Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Terbakarnya Benang Jiwa Iblis


__ADS_3

Benang jiwa iblis itu terlihat berwarna hitam pekat. Besarnya seukuran jarum dengan panjang setengah jengkal.


Walaupun sudah keluar dari pergelangan tangan kiri Lintang Rahina, namun benang jiwa iblis itu tetap terselimuti oleh butiran sinar kuning keemasan berbentuk bola sebesar kepalan tangan di bagian dalam dan pendaran sinar putih pekat di bagian luarnya.


Kemudian secara perlahan, Lintang Rahina menambah lebar jarak antara kedua telapak tangannya, dan kemudian sedikit mendorongkan kedua telapak tangannya ke depan.


Benang jiwa iblis itupun terdorong sedikit menjauh dari telapak tangan Lintang Rahina hingga berjarak satu depa tepat di depan Lintang Rahina.


Dengan bertahap, lintang Rahina menambah aliran energinya ke kedua tangannya. Bola sinar kuning keemasan yang diselimuti pendaran sinar putih pekat itu perlahan semakin bertambah besar. Demikian juga dengan benang jiwa iblis yang bertambah besar, hingga menjadi sebesar lengan orang dewasa.


Kemudian, dengan sedikit gerakan dari kedua telapak tangannya, sebagian bola sinar kuning keemasan membentuk seperti seutas tali yang kemudian melilit tepat di tengah tengah benang jiwa iblis. Disusul kemudian pendaran sinar putih pekat menyelubungi tali dari sinar kuning keemasan itu.


Setelah tali sinar itu stabil, bola sinar kuning keemasan secara bertahap terserap masuk kembali ke telapak tangan kiri Lintang Rahina, diikuti pendaran sinar putih pekat yang kembali masuk ke telapak tangan kanannya.


Masuknya kedua sinar itu ke dalam telapak tangan Lintang Rahina terus berlangsung hingga bola sinar yang menyelubungi benang jiwa iblis lenyap dan hanya menyisakan tali sinar kuning keemasan yang di balut pendaran sinar putih pekat.


Benang jiwa iblis berusaha melawan untuk melepaskan diri dari lilitan tali sinar saat bola sinar yang mengurungnya lenyap.


Namun Lintang Rahina segera menambah aliran energinya ke tali sinar yang terhubung dengan kedua telapak tangannya.


Benang jiwa iblis terus menerus berontak untuk melepaskan diri, hingga membuat cairan lava pijar bergejolak dengan hebat hingga sampai merembet ke permukaan.

__ADS_1


Tidak hanya berontak untuk melepaskan diri dari lilitan, Benang jiwa iblis itu juga mulai berubah ubah bentuk wujudnya menjadi berbagai wujud makhluk iblis yang sangat mengerikan.


Namun berbagai wujud makhluk iblis itu tidak membuat Lintang Rahina bergeming. Bahkan Lintang Rahina kembali menambah aliran energinya ke kedua tangannya dan juga ke seluruh tubuhnya.


Benang jiwa iblis yang sudah tidak terkurung oleh bola sinar itu ternyata semakin bertambah kuat. Lintang Rahina bahkan harus mengeluarkan sebagian besar energinya untuk membuat tali sinar yang melilit benang jiwa iblis menjadi stabil. Namun kondisi itu masih menguntungkan Lintang Rahina karena masih ada bola sinar yang lebih besar yang melindungi tubuh Lintang Rahina dari cairan lava pijar.


Setelah Lintang Rahina mengeluarkan hampir tujuh puluh lima persen energinya, barulah tali sinar itu stabil dan mampu menekan segala gerakan benang jiwa iblis.


Lintang Rahina menunggu hingga beberapa saat sampai dengan tali sinar itu benar benar stabil dan sangat aman untuk menahan benang jiwa iblis. Kemudian, sambil menambah lagi aliran energinya untuk menambah kekuatan tehnik 'Sindhung Alit' dan 'Bramaseta', Lintang Rahina menggetarkan seluruh tubuhnya untuk menyerap dengan cepat butiran sinar kuning keemasan dan pendaran sinar putih pekat yang membentuk bola besar yang mengelilingi tubuhnya.


Hanya dalam satu kedipan mata, butiran sinar kuning keemasan dan pendaran sinar putih pekat itu melesat ke arah tubuh Lintang Rahina dan seperti menabraknya.


Sesaat kemudian tubuh Lintang Rahina kembali berada di dalam cairan lava pijar, demikian juga benang jiwa iblis yang terlilit tali sinar yang terhubung dengan kedua telapak tangan Lintang Rahina.


Pergolakan itu bahkan sampai ke permukaan hingga menimbulkan seperti gelombang ombak.


Bergolaknya permukaan kawah juga terlihat oleh Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila.


"Cairan lava pijar seluas ini bahkan sampai bisa dibuat bergejolak seĺuruh permukaannya. Seberapa besar tingkat energi anak ini," kata Ki Jagad Anila dalam hati.


"Semoga dengan tingkat energinya, Lintang mampu bertahan sampai benang jiwa iblis benar benar musnah," Gumam Ki Jagad Dahana.

__ADS_1


Sementara itu di dalam cairan lava pijar. Melihat gerakan berontak benang jiwa iblis yang mengakibatkan pergolakan cairan lava pijar, Lintang Rahina berusaha menarik benang jiwa iblis semakin ke dalam. Walaupun itu berarti Lintang Rahina harus mengeluarkan energinya lebih banyak lagi.


Setelah beberapa waktu berada di tempat yang lebih dalam, mulai terlihat ada yang berubah pada benang jiwa iblis. Benang jiwa iblis yang tadinya berwarna hitam pekat, mulai timbul serat serat retakan berwarna merah menyala di seluruh permukaan luar benang jiwa iblis.


Namun hal itu tidak mengurangi gerakan berontak benang jiwa iblis.


Tanpa Lintang Rahina sadari, semua yang terjadi di dalam cairan lava pijar juga menimbulkan dampak yang sangat menakutkan, apalagi bagi para penduduk di lereng gunung Merapi.


Dipermukaan tanah, timbul getaran yang mengakibatkan banyak retakan tanah, bahkan sampai merusak bangunan rumah penduduk. Di beberapa tempat bahkan terjadi longsor. Getaran di permukaan tanah itu bahkan terasa sampai di kaki gunung.


Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila yang masih berada puncak di pinggir bibir kawah, mulai mengkhawatirkan akibat yang ditimbulkan oleh bergejolaknya lava pijar di dalam kawah.


Oleh sebab itu, mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan puncak sebentar untuk memeriksa keadaan di sekitar kaki gunung dan punggung gunung. Untuk itu mereka berdua berbagi tugas.


Ki Jagad Anila melesat pergi terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan di kaki gunung. Tubuhnya melesat dengan sangat cepat seperti angin, hingga terlihat seperti kilatan putih yang lewat.


Sementara itu, Ki Jagad Dahana yang memeriksa punggung gunung, memeriksa seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan oleh getaran yang merambat di tanah itu, serta memeriksa seberapa kuat punggung gunung itu menerima getaran yang ditimbulkan akibat bergolaknya lava pijar. Ki Jagad Dahana berharap, getaran itu jangan sampai meninbulkan letusan gunung Merapi.


Kembali ke dalam cairan lava pijar. Serat serat retakan pada permukaan luar benang jiwa iblis semakin banyak dan semakin membesar. Hal ini membuat gerakan berontak benang jiwa iblis berkurang drastis.


Namun, seiring dengan semakin membesarnya serat serat retakan pada permukaan luar benang jiwa iblis, membuat energi benang jiwa iblis bocor dan merembes keluar melalui setiap serat retakan. Sehingga terjadi luapan energi yang sangat besar dari benang jiwa iblis.

__ADS_1


Hingga pada suatu ketika, benang jiwa iblis sudah sepenuhnya berwarna merah menyala karena terbakar permukaannya karena terkena panasnya lava pijar. Semakin lama semakin terlihat terang nyala merah permukaan benang jiwa iblis namun juga semakin mengecil ukurannya karena terbakar habis bagian luarnya.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 0 \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2