Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 83


__ADS_3

"Aditama?"


Ucap Delia kaget mendapati Aditama sudah berada di depannya


"Kok kalian bengong, siapa yang akan menikah Am?" Tanya Aditama lagi


"Oh, itu, anu, itu temannya kak Delia" ucap Amaya berusaha berbohong


"Bener?, aku tadi dengar sepertinya kalian membicarakan Alena" ucap Edward penuh selidik


"Aiss, ngapain ngomongin gosip, kamu dah pesen makan Dit?" sahut Delia berusaha mengalihkan pembicaraan


"Kalian kira aku nggak tau, Alena sudah menjerat pak Edward, dasar Wanita munafik" batin Aditama


"Sayang, ditanya kak Delia, malah diem aja" sahut Amaya


"Iya, aku gak pesan makan, cuma minum aja, aku masih kenyang" jawab Aditama


Tak lama kemudian notifikasi pesan masuk di handphone Amaya berbunyi, Amaya segera mengambil handphone dan membukanya, tentu saja Aditama bisa melihat jelas pesan apa dan dari siapa yang ada di handphone Amaya, karena Aditama ada di dekatnya


"Kak, ada pesan dari Alena, dia gak bisa ikut gabung, ada perlu sama Raka katanya" ucap Amaya


"Oh, ya sudah, sekarang dia ada di kamar perawatan Raka?" Tanya Delia


"Iya kak"


"Ya sudah, kita lanjutkan makan siang, aku langsung pulang saja habis ini" ucap Delia


"Aku juga kak, selesai jam jaga, aku mau langsung pulang juga ke kontrakan" ucap Amaya


"Aku permisi dulu Am, sorry ada sesuatu yang harus aku urus, aku lupa tadi" ucap Aditama


"Ya sudah sayang, pergilah" ucap Amaya


Aditama langsung pergi meninggalkan Amaya dan Delia yang masih melanjutkan makan siangnya, sebenarnya di hati Delia sangat jelas terlihat bahwa Aditama tidak dengan tulus mencintai Amaya, namun Delia masih mencari cara untuk menyadarkan Amaya tanpa terlalu melukai hatinya


*


Alena menyapa Raka yang sedang membaca sesuatu di hendponenya


"Assalamualaikum pak Raka, apa anda sudah baikan?" Tanya Alena seolah-olah sedang melakukan Visite kepada pasiennya


"Waalaikumsalam Dokter Alena, Alhamdulillah, saya sudah lebih baik" jawab Raka sambil kemudian tertawa kecil


"Sudah berani main kesini lagi Nona Alena?"


"Ish, kamu ini, panggil Alena saja, lagian tadi udah ijin juga sama Edward kok"


"Oh, baguslah, jadi tidak terancam nyawaku"


"Hahaha, apaan sih kamu Ka, Edward gak segila itu juga mau ngebunuh kamu, kecuali kamu nya ada niat gak baik sama aku"


"Hehehe, aku akan berpikir seribu kali, kalau harus berurusan dengan tuan Edward"


"Sudah, lukamu dah baikan, mungkin dua hari lagi, kamu bisa pulang dan Rawat jalan saja Ka"

__ADS_1


"Hem, makasih, sudah mau memperhatikanku Al"


"Jangan kepedean, aku kan memang dokter bedah yang menangani kamu, sudah sepantasnya aku memperhatikan semua pasienku"


"Xixixi, aku tau Al, kenapa ngomongnya gitu amat, takut aku salah paham?"


"Betul sekali, aku capek banyak masalah gara-gara kesalahpahaman kek gini, ujung-ujungnya ribet lagi, geger lagi nanti sama Edward"


"Hahaha, tenang, aku bisa mengendalikan diriku Alena"


Alena tersenyum dan melanjutkan pembicaraan dengan Raka, sementara itu ada seseorang yang sudah mencuri foto kebersamaan mereka dan di unggah di group Sosial Media Rumah Sakit Royal Murrage Hospital, tentu saja semuanya heboh, karena memang dokter Alena adalah Dokter Idola bagi para kaum Adam di tempat kerjanya


Perbincangan positif dan negatif pun bermunculan disana, Delia dan Amaya langsung tercengang mengetahui berita tentang Alena yang katanya sedang bermesraan dengan kekasihnya yang berada dalam perawatan di Rumah Sakit Royal Murrage Hospital


"Breng"ek, siapa yang menyebarkan berita gila ini" umpat Delia


"Gak ada akhlak memang ini orang, tapi gimana cara melacaknya ya kak, aku jadi penasaran siapa dibalik semua ini" ucap Amaya


Sementara Delia langsung berdiri dan melangkah pergi


"Kak mau kemana?!" Teriak Amaya


"Ke tempat Alena, yok cepet kalau mau ikut" sahut Delia


"Aku ikut kak"


Amaya langsung berlari menyusul Delia dan berjalan disampingnya menuju kamar perawatan Raka


*


Dokter Bagas sedang berbincang dengan staf umum membicarakan rencana kegiatan Rumah Sakit Royal Murrage Hospital, saat pembicaraan selesai Dokter Bagas dikejutkan dengan pernyataan salah satu pegawainya


"Maksudnya?"


"Lihat berita di laman Rumah Sakit kita, Dokter Alena menjalin hubungan dengan salah satu pasiennya"


"Apa!" Ucap Dokter Bagas terkejut dan langsung membuka handphone nya, seketika mata Dokter Bagas melotot terkejut bukan main, masalahnya dia sudah di beri pesan untuk melaporkan kepada Edward kalau ada sesuatu dengan Alena


"Ini Gawat!"


Ucap Dokter Bagas membuat semua pegawai yang masih ada disana ikutan bingung dengan maksut Direktur Rumah Sakit nya


"Ada apa pak, sepertinya anda sedang ada masalah?" Tanya salah seorang dari mereka


"Gak ada, sudah aku pergi dulu" jawab Dokter Bagas dan segera pergi ke ruang kerjanya, tiba di ruang kerjanya Dokter Bagas langsung mengirimkan salah satu gambar Alena dan Raka, setelah itu menelpon Edward dan memberikan kabar tentang berita Alena yang sudah tersebar di Media Sosial pribadi Rumah Sakit


Edward yang sedang melakukan rapat, diam sejenak mendapatkan kabar dari Dokter Bagas, kemudian melanjutkan kegiatannya lagi, seperti tidak ada sesuatu yanga terjadi, namun berbeda dengan Pak Hari yang sangat memahami bagaimana karakter Edward, dengan cepat pak Hari membantu Edward menyelesaikan Rapatnya, Edward segera kembali ke ruang kerjanya di ikuti oleh Pak Hari


*


Delia dan Amaya sudah berada di dalam ruangan Raka dan langsung masuk ke dalam


"Al, ada berita gawat ini, soal kalian" ucap Delia panik


"Hah, soal kalian, maksudnya, aku sama Raka?" Tanya Alena bingung

__ADS_1


"Iya, soal kamu sama Raka, buka handphone kamu Al!" ucap Amaya


Alena segera membuka handphonenya


"Eh tunggu, aku harus membuka apa?, Emang beritanya itu ada di mana?" Tanya Alena lagi


"Ish, di sosial media Rumah Sakit Royal Murrage Hospital Alena" ucap Delia


"Oh, aku kira di YouTube, hehehe"


"Dasar kamu itu, masih bisa bercanda situasi gini" ucap Amaya


Alena segera membuka dan membacanya, sedikit terkejut dan kesal dengan pemberitaan yang ada disana, Raka segera meminjam handphone Alena dan melihat beritanya


"Gawat, habis dah aku di hajar sama pak Edward Al" ucap Raka lirih


"Nggak akan, aku juga dah minta izin kok tadi, lagian menurutku foto kita juga gak terlalu dekatan Ka, cuman kata-katanya aja yang kayak cabe satu ton, pedes banget gitu"


Alena dan Raka masih melihat-lihat berita dan komentar seputar dirinya, sementara Delia dan Amaya masih harap-harap cemas, takut dengan kemarahan Edward


*


Tiba di ruang kerjanya, Edward segera duduk dan mengecek handphonenya


"Ada apa tuan?" Tanya Edward


"Sebentar, aku akan membuka handphone ku dulu pak" ucap Edward segera membuka handphonenya dan melihat beberapa gambar tentang berita Alena, Edward hanya tersenyum lega, ternyata foto yang dikirimkan tidak semenakutkan yang dia pikirkan


"Lihat ini pak" ucap Edward memberikan handphonenya ke pak Hari


Pak hari langsung melihat apa yang terjadi dan sedikit terkejut mendapatkan berita tentang Alena, tentu saja pak Hari cemas dengan keadaan Edward yang di kira akan murka


"Tuan, ini sepertinya hanya di dramatisir saja, supaya beritanya terlihat heboh"


"Aku tau, Alena sudah meminta izin ku sebelum menemui Raka tadi"


"Oh, jadi tuan sudah kenal siapa laki-laki dalam foto ini?"


"Iya, mereka berteman, Raka salah satu orang yang sering aku sewa jasanya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan yang mencari masalah dengan perusahaan kita"


"Oh ya, syukurlah kalau begitu"


"Pak hari, apa bapak bisa membantuku melacak dari mana datangnya berita seperti itu?"


"Siap tuan, ini bukan masalah besar, saya akan segera membereskannya"


"Hem, ada yang ingin bermain-main denganku rupanya" ucap Edward lirih


(Kira-kira ini pekerjaan siapa ya, ayo di kepoin gaes)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2