Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 269


__ADS_3

Satu bulan kemudian, tepat di bulan Agustus, semua perlombaan segera di mulai, seminggu lagi pertandingan Bela diri segera di gelar, sudah ada dua murid laki-laki yang terpilih seleksi oleh kaisar untuk diikutkan lomba pertandingan perdana Bela Diri yang mewakili sekolahnya


"Kalian sudah siap ya, ingat yang bapak ajarkan, seminggu ini kalian sebaiknya latihan dirumah sendiri selain di sekolah, jaga kesehatan kalian dan di buat santai, jangan terlalu tegang, mengerti?!"


"Siap Pak Kaisar!" Ucap kedua anak laki-laki itu


"Selamat ya kak, semoga sukses, kita akan terus dukung kakak berdua!" Ucap Alena membuat kedua bocah laki-laki itu tersenyum malu-malu


"Di pertandingan nanti kita ikut kawal kasih support kak, jangan khawatir" ucap Ethan


"Kalian pasti menang kak!" Sahut Evan


Keduanya tersenyum dan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua murid yang sudah mendukung dan memberikan semangat


Pak Fajar dan guru-guru lainya ikut nimbrung memberikan dukungan di tengah anak-anak yang habis latihan Ilmu Bela Diri


"Makasih banyak pak Kaisar, anda sudah susah payah mengajari mereka, seandainya saya masih muda, pasti ikut latihan di sini, biar bisa jaga diri"


"Hahaha" semuanya tertawa mendengar perkataan pak Fajar


"Pak Fajar sudah waktunya hidup santai, biar murid-murid dan guru-guru yang masih muda gantian menjaga bapak" sahut Kaisar


"Iya iya, terimakasih semuanya" jawab pak Fajar sambil tertawa


Setelah latihan itu, semua murid segera pulang kerumah masing-masing untuk beristirahat, Kaisar juga mengantar pulang ketiga bocah kembar, kemudian pergi menuju tempat pendaftaran lomba yang hari ini adalah terakhit di buka


Kaisar dengan santai masuk di sebuah sekolah yang yang di gunakan untuk tempat pendaftaran pertandingan Bela Diri murid sekolah Dasar


"Maaf pak, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin mendaftar pertandingan tingkat Sekolah Dasar Bu" jawab Kaisar


"Oh mari mari pak, saya antar ke ruangan pendaftaran" ucap wanita seumuran Kaisar yang sedang senyum senyum gak jelas sambil mengantar Kaisar masuk ke ruangan pendaftaran


"Baik pak_, siapa, saya harus memanggil?" Ucap wanita yang menjadi Panitia lomba


"Kaisar" ucapnya singkat


"Kelihatanya bapak guru bela diri baru ya, kita tidak pernah melihat sebelumnya" tanya wanita yang mengantar tadi dan sekarang malah duduk di samping Kaisar dengan penuh percaya diri


"Iya, saya ingin mendaftar dari Sekolah MI Al-Hikmah" ucap Kaisar


Kedua wanita yang ada si sana terkejut dan terdiam sesaat, pasalnya mereka yakin bahwa sekolah yang Kaisar sebutkan adalah sekolah yang sama sekali tidak pernah mengikuti even lomba Bela diri, karena mereka tau bagaimana minusnya sekolahan itu


"Maaf pak Kaisar, apa bapak tidak salah sebutkan sekolah, setau saya sekolah itu bahkan berkembang pun tidak"


"Iya pak, apa mungkin ada sekolah baru yang namanya sama ya?" Sahut wanita satunya


Kaisar tidak mau ambil pusing, kedua wanita di depannya sudah membuat moodnya benar-benar buruk, hingga kemudian Kaisar langsung membenarkan dugaan Sekolah yang di perkirakan kedua wanita itu


"Berapa biaya pendaftarannya?"


"Oh, iya iya pak, isi berkas ini dan nama murid yang ikut, di sana sudah ada total biayanya"


Kaisar segera mengisi formulir pendaftaran tanpa berkata apapun, setelah itu segera membayar biaya pendaftaran dan segera ingin keluar dari area para wanita yang membuatnya muak


"Maaf pak!" Ucap wanita yang mengantarnya tadi


"Iya, ada apa Bu?"

__ADS_1


"Ini kartu nama saya, dan apa anda lupa mengucapkan sesuatu?, Mungkin pak Kaisar lupa saya sudah mengantar anda sampai di ruangan ini"


Kaisar terhenyak, menatap wanita itu sebentar, lalu kemudian menghela nafas


"Maaf, terimakasih Bu, atas bantuannya"


"Sama-sama pak Kaisar, nama yang berkharisma seperti orangnya, Ini kartu nama saya, juga ini nama-nama sekolah dasar Elite yang saya sarankan untuk anda pindah menjadi guru di sana, dari pada di sekolah yang seperti anda tempati sekarang ini"


Kaisar tersenyum dingin dan benar-benar ingin melempar wanita yang kepedean dan tidak tau malu ini ke dunia lain


"Maaf, saya tidak perlu kartu nama anda, dan bagi saya nama sekolah MI Al-Hikmah cukup memberi kesan lebih dari sekedar kata Elite" ucap kaisar sambil merobek lembar nama sekolah yang di berikan ke dirinya kemudian membuangnya begitu saja di depan mata wanita itu


Sontak pemandangan itu membuat kedua wanita itu terkejut, mereka tidak menyangka Kaisar akan berbuat hal itu di depan mereka


"Anda sangat kurang ajar Pak Kaisar, kami akan mencoret anda dari peserta pertandingan Bela Diri!" Ucap wanita itu merasa terhina dan marah


"Lakukan kalau anda berani, dan bersiap berurusan dengan Raka Ardiansyah, ketua komite Bela diri yang mengadakan acara ini" ucap Kaisar tenang dengan tatapan yang tajam


"Apa!, Bagaimana kamu bisa mengenal tuan Raka?"


"Itu bukan urusan Anda" jawab kaisar dingin lalu segera pergi tanpa permisi


Kedua wanita itu langsung lemes seketika, keduanya segera duduk sambil memegangi dadanya, belum juga reda rasa kagetnya, tiba-tiba saja mereka mendapatkan telepon dari ketua panitia yang memarahi mereka habis-habisan karena sikap kurang ajarnya ke Kaisar, mereka bertambah shock dan ketakutan, apalagi saat mengetahui siapa Kaisar sebenarnya


*


Seminggu berlalu dan tiba waktunya pertandingan pun akan segera di mulai, hari Minggu pagi ketiga bocah kembar sudah berlarian sambil berteriak mengabsen apa saja yang perlu di bawa untuk melihat pertandingan kali ini


Kirana yang baru saja terbangun jadi ikutan kaget dengan kehebohan yang di buat oleh ketiga bocah kecil itu, Alena dan Edward sampai geleng-geleng kepala ikutan pusing melihat ketiga anaknya mondar mandir bergantian


Setelah akhirnya semuanya siap, baru ketiga bocil itu bisa sedikit tenang dan diam menunggu jemputan kaisar datang


"Nggak bisa, nanti waktu lomba Cerdas Berbakat' saja Aunty pastikan nemani kalian dari awal sampai akhir, kalau menang, Aunty traktir jajan sepuasnya"


"Asiik!!" Teriak ketiganya nyaring dan sukses membuat kedua orang tuanya terjingkat kaget


Kirana tertawa melihat Alena dan Edward yang sedang memegangi dadanya


"Ini bocah masih kecil Lo kak, udah bikin mau copot saja jantung kak Alena, bentar lagi bersiap kalau dah gede, hahaha!"


BUK


Alena melempar bantal sofa tepat mengenai kepala Kirana sebelum berhasil masuk ke kamar


"Kamu juga nanti yang harus ikutan pusing mikirin mereka Kiran, Dasar!" Teriak Alena


Tak berapa lama Kaisar datang bersama dengan Ratu dan si kecil Queen yang sudah berusia 2 tahun lebih, tampak ketiga bocah itu langsung berhamburan ke arah Kaisar dan ketiganya juga menciumi pipi Queen bergantian dengan gemas, Kirana yang juga sudah keluar langsung menggendong Queen dan bercanda dengannya


Tiga mobil segera berangkat, Kaisar bersama dengan Ratu dan Queen, Edward dengan Alena dan ketiga anak-anaknya, dan satu mobil lagi dua pengawal yang mengikuti dari belakang


Sementara itu pak Fajar, Aisyah dan dua guru yang lain, sudah menyewa mobil untuk menjemput kedua muridnya yang akan ikut bertanding


Tak kalah seru, para suporter yang terdiri dari murid-murid MI Al-Hikmah dan orang tuanya yang ingin ikut melihat lomba sudah berantusias membawa angkot beramai-ramai datang ke acara lomba, mereka tidak perduli lagi mau dilihat udik atau apa, karena mereka sangat bangga dengan sekolahnya yang sekarang ini


Semua datang ke acara lomba hampir bersamaan, Alena dan Edward kaget dan juga terharu melihat semangat semua murid yang hadir di sana


"Wah, mereka semangat sekali bee" ucap Edward


"Iya, jadi ikutan semangat nih lihat mereka honey" ucap Alena

__ADS_1


Sedangkan ketiga anaknya segera berlari untuk berbaur dengan teman yang lain tanpa perduli mereka dari golongan keluarga seperti apa, bagi ketiga bocah itu, semua yang bersekolah di MI Al-Hikmah adalah saudara, tanpa perduli status sosialnya, itulah kenapa semua anak suka sama ketiga bocah kembar ini, bahkan para wali murid juga menyayanginya


Edward tersenyum bangga dengan sikap ketiga anaknya, mereka bisa membawa diri dengan baik di tengah teman-temannya


"Ayo masuk, jangan menatap anak-anak kalian seperti itu, mereka bisa jaga diri, gak perlu khawatir" ucap Kaisar mengagetkan keduanya


"Iya aku tau Kai, yok!" Sahut Edward


Baru saja masuk, mereka sudah di sambut Raka sebagai pendiri even lomba Bela Diri


"Selamat datang Al, pak Edward, rupanya kalian ikut ke sini juga, kita duduk di kursi kehormatan saja" ucap Raka


"No, kali ini aku ingin menikmati suasana santai bersama dengan wali murid anak-anak yang lain Ka" jawab Edward


"Tapi, nanti kalian kepanasan, tempatnya juga sangat ramai" ucap Raja khawatir


"Kau ini, kita orang sehat, bukan penyakitan Ka, gak akan mati juga kalau cuma di keramaian dan kepanasan, sudah, kamu kembali ke sana, ini kan acara kamu, nanti di cari panitia nya lo" ucap Alena


"Baiklah, aku permisi dulu"


Edward dan Alena tersenyum, Raka segera pergi meninggalkan mereka dan kembali duduk di tempatnya


Pertandingan pun segera di mulai, babak awal, anak didik Kaisar menenangkan pertandingan dengan baik, semua bersorak gembira, Para wali murid berteriak heboh menambah keramaian suasana


Sementara itu di tempat lain, tampak guru dan murid dari Sekolah Nusa Bimantara semakin kesal dengan tatapan tajamnya, Kaisar hanya melempar senyum kemenangan yang membuat sang guru semakin murka


Hingga waktu yang di tunggu tiba, kini di babak tiga besar, di mana ada enam murid dari sekolah yang berbeda harus bertanding untuk berada di tiga besar selanjutnya, murid Kaisar pun akhirnya berhadapan dengan murid dari sekolah Nusa Bimantara


Pertandingan di mulai, tendangan dan pukulan berhasil di layangkan dengan mengikuti aturan yang ada, dua kali pukulan dan tiga tendangan berhasil dilakukan oleh murid Kaisar dan tentu saja itu menambah poin, beberapa menit berlalu hingga kemudian suara teriakan bergemuruh memberikan semangat ke murid Kaisar saat berhasil membuat murid Nusa Bimantara roboh tak berkutik


"Satu, Dua, tiga...Kalah!" Teriak sang wasit


"Kita menang!" Teriak salah satu murid MI Al-Hikmah dan langsung disambut heboh teriakan kemenangan dari murid-murid yang lainya


Kaisar masuk ke dalam arena dan memberikan pelukan selamat ke muridnya dan kemudian mengajaknya duduk kembali menunggu pertandingan tiga besarnya


Edward dan Alena ikut bersorak dan berdiri heboh tak perduli dengan sekitarnya, hingga tidak disadari ada wartawan yang mengambil gambar mereka, bukan hanya itu para pengawal juga tanpa sadar ikut terbawa suasana dan ikut berteriak menyerukan kemenangan sekolah tuan mudanya


Menit berikutnya persiapan menghadapi sekolah lain untuk mendapatkan peringkat di tiga besar, Kaisar memberikan support, Ethan dan Evan ikut memberikan minum air vitamin dan mengelap keringat temannya


"Kamu harus optimis kak, ingat tinggal satu pertandingan lagi, kita pasti menang!" Ucap Ethan


"Benar kak, pasti Bisa, demi sekolah kita tercinta!" Sahut Evan


"Sudah-sudah, ayo kita bersiap, itu nama sekolah kita di panggil" ucap Kaisar dan kemudian mengajak muridnya naik ke arena pertandingan kembali


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2