Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Mahagni


__ADS_3

Klakkk !!!


Trang ! Trang ! Trang ! Trang !


Empat golok menyerang secara serentak. Orang bertopeng itu memapaki datangnya golok golok itu dengan tangan kirinya. Seketika keempat golok itu ditangkap kemudian ditarik dan ditekuk. Seperti ranting lapuk, keempat golok itu patah semua dan jatuh ke lantai semua.


Ketua padepokan dan yang lainnya belum menyadari kekuatan yang dihadapinya.


Begitu senjata senjata mereka terlepas dari tangan mereka, mereka pun mulai menyerang dengan tangan kosong.


Mereka berlima serentak menerjang maju. Melihat datangnya serangan dari lima arah, orang bertopeng itu hanya mendengus. Setiap pukulan dan tendangan yang datang dihindari dengan menggeser tubuh ataupun melompat. Setiap serangan mereka hanya berjarak tipis saja dan selalu hampir mengenai tubuh lawan, membuat kelima orang itu semakin penasaran dan semakin ngotot dalam melancarkan serangan. Tetapi hingga sampai beberapa saat belum ada serangan yang bisa mengenainya.


Mereka berlima masih fokus menyerang ketika tiba tiba sekilas tampak sekelebat bayangan.


Tesss ! Tesss ! Tesss ! Tesss ! Tesss !


Mereka belum menyadarinya ketika dalam waktu sesaat ubun ubun mereka disentuh telapak tangan kiri. Sesaat mereka merasakan nyeri pada kepala mereka, setelah itu mereka tidak ingat apa apa lagi.


Sebenarnya ubun ubun mereka terkena pukulan energi yang membuat mereka lupa akan semuanya dan hanya bisa mengenal suara orang yang memukulnya yaitu orang bertopeng hitam. Karena begitu cepatnya gerakan orang bertopeng hitam itu, sehingga seolah seperti hanya disentuh.


"Sekarang, cepat siapkan ruangan untuk aku bersemedi !" bentak orang bertopeng itu.


"I ... Iya tuan," jawab mereka yang segera masuk ke dalam rumah besar yang dijadikan markas padepokan 'Wesi Kuning' diikuti orang bertopeng hitam itu.


Begitulah, sejak saat itu, padepokan 'Wesi Kuning' berubah total karena semua orang di dalamnya mulai dari ketua hingga anggotanya seperti dikendalikan oleh orang bertopeng hitam itu. Dan akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh orang bertopeng itu.


Setelah mendapatkan ruang pribadi untuk bersemedi sesuai dengan yang diinginkannya orang bertopeng itu memberi perintah.


"Jangan ada yang berani masuk ke ruanganku ini tanpa seijinku. Aku akan bersemedi dalam beberapa hari. Sediakan apa yang aku butuhkan. Selebihnya, kalian boleh melakukan apa saja selama aku bertapa. Atau aku akan memerintah kalian langsung ke otak kalian !"


Setelah semua yang dibutuhkan disediakan oleh anggota padepokan "Wesi Kuning', orang bertopeng itu langsung menutup pintunya.


Sebelumnya, orang bertopeng itu meminta disediakan kain hitam, lumut putih dan lumut hitam, kelapa gading.

__ADS_1


Di dalam ruangan, orang itu membuka topengnya. Tampaklah wajahnya yang masih muda dan tampan, tapi sorot mata dan mimik wajahnya menampakkan orang yang kecewa dan sakit hati.


Orang itu duduk bersila di depan benda benda yang tadi di mintanya. Kemudian orang itu membuka bebatan kain pada tangan kanannya.


"Cepat lepaskan, dan segera basuh tangan kananmu dengan air kelapa gading, kemudian baluri seluruh permukaan kulitnya dengan lumut hitam. Ingat ! Ini proses terakhir, proses yang paling menentukan." terngiang sebuah suara berat di kepala orang itu.


Setelah bebatan kain hitam di tangan kanannya lepas, orang itu meletakkan tangan kanannya di pahanya. Kemudian tangan kirinya meraih kelapa gading dan segera melubangi kelapa gading itu dengan jari telunjuk tanga kirinya. Kemudian air kelapa gading itu dipakai untuk membasuh tangan kanan yang ada di pahanya.


Selesai dibasuh, kemudian orang itu mengolesi seluruh permukaan kulit tangan kanannya dengan lumut hitam.


"Akan kubalas semua. Tunggu saja kedatanganku," kata lirih orang itu.


Kemudian orang itu bersemedi dengan potongan tangan kanan di depannya.


Sebentar saja, saat bersemedi, terjadi loncatan loncatan sinar merah seperti listrik yang keluar dari seluruh badannya dan mengarah ke potongan tangan yang tergeletak di depannya. Hal ini berlangsung selama sehari penuh.


Orang bertopeng itu adalah Arga Manika.


Saat melesat melarikan diri setelah pangkal lengan kanannya terkena senjata trisula milik Lintang Rahina hingga sampai terpotong, Arga Manika melarikan diri dengan membawa potongan tangan kanannya dengan keadaan hampir kehilangan kesadarannya.


Serelah sepuluh menit melarikan diri dengan melayang, akhirnya Arga Manika kehabisan energi dan kesadarannya hampir hilang yang membuatnya terjatuh di sebuah hutan.


Anehnya, saat terjatuh, Arga Manika tidak merasakan sakit dan pada pangkal tangan kanannya juga tidak merasakan sakit dan juga dia tidak jadi pingsan.


Dengan sisa sisa energinya Arga Manika tertawa," Ha ha ha ha .... ternyata tidak kurasakan sakit sedikitpun."


Tiba tiba terdengar suara berat yang membentaknya.


"Jangan kau kira hal ini karena kemampuanmu yang dangkal itu !"


Arga Manika terkejut, ada suara seseorang yang sepertinya sangat dekat tapi tidak ada wujudnya.


"Si ... siapa kau ?" tanya Arga Manika.

__ADS_1


"Aku Mahagni," jawab suara berat itu, "Kau tidak merasakan sakit karena jatuh dan karena lukamu, itu karena aku masuk ke dalam tubuhmu."


"Mahagni ? Bagaimana kau bisa masuk ke tubuhku dan membuatku tidak merasakan sakit ?" tanya Arga Manika.


"Ha ha ha ..... kalau kau tidak percaya, kita coba," jawab Mahagni.


Arga Manika tiba tiba merasa lemas dan matanya berkunang kunang. Rasa sakit dan nyeri pada pangkal lengan kanannya mulai dia rasakan. Karena energi Arga Manika yang hampir habis sehingga dia tidak bisa mengalirkan energinya ke arah lukanya. Maka diapun merasakan kesakitan yang luar biasa sampai membuat dia berteriak kesakitan.


"Haahhhhhhh ....... "


Teriakannya berhenti dan akhirnya Arga Manika pingsan.


Slappp !


Tiba tiba Arga Manika sadar lagi dan dia tidak merasakan sakit lagi.


"Bagaimana ? Apakah kau masih tidak percaya ?" tanya Mahagni.


"A ... aku percaya," jawab Arga Manika, "tetapi, siapa kamu ? Bagaimana kamu bisa masuk ke tubuhku tanpa aku merasakannya ?"


Kemudian Mahagni bercerita.


"Namaku Mahagni. Ratusan atau ribuan tahun yang lalu aku juga mengalami seperti kamu yang membuat rasa dendam dan sakit hati menjadi menyala dalam hati. Memang sekarang aku hanya berwujud ruh energi. Tapi aku bisa memberimu kekuatan. Energimu bisa bertambah kuat. Selama aku kau ijinkan masuk ke dalam tubuhmu seperti yanh sudah kau rasakan."


"Tapi, kenapa aku tidak merasakan kesakitan saat kau masuk ke tubuhku ?" tanya Arga Manika.


"Itu karena dua hal. Pertama karena energimu habis atau hampir habis. Yang kedua karena kamu tidak melawan atau energimu tidak melakukan penolakan." jawab Mahagni.


"Kalau kau masuk ke dalam tubuhku, apakah aku kehilangan kendali atas tubuhku ?" tanya Arga Manika.


"Tidak. Kamu tetap akan memegang kendali tubuhmu," jawab Mahagni, "Bahkan, dengan aku masuk ke dalam tubuhmu, luka luka pada tanganmu bisa kembali normal."


"Benarkah ?" tanya Arga Manika, sambil matanya menunjukkan kilatan antusias.

__ADS_1


"Ayo kita coba," jawab Mahagni, "tapi untuk penyembuhan, membutuhkan waktu cukup lama."


\_\_\_0\_\_\_


__ADS_2