Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 263


__ADS_3

Perkelahian yang berikutnya tidak bisa di hindari lagi, dan Kali ini Kaisar menangani lebih cepat biar tidak menambah suasana panas di sekolah itu, Bara yang melihat ke enam anak buahnya tumbang di tangan Kaisar membuat nyalinya menciut dan kemudian pergi dengan mengancam


"Aku akan terus kembali dan membuat sekolah ini tidak nyaman, ingat itu!" Ucap Bara yang kemudian mengajak semua anak buahnya yang sudah bonyok untuk pergi dari tempat itu


Kaisar terdiam dan segera berjalan tenang mendekati Raka


"Sebaiknya kamu mencari tahu tentang mereka Ka, sepertinya mereka akan terus mengganggu kalau tidak di beri pelajaran yang membuat takut dan jera" ucap Kaisar


"Itu bukan masalah besar, akan aku lakukan secepatnya" ucap Raka sambil menampakkan senyuman tipis penuh makna


"Yang, kau tidak apa-apa?" Ratu berlari kemudian memeluk suaminya


"Hei, tenanglah, mereka tidak akan bisa membuat lecet seorang Kaisar"


"Ya Alloh, syukurlah, aku takut lihat kekerasan kayak gitu yang, di laporin polisi sajalah, biar mereka gak berani ganggu sekolah ini lagi"


"Kami sudah sering melaporkan hal ini nyonya, tapi tidak pernah ada hasilnya, sepertinya mereka punya koneksi orang-orang kuat di kepolisian juga " ucap pak Fajar


"Oh, jadi begitu?" Sahut Raka dan berpikir sejenak


Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan teriakan ketiga bocah kembar yang sudah berlarian keluar sambil membawa tas bersiap untuk pulang, begitu juga dengan teman-temannya yang lain


Terlihat Ailin membawa Farah sahabatnya yang sekaligus kakak kelasnya untuk ikut dan di kenalkan ke orang tua mereka semua


"Mommy, ini kenalkan Farah teman ku" ucap Ailina


Alena tersenyum kemudian menjabat tangan Farah dan memeluk nya, tampak sekali gadis itu menjalani hidupnya cukup keras, tangan yang kasar menandakan dia ikut membantu pekerjaan apapun, dan tubuh yang kurus kering terlihat betapa dia sangat menjalani hari-harinya dengan beban di pundaknya


Namun senyuman gadis cilik itu begitu tulus, tatapan matanya yang tajam juga menyiratkan gadis ini sangat cerdas, cara berbicara dan sikapnya penuh hormat ke orang yang lebih tua menambah kesan dia gadis cilik yang luar biasa


Farah segera pamit dan meninggalkan Ailina yang juga sudah bersiap pulang bersama dengan kedua kakak dan papa Kaisar nya, sementara Alena sudah bersiap kembali ke Rumah Sakit bersama dengan Ratu dan Raka


"Aku ingin saat queen sudah besar nanti memasukkannya ke MI Al-Hikmah, sama seperti si kembar Al" ucap Ratu


"Kenapa,?" Tanya Alena


"Aku merasa nyaman saat berada di sana tadi, suasana sekolahnya sangat menyenangkan, anak-anaknya juga berbeda, sangat hormat sama yang lebih tua dan sopan dalam berbicara"


"Hem, syukur kau melihatnya juga Ratu, setiap pagi sebelum mulai pelajaran, para guru di sana mengajak semua muridnya berjamaah Sholat Dhuha dulu selama 10 menitan" ucap Alena


"Wah keren, makin mantap ini aku akan memasukkan Queen di sana" sahut Ratu


"Sepertinya Anakku nanti juga aku masukkan ke sekolah itu" ucap Raka


"Masih juga di dalam kandungan Ka, belum nongol itu bocah" ucap Alena


"Ya kan bentar lagi nongol tuh anak, lagian waktu 6 tahun itu terkadang serasa sangat cepat Al, gak ada salahnya merencanakan segala sesuatunya dari Awal" ucap Raka


"Wah seru nanti ya, anak-anak kita pada ngumpul di sekolah yang sama" ucap Ratu


"Pastinya" Jawab Raka sambil tersenyum

__ADS_1


Sampai juga mereka di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital, semuanya segera turun dan berjalan masuk kembali melanjutkan pekerjaannya, sementara Raka langsung menghubungi anak buahnya dan beberapa sahabat lama di kepolisian untuk mencari informasi tentang tuan Tanah bernama BARA


*


Kaisar sudah sampai di Gedung perusahaan Eagle Company setelah mengantarkan ketiga anak kesayangannya, seperti bisa Kaisar akan menjadi pengawal sekaligus membantu pekerjaan Daniel dan Edward setelah tugas menjaga ketiga anak itu selesai


"Bagaimana dengan anak-anak tadi Kai?" Tanya Edward kini sudah duduk santai di kursi kerjanya


"Mereka baik-baik saja, dan selalu tampak bahagia"


"Benarkah, syukurlah kalau begitu"


"Ada sesuatu tadi terjadi di sekolah itu" ucap Kaisar dan membuat Edward sedikit terkejut


"Maksudmu?"


"Ada beberapa orang yang datang dan berusaha membuat keributan, mereka ingin pak Fajar sebagai pemilik tanah sekolah, mau menjual tanahnya"


"Memangnya tanah sekolah itu bermasalah?" Tanya Edward


"Tentu saja tidak, mereka memang menginginkan tanah itu sejak lama, kau tau sendiri letak sekolah itu sangat strategis bukan?"


"Hem, aku mengerti Kai" ucap Edward sambil diam sejenak dan tampak berfikir, "lalu siapa orang yang membuat keributan itu?"


"Seorang tuan tanah, namanya Bara, sepertinya pak Fajar juga sudah kenal lama"


"Apa mereka sempat berbuat kasar tadi di sekolah?"


"Lalu, apa yang terjadi?"


"Tentu saja mereka salah memilih tempat dan lawan untuk memamerkan kekuatan"


"Kau menghajarnya?" Tanya Edward


"Menurutmu?" Ucap Kaisar


"Menarik, Ceritakan padaku semuanya Kai, bukankah tadi ada Alena, istrimu dan juga Raka?"


"Hem, hanya aku yang menghadapinya, itu lebih dari cukup" ucap Kaisar dan kemudian menceritakan semua kejadian yang dialaminya dan bagaimana dia sampai membuat jago pukul Bara yang kurang ajar itu di buat sampai babak belur


Edward tersenyum mendengar cerita dari Kaisar, dia merasa senang karena kali ini istrinya tidak ikut dan turun tangan saat menghadapi para baji*ngan itu, Edward juga lega karena perkelahian yang terjadi masih ada di luar pintu gerbang sekolah, dimana itu artinya anak-anak aman dari pemandangan kekerasan yang sudah terjadi


"Apa perlu aku turun tangan Kai?"


"Aku rasa masih belum perlu, aku dan Raka saja yang mengatasinya, kecuali kita nanti butuh bantuan mu"


"Hem, baiklah"


"Dari tadi aku tidak melihat Daniel, dimana dia?" Tanya Kaisar


"Sedang menemui klien di Cafe, paling sebentar lagi sudah balik, kenapa Kai?" Tanta Edward

__ADS_1


"Tidak ada, beberapa menit lagi jam istirahat makan siang, kalau memang sebentar, kita tunggu saja Daniel, nanti kita bisa ngumpul sambil makan, Bagaimana?"


"Baiklah, kita tunggu sebentar lagi"


*


Daniel melajukan mobilnya hingga kemudian sampai di lampu merah, dirinya berhenti dengan pelan dan bisa dibilang tidak ada pelanggaran lalu lintas Jalanan, hingga sesaat kemudian sebuah mobil yang berjalan ugal-ugalan berhenti dengan menabrak bamper belakang mobilnya


Ciit


BRAK


"Bang*sat!, Siapa orang yang mengemudikan mobil di belakangku ini?!" Umpat Daniel dengan emosi dan kemudian segera turun, belum juga kakinya melangkah tiba-tiba saja mobilnya sudah di gedor oleh beberapa orang yang tinggi gagah bertato


"Keluar loe Anji*ng!, tanggung jawab!" Teriak salah satu orang bertato itu


"Kepa*rat, sudah salah, main ngatain Anjing segala, pengen di hajar ni orang" batin Daniel makin jengkel dan kemudian membuka jendelanya


"Minggir loe, kita urusan dulu soal kerusakan mobil kita!" Teriak salah satu orang bertato


"Iya bang, gue minggir dulu" ucap Daniel yang sebenarnya sedang menahan amarahnya


Tak lama kemudian, terdengar Edward menghubungi handphonenya


"Kamu dimana Niel, kita nunggu kamu buat makan siang ini" ucap Edward


"Sorry kalian makan dulu aja, ini ada emergency, nanti aku temui kalian" ucap Daniel sambil meminggirkan mobilnya


Tut Tut Tut


Sambungan telpon terputus


Daniel segera turun dan melihat Bamper belakangnya yang rusak lumayan, sedangkan mobil di belakangnya juga mengalami kerusakan di Bamper depan, perlahan ada seorang laki-laki yang merupakan sang Bos turun dari mobilnya


Berpakaian paket lengkap dengan semua aksesoris nya, kalung emas, gelang emas, cincin emas batu Akik dibeberapa jarinya dan sukses membuat Daniel hampir saja Tertawa


"Sh*it!, Mimpi apa aku semalam ya, ketemu sama orang modelan kayak gini" batin Daniel sambil sekuat tenaga menahan tawanya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2