Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Mencari Dua Iblis Tertawa II


__ADS_3

Sementara itu, Dua Iblis Tertawa selama di alam jiwa, sebenarnya mereka juga masih bingung bagaimana caranya untuk keluar dari alam jiwa. Tetapi mereka tidak sudi untuk ikut bersama sama dengan Lintang Rahina. Akhirnya mereka berdua melesat kesana kemari untuk mencari jalan keluar dari alam jiwa.


Sampai terkuras energinya, Dua Iblis Tertawa belum bisa menemukan cara keluar dari alam jiwa. Hingga akhirnya, dengan perasaan putus asa, mereka berdua berhenti dan beristirahat untuk memulihkan energi mereka.


Saat mereka sedang bersila untuk menghimpun energi kembali, mereka mendengar suara tertawa.


"Hah ha ha ha .... Apakah kalian butuh bantuan ? Katakanlah ! Apapun yang kalian inginkan, akan aku berikan !" kata sebuah suara.


"Siapa kau ? Perlihatkan wujudmu !" kata Dua Iblis Tertawa.


"Siapa aku, nanti akan kalian berdua ketahui, setelah kalian mengatakan bersedia aku bantu ! Hah ha ha ha .... " jawab sebuah suara itu.


"Heh he he he .... Benarkah ?" kata Dua Iblis Tertawa masih tidak percaya, "Aku ingin keluar dari alam ini !"


"Hah ha ha ha .... Akan kubantu kalian keluar dari alam ini ! Bahkan kalian akan mendapatkan kekuatan !" kata suara itu lagi.


Tiba tiba di depan Dua Iblis Tertawa, berdiri bayangan hitam, tinggi besar, berjubah serba hitam.


"Hah ha ha ha .... Aku Mahagni ! Pemilik kekuatan iblis yang sebenarnya ! Kapanpun kalian ingin keluar dari alam ini, akan aku bantu ! Bahkan aku akan memberikan kekuatanku kepada kalian ! Apakah kalian mau ?" kata suara yang ternyata adalah Mahagni.


Kemudian Mahagni mengangkat kedua tangannya ke depan. Dari kedua telapak tangannya yang berjari jari panjang dan berkuku panjang, keluar getaran energi. Getaran energi itu semakin lama semakin besar sehingga membuat Dua Iblis Tertawa seperti tertimpa batu yang sangat besar pada seluruh tubuhnya, sehingga membuat nafas mereka semakin sesak.


Dua Iblis Tertawa bahkan sampai jatuh tertelungkup dengan sebelah pipi menempel di tanah dalam usaha mereka bertahan dari tekanan energi yang keluar dari kedua telapak tangan Mahagni.


"Hen ....ti .... kan ... ! " teriak Dua Iblis Tertawa.


Akhirnya, sambil tertawa, Mahagni menghentikan keluarnya energi dari kedua telapak tangannya.


"Hah ha ha ha ..... kalian ! Aku bisa memberimu kekuatan seperti tadi, bahkan ada yang lebih hebat lagi !" kata Mahagni.


Mendengar tawaran itu, Dua Iblis Tertawa saling berpandangan. Mereka terkejut dan senang dengan tawaran yang sangat menggiurkan itu.

__ADS_1


"Kalau kami ingin mendapatkan kekuatan seperti tadi, apa yang harus kami lakukan untukmu ?" tanya Dua Iblis Tertawa.


"Hah ha ha ha ..... tidak ada. Kalian tidak perlu melakukan apapun untuk aku," jawab Mahagni, "Cukup biarkan aku ikut dengan kalian. Biarkan aku masuk ke tubuh kalian."


"Bagaimana caranya ? Kau masuk ke tubuh kami, apakah artinya kamu megendalikan tubuh kami ?" tanya Dua Iblis Tertawa lagi.


"Tentang cara masuk ke tubuh manusia, itu mudah ! Dan kalian tetap memegang kendali atas tubuh kalian," jawab Mahagni.


"Kami bersedia kau ikut kami. Tetapi kami ingin mencari sebuah senjata pusaka yang hilang masuk ke alam ini !" kata Dua Iblis Tertawa.


"Baiklah ! Ayo kita cari !" jawab Mahagni.


Dengan mengalirkan energi ke semua inderanya, Dua Iblis Tertawa beranjak pergi untuk mencari senjata pusaka yang mereka incar dengan merasakan energinya.


Tetapi, hanya dalam waktu sebentar, Mahagni menunjuk dan mengajak ke satu arah.


Mereka bertiga segera melesat ke arah yang ditunjuk Mahagni.


Beberapa saat kemudian, mereka bertemu dengan Lima Dewi Kematian.


"Kek keh keh keh .... ada Lima Dewi Kematian, kami kira kalian sudah kembali ke alam dunia," kata Dua Iblis Tertawa.


"Dua Iblis Tertawa, lekas menjauh dari kami, kalau tidak ingin kami gebuk tubuh kalian lagi !" bentak Dewi Kematian, orang pertama dari Lima Dewi Kematian.


Lima Dewi Kematian sangat terkejut saat tiba tiba muncul Dua Iblis Tertawa. Sehingga mereka menggertak supaya cepat pergi.


"Senjata itukah yang kalian maksud ?" tanya Mahagni sambil menunjuk ke tengah tengah Lima Dewi Kematian.


Setelah melihat selama beberapa saat, Dua Iblis Tertawa baru menyadari, kalau Lima Dewi Kematian seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.


Ternyata mereka berlima saling berhadapan membentuk lingkaran dan tangan mereka bergerak dengan pola tertentu ke arah sebuah benda yang mereka tutupi dengan kain putih.

__ADS_1


Lima Dewi Kematian bisa segera menemukan senjata trisula itu karena, sebelum pendaran sinar putih pekat yang keluar sari senjata itu meledak, mereka berlima sempat membuat pagar sihir untuk menghalangi senjata itu agar tidak lepas.


"Benda itukah yang kalian inginkan ?" kata Mahagni mengulang pertanyaannya tadi.


"Betul. Itulah senjata yang kami inginkan," jawab Dua Iblis Tertawa.


"Rebut dari tangan mereka !" kata Mahagni.


Dua Iblis Tertawa saling berpandangan. Mereka jelas menyadari, kalau menghadapi Lima Dewi Kematian berlima sekaligus, kemungkinan besar mereka akan kalah.


Mahagni tahu, orang kembar di depannya itu takut kalah.


"Hadapilah ! Aku akan membantu kalian !" kata Mahagni lagi.


Mendengar perkataan Mahagni, Dua Iblis Tertawa maju di hadapan Lima Iblis Tertawa walau dengan sedikit ragu ragu.


""Dua Iblis Tertawa, apakah kalian hendak mencari masalah dengan kami ?" tanya Dewi Kematian.


"Kek keh keh keh .... kami hanya menginginkan senjata yang kalian sembunyikan itu !" jawab Dua Iblis Tertawa.


Diam diam Lima Dewi Kematian terkejut, Dua Iblis Kematian bisa mengetahui apa yang mereka sembunyikan.


Saat Lima Dewi Kematian mengelilingi senjata yang mereka tutupi dengan kain putih, mereka sedang dalam proses menutupi dengan mantera mantera dan energi sihir mereka, agar getaran energi dari senjata trisula tidak bisa dirasakan orang lain sebelum mereka bawa ke alam dunia.


Karena Dewi kematian mengetahui, selama senjata pusaka itu belum dikunci dengan aliran energi dari pemiliknya, senjata itu bisa mereka rebut.


"Berarti kalian menginginkan kematian di sini !" jawab Dewi Kematian sambil memberi kode pada keempat saudaranya untuk bersiap bertarung. Walau sebenarnya mereka tidak dalam keadaan yang sempurna. Dewi kematian kehilangan senjata pitanya yang rusak, sedangkan saudaranya yang paling muda belum pulih dari luka dalamnya.


Tetapi walaupun keadaan Lima Dewi kematian belum pulih kekuatannya, menghadapi mereka berlima sekaligus tetap bukan pilihan yang bagus bagi Dua Iblis Tertawa.


Tanpa menunggu jawaban dari Dua Iblis Tertawa, Lima Dewi Kematian segera mengurung Dua Iblis Tertawa dengan serangan bertubi tubi. Karena mereka berlima ingin secepatnya menghabisi Dua Iblis Tertawa, agar keberadaan senjata trisula yang sudah mereka dapatkan, tidak diketahui oleh orang lain.

__ADS_1


Walau sudah tidak memegang senjata pitanya, Dewi Kematian tetap bisa menyarangkan serangannya dengan kedua ujung lengan bajunya, sehingga sebentar saja membuat Dua Iblis Tertawa penuh luka di badannya. Ditambah dengan serangan kipas baja dari orang kedua Lima Dewi Kematian serta sabetan pedang dari dua saudaranya yang lain.


__________ 0 __________


__ADS_2