
"Ada urusan apa anda berempat dengan kami ?" tanya Ki Sardulo lagi.
"He he he....kami akan menangkap kalian" jawab Ki Jiwo.
"Heiii siapa kalian ?" teriak Sekar marah, "tidak ada urusan apa apa mau main tangkap saja."
"Arga Manika," kata Ki Jiwo lagi, "kamu tangkap gadis itu."
Ki Jiwo dan Ki Brata yang memang sudah mengetahui siapa Sekar Ayu Ningrum, memang sengaja membuat gara gara agar bisa menangkap mereka bertiga.
Karena jengkel dengan ulah Ki jiwo berempat, Sekar Ayu Ningrum langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang Ki Jiwo.
Tetapi serangan Sekar Ayu Ningrum langsung disambut oleh Galuh Pramusita yang sejak tadi hanya diam saja.
Galuh Pramusita juga mengeluarkan pedangnya.
Trang !! Trang !!!
Beberapa kali terdengar suara benturan kedua senjata pedang. Di setiap benturan senjata, tampak sekali kalau Sekar Ayu Ningrum unggul dalam hal tenaga dan kecepatan.
Hingga belum ada lima jurus Sekar Ayu Ningrum menyerang dan belum mengeluarkan tehnik pemadatan energinya, beberapa tendangan dan pukulan tangan kirinya berhasil mengenai Galuh Pramusita.
Plak plakk plakk !!!
Dessss desss !!!
Galuh Pramusita terkena tamparan pada mukanya dan tertendang perutnya hingga jatuh terguling ke belakang dengan darah yang keluar dari ujung bibirnya.
Melihat rekannya dikalahkan hanya dalam tempo kurang dari lima jurus, Arga Manika langsung ikut terjun ke pertarungan bertepatan dengan datangnya tendangan Sekar Ayu Ningrum. Arga Manika menangkis tendangan Sekar Ayu Ningrum dengan kedua lengannya.
Duaagggghh !!!
Arga Manika dan Sekar Ayu Ningrum sama sama terpental ke belakang. Arga Manika terdorong kebelakang dengan kaki terseret di tanah tetap dalam posisi kuda kudanya, hingga membentuk dua garis di tanah sepanjang hampir lima meter.
__ADS_1
Sementara Sekar Ayu Ningrum berjumpalitan terdorong ke belakang karena benturan kakinya dengan kedua lengan Arga Manika.
"Arga," kataKi Jiwo mengingatkan sambil menuding ke arah Sekar Ayu Ningrum, "tangkap gadis itu."
"Baik guru," jawab Arga Manika.
Sekar Ayu Ningrum sedikitpun tidak merasa gentar dikeroyok dua oleh Galuh Pramusita dan Arga Manika.
Sekar Ayu Ningrum bersiap menyerang lagi. Kali ini kedua kaki dan tangannya, terutama pedangnya diselimuti seperti kabut tipis.
Tidak menunggu lawannya menyerang, Sekar Ayu Nigrum mendahului menyerang dengan melenting ke atas mengarah ke Galuh Pramusita.
Sekejap saja tendangan kaki kiri Sekar Ayu Ningrum sudah mengarah ke kepala Galuh Pramusita.
Galuh Pramusita yang terkesiap dengan kecepatan serangan Sekar Ayu Ningrum, tidak sempat menangkis, sehingga menjatuhkan tubuhnya ke kiri kemudian bergulingan.
Dalam posisi Sekar Ayu Ningrum masih melayang, Arga Manika memapaki datangnya Sekar Ayu Ningrum dengan serangan sapokan tangan ke arah tangan kanan Sekar Ayu Ningrum. Tujuannya agar pedang di tangan kanan Sekar Ayu Ningrum terlepas.
Tetapi dalam seketika Sekar Ayu Ningrum mengayun pedangnya hingga menjadi sabetan ke arah tangan kanan Arga Manika.
Ketika melihat lawannya menghindar, Sekar Ayu Ningrum langsung menusukkan pedangnya ke arah Arga Manika tiga kali. Melesatlah energi yang telah dipadatkan berbentuk ujung pedang ke arah dada Arga Manika.
Tap tap tap !!!
Arga Manika menghindar dengan menggeser tubuhnya ke arah kiri sehingga luncuran energi yang dipadatkan itu melewati tubuhnya dan meluncur jauh ke belakangnya.
Sementara Sekar Ayu Ningrum dikeroyok oleh Arga Manika dan Galuh Pramusita, Ki Jiwo tanpa basa basi langsung melepaskan serangan pukulan jarak jauh ke arah Ki Sardulo yang berwujud laki laki tua.
Begitu pukulan jarak jauhnya bisa dihindari oleh Ki Sardulo, Ki Jiwo langsung melesat ke arah Ki Sardulo.
Demikian juga Ki Brata, tanpa banyak bicara langsung menyerang Nyi Wilis.
Sehingga dalam waktu sebentar saja, di Lembah Bengawan itu terjadi tiga pertempuran yang sangat sengit.
__ADS_1
Ki Jiwo dan Ki Brata memang sengaja menyerang ke arah Ki Sardulo dan Nyi Wilis, karena mereka tahu dua siluman itu mempunyai energi yang tinggi, apalagi Ki Sardulo. Mereka berdua punya pemikiran untuk menaklukkan siluman itu dan dimasukkan ke dalam senjata atau pusaka sehingga senjata atau pusaka itu bisa menjadi lebih ampuh.
Setelah pertarungan berjalan sekitar tiga puluh menit mulai terlihat hasilnya.
Sekar Ayu Ningrum, walaupun dikeroyok dua tetap bisa mendominasi serangan sehingga lambat laun bisa mendesak kedua lawannya. Beberapa goresan pedang sudah terlihat di beberapa bagian tubuh Arga Manika dan Galuh Pramusita.
Pukulan tangan kiri dan tendangan kaki Sekar Ayu Ningrum beberapa kali juga mendarat di tubuh kedua lawannya.
Sekar Ayu Ningrum yang unggul jauh dalam kecepatan dan tingkat energinya, ditambah ilmu pedangnya yang termasuk tingkat tinggi dan penguasaan tentang pengolahan energi yang lebih matang, membuat Sekar Ayu Ningrum tidak kesulitan melawan kedua lawannya.
Tetapi tanpa sepengetahuan Sekar Ayu Ningrum yang terlalu berkonsentrasi pada pertarungannya, Ki Jiwo dan Ki Brata diam diam sengaja menjauhkan pertarungannya melawan Ki Sardulo dan Nyi Wilis.
Setelah tempat pertarungan mereka cukup jauh dengan pertarungan Sekar Ayu Ningrum, Ki Jiwo dan Ki Brata mulai membaca suatu mantra.
Ki Jiwo dan Ki Brata kembali memainkan jurus jurus mereka. Kali ini dengan gerakan yang sangat lambat dan langkah kaki mereka nampak berat. Tetapi disetiap gerak tangan ataupun kaki mereka mengandung energi yang sangat besar.
Mungkin bagi lawannya sesama manusia, gerakan Ki Jiwo dan Ki Brata nampak aneh dan mudah dilawan. Tetapi bagi Ki Sardulo dan Nyi Wilis, gerakan Ki Jiwo dan Ki Brata sangatlah membahayakan.
Gerakan Ki Jiwo dan Ki Brata menjadi sangat lambat karena mereka masuk dan berada di perbatasan dunia manusia dan dunia siluman.
Dalam pandangan Ki Sardulo, gerakan gerakan tangan Ki Jiwo terlihat seperti sedang memainkan senjata tombak pendek kembar, walaupun didunia manusia, Ki Jiwo seperti tidak memegang senjata.
Ki Sardulo merasakan, apa yang dilakukan oleh Ki Jiwo sangat berbeda dengan yang dilakukan Lintang Rahina dulu saat menaklukkannya.
Saat dulu melawan Lintang Rahina, Lintang Rahina juga membaca matra mantra, tetapi hanya untuk masuk ke perbatasan dunia manusia dengan dunia siluman.
Tetapi apa yang dilakukan oleh Ki Jiwo tidak hanya masuk ke perbatasan dunia manusia dan dunia siluman, tetapi juga membawa senjata gaib dan mengendalikan kekuata makluk makluk jin untuk mengeroyoknya. Sehingga Ki Sardulo tampak kuwalahan walaupun gerakan Ki Jiwo sangat lambat.
Apa yang dialami oleh Ki Sardulo, sama dengan yang Nyi Wilis alami.
Bahkan Nyi Wilis tampak lebih kerepotan lagi. Karena energi Nyi Wilis masih sedikit di bawah energi Ki Brata.
Ki Brata yang di mata Nyi Wilis seperti memegang cemeti, mulai memainkan jurus cemetinya.
__ADS_1
Karena tingkat energi Nyi Wilis yang sedikit kalah kuat dari Ki Brata, dan kondisinya yang juga dikeroyok makluk makluk jin yang dikendalikan Ki Brata, setelah dua puluh jurus, Nyi Wilis mulai terdesak.
\_\_\_ 0 \_\_\_