Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Menembus Pintu Dimensi


__ADS_3

Empu Bajang Geni sebelumnya hanya berniat untuk menurunkan ilmunya pada Arga Manika sekedar untuk membantu agar Arga Manika bisa membalas dendam.


Tetapi begitu mengetahui latar belakang kedua muridnya dari cerita Arga Manika sendiri, bahwasanya kedua muridnya itu masih anak keturunan trah Prabu Brawijaya, Empu Bajang Geni menjadi serius menurunkan ilmunya pada Arga Manika. Empu Bajang Geni ingin menggunakan Arga Manika sebagai alat membalas dendam.


Dahulunya, Empu Bajang Geni adalah seorang biksu dari India. Selain sebagai seorang biksu, Empu Bajang Geni juga termasuk seorang pendekar kelas atas negerinya.


Darma untuk menyebarkan ajarannya dan jiwa berpetualangnya membuat Empu Bajang Geni melakukan perjalanan ke Majapahit. Di negerinya, Empu Bajang Geni sudah lama mendengar kalau di kepulauan Nusantara ada negeri yang sangat masyur akan kejayaan dan kekayaannya yang bernama Majapahit.


Empu Bajang Geni juga mendengar kalau negeri Majapahit mempunyai banyak pujangga, ahli agama dan pendekar sakti.


Jiwa petualang Empu Bajang Geni muda bergejolak mendengar berita tentang Majapahit.


Akhirnya Empu Bajang Geni memutuskan untuk berkelana. Selain untuk menyebarkan darma, mengajarkan agama juga berniat untuk mendatangi negeri Majapahit.


Ketika sampai di negeri Majapahit, Empu Bajang Geni sangat kaget sekaligus kagum.


Orang orang negeri Majapahit mulai dari rakyat biasa sampai dengan orang orang dalam istana, sangat ramah dan mudah menerima kehadiran orang asing.


Akhirnya Empu Bajang Geni menetap di negeri Majapahit. Karena ilmu agama dan ilmu beladirinya yang mumpuni, Empu Bajang Geni bisa dekat dengan orang istana dan kenal dengan banyak pujangga, biksu, para ahli agama agama lainnya dan para ksatria.


Selama menjalani hidupnya di negeri Majapahit, Empu Bajang Geni sebenarnya sudah meraih segala kemuliaan dan terhormat.


Dihormati para pemuka berbagai agama, disegani para ksatria, bahkan menjadi salah satu penasehat raja untuk bidang agama. Tetapi di luar semua itu, masih ada suatu hal yang mengganjal dalam hati dan pikiran Empu Bajang Geni.


Empu Bajang Geni diam diam tidak bisa terima kalau yang membuat kemasyuran negeri Majapahit adalah menjadi tempat rujukan bagi para pemuka agama.


Bagi Empu Bajang Geni, yang menjadi rujukan agama seharusnya negeri tanah kelahirannya, di daratan India.

__ADS_1


Mulailah Empu Bajang Geni bergesekan dengan para biksu, para pujangga. Dan merasa yang paling benar saat ada diskusi dalam pertemuan para pemuka agama.


Puncaknya adalah ketika Empu Bajang Geni merendahkan martabat raja negeri Majapahit Prabu Brawijaya dengan mengatakan kalau seharusnya negeri Majapahit tunduk pada negeri di daratan India.


Raja negeri Majapahit Prabu Brawijaya yang murka mendengar perkataannya, akhirnya menghukum dengan mengusirnya keluar dari istana. Sebenarnya itu hukuman yang tidak terlalu berat, karena tidak diusir dari negeri Majapahit.


Empu Bajang Geni yang merasa sakit hati karena diusir keluar istana menantang raja dan semua punggawa istana Majapahit.


Untuk memberi pelajaran pada Empu Bajang Geni serta untuk menunjukkan kebesaran diri dan negeri Majapahit, Prabu Brawijaya sendiri yang menghadapi Empu Bajang Geni.


Dengan kesaktiannya, Prabu Brawijaya menghajar Empu Bajang Geni dengan menggunakan senjata trisula hingga Empu Bajang Geni sampai harus merangkak meninggalkan istana Majapahit.


Empu Bajang Geni meninggalkan istana Majapahit dan bersembunyi di hutan dengan membawa dendamnya.


Dalam persembunyiannya, Empu Bajang Geni berusaha memperdalam ilmu silatnya. Karena rasa dendamnya, Empu Bajang Geni menjadi tersesat menjauh dari ajaran darma yang pernah dia pelajari dan dia sebarkan dan kemudian bekerja sama dengan iblis. Sehingga terciptalah ilmu 'Raga Geni', ilmu yang menjual jiwanya pada iblis dengan imbalan kekuatan iblis yang tak terukur oleh manusia.


Selain terus berusaha meningkatkan ilmunya, Empu Bajang Geni kadang juga mencari informasi tentang raja Majapahit Prabu Brawijaya.


Tetapi betapa kecewanya dia, mendengar kerajaan Majapahit sudah tidak ada dan muncul kerajaan baru dengan tata cara dan ajaran baru.


Empu Bajang Geni semakin kecewa ketika mendengar bahwa raja Majapahit yang mengusirnya, Prabu Brawijaya telah menyepi dan bertapa di gunung Lawu sampai moksa.


Dengan ilmu 'Raga Geni' jurus ke tiga 'Kori Geni', Empu Bajang Geni bisa menembus dan membuka gerbang dimensi.


Empu Bajang Geni mencoba membuka gerbang dimensi di atas istana Majapahit. Tetapi yang ditemuinya hanya reruntuhan bangunan istana.


Kemudian Empu Bajang Geni mencoba membuka gerbang dimensi. Lewat gerbang dimensi itu, Empu Bajang Geni dengan cepat bisa sampai di puncak Lawu. Di puncak Lawu, Empu Bajang Geni mendapati Prabu Brawijaya telah moksa dan yang masih ada di puncak lawu adalah para abdi setianya.

__ADS_1


Sebenarnya Empu Bajang Geni sudah mulai melupakan dendamnya seiring dengan moksanya sang raja Majapahit Prabu Brawijaya.


Kemudian Empu Bajang Geni kembali ke hutan tempat dia tinggal selama ini. Bertahun tahun lamanya, hingga kemudian datang Arga Manika dan Galuh Pramusita.


---


Setelah beberapa kali Arga Manika selalu gagal mempraktekkan jurus ke tiga ilmu 'Raga Geni' yaitu jurus 'Kori Geni', kemudian Arga Manika mengulang lagi pemahamannya terhadap jurus ke tiga hingga beberapa hari.


Setelah dirasa bisa memahaminya, Empu Bajang Geni menyuruh Arga Manika untuk kembali mencoba mempraktekkannya lagi.


Dengan kaki agak sedikit dibuka, Arga Manika mulai mengumpulkan energi dengan kedua tangannya yang melakukan gerakan gerakan tertentu disertai dengan bibirnya bergerak gerak membaca mantra. Kemudian dari segala penjuru bermunculan bola bola api berwarna merah menuju ke arah Arga Manika. Bola bola api itu langsung masuk ke tubuh Arga Manika. Semakin lama semakin banyak bola bola api yang muncul. Dan semakin lama tubuh Arga Manika semakin berubah menjadi wujud api berbentuk manusia.


Setelah tubuhnya sempurna berwujud api, Arga Manika kembali melakukan gerakan gerakan tertentu hingga di depan Arga Manika berdiri muncul garis dari sinar merah berbentuk persegi empat.


Begitu garis dari sinar merah yang membentuk persegi empat itu stabil sudah tidak bertambah besar lagi, Arga Manika mendoyongkan tubuhnya ke depan dengan memajukan kaki kirinya ke depan sedikit. Telapak tangan kanannya terbuka dan berada di tengah tengah persegi empat itu.


Dari tangan kanan Arga Manika itu keluar energi berbentuk bola bola api berwarna merah yang kemudian memenuhi persegi empat itu.


Setelah persegi empat itu berbentuk seperti lempengan berwarna merah menyala, Arga Manika menarik membali tangan kanannya.


Kemudian dengan cepat Arga Manika mendorongkan kedua telapak tangannya dengan cepat seperti gerakan mendorong.


Dari kedua telapak tangan Arga Manika meluncurlah dua buah bola api berwarna merah.


"Ha ha ha ha .... guru," kata Arga Manika sambil tertawa, "aku berhasil menguasai jurus 'Kori Geni'."


"Kek kek kek kek ....bagus muridku," jawab Empu Bajang Geni, "sekarang istirahatlah sebentar, ada yang hendak guru sampaikan padamu."

__ADS_1


"Baik guru," jawab Arga Manika sambil menarik kembali seluruh energinya.


___0___


__ADS_2