dan diikuti oleh yang lainnya, sampai di dalam, jumlah uang yang tertera di layar monitor menunjukkan angka hampir 30 juta, Alena sangat terkejut kemudian berkacak pinggang di depan ketiga anak kembarnya
__ADS_1
"Ethan, Evan, Hentikan permainan game nya!" Ucap Alena
"Hehe, iya mom, lanjutin dikit lagi dapat 30 juta ya mom?" Ucap Ethan
"Gak bisa, ayo keluar dari permainan, cepet!" Ucap Alena
"Iya Mommy ku sayang" sahut Ethan dan langsung keluar dari permainan
Semua orang dewasa yang ada disana masih sangat terkejut dengan uang yang di hasilkan dari permainan game ketiga ponakan kembarnya, sementara Ambar masih agak takut melihat Alena memberikan peringatan keras ke Ethan dan Evan
"Mommy sudah bilang Ethan, boleh main game, tapi jangan yang berlebihan beginilah" ucap Alena
"Sorry mom, kita cuma cari dana buat donatur bencana yang ada di sekolah kemaren, Mommy sudah dapat selebarannya kan?" Ucap Ethan
"Ya kan tapi kalian bisa minta saja ke Mommy sama Dady, berapapun akan Mommy kasih, apalagi kegiatan amal gini, Daddy juga udah transfer banyak kok kemaren, ya kan Honey?"
"Masak sih honey?" Sahut Evan menirukan memanggil Dady nya dengan sebutan honey
Edward terkejut melebarkan matanya sambil menatap Evan, kemudian mengangguk sambil menahan tawa
"Evan!!" Teriak Alena memperingatkan
Sedangkan orang dewasa yang lain segera beranjak dari tempat itu sambil sebagian tertawa melihat tingkah konyol Evan yang membuat Alena murka seketika
Setelah perdebatan panjang dengan anak-anaknya, kini keadaan sudah dingin kembali, mengingat malam semakin larut semuanya kini meminta pamit untuk undur diri pulang ke kediaman masing-masing untuk beristirahat
Dalam perjalanan pulang Alena bercanda dengan ketiga anaknya sambil memancing pertanyaan tentang kemungkinan kekuatan yang muncul dan belum di ketahui oleh Alena
"Kalau Ethan gak ada sih Mom, cuman kadang Ethan seperti bisa membaca kemungkinan yang akan terjadi"
"Maksudnya?" Tanya Alena
"Gak tau kenapa, beberapa Minggu ini Ethan itu terkadang mendapat sekelebat bayangan suatu kejadian gitu lo mom, dan beberapa menit atau jam kemudian, kejadian yang masih ada dalam ingatan Ethan itu ternyata nyata terjadi"
"Apa!, Kebetulan mungkin Eth" ucap Alena berusaha tak percaya
"Kebetulan kok seringkali, ya gak mungkinlah Mom, apalagi sekarang aku jadi mulai bisa membaca apa yang dipikirkan orang lain juga" jawab Ethan
Alena dan Edward terkejut dan saling menatap tak percaya
"Lalu apa yang kamu lakukan kalau itu terjadi Eth?" Tanya Edward
"Hem, tidak ada Dad, hanya antisipasi saja, biar melakukan yang terbaik, katanya good feeling harus diasah, berguna pastinya nanti, ya kan Dad?" Ucap Ethan
"Iya, baguslah kalau kamu mengerti" ucap Edward
"Sekarang giliran Evan, Van?" Alena memanggil anaknya dan ternyata Evan sudah tertidur bersama dengan Ailina
__ADS_1
"Sudah biarin saja Bee, kasian anak-anak sudah pada ngantuk, Ethan kalau sudah ngantuk tidur saja ya, nanti kalau sampai rumah, Dady bangunin" ucap Edward
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di kediamannya, bersama dengan itu juga Kirana baru masuk ke dalam Rumah dan kini membantu menggendong Ailin untuk membawanya masuk dan menidurkan di kamarnya
Sementara itu Edward dan Alena menggendong Ethan dan Evan menyusul masuk ke dalam dan menidurkan mereka ke kamarnya
"Kamu baru sampai rumah juga Kiran?" Tanya Alena
"Iya kak, baru saja, hampir barengan sama kak Al" jawab Kirana
"Ya sudah, bersihkan diri dulu, lalu makan, belum makan malam pasti kan, jangan terlalu sering diet, lihat badan kamu itu, sudah langsing gitu"
"Siap kak, aku kan juga harus jaga berat badan ini, dua Minggu lagi berangkat ke Paris" ucap Kirana
"Iya, tapi harus tetap jaga kesehatan Kiran, pekerjaan kamu itu juga butuh stamina yang baik, jangan sampai sakit"
"Iya kak"
CUP CUP CUP
Kirana langsung menyambar pipi Alena dan menciumnya
"Ish, geli Kiran, lepas ah!" Teriak Alena risih dengan perlakuan Kiran
Kirana segera berlari masuk kedalam kamarnya sambil tertawa senang, sedangkan Alena hanya menggelengkan kepala kemudian berjalan ke atas menuju ke kamarnya dan membersihkan diri di kamar mandi, sementara Edward sudah berganti baju dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
Alena segera menyusul Edward berbaring di sampingnya, sambil memikirkan sesuatu tentang Kirana
"Ada apa Bee, apa kamu masih memikirkan tentang anak-anak?"
"Tidak Honey, aku hanya khawatir tentang Kirana yang akan pergi ke Paris"
"Maksudmu khawatir akan bertemu dengan Alfaro?" Tanya Edward
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1